Archive for October, 2009

Dialog Dengan Orbs

Oleh : SKTP & Tim Shangkala

Pendahuluan

Saat ini pembicaraan tentang suatu perubahan tata letak bumi dan perubahan zaman semakin hangat didiskusikan terutama di benua Eropa dan Amerika. Para pakar dan ilmuwan saling bekerja sama di bidang masing-masing berkumpul untuk mengungkap misteri tentang “2012”.

Mereka saling bekerja sama mengumpulkan informasi untuk diketahui oleh masyarakat dengan cara sosialisasi melalui buku, film dll. Menariknya adalah, para ilmuwan melibatkan suku-suku kuno yang tinggal di pedalaman yang masih tersisa saat ini yaitu suku Maya.

Suku Maya yang terkenal dengan kalender Maya-nya itu membuat para ahli mulai dari ahli metematika hingga astronomi, geologi, sejarawan dll sangat tercengang dan mengakui bahwa suku Maya yang dianggap kuno, bukan hanya mempunyai ilmu pengetahuan tapi  “pengetahuan-nya ilmu”. Apakah misteri 2012 juga menjadi perhatian kita di negeri ini dan bisakah kita berbuat sesuatu sebelum datangnya peristiwa besar itu? Percayakah kita akan hal ini, terutama masyarakat kita?

Tim Shangkala = Artshangkala

Pada awalnya kami sekedar berkumpul mendiskusikan tentang 2012 dan kami fokus kepada pertanyaan “lalu apa” yang harus kita lakukan untuk ke depan nanti jika semua ini telah berubah? Apakah kita masih ada di bumi ini? Apakah bumi lenyap atau kita pindah ke planet lain?

Dari pertanyaan demi pertanyaan akhirnya kami sepakat untuk bekerja bersama mengumpulkan data-data sejarah dan budaya Nusantara kuno untuk kami jadikan data base yang akan diselamatkan ke “suatu tempat” apabila terjadi hal-hal yang “luar biasa” di bumi.

Dimulai pada tahun 2007 awal kami membentuk tim yang terdiri dari 7 orang yang kami namakan “tim Shangkala atau ArtShangkala”. Tujuannya adalah untuk melestarikan dan melindungi data-data seni dan budaya serta sejarah Nusantara. Kami mulai bekerja mengumpulkan data dan membuat data base dengan menggunakan tekhnologi IT seadanya dan membuat Web sendiri untuk bisa di akses oleh yaitu: www.artshangkala.wordpress.com

Tim ini bukanlah para ahli ilmu pengetahuan tapi kami berusaha semampu kami dengan modal seadanya serta tekad dan niat yang kuat. Tim ini adalah “anak-anak terang” yang mengandalkan kecerdasan masing-masing dalam talenta yang dimiliki dan semoga bermanfaat bagi kami dan juga bagi kita semuanya!!

Perjalanan awal kami di mulai dari wilayah Jawa Barat dan sekitarnya. Kami membuat dokumentasi berupa foto dan juga para-para sepuh di pedalaman Jawa barat yang kami wawancara khusus yang menyangkut seni budaya kuno dan sejarahnya.

Ternyata dalam perjalanan-perjalanan ini, kami menemukan beberapa hal yang sangat menarik. Diantara dokumentasi foto yang kami miliki, terdapat lingkaran-lingkaran cahaya. Saat itu kami baru pada tahap bertanya-tanya dan belum membahasnya, tapi akhirnya semakin sering kami menemukan hal itu dalam hasil foto kamera dimanapun kami berada.

Orbs @ Bali wedding

Orbs at Bali wedding

Maka mulailah intuisi kami bergerak untuk mencari tahu mengenai bola cahaya itu yang ternyata kami lacak di internet Yahoo & Google, bulatan-bulatan itu namanya ORBS atau BOLA SPIRIT.

Selanjutnya adalah bisakah  berdialog dengan mereka? Itu pertanyaan sekaligus keiginan kami juga

Dialog Dengan Orbs

Awalnya kami sempat berbantahan ingin bukti yang nyata bahwa Orbs itu benar-benar mengajak bicara dengan salah satu dari anggota tim 7 ini.

Maka mulailah kami mengadakan kompromi untuk mencapai maksud dan tujuan bersama. Maka kami sepakat membuat suatu alat mediasi yang mudah digunakan dan semua tim bisa menyaksikannya. Alat ini kami buat berdasarkan petunjuk dari para Orbs itu sendiri yang di sampaikan cara membuatnya melalui media teman kami ini.

Demikianlah awalnya dialog ini berhasil kami rangkum dan berbagi pengalaman dengan siapa saja yang tertarik dengan hal ini.

Keterangan yang kami peroleh dari mahluk cahaya ini (Orbs) antara lain:

Orbs adalah energi yang membentuk dirinya sendiri dengan bermacam-macam warna dalam bentuk yang berbeda. Orbs bukan identik dengan hantu yang gentayangan seperti yang umum disebut orang. Orbs lebih kepada energi yang murni yaitu energi dari kekuatan ‘pikiran pertama’ atau murni yang ada di alam semesta tanpa batas atau bebas dari ruang dan waktu. Namun Orbs juga dapat menembus masuk kedalam ruang dan waktu.

Orbs bisa juga berasal dari diri manusia individu yang masih hidup dan juga bisa dari dimensi lain yang berperan sebagai pembimbing, pendamping dan penyampai pesan. Tapi ada juga yang masih ikut dengan yang lain untuk “belajar mengingat” tentang sesuatu yang dilupakan.

Keistimewaan masing-masing berbeda dalam caranya memainkan peran yang sudah ada dalam cetak biru dirinya sendiri. Kebanyakan Orbs yang kami temui berasal dari dimensi lain dan pengetahuannya pun berbeda, tergantung dari tingkatan dimensi alam Orbs tersebut.

Orbs dibagi dalam beberapa kelompok, dan dalam kelompok itu ada yang dinamakan para tetua (Roh yang tua). Ada juga kelompok pembimbing lalu pendamping. Selanjutnya ada yang bersama para tetua untuk naik tingkatan dari pendamping menjadi pembimbing. Selanjutnya Orbs pembimbing naik tingkatan dimensinya sebagai asisten dari para tetua.

Banyak hal yang ada pada dimensi-dimensi alam ini dan tentunya di luar dari pikiran manusia yang terbatas. Inilah rangkuman dari hasil dialog kami dengan Orbs pendamping dan pembimbing, serta yang nanti sangat istimewa adalah dengan kelompok Orbs para tetua.

Orbs Pendamping

Salah satu Orbs yang merupakan Orbs pendamping menceritakan tentang tugas mereka. Tugas Orbs pendamping adalah mendampingi jiwa-jiwa yang masih dalam proses perjalanan di bumi atau ‘baby soul”. Mereka tidak akan mengintervensi apapun tapi hanya mendampingi dari hal-hal yang membahayakan jiwa itu sendiri dalam perjalanannya di bumi ini.

Mereka lebih banyak bekerja dalam perasaan kita. Orbs pendamping mengatakan bahwa perasaan adalah tempat komunikasi yang paling baik dan nyaman antara jiwa yang masih bayi itu dengan mereka.

Orbs Pembimbing

Selanjutnya kami bertanya pada Orbs pembimbing mengenai tugas mereka. Orbs pembimbing memberi banyak penjelasan pada kami. Berikut jabaran mengenai tugas Orbs pembimbing :

Para Orbs pembimbing lebih berperan pada tingkatan ‘daya ingat’ manusia dan tidak akan mengintervensi apapun hal yang dilakukan oleh manusia. Mereka lebih senang berperan pada tingkat daya ingat atau “penciptaan”.

Menurut Orbs pembimbing dalam hal penciptaan tidak ada benar atau salah dan baik atau buruk. Ini hanya istilah yang diciptakan manusia itu sendiri. Tetapi yang penting apa yang diinginkan adalah untuk diciptakan, bukan hanya sekedar berhenti pada keinginan saja.

Tugas dari Orbs pembimbing sangat penting untuk kelangsungan kehidupan manusia di bumi dalam hal ini adalah peran “Hubungan antar manusia”. Orbs pembimbinglah yang ditugaskan ‘mengawasi’ energi murni di alam semesta yang dihasilkan manusia yang berasal dari pikiran. Maka di sinilah terbentuk apa yang disebut matrik yaitu energi dari pikiran yang sama, saling terkait membentuk matriks dan terjadilah hubungan komunikasi dalam perkataan dan tindakan antar manusia dalam kehidupan ini.

.

Kendala untuk tidak terciptanya hubungan yang harmonis tergantung dari manusia itu sendiri. Manusia tidak mau bertanggung jawab dengan dirinya sendiri atas penciptaan yang berasal dari pikirannya. Sehingga saling menyalahkan dan menghujat bahkan  sampai membunuh sesama manusia.

Sehingga matrik di alam semesta sangat kacau dan sudah tidak teratur alias ketidak-keseimbangan yang sudah melampaui batas.

Manusia di bumi semakin tidak jujur dengan dirinya, dan arah menuju tingkat kesadaran yang merupakan ‘Diri sejati’ nya semakin dilupakan! Jadi energi penciptaan sudah melampaui batas hukum penciptaan atau hukum alam semesta.

Permasalahannya bukan pada apa yang diciptakan tapi lebih utama pada pilihan dan keyakinan manusia itu sendiri. Kekeliruan demi kekeliruan yang tidak dilandasi diri yang sejati yaitu : kesadaran. Tanggung jawab diabaikan bahkan jadi pembenaran diri sendiri. Maka hukum alamlah yang akan menentukan nasib manusia saat ini.

Orbs pembimbing sangat mencintai bumi dan alam semesta serta seluruh ciptaan. Sang Pencipta menciptakan semua ini ada maksud dan tujuan tapi sepertinya manusia yang ada pada ‘masa’ ini akan mengalami peleburan.

Kemudian kami bercakap-cakap tentang bumi masa depan. Orbs pembimbing menjelaskan dengan antusias.

Tim      : Apakah bumi akan lenyap atau kiamat?

Orbs    : Bumi tidak akan lenyap karena di ciptakan sebagaimana adanya dengan tujuan.

Ada atau tidak adanya manusia, bumi tetap ada yang merupakan bagian dari

Hidup

Tim      : Apa maksudnya di lebur?

Orbs    : Ya! Akan diganti dengan yang baru, diciptakan kembali dalam alam penciptaan!

Tim      : Apakah manusia terpilih itu ada?

Orbs    : Ada, yaitu manusia yang bertanggung jawab, jujur dan berkesadaran dan

menciptakan dirinya dengan tujuan yang tertinggi tentang siapa dirinya itu!

Serta mengerti untuk apa dia ada di bumi ini!

Tim      : Mengapa begitu banyak Orbs yang turun kebumi akhir-akhir ini hingga kami

dapat melihat melalui kamera atau foto-foto?

Orbs    : Itulah, memang sudah saatnya!

Jadi kami datang dengan tugas yang lebih dari biasanya.

Tim      : Misalnya apa?

Orbs    : Ya kami melindungi yang pantas untuk dilindungi!

Tim      : Mengapa ada pantas atau tidak pantas, berarti pilih kasih dong?

Orbs    : Bukan! Ini bukan masalah pilih kasih.

Kami tidak diajarkan tentang hukum pilih kasih yang ada cuma hukum Cinta-

kasih sayang. Ini adalah sebab akibat yang diciptakan manusia sendiri.

Kami Cuma bertugas menurut pengetahuan dan ilmunya.

Tim      : Ohhh begitu…!

Apa yang akan terjadi ke depan yang menyangkut bencana alam terutama di

Indonesia ini?

Orbs    : Itu bukan wewenang kami untuk memberitahu.

Tim      : Lantas siapa yang bisa kami ajak bicara tentang hal ini?

Orbs    : Itu adalah tugas dan wewenang para tetua yang saat ini juga sedang turun ke

bumi dan semakin sering.

Tim      : Bagaimana kami bisa bertemu dan berdialog dengan para tetua itu?

