Crystal Quartz (Rock Crystal)

Crystal Quartz is a very clear crystal, as clear its character. It purifies our energy, purification of the mind and soul. When our mind very crowded, using crystal quartz would help purify the mind, avoid headache and give energy for mind.

Crystal quartz suit for meditation, help breathing nicely to enter our soul. The pure energy just like energy of angel and baby. Help to see clearly.

Its best crystal used, before using other color crystal or gems. Crystal quartz is suit for all ages.

When children have fever, put crystal quartz bellow the pillow. Or children use it a a small bracelets. Crystal Quartz would absorb the fever.

pendant crystal quartz

We provide pendant of rock crystal (crystal quartz)

Please contact us to order Your Personal Crystals & Gems base on your Aura & Character :

Email : artshangkala@gmail.com

Facebook : artshangkala

Twitter : ArtShangkala

***

Related Articles :

Rose Quartz
Rose Quartz and Flourite
Crystal Quartz and White Agate
Crystal Quartz

Ketulusan Mencintai Orang Lain Berawal dari Ketulusan Mencinta Diri Sendiri (dari Workshop Tantra Kriya Yoga & Transformasi Energi Dengan Tubuh Mikrokosmos-Makrokosmos)

 Sumber : Tabloid Bali Aga, Mei 2011

Workshop Kriya Tantra Yoga & Transformasi Energy dari Tubuh Mikro-Macrokosmos

Ketulusan Mencintai Orang Lain Berawal dari Ketulusan Mencinta Diri Sendiri

Cinta pada hakekatnya adalah energi yang ada dalam hati setiap manusia. Energi cinta akan bekerja aktif bila ada rangsangan dari luar dan adanya pembangkitan dari dalam. Bagaimana memberi cinta pada orang lain, sementara pada dirinya sendiri masih kekurangan cinta. Ketulusan mencintai orang lain berawal dari ketulusan mencinta diri sendiri. Hal ini diungkapkan Sang Kala Tenang Putri salah satu narasumber dalam acara Workshop Tantra Kriya Yoga & Transformasi Energi dengan Tubuh Makrokosmos-Mikrokosmos yang diselenggarakan the Stones Hotel & Entertaiment Mangement Center yang berlokasi di Jalan Raya Pantai Kuta, Legian, Kuta,  Badung.

Lebih lanjut dikatakan, Bila seseorang selalu memenuhi tuntutan memberi sesuatu yang di luar kemampuannya, hal itu sama saja hanya menyiksa dirinya sendiri. Seseorang akan merasa percaya dirinya bernilai jikalau dirinya dicintai oleh seseorang.

Dalam workshop yang digelar selama dua hari itu, Sang Kala Tenang Putri memberikan berbagai materi dalam usaha untuk menemukan siapa diri manusia itu sejatinya. Berbagai hal diungkap dan diajarkan oleh Sang Kala Tenang Putri kepada peserta workshop di antaranya; Melatih kesadaran dan kekuatan pikiran untuk kesehatan tubuh, pikiran, dan jiwa. Membangun kesadaran tubuh mikrokosmos. Memahani pentingnya mendaur ulang energi negatif menjadi energi positif dalam kehidupan sehari-hari.

Mengalirkan energi untuk menyembuhkan diri sendiri maupun orang lain. Mengenal dan merasakan energi makrokosmos. Membangun dan mengembangkan energi makrokosmos. Mampu  menggunakan energi kosmos untuk penyembuhan. Menggunakan energi kosmos dalam praktek meditasi, serta mengungkap potensi diri sebagai manusia berkesadaran dan pelatihan lainnya.

Dengan telah diberikannya teknik-teknik khusus ini, diharapkan para peserta whorkshop akan dapat menerapkan sekaligus mengajarkan kepada peserta yoga di tempat kerjanya masing-masing serta menyebarkan kepada orang lain atau khalayak umum. Dengan memahami dan mampu melaksanakan secara benar dan tepat teknik-teknik yang telah diberikan akan sangat bermanfaat di dalam beraktivitas sehari-hari, terutama untuk kesehatan dan kebugaran tubuh.