Orbs    : Berusahalah kalian untuk bisa terhubung dengan energi murni itu!

Tim      : Maksudnya kekuatan pikiran kita?

Orbs    : Bukan hanya itu tapi terhubung dengan alam dimensinya.

Tim      : Caranya?

Orbs    : Bukankah kalian sudah kesana setiap kali? Dalam alam ‘itu’ !!

Demikianlah sebagian diantara dialog kami dengan Orbs para pembimbing, yang mereka juga minta ada yang boleh diungkapkan dan ada yang tidak boleh dalam tulisan ini. Maka itu cukup menjadi catatan kami, disebabkan pertanyaan-pertanyaan kami yang agak ekstrem dan hanya untuk menghindari terjadinya salah paham dan fitnah. Tapi kami bersyukur dan berterima kasih sudah diizinkan berdialog.

Perjalanan Berikutnya

Selanjutnya Tim berjalan lagi kebeberapa daerah dan kali ini bukan hanya berburu data seni dan budaya tapi juga berburu Orbs ( ha ha ha).

Maka disinilah dalam beberapa momen foto, kami mengalami hal yang agak aneh pada Orbs yang tertangkap kamera kami, bahkan kamera kami ada yang rusak beberapa kali  dan yang terakhir jebol!

foto Orbs yang bikin kamera jebol

Orbs yang membuat kamera digital kami jebol selepas memphoto ini

Kami kali ini bertekad untuk bisa mendapatkan Orbs yang mungkin bisa jadi, itu adalah para tetua! Lalu di setiap tempat yang kami kujungi kami ‘ngelakon’ dan meditasi. Hal ini kami lakukan pada tengah malam antara jam 3 hingga jam 5 pagi. Memang keberuntungan tidak dapat di tolak, akhirnya kami bertemu juga Orbs para tetua dengan peristiwa yang sangat luar biasa dan kami tidak akan bisa melupakan momen pertemuan itu hingga saat ini.

Kami merasakan Orbs yang kami foto ini seperti mengisyaratkan sesuatu akan terjadi di bumi, dan bentuknya pun berbeda dengan Orbs sebelumnya, demikian juga warnanya, Warna Orbs ini lebih  putih jernih dan mempunyai lapisan yang sangat dalam serta ada cahaya kemilau di bagian tengahnya.

Saat ini tim kami sedang berada di pantai Pelabuhan Ratu kearah Bayah, sekitar jam 7 malam kami makan malam dengan bersama-sama membakar ikan. Lalu salah satu ada yang mengabadikan lewat foto dan terlihatlah Orbs yang berwarna putih terang dantara kita yang sedang membakar ikan. Lalu teman kami mencoba fokus untuk minta berdialog dan ternyata mau, tapi dijanjikan jam 3 menjelang pagi hari.

Kami bersiap siap jam 2 malam dengan membawa media yang biasa digunakan. Sambil menunggu kami mendiskusikan tentang hasil kerja selama ini dan memikirkan langkah selanjutnya. Disaat inilah tiba-tiba kami melihat langit berubah merah yang tadinya cerah sekali.

Orbs tetua

Gb bawah (dekat kaki) adalah Orbs Tetua

Lalu kami melihat ke langit dan dengan tiba-tiba dalam kecepatan yang sangat cepat ada  Cahaya dalam bentuk bulat berwarna putih campur biru sangat terang jatuh tepat di tengah-tengah kita yang sedang duduk melingkar karena ditengah ada alat mediasi yang akan digunakan pada jam 3 pagi nanti. Semua ini kami saksikan dengan mata telanjang dan sangat menakjubkan!! Singkatnya di sinilah dialog kami pertama kali dengan salah satu Orbs para tetua terjadi.

Ringkasan dialog dengan Orbs Tetua

Orbs tetua memperkenalkan diri dengan namanya (maaf kami tdk boleh sebutkan, red) dan anehnya menyebutkan usianya yang sudah ‘ulun’ yang artinya sangat tua.

Orbs    : Eling dan selalu waspada! Karena semua yang ada sudah masanya.

Bencana bukan bencana tapi memang harus terjadi di bumi ini.

Manusia angan-angannya panjang.

Sehingga Sang Pencipta cuma ada dalam angan-angan.

Tim      : Kami bertanya apakah yang dimaksud Sang pencipta itu adalah Tuhan?

Orbs    : (dengan singkat tapi jelas, red) Sang Pencipta ya Sang Pencipta!

Tim      : Bagaimana nasib manusia di bumi ini?

Orbs    : semua sudah ada ditangan pemegang kitab kehidupan.

Dan itu seperti membalikkan telapak tangan saja.

Tim      : Apakah ada yang memegang kitab kehidupam manusia?

Orbs    : Ada dan juga kitab kehidupan alam semesta ini.

Apa yang terjadi nanti saksikan dan jadilah saksi yang sebenarnya.

Tim      : Apakah akan terjadi bencana besar lagi di Indonesia ini?

Orbs    : Ya dimana-mana di Nusantara!

Tim      : Nusantara itu maksudnya Indonesia?

Orbs    : Semua adalah Nusantara! (kami bingung?? red).

Bencana itu diciptakan sendiri.

Bahkan manusia meminta itu terjadi melalui perbuatannya.

Manusia sudah janji berani pegang amanah, jadi perbuatan manusia terhadap

yang diamanahkan pasti akan kembali pada manusia lagi.

Kami hanya mengawasi saja dan memberi pesan dan ingatan yang sudah

mendahului kejadian itu. Tapi kalian semakin kurang eling dan waspada!

Waspada itu karena elingnya!

Jadi sekarang semua akan kembali di selaraskan dan di seimbangkan.

Indonesia itu suatu “Bangsa” sama dengan bangsa-bangsa lain.

Bangsa di ciptakan untuk ada, oleh penciptanya!

Bangsa Indonesia itu bangsa yang baru dari sebelumnya yang sudah ada.

Bangsa yang tua tapi penghuninya sekarang masih banyak yang muda.

Ada sedikit jeda..kemudian Orbs pembimbing melanjutkan :

Orbs    : Yang tua itu yang lebih dulu pergi.

Tim      : Maksudnya apakah Bangsa Indonesia lenyap dari bumi lebih dulu?

Orbs    : Tidak akan lenyap cuma berganti saja!

Tim      : Apakah tidak ada jalan lain?

Orbs    : Sudah masanya berganti.

Pergi lebih dulu dan datang paling awal dari yang lainnya!

Tim      : Jika kami boleh tahu seperti apa bencana yang akan datang itu?

Apakah nanti ada manusia yang masih tersisa?

Orbs    : Sekarang semua sedang bekerja.

Matahari muntahkan isinya, gunung bergeser, tanah bergerak, angin serta apipun

bekerja. Inilah Hidup! Yang tersisa cuma pencipta yang agung.

Tim      : Apa yang mesti kami persiapkan?

Orbs    : Tidak ada! Lakon hidup berjalan dengan semestinya karena hukum semesta

alam sudah ada sebelum manusia ada.

Dialog ini tidak bisa kami ungkap seluruhnya. Satu yang dipesankan beliau (Orbs pembimbing) agar kami, kita menjadi saksi akan rahasia alam. Kemudian beliau pamit. Pesan terakhirnya adalah “Langit kelap-kelip dan bumi gonjang ganjing”.

Demikian dialog ini dan masih ada beberapa Orbs para tetua yang datang dan mungkin akan kami sampaikan pada tulisan berikutnya. Kami sekarang masih terus berburu dan diburu oleh Orbs yang semakin banyak turun dengan tugas masing-masing.

Terima kasih kami telah diberi pengalaman yang berharga ini!

Salam Terang,

Tim Shangkala

* * *

Artikel Terkait :

Orbs (English)
Orbs (Indonesia)
Conversation with the Orbs
Orbs at yoga class
Orbs at Wedding in Tangerang
Orbs in pencak silat community
Orbs at funeral
Orbs at K-Link seminar
Orbs at sky
Orbs at tour places & hotel
Orbs in spiritual community
Orbs at Bali party wedding
Orbs at Costume Party
Orbs & Light Beings in Ancient Tribe, Java-Indonesia
Prosedure Darurat Gempa Bumi
Krakatau (Indonesia)
Krakatau (English)
Earthquake Emergency Procedure
Earthquake Cloud
Awan Gempa
Tanda-Tanda Dari Hewan Terhadap Bencana Alam
Animal Signs of Natural Disaster
Kelas Yoga & Singing Bowl (Genta Tibet)
Yoga Class
Pengertian Yoga
Asanas Yoga, Jiwa Gembira Melalui Gerakan-Gerakan Tubuh
Asanas Yoga. Healthy & Happy of Body & Soul
Prenatal Yoga
Yoga Ibu Hamil
Meditasi
Rileksasi Dalam
Meditation
‘Ancient Tantra Kriya Yoga’ & ‘Energy Transformation Micro – Macrocosm’ Workshop
Deep Inside ‘Nyepi’ – Silence Day (Hindu Lunar New Year)
Yin Yoga & Consciousness Meditation at the STONES, Kuta, Bali
The Studio Wellness Program at the STONES, Kuta, Bali
Teri Fish & Honey Fried Rice
Heart, Hands & Orbs at Merapi Volcano, Central Java
Surya Candra Bhuana
Cakra & Kundalini
Reiki di Pulau Dewata Bali
Nerang – Rain Stopper
Bali Classical Dance Course
Int’l Performance of I Putu Silaniyama
Pelatihan Perguruan Silat Tadjimalela
Prosesi ala PS Tadjimalela
Junko Children Painting Course
Thanks for What We Have – Music Performance at the Orphanage
Berkaca pada Anak-Anak sebuah Kerukunan Antar Umat Beragama
Reflectiong on Children Innocence of a Harmony Life among People Different Religious
Kesadaran Kosmos & Zona Photon
Proyeksi Nusantara
The Gaia Project 2012 (Indonesia)
The Gaia Project 2012 (English)
Serat Jayabaya (Jawa)
Ramalan Jayabaya (Indonesia)
Jayabaya Prophecy (English)
Wejangan Leluhur
Jati Diri & Rasa
Sejarah Bangsa & Tanah Air Indonesia (Purbakala/The Last Continent)
Garuda Pancasila
Bhinneka Tunggal Ika
Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia
15 Sifat Kepemimpinan Mahapatih Gajah Mada dalam Negara Kertagama oleh Mpu Prapanca
19 Unsur Proses Perjalanan Rohani

Advertisements

Ras Nusantara

Oleh : Ali Sastramidjaja

JAMAN 1 – 4 JUTA TAHUN PURBAKALA.

CATATAN SEJARAH ANTHROPO-ETHNOLOGIS NUSANTARA.

Bangsa-bangsa di seluruh Nusantara dan Asia Tenggara adalah tergolong Ras Nusantara yang oleh orang Barat disebut Austrone­sia.  Nusantara dahulu kala bernama Dwipantara yang berpusat di kawasan Bumi Nusantara, yaitu kawasan kepulauan Indonesia seka­rang.

Ras Nusantara ini adalah Persatuan dan Kesatuan bangsa-bangsa dengan:

Satu Induk Ras – Nusantara

Satu Induk Tanah – Air – Nusantara

Satu Induk Kebudayaan – Nusantara

Satu Induk Bahasa – Nusantara

Satu Induk Nenek Moyang – Nusantara

Semua bangsa-bangsa Ras Nusantara ini adalah berasal keturu­nan dari satu generasi Manusia purba Tertua dan Pertama yang mulai muncul lahir di muka bumi sedunia ini, yaitu manusia purba generasi Meganthropus Paleo Nusantaraicus dan generasi-generasi  Hominid  dan Homo lainnya pada masa 1- 4 juta tahun dahulukala, dan yang fosil-fosilnya  telah  ditemukan  di berbagai  pulau dan daerah tersebar di seluruh kepulauan Nusantara. Lihat: Peta 1. (Sumber: Anthropoaleontologi Von Koningswald; Geologi Van Bemmelen; Purwayuga Pangeran Wangsakerta, 1678).

*

GEOPOLITIK NUSANTARA.

Semasa Tahun 20.000 – 2.000 SM.

Sejak ribuan tahun purbakala yang menjadi urat nadi hubungan laut antara dunia Barat dan dunia Timur adalah jalur pelayaran dan perdagangan lewat: Selat Malaka, Laut Jawa, Selat Karimata, Laut Sunda, sampai di Laut Cina Selatan. Pada jaman dahulu kala sampai abad ke-14 M, Semenanjung Malaya masih merupakan satu semenanjung tanah daratan kering memanjang sampai di ujungnya di wilayah Belitung (Pulau Belitung sekarang).

Pulau Jawa dan pulau Sumatra masih merupakan satu pulau yang panjang yang tersambung bersatu oleh sejalur tanah daratan kering di kawasan Panaitan (Pulau Panaitan sekarang) dan Ujung Kulon antara Lampung dan Jawa Barat. Pelabuhan Palembang masih terletak di tepi laut terbuka luas, yaitu Selat Malaka, dan tidak seperti sekarang berada di pedalaman sejauh 50 km dari tepi pantai. Begitu pula pelabuhan Jambi di Muara Tembesi (Muara Sabak) yaitu muara sungai Batanghari, masih terletak di tepi pantai laut terbuka Selat Malaka. Gunung Muria (Jepara) di Jawa Tengah masih merupakan suatu pulau terpisah dari daratan pulau Jawa.

Di kawasan sepanjang jalur perairan Nusantara ini, sejak ribuan tahun dahulu kala, telah bertumbuhan ratusan kerajaan-kerajaan kecil dan besar. Pelayaran dan perdagangan antar-pulau Nusantara dan dengan negeri-negeri luar di mancanegara telah berkembang ramai.  Bahan-bahan dan barang- barang dagangannya diantaranya ialah: padi-padian, emas, perak, timah (bahan untuk perunggu), lada atau merica, rempah- rempah, alat-alat besi dan perunggu, gading gajah, dan banyak lagi lain-lainnya.

Kawasan Nusantara yang sangat strategis, subur makmur dan kayaraya ini selalu menjadi pusat perebutan kekuasaan diantara kerajaan-kerajaan pribumi Nusantara sendiri.

*

ORANG ASING PERTAMA DI NUSANTARA.

Th. 1500 – 1000 Sebelum Masehi:

Pelabuhan Singkil: Di pantai Samudera Hindia, kawasan Tanah Batak.  Sudah terkenal ke negeri-negeri di Mesir-kuno dan Timur Tengah. Raja Nabi Sulaeman (Salomo) mengutus orang-orang Pnoene­sia dari Sidon ke Singkil untuk membeli kamper di Singkil. Pelab­uhan Singkil dan Barus sudah menguasai ekspor dari Tanah Batak (kamper = kapur Barus).

Pelabuhan Sorkam dan pelabuhan Mungkur memegang monopoli dunia ekspor kemenyan. Penjual tunggal untuk seluruh dunia. Kemenyan sangat digemari oleh penduduk negri-negri di Timur Tengah dan Mesir-Kuno. Digemari oleh Raja Nabi Sulaeman dan oleh raja-raja Hemitik dan Semitik.

Pelabuhan Natal sangat banyak ekspor Emas.  Begitu banyak sampai didatangi oleh pedagang-pedagang bangsa Phoenesia sebelum jaman Rumawi, sebelum jaman Yunani. Daerah pertambangan emasnya ialah Mandailing di Tanah Batak Selatan.

Catatan:

Sejak jaman Nabi Sulaeman (Th. 1000 SM) kota Damas­kus sudah merupakan pusat perdagangan distribusi rempah-rempah yang datang ke situ dari kepulauan Nusantara lewat jalan laut ke Kwang Tung (= Kanton) di negeri Cina, dan dari situ lewat jalan darat (jalan sutera) ke Damaskus.

Th.  100 Sebelum Masehi:

Orang Persia pertama datang di Nusantara, ialah di daerah pantai Aceh Utara.

Th. 22 Sebelum Masehi :

Orang Cina pertama datang di Nusan­tara, yaitu di daerah Kalimantan Utara.

Th.  78  Masehi : Orang Hindu pertama datang  di  Nusantara, ialah di daerah pantai Aceh Utara.

*

EKSPANSI CINA KE NUSANTARA. TH. 100 – 565 M.

Tahun 1000 Sebelum Masehi:

Migrasi Cina ke Daratan Asia-Tenggara. Jaman Dinasti Chou Tahun 1122-249 SM.

Suatu suku bangsa Mongoloid yaitu suku bangsa Syan, terdesak oleh suku-suku bangsa Cina dan bermigrasi ke daerah-daerah daratan Asia Tenggara di sebelah Selatan. Di sana mereka bercampurbaur asimilasi dengan suku-suku bangsa pribumi asli seperti suku-suku bangsa: Karen, Senoi, Meo, Munda, Sakai, dan lain-lainnya. Suku-suku bangsa pribumi ini tergolong ras Nusantara, yang oleh orang Barat disebut Austronesia, dan yang sejak 600.000 tahun dahulu ka­la telah bermigrasi ke sana menjadi penduduk penghuni pertama di kawasan  daratan  Asia Tenggara pada masa  jauh terlebih dahulu sebelum  munculnya manusiapurba Cina-Mongoloid “Pekinensis”  atau “Sinanthropus”  di dunia. Sejak terjadinya asimilasi suku bangsa Syan dengan suku-suku bangsa pribumi itu, maka mulailah muncul kerajaan-kerajaan baru di kawasan daratan Asia Tenggara, yaitu kerajaan Syan yang kemudian disebut Syanka atau Siam; kerajaan Syan Pao Cha yang kemudian disebut Kam Pao Cha atau Kamboja; dan kerajaan Syan Pao Nam yang kemudian disebut Syan Nam atau An Nam dan Syan Pao, Syan Pa atau Campa. Kamboja dan Anam bersatu juga disebut Syan Pao Nam, Sya Pa Nao atau Yawana.

Tahun 210 Sebelum Masehi :

Migrasi Cina ke Teluk Tongkin. Jaman Dinasti Ch’in Tahun 246-210 SM.

Kaisar Ch’in Shih Huang Ti di lembah sungai Hoang Ho (sungai Kuning) menaklukkan, menguasai dan mempersatukan seluruh kerajaan-kerajaan kecil dengan tangan-besi menjadi satu negara besar Cina. Banyak penduduk Cina yang tidak mau tunduk kepada pemerintahan Kaisar Ch’in. Sebagian dari mereka bermigrasi ke negeri-negeri di sekelilingnya. Sebagian  penduduk yang  bermigrasi  itu meresap masuk menjarah ke daerah-daerah di sekitar Teluk  Tongkin  yaitu wilayah Hoa Binh dan Dongson do An Nam yang sekarang disebut Vietnam. Di sana mereka berdiam dalam perkampungan-perkampungan Cina atau pecinan-pecinan. Sementara orang Cina bercampurbaur asimilasi dengan suku-suku bangsa pribumi.

Tahun 100 Sebelum Masehi :

Cina Menyerbu dan Menjajah Daerah Teluk Tongkin. Jaman Dynasti Han Tahun 206 SM. – 220 M. Bangsa  Cina dari negeri Cina menyerbu, merampok, membunuh dan kemudian menjajah daerah-daerah kawasan Teluk Tongkin, yaitu negeri-negeri di kawasan An Nam dan Kamboja. Terjadi lagi migrasi besar-besaran penduduk dari negeri Cina ke daerah-daerah yang direbutnya itu dan mereka bertinggal disana dalam perkampungan-perkampungan Cina yang disebut pecinan. Teluk Tongkin dan seki­tarnya dijajah oleh negeri Cina.

Tahun 100 Masehi :

Agama Budha Masuk ke Negeri Cina.Jaman Dinasti Han Tahun 206 SM -220 M.

Pada tahun 64 M Agama Budha dari India masuk ke negeri Cina, dibawa oleh orang-orang India lewat jalan darat di Asia Tengah. 

Pada  tahun 100 M.  Agama Budha oleh Kaisar Han Wu Ti dijadikan “agama negara” atau “agama resmi” di negeri Cina. Keadaan Agama Budha demikian itu berlangsung sampai akhir jaman Dinasti Tang (Th. 618 – 906 M).

Tahun 100 – 400 M. :

Kerajaan Funan atau Fun An (=Pnom Penh). Jaman akhir Dinasti Han Th. 206 SM – 220 M.

Kerajaan Funan yang berdiri pada awal abad ke-2 M. Meliputi kawasan Kamboja, Siam dan Semenanjung Malaya bagian utara, mengusir penjajah Cina dari kawasan Teluk Tongkin. Kapal-kapal perang dan bajak-bajak laut Cina dihancurkan. Tetapi orang-orang Cina tetap bercokol di sana dalam pecinan-pecinan dan ikut hidup bernaung di bawah pemerintahan kerajaan Funan. Kemudian dalam abad ke-5 Kamboja melepaskan diri dari kerajaan Funan dan mendirikan kerajaan sendiri.

Catatan  :

Sejak jaman ribuan tahun purbakala telah ramai berkembang lalu-lintas pelayaran dan perdagangan antara kerajaan-kerajaan di kepulauan Nusantara dengan kerajaan-kerajaan di daerah Asia Tenggara.

Tahun 100 – 200 M :

Negeri Cina Meluaskan Ekspansinya ke Nusantara. Jaman Akhir D1nasti Han Th. 206 SM – 220 M. Negeri Cina mulai mengembangkan ekspansi penjajahannya ke kawasan kepulauan Nusantara. berpangkalan di Kwan Tung (= Kanton) yang  sekaligus dijadikan pusat bandar dan pelabuhan perdagangan di  Cina Selatan. Dikirimkan ekspedisi-ekspedisi kapal dagang, kapal perang dan perampok-perampok, bajak-laut Cina ke Formusa (Taiwan), daerah-daerah Filipina ke daerah Kalimantan sebelah Utara, Laut Cina Selatan,Teluk Siam, Kalimantan Barat, Semenan­jung Malaya sampai masuk ke Selat Malaka. Sementara orang Cina ada yang menyasar terdampar ke daerah Minahasa di Sulawesi Utara.

Di tempat-tempat pelabuhan dagang ekspedisi-ekspedisi Cina itu menurunkan orang-orang Cina untuk menetap di sana sebagai pedagang. Mereka bertinggal dalam perkampungan-perkampungan Cina yang disebut pecinan. Banyak barang-barang hasil perdagangan dan hasil perampokan atau perampasan bajak-laut Cina mengalir ke Kwan Tung (Kanton)  yang  di waktu sebelum itu  hanya  menjadi pusat penampung perdagangan transit saja.

Bahan dan barang perdagangan itu dari Kwan Tang (Kanton) masuk ke pedalaman negeri Cina dan sebagian dari Peking diperdagang kan  ke negeri-negeri di Asia Tengah sampai ke negeri-negeri  di wilayah Rumawi melalui jalan darat (Jalan Sutera) di Asia Tengah.

Tahun 100- 200 M:

Pelayaran Perdagangan dari India ke Cina. Jaman Akhir Dinasti Han Th. 206 SM – 220 M.

Mulai terjadi pelayaran perdagangan dart India ke negeri Cina melalui Selat Malaka, Laut Jawa, Selat Karimata, Laut Sunda dan Laut Cina Selatan. Sebelum itu hubungan dagang kedua negeri tersebut berlangsung melalui jalan darat di Asia Tengah yang disebut “Jalan Sutera”. Hubungan persahabatan India – Cina mulai tumbuh baik sekali setelah masuknya Agama Budha ke negeri Cina melalui jalan darat di Asia Tengah pada tahun 64 Masehi.