Sementara, Anand Rudra narasumber yang juga sebagai guru Tantra Kriya Yoga, pada kesempatan itu juga tak kalah semangatnya dalam memberikan berbagai teknik-teknik yoga yang baru pertama kali diperkenalkan di Bali. Menurutnya, Tantra Kriya Yoga ini merupakan Rahasia pengajaran konon yang dipersembahkan oleh para ahli tantra lebih dari 4000 tahun silam. Karenanya, teknik gerakannya sangat berbeda jauh dengan teknik gerakan yoga pada umumnya. Dalam Tantra Kriya Yoga ini peserta diajarkan serta dituntun  untuk mampu membebaskan, mengembangkan serta menghubungkan sekaligus menyatukan energi dan kesadaran yang dimilikinya dengan energi yang ada di alam semesta ini.

Tantra Kriya Yoga ini lanjut Anand Rudra, berfungsi untuk membangun energi fisik, mental, dan sakral (seks). Membangkitkan energi yang tertidur dalam tubuh melalui Pranayama dan sinkronisasi energi dengan partner Asanas dalam group. Teknik-teknik tantra dan meditasi aktif bermanfaat membangkitkan energi tersembunyi  dan mengalirkannya  ke seluruh group. Menguatkan titik-titik penting dalam tubuh, dan memperlancar aliran darah yang tersumbat dan energi dalam tubuh, sehingga jika darah telah mengalir dengan lancar maka secara otomatis tubuh pun akan menjadi sehat dan bugar, jauh dari serangan dari berbagai jenis penyakit. Di samping itu juga untuk menumbuhkan kekuatan dalam diri serta manfaat lainnya. Apabila teknik gerakan ini mampu dilakukan dengan benar dan tepat, dengan kesadaran secara rileks, maka para pelakunya akan merasakan energi dan kekuatan alami yang tak terduga dan dirasakan  sebelumya.

Pantauan TBA, teknik-teknik gerakan yang diajarkan Anand Rudra memang sangat berbeda dengan teknik gerakan yoga pada umumnya. Peserta tampak sangat antusias mengikuti setiap gerakan yang diajarkan. Peserta tampak riang dan penuh semangat untuk berusaha semaksimal mungkin menyerap semua materi yang diajarkan. Sehingga dapat mempraktekkan dan bahkan menyebarkan sekaligus mengajarkan kepada para peserta didiknya bagi yang menjadi guru/instruktur yoga di tempat kerjanya masing-masing dan atau bahkan kepada keluarga serta masyarakat umum yang senang melakukan yoga. Semua peserta mengaku puas dan berharap agar workshop semacam ini dilakukan secara berkelanjutan, mengingat yoga semacam ini baru pertama kali diperkenalkan di Bali, sehingga perlu semakin digencarkan sosialisasinya, sehingga semakin banyak masyarakat yang bisa merasakan manfaat daripada yoga ini. Seperti halnya diungkapkan dan dirasakan salah satu peserta bernama Ibu Christina yang tinggal di seputaran Kerobokan. Meski usianya telah lanjut, tetapi semangatnya tak kalah dengan peserta lainnya. Ibu Christina mengaku sangat puas, karena banyak hal positif didapat dan dirasakan selama mengikuti workshop ini, yang tidak didapat di tempat lain.

Wokshop ini diikuti puluhan peserta pecinta dan pelaku yoga seperti para instruktur dan teacher (guru) yoga dari sejumlah hotel berbintang, dan Spa di Bali, sejumlah tamu asing, praktisi yoga, serta masyarakat yang memang hobi bergelut di bidang yoga. Wokshop ini berlangsung selama dua hari yakni tanggal 30 April hingga tanggal 01 Mei 2011. Workshop ini diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan dan sertifikat dari panitia penyelenggara dan peserta pulang berbekal kepuasan, hal itu tampak dari waja-wajah mereka yang segar, berseri disertai senyum penuh makna. *** Andi