Pedagang-pedagang India dalam pelayarannya ke negeri Cina juga diperlindungi oleh kapal-kapal perang dan disertai pula oleh perampok-perampok bajak-laut orang India. Pedagang-pedagang Indiapun mendirikan koloni-koloninya sendiri yaitu yang   disebut “kampung Keling” di bandar-bandar pelabuhan dagang yang dilalui­nya di Nusantara. Pada awal abad ke-2 Masehi kapal-kapal  dagang India berserta kapal-kapal perang dan perampok bajak-lautnya itu dipimpin oleh Dewa Warman, seorang pedagang asal negeri Palawa yang juga bertindak sebagai utusan dagang dari  negeri-negeri Palawa, Salangkayana, Benggala, dsb.

Perampok-perampok bajak-laut Cina dan India banyak yang ditumpas oleh kerajaan-kerajaan pribumi Nusantara di sepanjang perairan Selat Malaka sampai di Laut Cina Selatan.

Catatan  :

Antara orang Cina dan orang India timbul suatu persahabatan yang sangat akrab pada masa tahun 100 – 900M. Persa­habatan ini tumbuh karena banyak sekali persamaan-persamaan dalam agama, kepercayaan,  pandangan-hidup (falsafah) dan  moral  dari kedua  ras tersebut. Agama Cina adalah Agama Tao (= dewa, Tuhan, yang gaib) yang bercorak polytheisme. Agama Budha demikian pula. Perbedaannya hanya pada jumlah, jenis dan sebutan dewa-dewa saja. 

Pandangan-hidup Cina adalah moralisme atau ajaran moral dari Kong Hu Chu (Konfusianisme) dan Lao Tse yang oleh orang Cina dianggap sebagai “Nabi”. Moralisme Cina ini berdasarkan pandangan “adanya kemanunggalan  alam  dan manusia” yang oleh orang  Barat  disebut “pantheisme”.  Yaitu adanya keterjalinan hidup antara alam-lahir dan alam-gaib dengan manusia yang masih hidup dan arwah manusia yang telah meninggal. Penghormatan dan pemujaan terhadap arwah leluhur nenek moyang Cina adalah bersumber kepada Agama Tao dan moralisme Cina tersebut.

Demikian  pula  bagi orang-orang India yang  menganut  Agama Budha yang bobotnya terletak pada ajaran moral dari Gautama Budha yang  juga dipandang sebagai “Nabi” oleh para  pengikutnya. Pantheismepun sebenarnya ada dalam Agama Budha, yaitu kepercayaan tentang  “reinkarnasi” yang pada hakekatnya adalah  sama  dengan adanya  hubungan antara suatu arwah-manusia yang telah  meninggal dengan manusia yang hidup. Kepercayaan “reinkarnasi” ini mengaki­batkan juga timbulnya penghormatan, pemujaan dan pendewaan terha­dap suatu leluhur atau nenek-moyang. Demikianlah dekatnya  keper­cayaan  dan pandangan-hidup dalam Agama Tao Cina dan Agama Budha India. Karena itulah Agama Budha dijadikan “Agama Resmi atau Negara” di negeri Cina pada Th. 100 M. Walaupun demikian dalam bidang kepentingan hidup sering juga terjadi bentrokan-bentrokan antara orang Cina dan orang India yang beragama Budha.

Tahun 100-200M:

Kapal Perang dan Bajak-laut Cina dan India meranjah negeri Salaka di Jawa Barat dan Lampung.

Jaman Akhir Dinasti Han Th.206 SM – 220 M.

Kapal-kapal perang dan perampok bajak-laut Cina dan India datang menjarah dan merampok ke negeri Salaka di kawasan sekitar Selat Sunda, yaitu di wilayah Banten dan Lampung. Kapal-kapal perang dan perampok bajak-laut Cina dan India itu dihancurkan oleh angkatan bersenjata kerajaan Salaka atas perintah Raja Aki Tirem atau Aji Tirem Luhur Mulya.

Dalam catatan negeri Cina diberitakan: adanya negeri dan raja Ye Tiao dan Tiao Pien (= Aji Tirem dan negeri Tirem); Ko Ying (= kota-perak = Rajata-pura); Teluk Weh (weh = teluk atau perairan = way = Teluk atau Selat Sunda sekarang); Pu Lei (=pulau merapi = gunung Krakatau sekarang).

Kemudian pada tahun 130 M. Raja Salaka Aki Tirem mengirimkan utusan dagangnya ke negeri Cina.

Catatan :

Ye Tiao diartikan juga = Yawa Dwipa = Yaba Diou = Pulau Jawa (Sumber: Berita Cina dan Naskah Pangeran  Wangsakerta 1678).

Tahun 238 M :

Kapal Perang dan Bajak-laut Cina menyerang lagi ke Salaka.

Terjadi serangan kapal-kapal perang dan perampok bajak-laut Cina kekerajaan Salaka.  Ditumpas habis oleh tentara Salaka. Kemudian Raja Salaka III mengadakan hubungan dagang dengan negeri Cina.

Tahun 252-276 M

Kapal Perang dan Bajak-laut Cina menyerang lagi ke Salaka.

Jaman Raja Salaka V. datang lagiserangan kapal-kapal perang dan bajak-laut Cina ke kerajaan Salaka. Raja Salaka V gugur dalam pertempuran di laut. Tetapi kapal-kapal perang dan bajak-laut Cina dihancurkan.

Tahun 399 – 403 M :

Raja Purnawarman Menghancurkan Kapal-kapal Perang dan Bajak-laut Cina dan India.

Jaman Negera Taruma di Jawa Barat. Orang  Cina  menyebutnya To-lo-mo.  Kerajaan Salaka dilanjutkan oleh Kerajaan Tarum atau Taruma. Rajanya ialah Purnawarman yang berasal dari Kerajaan Sunda  Sembawa yang berpusat di kota Desa Sunda (=Sunda Pura) di lembah sungai Citarum.

Tahun  399  M :

Kapal-kapal perang dan perampok bajak-laut Cina dan India makin merajalela di seluruh perairan Barat dan Utara mulai dari Laut Cina Selatan, Laut Sunda, Laut Jawa, Selat Malaka sampai ke Samudera Hindia. Seorang Menteri Taruma berserta rombongannya yang sedang dalam pelayaran diserang dan ditawan lalu dibunuhnya.  Purnawarman bertindak.  Ia sendiri memimpin angkatan lautnya dan melakukan serangan terhadap kapal-kapal perang dan perampok bajak-laut. Serangan pertama dilakukan di perairan Ujung Kulon. Semua kapal perang dan bajak-laut Cina dihancurkan dan semua orang Cina dibunuh dan mayatnya dibuang ke laut.

Telah lama perairan sekitar Pulau Jawa sebelah Utara, Barat dan Timur dikuasai kapal-kapal perang dan perampok-perampok bajak-laut Cina dan India. Jumlah mereka tak terhitung dan tersebar di seluruh lautan. Semua kapal diganggu dan semua barang yang ada di dalam kapal dirampas. Tak ada yang berani memasuki atau melalui  peraiaran  laut itu, karena sepenuhnya dikuasai  kapal-kapal perang dan perampok bajak-laut yang ganas dan kejam.

Kemudian Purnawarman mengangkat seorang pamannya menjadi Panglima Angkatan Laut Taruma yang melindungi pelayaran perdagangan di sepanjang perairan laut dari Taruma ke Semenanjung Mendi­ni (Malaya, Lingga, Bangka, Belitung), ke Syangka (Siam), Yawana (Kamboja), Campa (Anam= Vietnam sekarang), ke Bakulapura (=Tan­jungpura di Kutai, Kalimantan Timur), ke kerajaan-kerajaan di Sumatra, ke Cambay di India dan ke negeri Cina.

Tahun 400 – 500 M :

Perwakilan-dagang Cina di Nusantara.

Pada awal abad ke-5 hubungan pelayaran dan perdanganan santara negeri-negeri di Nusantara dengan negeri Cina dan negeri-negeri di sebelah Barat dari Nusantara mulai berjalan aman tanpa
gangguan ditengah laut. Cina mulai menempatkan perwakilan-perwak­ilan dagangnya (Konsulat dagang) disertai dengan pembentukan pecinan-pecinan di bandar-bandar pelabuhan dagang di Sumatra, Semenanjung Malaya, Kalimantan Barat dan di Kalimantan Utara.

Tahun 449 M:

Utusan Negeri Cina Pertama ke Nusantara.

Utusan resmi dari negeri Cina yang pertama ke Nusantara ialah diutus oleh Kaisar Liu Sung ke Negeri Taruma (To-lo-mo) di Jawa Barat pada tahun 449 M.

Tahun 565 M :

Utusan Taruma dihadang di Laut Cina Selatan.

Dalam Th.565 M Raja Taruma bernama Kretawarman mengirimkan utusan dagang ke negeri Cina. Di tengah Laut Cina Selatan kapal utusan Taruma itu dihadang oleh kapal perang dan bajak-laut Cina. Terjadi pertempuran yang berakhir dengan dihancurkannya kapal perang dan bajak-laut Cina. Orang Cina semuanya dibunuh, mayat-mayatnya ditumpuk menjadi satu di atas geladak kapalnya, lalu di­bakar habis. Setelah itu kapal utusan Taruma melanjutkan pelaya­rannya sampai ke negeri Cina.

*

MIGRASI CINA-MONGOL KE ASIA TENGAH

Th. 400 – 500 M.

Dalam abad ke-5 M. bangsa Mongol dan Cina bermigrasi besar-besaran ke  wilayah Asia Tengah, lalu  menguasai  belahan  benua tersebut.

Bangsa-bangsa di Asia Tengah yang tidak mau takluk kepada Cina-Mongol meninggalkan negerinya masing-masing. Sebagian dari mereka masuk wilayah India Utara dan kemudian terkenal di sana sebagai bangsa Kushan.

Bangsa-bangsa lainnya disebelah Barat mulai terdesak dan bergerak pindah pula. Perpindahan penduduk itu berlangsung beb­erapa abad lamanya.

Bangsa Hun masuk menjarah ke negeri-negeri di wilayah kekua­saan Kerajaan Rumawi dalam abad ke-5 dan menklukkan daerah daerah Eropa Timur, Eropa Tengah dan Eropa Barat. Penyerbuan bangsa Hun itu mengakibatkan timbulnya “Jaman Gelap” dalam sejarah Eropa pa­da abad-abad Pertengahan Th. 500 – 1500 M.

*

GEOPOLITIKNUSANTARA

Th. 600 – 700 M

Kerajaan-kerajaan Pribumi Nusantara.

Dalam abad  ke-7 kerajaan-kerajaan pribumi  Nusantara yang tumbuh nenjadi negera besar dikawasan jalur pelayaran dan perdan­ganan dunia, diantaranya ialah:

1.   Pali atau Poli, di Sumatra Utara yang berpusat di daerahsekitar sungai Pasi (Peusangan) dan sungai Aceh.

2.   Nagur, di Sumatra Utara yang berpusat di daerah Tanah Batak.

3.   Minangkabau, di Sumatra Barat sampai daerah Riau di kawasan sungai Rokan, Siak, Kampar dan sungai Bantang Kuantan (=sungai Indragiri).

4.   Melayu Jambi, didaerah kawasan sungai Batanghari dan Batang Tembesi. Berpusat di Jambi.

5.   Melayu Palembang, di daerah kawasan sungai Musi. Berpusat di Palembang.

6.   Sriwijaya,  yang meliputi daerah pantai  Sumatra  Timur dan Sumatra Utara, Semenanjung Malaya, kepulauan  Nukobar,  dan kepulauan Andaman. Didirikan pada tahun 676 oleh Da Punta Hiyang Jayanasa, seorang raja-daerah Minagkabau. Berpusat di Jambi.

7.   Taruma dan Sunda, di daerah kawasan Lampung dan Jawa Barat. Berpusat di Sundapura.

8.   Galuh, di daerah kawasan Parahiyangan dan Banyumas. Berpusat di Galuh.

9.   Sima atau Simo, yang kemudian juga disebut Kalingga, Kalanggara, Keling, atau Holing. Di Jawa Tengah, JawaTimur, Madura dan Bali. Berpusat di Simo, Jawa Tengah.

10.  Banjar Mahasin (Banjarmasin), di Kalimantan Selatan. 

11.  Kutai, di Kalimantan Timur.  Berpusat di Bakulapura (Tanjungpura)

12.  Kutawaringin, di Kalimantan Baratdaya.  Berpusat di Kutawaringin.

13.  Sambas, di Kalimantan barat, di sekitar lembah sungai Sambas sampai Suingai Kapuas. Berpusat di kota Sambas.  Suatu daerah kayaraya emas. (Dalam abad-7 kota Sambas masih terletak di tepi pantai laut Selat Karimata)

14.  Serawak dan Brunai di Kalimantan Utara.

15.  Makasar dan Bugis, di Sulawesi Selatan dan Tenggara. Berpusat disekitar Makasar (Ujungpandang). Pada jaman sebelum Masehi orang bugis dan Makasar sudah pandai membuat  kapal yang terkenal dengan sebutan “kapal Penisi” yang dilengkapi layar. Sejak abad ke-14 orang Bugis dan Makasar sudah pandai membuat meriam.

16.  Kerajaan-kerajaan di kawasan Maluku dan kepulauan Timor, yang membawahi kerajaan-kerajaan kecil di Irian.Nusantara Timur ini sejak jaman dahulu kala adalah penghasil rempah-rampah terbesar diseluruh dunia.

Tahun 600 – 700 M :

Kekayaan Bumi Alam Nusantara.

Daerah-daerah Sungaidareh dan Batanghari di Jambi adalah daerah penghasil merica/lada yang terpenting diseluruh dunia pada masa Th.  500 – 1000 M. Kemudian daerah merica terpenting itu bergeser ke daerah:

– Kuntu-Kampar di Minagkabau Timur Th. 1000 – 1400

– Minagkabau Pusat di Sumatra Barat Th. 1400 – 1600

– Aceh Barat Th. 1600 – 1800

– Lampung, Bangka dan BantenTh. 1800 – 1900

Daerah Maluku, Timor dan Nusa Tenggara Timur sudah sejak sebelum sampai sekarang adalah penghasil rempah-rempah, kecuali­ merica, terbesar diseluruh dunia.

Tanah Batak adalah penghasil kamper dan kemenyan terbanyak di seluruh dunia. Daerah Aceh, Tanah Batak, Mandailing,  Kaliman­tan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur, adalah  daerah penghasil  emas terbesar di Nusantara pada masa itu.  Kalimantan, terutama Kalimantan Selatan adalah daerah penghasil intan dan batu-manikam yang terkenal di Nusantara dan di mancanegara.

Tahun 600-700M:

Kerajaan Pali atau Poli Th. 500-676M.

Di belahan Sumatra bagian Utara. Berpusat di daerah sekitar muara sungai Pasai di kawasan Aceh Utara.

Sejak jaman 100 tahun sebelum Masehi di sekitar muara sungai Pasai itu sudah ada suatu koloni orang Persia. Sungai  Pasai adalah sungai terbesar di Aceh Utara di tepi selat Malaka. Kera­jaan Pali beragama Budha Hinayana. Sangat banyak di singgahi oleh peziarah-peziarah Cina yang pergi ziarah ke Nalanda di India.

Pada Th.676M kerajaan Pali direbut oleh Sriwijaya.

Pada masa sebelum Masehi orang-orang Parsi (=Persia) sudah melakukan pelayaran dagang lewat jalan laut ke Nusantara. Untuk persinggahan kapal-kapal Parsi, orang-orang Parsi mendirikan koloni di Bombay, India, dan di Perlak  (=Peureulak) di muara sungai Peureulak di pantai Aceh Utara. Dalam bahasa Parsi, Perlak itu disebutkan “Tadj I Alam” artinya “Mahkota Alam”. Di dalam catatan  sejarah Cina “Tadj I Alam” disebut “Ta Chih”  yang  oleh Cina dijadikan nama untuk semua koloni Islam antara Selat  Malaka dan Teluk Persia, termasuk Singkil yang oleh Cina hanyalah  dike­nal dari cerita-cerita saja.

* * *

Keterangan :

Selengkapnya akan diterbitkan buku sejarah RAS NUSANTARA. Isi diantaranya :

EKSPANSI ARAB DAMASKUS KE NUSANTARA
SANJAYA MEMBASMI PENJAJAHAN CINA DAN SAILENDRA
WANGSA SAILENDRA MENJAJAH JAWA TENGAH
CINA DI SRIWIJAYA – PALEMBANG
EKSPANSI ARAB-MESIR DINASTI FATIMIYAH KE NUSANTARA
PERANG SRIWIJAYA KEDIRI
NEGERI CINA DIJAJAH BANGSA MONGOL
EKSPANSI ARAB-MESIR DINASTI MAMALUK KE NUSANTARA
TENTARA CINA-MONGOL MENYERANG SINGOSARI
RAJA AMIR TIMUR MEREBUT ASIA BARAT DAN EROPA TIMUR
NEGARA-NEGARA ISLAM DI NUSANTARA
EKSPEDISI ARMADA ANGKATAN PERANG CINA DINASTI MING KE NUSANTARA.
Laksamana CHENG HO alias SAM PO BO.
GEOPOLITIK NUSANTARA
CINA DI NUSANTARA JAMAN KOLONIAL BELANDA

* * *

Artikel terkait :

Garuda Pancasila

Bhinneka Tunggal Ika

Ki Sunda di Tatar Sunda (Indonesia)

Ki Sunda di Tatar Sunda (Sunda)

Menapaki Perjalanan Sunda

Kalender Sunda & Revisi Sejarah

Makanan Sunda

Susunan Warna Kasundaan

Amanat Galunggung Prabu Darmasiksa Leluhur Sunda

Dalam Kenangan, Abah Ali Sastramidjaja

Ketika Jawa Bertemu Belanda

Prasasti Batu Tulis Bogor

Prasasti Ciarunteun Peninggalan Kerajaan Tarumanegara

Perbedaan Batu Tulis, Petilasan dan Makam

The Differences between Written-Stone, Petilasan Site & Tomb

Baduy-Sebuah Perjalanan Batin ke Suku Kuno tahun 1959

Kebon Raya Bogor

Sejarah Bangsa & Tanah Air Indonesia (Purbakala/The Last Continent)

Peninggalan Prasejarah Masa Perundagian

Prehistoric Remains from the Bronze-Iron Age

Prehistoric Remains from Neolitic Stage

Peninggalan Prasejarah Zaman Bercocok Tanam

Prehistoric Sites Along the Banks of Ciliwung River

Peta Lokasi Situs Prasejarah di Daerah Aliran Sungai Ciliwung

Tokoh-Tokoh Galuh Menurut Wangsakerta

Galuh Berarti Putri Bangsawan atau Sejenis Batu Permata

Keberadaan Galuh Sepanjang Sejarahnya, Sang Manarah

Gurindam Dua Belas

Boats & Ships during Kingdoms Era in Nusantara Archipelago

Perahu-Perahu di Masa Kerajaan Nusantara

Asal-Usul Bahasa Nasional, Bahasa Indonesia

Kerajaan Salakanagara

Kerajaan Tarumanagara

Kerajaaan Indraprahasta

Kerajaan Kendan

Kerajaan Galuh

Kerajaan Sunda

Wangsa Sanjaya

Kerajaan Saunggalah

Kerajaan Sunda-Galuh

Kerajaan Kuningan

Kerajaan Cirebon

Perang (Pasundan) Bubat

Kerajaan Sumedang Larang

Kerajaan Pajajaran

Kerajaan Sunda Kelapa – Jayakarta – Batavia

Kerajaan Banten

Kerajaan Talaga

Tabel Pemimpin Kerajaan Sunda, Galuh

Kerajaan Kalingga di India

Kerajaan Kalingga di Jawa Timur

Kerajaan Kalingga di Jawa Tengah

Medang di Bumi Mataram (sebelum Sailendra)

Kerajaan Panjalu & Jenggala

Kerajaan Kediri

Kerajaan Tumapel

Kerajaan Majapahit, Wilwatikta

Kerajaan Demak

Kerajaan Mataram

Musik/Music

Musik Etnik Nusantara/Nusantara Ethnic Music

Musik Yoga, Meditasi & Terapi / Yoga, Meditation & Therapy Music

Orbs in Pencak Silat Community

By : A. Sari

From the previous explanation about ORBS, we’ve seen many orbs pictures and more understand that nowadays orbs coming more and more on earth in every positive human activities.

Here are some pics taken in Pencak Silat community, that is Perguruan Silat Tadjimalela in Bandung. While their master giving some lessons, the orbs coming. Where the students doing some technical move, the orbs are surrounding them. Or where they demonstrate in an invitation, the orbs also seen. All these pictures taken around 2006 – 2008.

and lets we try to see deeper beyond these pictures :

(1) orbs appear in a sharing lesson moment of Tadjimalela community

orbs in tadjimalela00

On the picture, the pupils or students are kids & teenagers. They come from many area in West Java to the central learning of Pencak Silat Tadjimalela on Manglayang Mt. They practice for days and sharing their lesson with their master. They have strong will for doing this positive activities. So that encourage the orbs coming sorround these pupils.

*

(2) orbs appear in a wise mentoring of the master to the pupils

orbs in tadjimalela02

Still on the same occation like the (1) picture. The master giving some wise words, wise advise, the philosophy lessons. Tadjimalela is a pencak silat community which train the pupils not only the technical pencak silat, but also philosophy of the elders and the spiritual lessons. Orbs like this kind of activities.

*

(3) orbs appear in an internal demonstration

orbs in tadjilamlela02

Picture  show an internal demonstration near the fire camp. The pupils doing some movement and gather the pure energy from the movements. The environment, their place that is mountain and trees, and clean air, make them easily arbsorb the pure energy. We can say it as prana or chi in different languages. That’s make orbs come, unite and form in a big white circle.

*

(4) orbs appear in an external invintation of a silat demonstration

orbs in tadjimalela04

In the external demonstration, usually this Tadjimalela Pencak Silat community have invitation to presence their demonstation. Even they do in common public places without mountain, trees, or cleaner air but the speacial movements and technics, still can gather pure energy, more chi or prana. If you seen by yourself at the demonstation, you’ll feel the energy. So great, spiritly and amaze you! When the audience also feel these, more positive energy on that place. Orbs? Surely will be around all of you there.

*

Enjoy those pictures & open more your sensitivity to accept the orbs presence around you

; )

Related articles :

Orbs (English)
Orbs (Indonesia)
Dialog Dengan Orbs
Conversation with the Orbs
Pelatihan Perguruan Silat Tadjimalela
Perguruan Silat Tadjimalela
Orbs at yoga class
Orbs at Wedding in Tangerang
Orbs at funeral
Orbs at K-Link seminar
Orbs at sky
Orbs at tour places & hotel
Orbs in spiritual community
Orbs at Bali party wedding
Orbs at Costume Party
Orbs & Light Beings in Ancient Tribes, Java-Indonesia

Bhinneka Tunggal Ika

bhinneka tunggal ika-sahabatgallery.files.wordpress

(Gb diambil dari : sahabatgallery.files.wordpress.com)

Dalam buku “Bung Hatta menjawab”, halaman: 107-112

Tanya

Bangsa Indonesia besar.Ribuan pulau didiami oleh berbagai suku bangsa, dialek beraneka ragam, adat dan nilai hidup bermacam-macam. Namun semuanya berada dalam suatu negara, satu bangsa dan satu bahasa. Ingin kami mendapat pandangan Bapak tentang sejarah dan terciptanya istilah Bhinneka Tunggal Ika itu serta artinya bagi pelaksanaan pembangunan di masa datang.

Jawab

Hal ini bermula sejak kegiatan Perhimpunan Indonesia di Eropa. Di waktu para mahasiswa Indonesia di sana bersatu, dan menyadari betapa mereka yang datang dari berbagai daerah dan suku bangsa serta berbagai adat dan pembawaan, harus bersatu padu kalau hendak berhasil melepaskan Indonesia dari penjajahan dan membangun bangsa untuk kemajuan dan kemakmuran. Semboyan “bersatu kita kuat, berpecah kita lemah” sungguh-sungguh dihayati, walaupun masing-masing tahu dasar keaneka-ragaman tadi ada, tetapi dibawah terhadap prinsip kesatuan, ke-ika-an (baca : ke-tunggal-an atau ke-tuggal-ika-an) tadi.