Sehat – Bahagia – Sejahtera

***

Related Articles :

Prosedure Darurat Gempa Bumi
Krakatau (Indonesia)
Krakatau (English)
Earthquake Emergency Procedure
Earthquake Cloud
Awan Gempa
Tanda-Tanda Dari Hewan Terhadap Bencana Alam
Animal Signs of Natural Disaster
Orbs (English)
Orbs (Indonesia)
Dialog Dengan Orbs
Kelas Yoga & Singing Bowl (Genta Tibet)
Yoga Class
Pengertian Yoga
Asanas Yoga, Jiwa Gembira Melalui Gerakan-Gerakan Tubuh
Asanas Yoga. Healthy & Happy of Body & Soul
Prenatal Yoga
Yoga Ibu Hamil
Meditasi
Rileksasi Dalam
Meditation
Cakra & Kundalini
Awareness is Key to Evoke Healing Light
Kesadaran adalah Kunci Membangkitkan Cahaya Kesembuhan
‘Ancient Tantra Kriya Yoga’ & ‘Energy Transformation Micro – Macrocosm’ Workshop
Ketulusan Mencintai Orang Lain Berawal dari Ketulusan Mencintai Diri Sendiri
Deep Inside ‘Nyepi’ – Silence Day (Hindu Lunar New Year)
Body Earth Healing
Aura Colors Reading Workshop
Yin Yoga & Consciousness Meditation at the STONES, Kuta, Bali
The Studio Wellness Program at the STONES, Kuta, Bali
Chi dan Energi Penyembuhan
Teri Fish & Honey Fried Rice
Heart, Hands & Orbs at Merapi Volcano, Central Java
Surya Candra Bhuana
Reiki di Pulau Dewata Bali
Nerang – Rain Stopper
Bali Classical Dance Course 
Int’l Performance of I Putu Silaniyama
Pelatihan Perguruan Silat Tadjimalela
Prosesi ala PS Tadjimalela
Seruling Dewata
Thanks for What We Have – Music Performance at the Orphanage
Berkaca pada Anak-Anak sebuah Kerukunan Antar Umat Beragama
Reflectiong on Children Innocence of a Harmony Life among People Different Religious
Gurindam Dua Belas
Boats & Ships during Kingdoms Era in Nusantara Archipelago
Perahu-Perahu di Masa Kerajaan Nusantara
Asal-Usul Bahasa Nasional, Bahasa Indonesia
Lahirnya Pancasila 1 Juni 1945
Dialog Dengan Orbs
Kesadaran Kosmos & Zona Photon
Proyeksi Nusantara
The Gaia Project 2012 (Indonesia)
The Gaia Project 2012 (English)
Wejangan Leluhur
Jati Diri & Rasa
Sejarah Bangsa & Tanah Air Indonesia (Purbakala/The Last Continent)
Garuda Pancasila
Bhinneka Tunggal Ika
Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia
15 Sifat Kepemimpinan Mahapatih Gajah Mada dalam Negara Kertagama oleh Mpu Prapanca
Karya Nyata Gotong Royong
19 Unsur Proses Perjalanan Rohani
Metta Karuna Pray

Crystal Quartz & White Agate

Crystal Quartz & White Agate

Crystal Quartz is a very clear crystal, as clear its character. It purifies our energy, purification of the mind and soul. When our mind very crowded, using crystal quartz would help purify the mind, avoid headache and give energy for mind.

Crystal quartz suit for meditation, help breathing nicely to enter our soul. The pure energy just like energy of angel and baby. Help to see clearly.

Its best crystal used, before using other color crystal or gems. Crystal quartz is suit for all ages.

When children have fever, put crystal quartz bellow the pillow. Or children use it a a small bracelets. Crystal Quartz would absorb the fever.

Combination of both create natural energy protection, while help you to have a clear vision. White Agate is purification energy for body and mind. Help emotional feeling not drawn to down or too far away.

Crystal Quartz and White Agate Necklace

We provide this combination for Necklace and Bracelets. Model base on availability of stock.