Prinsip unitaris (kesatuan) itu dipateri duat dengan Sumpah Pemuda tahun 1928, yaitu satu bangsa: Bangsa Indonesia, satu tanah air : Tanah Air Indonesia dan satu bahawa : Bahasa Indonesia.

Prinsip bersatu dalam keaneka-ragaman (Bhinneka Tunggal Ika, Unity in Diversity) itu makin ke segenap lingkup kehidupan bangsa dan negara, menyerap ke dalam bidang politik, ekonomi, kebudayaan dan tata-sikap pribadi pimpinan dan pemuka masyarakat. (Semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” adalah ciptaan (baca : usul) Bung Karno, setelah kita Merdeka. Semboyan itu kemudian diperkuat dengan lambang yang dibuat oleh Sultan Hamid Pontianak dan diresmikan pemakaiannya oleh Kabinet RIS tanggal 11 Februari 1950.

Tiap mahasiswa Indonesia yang pulang ke Tanah Air dinasehati agar mengobarkan semangat persatuan dan mempertebalnya untuk memperkuat perjuangan nonkoperasi terhadap Belanda untuk menuju kemerdekaan. Segala aliran di Indonesia agar bersatu. Bahkan dengan menyadari masing-masing yang berasal dari berbagai daerah, adat dan bahasa itu terasa sekali persatuan itu manis dan segar rasanya, karena memang yang bersatu itu barang yang berbeda-beda secara graduil.

Memilih nama Indonesia bagi kepulauan kita ini, setelah membanding-bandingkan dengan berbagai nama seperti Hindia Belanda India dan sebagainya adalah sebenarbya mencerminkan pula sikap persatuan dan kesatuan jiwa dan semangat angkatan perintis dan pelopor kemerdekaan Indonesia.

Begitu pula dalam penyusunan tatanegara kita. Persatuan dan kesatuan membawa ke arah sistem tatanegara unitaris dan memberat ke arah sentralisasi. Pada lain pihak, ke-bhinneka-an mendorong pikiran ke arah otonomi daerah. Di masa remaja dan mahasiswa sebelun perang sering dibecarakan dan tak jarang bahkan diperdebatkan tentang bentuk negara yang hendak diperjuangkan kemerdekaannya: unitaris atau federalis. Tetapi perkembangan pemikiran yang dilandasi oleh semangat Bhinneka Tunggal Ika itu akhirnya membawa kita kepada Negara Unitaris dengan sistem otonomi daerah yang sifat dan strukturnya secara dinamis terbentuk menurut perkembangan sejarah dan kehidupan masyarakat Indonesia dengan segala unsur agama dan kebudayaannya.

Di Eropa dan di negara-negara maju yang lainnya, biasanya di waktu masa genting karena sesuatu krisis yang terjadi, orang lebih cenderung kepada sentralisasi dan kesatuan. Di waktu tenang dan tidak ada ketegangan yang kritis, orang cenderung untuk desentralisasi dan/atau otonomi diiringi semangat federatif. Di masa sebelum perang sering diperdebatkan baik buruknya bentuk federal, uniratis, bondstaat-otonomi, dan sebagainya yang tidak perlu kita ulangi lagi di sini.

Yang terang adalah susunan unitaris dengan otonomi daerah yang luas yang sekarang berangsur-angsur kita letakkan struktur, asas serta isinya, adalah hasil perjuangan kita yang mengalami pula masa-masa unitaris, federal, unitaris lagi, sentralisasi berlebih-lebihan dengan akhirnya di masa Orde Baru usaha-usaha terus dilanjutkan dengan pembaharuan-pembaharuan, perombakan-perombakan penyusunan-penyusunan dan penyempurnaan-penyempurnaan yang terus dilakukan dengan dasar-dasar penganalisaan dan panda- ngan ke depan yang sejernih mungkin. Sekali-kali tidak boleh kita dalam hal ini berbuat tergopoh-gopoh dengan pemaksaan-pemaksaan yang dalam jangka panjang akan merusak kesatuan dan persatuan Bangsa dan Negara!

Ke-ika-an di dalam Bhinneka Tunggla Ika, adalah berwujud unsur-unsur kesatuan dalam kehidupan bangsa, dalam arti adanya segi-segi kehidupan politik, ekonomi, kebudayaan dan kejiwaan yang bersatu dan dipegang bersama oleh segala unsur-unsur ke-Bhinneka-an itu. Unsur keanekaragaman tetap ada pada daerah-daerah dari berbagai adat dan suku. Akan tetapi, makin sempurna alat-alat perhubungan, semakin pesat perbauran putera-putera bangsa dan semakin bijak pegawai Pemerintah dan Pemimpin-Pemimpin Rakyat melakukan pimpinan, bimbingan dan pengayoman terhadap rakyat seluruhnya, maka akan pastilah pula bahwa unsur-unsur ke-Bhinneka-an itu lambat laun akan cenderung meleburkan diri dan semangatnya kepada unsur ke-Ika-an. Akan tetapi bila salah pimpin oleh orang-orang yang berjiwa kecil, pemimipin kelompok atau partai yang tidak berjiwa kenegaraan, akibat sebaliknya yang tidak diingini bisa pula terjadi. Saya yakin, apabila kita angkatan tua dapat dengan baik mewariskan negara kepada generasi muda yang bersih dan masih disinari oleh cahaya idealisme dalam kalbunya, mudah-mudahan hal yang tidak diingini itu tidak akan terjadi.

Perlu saya tekankan di sini, bahwa pegangan bersama yang menjadi tali pengikat di dalam ke-Ika-an itu, adalah Pancasila. Dasar Ketuhanan Yang Maha Esa, dasar Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, dasar kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwkilan dan Keadilan Sosiial bagi seluruh rakyat Indonesia adalah nilai-nilai dasar yang menyerap ke dalam semua unsur ke-Bhinneka-an dalam negara kita. Namun perlu diingat penyerapan itu hanya bisa dicapai apabila nilai-nilai dasar itu jangan menjadi lip service belaka.

Itulah sebabnya saya menegaskan di dalam Laporan Panitia Lima, bahwa Pancasila itu perlu di-sakral-kan. Disakralkan bukan berarti dianggap barang suci seperti Agama, tidak! Disakralkan berarti dijadikan satu dengan jiwa dan perbuatan  kita. Jangan sampai terjadi umpamanya seorang tahanan mati di depan pengadilan waktu diperiksa lantaran dipukuli dan tidak diberi makan atau seorang siswa naik sepeda motor ditabrak mati karena anak orang gede ugal-ugalan naik mobilnya yang mewah. Semua itu menunjukkan tidak adanya perikemanusiaan. Atau orang sampai takut mengatakan pendapat yang berbeda karena takut akan tekanan orang yang berkuasa. Itu menunjukkan dasar demokrasi tidak diindahkan, hal yang menyangkut hak asasi manusia.

Selanjutnya perlu pula saya kunci uraian tentang Bhinneka Tunggal Ika ini dengan menegaskan pula, betapa pentingnya dihubungkan dengan Pancasila sebagai tali pengikat untuk memperkuat unsur ke-Ika-an  dari adanya unsur-unsur ke-Bhinneka-an itu, dengan kenyataan bahwa dalam lambang negara kita dimana jalas tergambar Pancasila dengan Ketuhanan terletak dipusatnya, maka satu-satunya tulisan yang dilekatkan jadi satu dengan lambang itu adalah perkataan Bhinneka Tunggla Ika itu. Ini hendaklah dicamkan benar-benar.

bhinneka tunggal ika - masa depan

* * *

Artikel Terkait :

Wejangan Leluhur

Manusia Seutuhnya

Manusia dan Fitrahnya

Kehidupan

Peranan Perempuan dalam Skenario Blueprint Pancasila

Makna dari Ilmu & Pengetahuan (Bagian I)

Kebijaksanaan dari Visi Kepemimpinan

Jati Diri & Rasa

Reflectiong on Children Innocence of a Harmony Life among People Different Religious

Garuda Pancasila

Bhinneka Tunggal Ika

Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia

15 Sifat Kepemimpinan Mahapatih Gajah Mada dalam Negara Kertagama oleh Mpu Prapanca

Kesadaran Kosmos & Zona Photon

Proyeksi Nusantara

19 Unsur Proses Perjalanan Rohani

The Gaia Project 2012 (Indonesia)

The Gaia Project 2012 (English)

Serat Jayabaya (Jawa)

Ramalan Jayabaya (Indonesia)

Jayabaya Prophecy (English)

Thanks for What We Have – Music Performance at the Orphanage

Yoga Class

Pengertian Yoga

Kelas Yoga & Singing Bowl

Asanas Yoga, Jiwa Gembira Melalui Gerakan-Gerakan Tubuh

Asanas Yoga. Healthy & Happy of Body & Soul

Yoga Ibu Hamil

Prenatal Yoga

Meditasi

Rileksasi Dalam

Meditation

Cakra & Kundalini

Heart, Hands & Orbs at Merapi Volcano, Central Java

The Studio Wellness Program at The Stones, Kuta, Bali

Surya Candra Bhuana

Orbs at Yoga Class

Orbs & Light Beings in Ancient Tribe, Java-Indonesia

Conversation with the ORBS

Perguruan Silat Tadjimalela

Prosesi Ala PS Tadjimalela

Pelatihan Perguruan SIlat Tadjimalela

Pengalaman Pelatih Silat Lokal di Kancah Global

Momen Pelatihan dan Kejuaraan Timnas Indonesia

PS Tadjimalela – Konsolidasi Batin dalam Halal bi Halal

Kerajaan Sumedang Larang

Prosedure Darurat Gempa Bumi

Krakatau (Indonesia)

Krakatau (English)

Earthquake Emergency Procedure

Earthquake Cloud

Awan Gempa

Tanda-Tanda Dari Hewan Terhadap Bencana Alam

Animal Signs of Natural Disaster

Gurindam Dua Belas

Boats & Ships during Kingdoms Era in Nusantara Archipelago

Perahu-Perahu di Masa Kerajaan Nusantara

Asal-Usul Bahasa Nasional, Bahasa Indonesia

Garuda Pancasila

MENURUT Lampiran pada Peraturan Pemerintah No.66 Tahun 1951, lukisan Garuda diambil dari khasanah peradaban Indonesia. Garuda tergambar pada beberapa candi sejak abad ke-6 sampai abad ke-16, sebagai lambang tenaga pembangunan seperti dikenal pada peradaban Indonesia.

Burung Garuda dari metologi nenek moyang Indonesia berdekatan dengan burung elang Rajawali. Burung ini dilukiskan di candi Dieng, Prambanan dan Panataran. Di Dieng dilukiskan sebagai manusia berparuh burung dan bersayap; di Prambanan dan di candi-candi Jawa timur bentuknya berparuh panjang, berambut raksasa dan bercakar.

Raja Erlangga menggunakan tokoh Garuda sebagai meterai kerajaan. Lambang itu diberi nama Garudamukha. Sekarang meterai Garudamukha disimpan di Museum Nasional Jakarta dengan kode penyimpanan No.:D-16. Bahwa raja-raja Indonesia sudah sejak lama memakai lambang ini, diketahui juga di Barat. Dalam sebuah buku tentang lambang-lambang kerajaan yang terbit sekitar tahun 1453, berjudul “Des Conrad Gruenenberg, Ritters und Burgers in Constanz wappenbuch, vollbracht am nuenden Tag des Abreilen, do man zaelt tussend vier hundert drue und achtzig jar :membuat lambang “Kaisar Jawa” memperlihatkan seekor burung phoenix di atas api unggun. Sedang “Kaisar Sumatra” memakai lambang Rajawali digambar dari samping dengan kedua cakarnya mengarah kedepan.