Please contact us to order Your Personal Crystal Quartz & White Agate or Your Personal Crystals & Gems base on your Aura & Character :

Email : artshangkala@gmail.com

Facebook : artshangkala

Twitter : ArtShangkala

***

Related Articles :

Rose Quartz
Rose Quartz and Flourite
Crystal Quartz and White Agate
Crystal Quartz

 

Rose Quartz & Flourite

A combination of Rose Quartz and Fluorite would give you a Love, Happy energy, focus mind & Healing of bones, joints and muscles.
This is good for adults who have problems with arthritis, bones. Also help meditation in focusing flow of energy and mental power.
Appropriate for children, help them to focus in study and support children mental power.
We provide this combination for Necklace and Bracelets. Model base on availability of stock.

Rose Quartz and Fluorite Neclace

Please contact us to order Your Personal Rose Quartz & Flourite or Your Personal Crystals & Gems base on your Aura & Character :
Email : artshangkala@gmail.com
Facebook : artshangkala
Twitter : ArtShangkala

***

Related Articles :

Rose Quartz
Rose Quartz and Flourite
Crystal Quartz and White Agate
Crystal Quartz

 

Rose Quartz

Rose quartz is a Love Stone. Its very related to Heart Chakra. People who their Aura is Pink, means their Heart Chakra which related to Love, Cheerful & Happy is open & active.

Persons who always cheerful can use this Rose Quartz. Or if you need to add Love energy to our daily life, just wear the accessories from Rose Quartz. Sometimes problems seems difficult & drain our love energy. This is the time to raise the Love & Happy energy by using this Rose Quartz. Because Rose Quartz will connect to the Heart Chakra and help it to open & energize.

We provide for Necklace and Bracelet. Model base on availability of stock.

Rose Quartz Bracelet

Please contact us to order Your Personal Rose Quartz or Your Personal Crystals & Gems base on your Aura & Character :

Email : artshangkala@gmail.com

Facebook : artshangkala

Twitter : ArtShangkala

***

Related Articles :

Rose Quartz
Rose Quartz and Flourite
Crystal Quartz and White Agate
Crystal Quartz

Chi dan Energi Penyembuhan

Disarikan Oleh :

Hendra Lawadi, Healer & Physical Awareness Mentor

“Aku melihat kamu bermahkotakan Kemuliaan Alam Semesta dan bersenjatakan kekuatan Alam Semesta. Dari seluruh sisi-Mu, aku melihat pancaran cahaya menakjubkan yang bersinar dan cemerlang penuh keagungan. Sungguh sulit untuk melihat diri-Mu dalam keadaan seperti itu, karena cahaya yang menyerupai sinar bagaikan jutaan Matahari dan berjuta-juta kali ”

 

Latihan Chikung di alam sangat baik untuk Kesehatan

APAKAH TAO ITU ?

 

Tao berarti jalan, yaitu jalan atau realitas alam semesta. Tao juga berarti cara manusia membuka pikiran dalam rangka mempelajari lebih jauh dunia ini, jalan spiritual, dan diri sendiri. Satu sistem yang praktis. Taoisme merupakan latihan tubuh, pikiran, dan roh, jadi bukan hanya filsafat roh. Bila kita telah sampai pada pemahaman hakiki tentang Tao, tentang pengetahuan dan kebijaksanaan sejati, kita mampu mengambil keputusan yang tepat dalam hidup.

Semua jalan spiritual bermuara pada kebenaran. Tao adalah filsafat sekaligus teknologi untuk mencari dan menemukan kebenaran universal, alam, dan manusia. Titik perhatian ajaran Tao melebihi perspektif mana pun juga. Tao bukanlah agama.

Dalam Taoisme tidak ada guru tunggal karena kita menjadi guru bagi diri sendiri, kita mampu mengontrol nasib kita sendiri, mampu mengetahui siapa sebenarnya diri kita yang sebenarnya karena menjelajahi kekuatan maha dahsyat yang tersembunyi dalam kemanusiaan Tao. Tuhan yang agung, orang yang bijaksana, nabi, serta orang-orang suci adalah guru dan pembimbing kita.