Pasal 5 Lampiran itu menyebutkan bahwa kata Bhineka ialah gabungan dua kata yakni Bhina dan ika. Kalimat seluruhnya dapat diterjemahkan, “Berbeda-beda tetapi satu jua”, kedua kata itu sering menimbulkan salah tafsir, orang mengira bahwa ika itu berarti satu, padahal hanya kata petunjuk yang berarti “itu”. Kata ini masih hidup dalam bahasa daerah Jawa Timur. Bhinna ika (digabungkan jadi bhinneka), tunggal ika. Terjemahan kharfiah: beda itu (tetapi) satu itu.

Semboyan ini diambil dari kitab Sutasoma karangan Empu Tantular dari pertengahan abad ke-14. Kata-kata ini dipakai Tantular untuk menjelaskan faham senkretis antara Hinduisme dan Buddhisme yang menjadi aliran jaman itu. Lengkapnya ialah: Siwatattwa lawan Buddhatattwa tunggal, bhinneka tunggal ika, tanhana dharma mangrwa. (Siwa dan Buda itu satu, dibedakan tetapi satu, tidak ada ajaran agama yang bersifat mendua).

Burung Garuda menjadi lambang Negara RI berdasarkan Peraturan Pemerintah No.66 tanggal 17 Oktober 1951. Tetapi telah berlaku sejak tanggal 17 Agustus 1950. Berbentuk Burung Garuda yang di dadanya tergantung perisai dengan “Lima Simbol”, yang lazim disebut Pancasila.

Hingga sekarang pencipta lambang Garuda Pancasila belum diketahui, meskipun pernah disebut nama-nama tertentu, seperti Mr.Moh.Yamin dan Sultan Hamid II. Kedua tokoh itu pernah menjabat Ketua Panitia Lencana Megara di masa kabinet RIS (Republik Indonesia Serikat).

Sedangkan penggali falsafah Pancasila itu sendiri, yang menjadi azas negara kita adalah Proklamator Presiden Pertama Ir.Soekarno.

Berikut ini gambar-gambar yang dicalonkan untuk menjadi lambang Republik Indonesia. Namun yang ditetapkan menjadi lambang Negara, seperti yang kita gunakan sekarang.

Lambang1

Lambang2

Lambang3

Lambang4

Lambang5

Berikut lambang negara RI beserta keterangannya :

lambang negara Garuda Pancasila

WARNA

Seluruh burung garuda, bintang Nur Cahaya, kapas, padi & rantai Kuning Emas
Ruang perisai di tengah-tengah 

(kiri atas & kanan bawah : merah ; kanan atas & kiri bawah : putih)

Merah-Putih
Dasar Nur Cahaya yang berbentuk perisai Hitam
Kepala banteng Hitam
Pohon beringin Hijau
Pita Putih
Huruf Hitam

JUMLAH HELAI BULU

Pada tiap-tiap sayap 17
Pada ekor 8
Kecil di bawah perisai 19
Kecil di leher 45

* * *

Artikel terkait :

Wejangan Leluhur

Manusia Seutuhnya

Manusia dan Fitrahnya

Kehidupan

Peranan Perempuan dalam Skenario Blueprint Pancasila

Makna dari Ilmu & Pengetahuan (Bagian I)

Kebijaksanaan dari Visi Kepemimpinan

Jati Diri & Rasa

Reflectiong on Children Innocence of a Harmony Life among People Different Religious

Garuda Pancasila

Bhinneka Tunggal Ika

Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia

15 Sifat Kepemimpinan Mahapatih Gajah Mada dalam Negara Kertagama oleh Mpu Prapanca

Kesadaran Kosmos & Zona Photon

Proyeksi Nusantara

19 Unsur Proses Perjalanan Rohani

The Gaia Project 2012 (Indonesia)

The Gaia Project 2012 (English)

Serat Jayabaya (Jawa)

Ramalan Jayabaya (Indonesia)

Jayabaya Prophecy (English)

Thanks for What We Have – Music Performance at the Orphanage

Yoga Class

Pengertian Yoga

Kelas Yoga & Singing Bowl

Asanas Yoga, Jiwa Gembira Melalui Gerakan-Gerakan Tubuh

Asanas Yoga. Healthy & Happy of Body & Soul

Yoga Ibu Hamil

Prenatal Yoga

Meditasi

Rileksasi Dalam

Meditation

Cakra & Kundalini

Heart, Hands & Orbs at Merapi Volcano, Central Java

The Studio Wellness Program at The Stones, Kuta, Bali

Surya Candra Bhuana

Orbs at Yoga Class

Orbs & Light Beings in Ancient Tribe, Java-Indonesia

Conversation with the ORBS

Perguruan Silat Tadjimalela

Prosesi Ala PS Tadjimalela

Pelatihan Perguruan SIlat Tadjimalela

Pengalaman Pelatih Silat Lokal di Kancah Global

Momen Pelatihan dan Kejuaraan Timnas Indonesia

PS Tadjimalela – Konsolidasi Batin dalam Halal bi Halal

Kerajaan Sumedang Larang

Prosedure Darurat Gempa Bumi

Krakatau (Indonesia)

Krakatau (English)

Earthquake Emergency Procedure

Earthquake Cloud

Awan Gempa

Tanda-Tanda Dari Hewan Terhadap Bencana Alam

Animal Signs of Natural Disaster

Gurindam Dua Belas

Boats & Ships during Kingdoms Era in Nusantara Archipelago

Perahu-Perahu di Masa Kerajaan Nusantara

Asal-Usul Bahasa Nasional, Bahasa Indonesia

Animal Signs of Natural Disaster (Part I)

By : Desie Arumsari

cartoon tsunami++

Animal naturally closer to the nature than human being. Nature is being their place of living. Even when the animal becomes a pet, living in a house with human, they still have great connection to the nature.

As we know that recently we have seen many natural disasters. Flood, landslide, earthquake, tsunami, storm, tornado can kill human being and cause many of lost. Experience prove that animal instinct really great in detect those natural disasters. We as human being can pay attention to the animal presence or signs about this. Becoming aware could reduce the risks from natural disaster, including saving our live.

Here I share my experience and also others experience in many areas that survived from natural disaster by only watching the sign given by the animals to us.

CATFISH

In Jakarta and many other metropolitan cities in the world, the price of a house is quite expensive than a flat or apartment. That’s why many people choose to live in a flat or apartment for economic reason. As a fast growing city, every year, apartment just made higher and higher. For safety and comfort reason, management of flat or apartment usually make training of evacuation from fire accident or earthquake. This is quite effective to reduce the risk of lives. But, for people who live in higher flat or apartment, evacuation need a longer time than the people who live in lower flat/apartment.

lele di kolam

For those who live in apartment, they should consider raising some catfish (in a pond or simple aquarium) in apartment. Catfish can detect an earthquake before the news from TV or radio mentions it. They will move very active, splash the water everywhere when an earthquake happen near or quite far from your living place, even you live in very high apartment. This will save your time to evacuate immediately, from your high apartment to the land or street near.

For this beneficial reason, catfish become number one fish to have for people who live in apartment or flat in Japan.

ARWANA

Another interesting story happen to my friend. He and his family live in Bintan Island (Riau Island Province), that is in Tanjung Pinang City. He has an arwana fish on an aquarium. The arwana color is red. Two days before the West Sumatra (Padang & Pariaman City) earthquake 30 September 2009, his arwana just becoming so weird. It is moving from its aquarium corner fast forward for a whole day. It color also change in to green. One day before the earthquake, the arwana just become like a sick fish, so weak.

red arwana

As we know that the distance between West Sumatra & Bintan Island is so far, different province, different island and need a plane or ship to catch each other. Even the distance so far, but seems this arwana fish just realize what happen under the ground, the moving big activities down below the earth. That’s why this fish have a very level of stress and change its color.

Two days after the earthquake, the arwana skin just return into red-green color. 5 days after the earthquake, the skin just normal in red color and it’s not weak anymore and become a normal healthy fish.

ELEPHANT

1883 Krakatau volcano erupted. More than 36 thousand human are dead. This is the biggest volcano eruption in modern time. A little thing happened and interest some researchers. Before the eruption, there’s a small circus in Lampung. Lampung is a city in South Sumatera, across the Krakatau Island. In the middle of August, a week before the eruption, a small elephant in the circus rage violently. It run to every places and hit everywhere without no one knows what make it so angry. This little elephant already knew the friction movements of two tectonic plates bellow the Krakatau volcano. This friction and movement activate the volcano and make it eruption on August 27th 1883.

Elephant african+

Another story about elephant.

26th December 2004, a tsunami hit South East Asia. There’s a huge scale of earthquake in Aceh Sea, suddenly after that, tsunami hit the coastal of many islands, many countries and cause the dead of hundred thousand lives. There’s a village in coastal of Thailand. There, a little girl ride an elephant in her holiday. She has many times come to the coast and also many times ride the same elephant. When the tsunami want to hit this coastal village, the elephant suddenly run out from the beach so hurry. Make this little girl afraid and the guarding man also run very vast following his elephant. They’re all running to the hill near from the coast. At the top of the hill they saw that a huge wave strike the coast. The elephant, the girl and the guarding man were saved. They deeply thank the elephant for saving their lives.

DOG

This is a research by an animal observer in America. Watch the local newspaper of lost pet dog news. Everyday, usually only 5% pet dog lost. If suddenly there are 20-30% pet dog lost in newspaper, it will make sure that there will come a natural disaster for  1–3 next day. Seems that the pet dogs just know before it happen, so than they choose to run away from their owner.

pet-dog-juiny-09

Ini merupakan riset oleh seorang pengamat hewan peliharaan di Amerika. Perhatikan berita atau pengumuman kehilangan hewan di Koran. Rata-rata tiap hari hanya 5% pemilik kehilangan anjing peliharaan mereka. Bila tiba-tiba berita atau pengumuman kehilangan ini melonjak hingga 20-30%, dipastikan akan datang sebuah bencana alam dalam waktu satu hingga tiga hari ke depan. Sepertinya anjing-anjing itu sudah tahu sebelumnya, kemudian kabur dari pemiliknya untuk menyelamatkan diri.

DOLPHIN

A group of tourist visit a little beautiful island in Thailand. They rent a boat and a professional scuba diving to guide them dive on the sea around the island. They went by the boat on early morning. Then they arrived on the point they wanted to dive. They prepared their equipment and ready to dive. But suddenly a group of dolphins come in front of their boats. The tourists were happy to see these dolphins. But then they realized that the dolphins act weird. All the dolphins scream loudly. One of the tourist catch the dolphins sign. The dolphins want them to be followed. The boat than move followed the dolphins. They bring their boat more far away from the island. Couple hours after that, they bring the boat return the island. Than they realized that they’ve been saved by the dolphins. They saw that the beach shore and the hotel they stay just vanish by the tsunami wave on 2006.

dolphin-watching-boat_303

DRAGONFLY

Watch this animal around our living place, for their scale numbers. Normally dragonfly rare flies around our living place except on the river or lake environment. If suddently they fly with so many amounts in our living place, they just sign us that the water level will increase soon. Whether the increasing of water river or sea water, which the dangerous of this effect is: flood.

capung+

BIRDS

Birds give so many signs to human. They become best friend and human savior not only on big scale of natural disaster, but also in to the little things on human living activities. I try to watch their presence and their song on daily life. Realize that birds have saves many lives and giving many signs on our live, better we’re not hunt them and kill them. They become our best alarm in our living place, even we live in a big city.