Latihan Tao juga mengajarkan bagaimana seharusnya kita kembali ke asal, yaitu Wu Chi (Tuhan). Kita akan mendapatkan kemerdekaan spiritual selagi belajar hidup selaras dengan alam semesta.

Meditasi mengembangkan kekuatan mengontrol pikiran, menyimpan, mendaur ulang, mengubah, dan mengalirkan Chi (dalam bahasa Cina yang berarti energi atau daya kehidupan) lewat saluran-saluran utama akupuntur tubuh. Melalui pengaturan Chi yang efektif, perilaku sehari-sehari bisa dikendalikan dengan lebih baik; dan lewat penggunaan energi ini secara bijaksana, kita memiliki Chi yang tiada batas.

Jika kita berkesempatan membangkitkan atau memberi napas baru pada roh abadi dalam hidup, cahaya primordial akan membangkitkan kita pada saat mati. Meskipun begitu, hal ini menyedihkan karena kita terlatih atau memiliki bekal cukup mengikuti cahaya tersebut. Dalam perjalanan panjang tersebut tubuh energi adalah kendaraan yang sangat penting. Kita dapat melatih dan mendidik tubuh energi sehingga dapat membantu roh yang tidak terlatih untuk mengenali dan mengikuti cahaya primordial kembali ke sumber hakiki. Yang juga tidak kalah pentingnya adalah mengembangkan “kompas internal” yang terkait dengan kelenjar pineal, untuk membantu kita memusatkan perhatian pada cahaya tersebut bila saatnya tiba. Wu Chi atau Kehampaan Agung. Pada umumnya mereka digambarkan sebagai tiga kaisar yang bertempat tinggal di tiga Tan Tien, yaitu istana tubuh bagian atas, tengah, dan bawah. Dengan memupuk tiga kekuatan, yang terwujud dalam tubuh manusia sebagai Ching, Chi, dan Shen, kita bisa mempercepat perkembangan tubuh fisik, tubuh energi, dan tubuh spiritual.

Tan Tien Atas berhubungan dengan otak, kelenjar, energi alam semesta, dan kosmos lewat kekuatan Shen atau roh. Ia mencakup Mata Ketiga, mahkota, dan kepala secara keseluruhan.

 

Tan Tien Tengah berkaitan dengan jantung dan semua organ lain lewat kekuatan alami roh manusia, yang dikenal dengan Chi.

Tan Tien Bawah berhubungan dengan tubuh fisik, tubuh energi, dan Ibu Bumi lewat kekuatan Ching (kadangkala dieja “Jing”). Tempatnya terletak di antara pusar dan ginjal.

 

APAKAH CHI ITU ?

 

Dalam Taoismeprinsip umum terpenting adalah konsep Chi. Dalam sejarah filsafat Cina, konsep ini dikembangkan dalam karya-karya popular karangan Lao zu (604-511 SM) dan Chuang Tzu (399-295 SM), namun konsep ini telah muncul jauh sebelumnya. Kata Chi memiliki banyak terjemahan, seperti energi, udara, napas, angina, napas vital, inti vital, dan sebagainya. Meski sulit di cari arti yang sebenarnya, chi bisa dipandang sebagai energi aktif di alam semesta.

Chi memadat dan menyebar dalam siklus energi positif dan negatif (Yin dan Yang) yang bertukaran satu sama lainnya, sifat materinya bisa dilihat dalam berbagai ukuran, bentuk, dan cara yang berbeda. Chi Tidak bisa diciptakan atau pun dihancurkan.

 

Hendra Lawadi melatih Chikung pada tim Orchestra yang sedang tour Australia (Melbourne, Canberra, Sydney)

 

CHI DAN PENYEMBUHAN DIRI

 

Menurut perspektif Tao, kesehatan dan penyembuhan tergantung pada kuantitas serta kualitas Chi dalam tubuh. Akupuntur, akupresur, herbologi, dan cara penyembuhan lainnya bekerja secara langsung untuk menyeimbangkan energi batin. Chi merupakan faktor sementara dalam seluruh fenomena yang berhubungan dengan tubuh. Sebagai contoh, kurangnya Chi pada ginjal bisa menyebabkan sakit fisik dan psikologis.