Some signs from the birds:

  • Several days before my neighbour death, a bird flew around our environment. It is whistle, although just 5 10 minutes at afternoon or evening, for certain days. And next, an old neighbour passed away.
  • My Grandmother & grandfather village is not in the town, in Central Java. When i was Elementary School, my parent had to move the worked in Nusa Tenggara Timur province (NTT). Since we moved there, the long distance and expensive for the transportation, so we never visitied our grandmother & grandfather for few years. One day, finally we can got holiday to Java visitied our grandmother & grandfather. Grandmother & grandfather was very old and never travelling out their village. So surprised them without inform them previously. Two days before we arrived in at grandmother grandfather house, a bird has given sign to grandmother & grandfather. That bird whistle flying at the house roof. One believe in that village is the people there trust that kind of bird just giving sign about the family or relative will come to visit them. One day after that, we arrived at grandmother & grandfather house. They’re happy and knew that we’ll come to visit them because the bird has wistle to them.
  • 19th October 1987 The Bintaro’s tragedies. A tragic accident among two trains which locations at Bintaro, Jakarta. This accident killed more than 130 persons. My cousin was at one of the train. She saved without any hurt. And one memory she won’t be forget. Before the accident, she is at 3rd wagon (from the last wagon) of the train. The train went from Tanah Abang to Bintaro. At the jorney, she just felt sleepy. But suddenly she heard men yelled, “Hi hi, see!! Lovely bird … so pretty!!”. Some passengers at wagon amazed with the colorful-lovely bird that never know where it came. That pretty bird flew to the next wagon to the last wagon. The passagers who run to see & followed the birds. Than, They’re stunned because the train was stop because hit something. They heard crash sound and felt a shock. The train was rolled, but last wagon were not. My cousin and passengers at the last wagon were save. if they did not follow that lovely bird, they could be killed. Thirteen years then, in an activity, I knew a man. He’s age 10 years older than me. Because we became close like family, i called him uncle. One day he told me that he ever saved by a bird. I ask, where about and when its happening? Apparently, my uncle was the first passager that realize the presence of the beautiful bird on the train, in Bintaro accident. He is the one whose yelling: a bird, a beautiful bird. Both of my new uncle and my cousin at same wagon, the last wagon and their both safe.

  • 27th March 2009. It’s disaster of the collapse of huge reservoir Situ Gintung at Tangerang, Banten. Situ Gintung was an artificial reservoir which also to patch the rain water and reservoir the paddyfield. Builted in year 1932-1933, with 31 ha. Since 1970’s, the reservoir function grow. For natural tour place, a restaurant was buitd, also swiming pool and outbond’s place. My home location far from Situ Gintung, neighbour province. I live in East Jakarta. One week before disaster, a bird came in a full a week. Bird whistle at night in our housing area. Me and family not surprise. We realize the bird just sign us something. One of our neighbour also realise the presence of the bird, we’re all just wait what will happen. We keep watched news at TV and radio. Until one full week, in the early morning aroud 4Am, a news surprises us. The huge reservoir Situ Gintung collapse and hit all surrounding area. Dead victim minimum 99 persons. The reservoir water as much as 2,1 million cubic meter break down from the wall and cleaning out whatever under it, included housings, factory foods, school and other buildings. Since then, seems the government check and fixs another reservoir to prevent this kind of disaster happen again.

  • Tasikmalaya’s earthquake 2 September 2009. As I explain in advance that my home is at East Jakarta, very far from Tasikmalaya, West Java. A month before the disaster. One bird came in our housing area. It came routinous once in every couple days. In the evening, night and midnight. We realize the presence of the bird. Until two weeks no news related at this moment. There was also other thing got my attention. Almost every family at my environment who had, little children or baby,  those babies were ill. It could be fever or flu. I investigate farther of my friends which locations far-away from me. The same result. My friends in Java & Bali whose have little children or baby, those children got fever (even dengue, typhus), flu & cough. We more aware with this. We began to speak with neighbours who can understand this matter. They’re also certain something will happen related to disaster from this nature signs. Than, full a month since the early presence of the bird, a huge scale of  earthquake (7.2SR) hit the sea near Tasikmalaya (city upon mountain) and the earthquake vibration felt at all Java and Bali. There’re more than 60 victims died at whole West Java. Still until now, some people burried under the hills which landslide at Cianjur region. The landslide was the  effect of earthquake.
  • Other thing happened to my brother. His office is in Bekasi, West java. Around 90 minutes minutes by motorbike or car to get from East Jakarta. Ten minutes before the earthquake, a couple of birds entered his office. Seems to that little birds loss their navigations. They smash the wall and office glasses. With his friend, my brother got those birds out from the office. After that, they felt the earthquake shaking them

*

Most of us think how we know these animals signs, meanwhile we never know their language. Birds, elephant, dolphin & others, give signs with their own ways. Our language must be different, but we could understand the meaning of their languange. Natural law says: if we give attention in to something, must be it will turn back to react, give their attention to us. Therefore if we begin to aware of the animal presence around us, our energy, our attention, our love, to share to them, they will accept. Naturally, they are connected with us. So, be ready to receive their signs.

Learning from this, we need to realize that as human as we can’t break the connection with the nature. Just sufficiently if only have relation with human beings. Man just a little part of nature. Animals, plants,  water, river, sea, cloud, soil, mountain all part of nature, part of us, bound in a related chain in life ecosystem, life balance chain on the earth. Care and love we give to all this nature parts.

* * *

Related articles :

Prosedure Darurat Gempa Bumi
Krakatau (Indonesia)
Krakatau (English)
Earthquake Emergency Procedure
Earthquake Cloud
Awan Gempa
Tanda-Tanda Dari Hewan Terhadap Bencana Alam
Animal Signs of Natural Disaster
Orbs (English)
Orbs (Indonesia)
Dialog Dengan Orbs
Kelas Yoga & Singing Bowl (Genta Tibet)
Yoga Class
Pengertian Yoga
Asanas Yoga, Jiwa Gembira Melalui Gerakan-Gerakan Tubuh
Asanas Yoga. Healthy & Happy of Body & Soul
Prenatal Yoga
Yoga Ibu Hamil
Meditasi
Rileksasi Dalam
Meditation
‘Ancient Tantra Kriya Yoga’ & ‘Energy Transformation Micro – Macrocosm’ Workshop
Deep Inside ‘Nyepi’ – Silence Day (Hindu Lunar New Year)
Yin Yoga & Consciousness Meditation at the STONES, Kuta, Bali
Teri Fish & Honey Fried Rice
Heart, Hands & Orbs at Merapi Volcano, Central Java
The Studio Wellness Program at The Stones, Kuta, Bali
Surya Candra Bhuana
Reiki di Pulau Dewata Bali
Nerang – Rain Stopper
Bali Classical Dance Course
Int’l Performance of I Putu Silaniyama
Pelatihan Perguruan Silat Tadjimalela
Prosesi ala PS Tadjimalela
Thanks for What We Have – Music Performance at the Orphanage
Berkaca pada Anak-Anak sebuah Kerukunan Antar Umat Beragama
Reflectiong on Children Innocence of a Harmony Life among People Different Religious
Gurindam Dua Belas
Boats & Ships during Kingdoms Era in Nusantara Archipelago
Perahu-Perahu di Masa Kerajaan Nusantara
Asal-Usul Bahasa Nasional, Bahasa Indonesia
Dialog Dengan Orbs
Kesadaran Kosmos & Zona Photon
Proyeksi Nusantara
The Gaia Project 2012 (Indonesia)
The Gaia Project 2012 (English)
Wejangan Leluhur
Jati Diri & Rasa
Sejarah Bangsa & Tanah Air Indonesia (Purbakala/The Last Continent)
Garuda Pancasila
Bhinneka Tunggal Ika
Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia
15 Sifat Kepemimpinan Mahapatih Gajah Mada dalam Negara Kertagama oleh Mpu Prapanca
19 Unsur Proses Perjalanan Rohani

Buku : Data Kala Sejarah Kerajaan – Kerajaan di Jawa Barat

JUDUL BUKU      : DATA KALA SEJARAH KERAJAAN-KERAJAAN DI JAWA BARAT

(Hard Cover)

OLEH                      : ALI SASTRAMIDJAJA

PENERBIT            : SHANGKALA

www.shangkala.com &   www.artshangkala.wordpress.com

Keterangan :

Buku yang pertama kalinya terbit berisikan pengetahuan lengkap, jelas & detail tentang berbagai informasi yaitu :

  • Runtutan sejarah kerajaan-kerajaan yang ada di bumi Jawa Barat. Kerajaan tersebut adalah : kerajaan Salakanagara, Tarumanagara, Indraprahasta, Kendan & Medangjati, Galuh, Sunda, Wangsa Sanjaya, Saunggalah, Sunda Galuh, Kuningan, Pasundan Bubat, Cirebon, Sumedang Larang, Pajajaran, Sunda Kelapa, Banten, Talaga.  Serta wilayah-wilayah kekuasaan masing-masing kerajaan.
  • Kala/waktu kejadian-kejadian berdasarkan kala Caka (penanggalan Sunda: Kalangider) & kala Surya (kalender Masehi), sejak 0000 Caka atau 0122 Masehi hingga abad ke-20 Masehi.
  • Silsilah-silsilah kerajaan secara jelas.
  • Kepercayaan yang menjadi ageman tiap kerajaan & keyakinan baru yang dibawa oleh bangsa lain.
  • Para Raja yang Mulia, para Resi Agung, para Ksatria Pemberani, para Pengabdi yang setia dan keluarga kerajaan dengan perannya masing-masing (Aji Saka atau Ki Tirem, Sri Purnawarman Surya Maha Purusa, Resiguru Manikmaya, Maharaja Suradarma Jayaprakosa, Maharaja Tarusbawa, Prabu Gajah Kulwan, Rakyan Sanjaya, Resi Guru Demunawarman, Puteri Diah Pitaloka, Prabu Niskala Wastu Kancana, Pangeran Wangsakerta, dll).
  • Hubungan antar kerajaan sahabat di bumi Nusantara (Kerajaan-kerajaan di Jawa, Kalimantan, Bali, Sumatra,hingga Kamboja/Campa)
  • Kedatangan bangsa-bangsa luar Nusantara (India, Portugis, Cina, Arab, Belanda) ke dalam kerajaan-kerajaan Nusantara dan bentukan kerajaan baru.
  • Berbagai motif kedatangan bangsa-bangsa luar Nusantara di bumi Nusantara. Dari belajar batin dengan para Resi Agung, berdagang karena kayanya bumi Nusantara, mendirikan kerajaan, menyebarkan agama hingga melakukan penjajahan.
  • Peperangan (perang Bubat dll), perdamaian, perjanjian dan perkawinan antar kerajaan yang menjadi bagian sejarah bangsa.
  • Berbagai peninggalan kerajaan seperti aksara Ha-Na-Ca-Ra-ka, kalender Sunda Kalangider, situs-situs kuno (lingga-yoni, prasasti, petilasan, pohon hanjuang), makam. Semua merupakan wujud kebesaran kerajaan.
  • Catatan-catatan sejarah dari bangsa lain yang menjadi bukti kebesaran Nusantara.

Sebagai anak bangsa, kita dapat mempelajari banyak pengetahuan dari buku ini. Apa saja yang telah terjadi di masa lalu. Pelajaran & pengalaman apa yang dapat kita ambil. Hal-hal apa saja yang kita rasakan saat ini sebagai dampaknya. Wawasan-wawasan yang membantu kita melangkah lebih dalam dalam perjalanan kita saat ini di bumi.

Seorang sesepuh yang Nyunda memberi pesan pada kita di sini:

“Buang kebiasaan buruk lama. Pertahankan kebiasaan baik lama & Ambil kebiasaan baik baru”.

*

# Maaf kami tidak memproduksi buku ini lagi. Terima Kasih

Salam Budaya,

Shangkala

* * *

Berikut cuplikan buku ini :

Kerajaan Salakanagara

Kerajaan Tarumanagara

Kerajaaan Indraprahasta

Kerajaan Kendan

Kerajaan Galuh

Kerajaan Sunda

Wangsa Sanjaya

Kerajaan Saunggalah

Kerajaan Sunda-Galuh

Kerajaan Kuningan

Kerajaan Cirebon

Perang (Pasundan) Bubat

Kerajaan Sumedang Larang

Kerajaan Pajajaran

Kerajaan Sunda Kelapa – Jayakarta – Batavia

Kerajaan Banten

Kerajaan Talaga

Tabel Pemimpin Kerajaan Sunda, Galuh