Latihan memperkuat otot-otot dengan energi tubuh bisa mengembangkan kemampuan lebih banyak dalam mengkonsumsi Chi. Pengikut ajaran Tao sadar, dengan membuka saluran-saluran energi utama bisa meningkatkan efektifitas sirkulasi Chi sekaligus memperkuatnya dengan energi yang diserap dari sumber-sumber eksternal. Menurut mereka meditasi, diet yang tepat, dan latihan sangat penting bagi kehidupan dan perkembangan spiritual seseorang.

Dengan menghilangkan rintangan dan meningkatkan aliran Chi, kita bisa mengobati diri sendiri tanpa melalui perawatan medis. Memanfaatkan Chi untuk penyembuhan tubuh merupakan bentuk akupuntur “tanpa jarum.” Dengan menggunakan indera batin untuk mengalirkan Chi lewat Orbit Mikrokosmos membuat saluran tubuh lebih bersih dan terbuka, sehingga kesehatan internal bisa mempertahankan dirinya sendiri. Latihan tidak saja menghilangkan rintangan sehingga aliran Chi menjadi lebih lancer, namun juga membantu tubuh menyerap lebih banyak Chi dari sumber-sumber lainnya.

Chi eksternal yang berasal dari bumi, matahari, dan bintang-bintang bisa diubah untuk memperkuat daya kehidupan demi penyembuhan diri dan perkembangan spiritual. Pusat-pusat Orbit mikrokosmos selain menerima kelebihan Chi dari sumber-sumber eksternal juga mendapat pasokan dari organ-organ dan kelenjar-kelenjar (sumber internal). Sirkulasi energi memperkuat titik-titik yang lemah dan menyeimbangkan Chi dalam tubuh, sehingga tidak harus selalu menggantungkan diri pada akupuntur dan obat-obat medis lainnya. Proses internal memungkinkan tubuh mempertahankan kesehatannya sendiri dan mencegah infeksi penyakit.

DUA TIPE CHI INTERNAL

Meskipun terdapat berbagai tipe hi yang berbeda satu sama lain, tipe tersebut bisa digolongkan dalam dua kategori besar: Chi yang berasal dari keturunan (Hereditary Chi) dan Chi yang diperoleh selama hidup (Acquired Chi).

Dengan mempetahankan Chi asli, kita dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan berumur panjang. Tapi jika lalai mengisi-ulang, maka “baterai internal” akan semakin lemah.

Setiap saat kita bernapas, Napas Asli dari perut bawah naik ke mulut dan bercampur dengan udara yang berasal dari luar. Kita dapat belajar teknik menyerap Kekuatan Bumi lewat organ seks, kerampang, dan sacrum; Kekuatan Kosmos lewat alis; dan Kekuatan Universal lewat mahkota. Teknik-teknik pernapasan tingkat tinggi memungkinkan kita bernapas lewat seluruh anggota tubuh.

Bernapas merupakan salah satu fungsi terpenting untuk mempertahankan hidup. Namun, yang tidak disadari adalah partikel-partikel energi kosmos dalam atmosfir sama pentingnya demi keberlangsungan hidup seperti oksigen. Partikel-pertikel ini juga disebut Kekuatan Langit Kemudian. Elektron memasok aliran listrik dalam sel-sel tubuh. Jika habis, maka kita akan cepat lelah, tak berdaya, dan tertekan, atau mungkin menderita akibat emosi-emosi negatif, dan tidak menutup kemungkinan penyakit fisik.

Otak, karena keunggulan dan perannya yang sangat penting dalam seluruh aktifitas, membutuhkan Chi yang proporsional dan jumlahnya lebih besar daripada organ-organ tubuh lainya, agar dapat berfungsi secara efisien.

Latihan Chikung akan membantu merangsang harmoni antara tubuh dan pikiran, dan membuat kita lebih sensitive terhadap kebutuhan-kebutuhan fisik yang diperlukan untuk dapat berumur panjang dan tetap sehat. Kualitas pengetahuan ini meletakan pikiran dan tubuh dalam hubungan yang paling baik.

Bentuk seni Nei Jin Qi Gong dari Shaolin pada mulanya merupakan tradisi rahasia yang disampaikan oleh seorang rehib pengembara dari India bernama Da Mo, yang kemudian hari dikenal sebagai Bodhidharma. Ia dilahirkan pada tahun 440 Masehi di Kanchi, ibu kota kerajaan Palawa di India Selatan. Ia kini dihormati sebagai orang yang membawa teknik meditasi ke Cina. Bodhidharma juga dianggap sebagai pendiri Buddhisme Chan, yang dikenal juga di Jepang sebagai Zen.

Di Negara Cina terdapat lebih dari 3.000 jenis Chikung dan berbagai rumusan mengenai cara terbaik untuk mengembangkan Chi. Teknik-teknik itu meliputi metode berkonsentrasi pada bagian tubuh tertentu atau pusat-pusat energi. Inti utama dari pusat-pusat ini adalah Shimen, yang juga dikenal sebagai titik Tantien. Shimen merupakan suatu titik yang terkenal dalam ilmu bela diri. Titik ini dapat ditemukan kira-kira satu setengah inci di bawah pusar dan satu setengah inci ke dalam perut. Titik ini dianggap sebagai pusat tubuh. Dalam latihan-latihan lainnya, meditasi digunakan secara khusus bersamaan dengan sikap tubuh, untuk mengkonsentrasikan Chi di daerah itu.

Teknik-teknik Chikung yang aneh, yang didasarkan pada titik Shimen, dapat digunakan untuk berbagai macam tujuan. Beberapa metode dapat membuat tubuh dan pikiran menjadi rileks, memperbaiki sirkulasi, atau meningkatkan kualitas dan kuantitas Chi yang sudah ada. Juga ada metode lain yang berfokus pada menggerakkan Chi di seluruh tubuh secara lebih efisien atau menyalurkannya pada orang lain.

Siapa saja yang mempunyai cinta kasih yang sebenarnya akan mampu memiliki dan menggunakan tenaga Chi untuk pengobatan. Chi ini dapat lansung diserap dari alam / udara di sekitar kita.

Secara umum terlihat bahwa pendeta Tao lebih sehat dan berumur panjang dibandingkan dengan pendeta Budha. Pendeta Budha lebih mengutamakan semedinya untuk mencapai pencerahan tetapi kurang memperhatikan tubuh fisiknya. Sedangkan pendeta Tao beranggapan bahwa siapa saja yang mau mencapai pencerahan sebaiknya juga bertubuh sehat dan kuat.

MEDITASI MIKROKOSMOS DARI TAO

Sesungguhnya chi mengalir dengan sendirinya di dalam tubuh tanpa berhenti. Saluran aliran Chi yang utama disebut orbit mikrokosmos. Orbit inilah yang yang ditempuh sewaktu anda melakukan meditasi mengembara. Dalam meditasi mengembara, pikiran digerakkan di sepanjang saluran dan dilakukan berulang-ulang dengan tidak keluar dari orbit.

Meditasi mengembara adalah bagian kecil yang penting dan bila dilakukan akan memperlancar dan memperbesar aliran Chi yang berada di dalam tubuh.

Delapan gerak tangan dan lima gerak kaki mendapat inspirasi dari konsep Delapan Trigram atau bagua (pakua) dan Konsep Lima Unsur atau wuxing (wu hsing) dalam filosofi aliran Tao. Bagua dan wuxing berkaitan erat dan princip yin-yang merupakan dasar gerakannya.

Yi Jing (I Ching), Kitab Perubahan (Book of Change) tidak hanya dalam soal keTuhanan, tetapi juga dalam berbagai bidang, seperti strategi militer, pemerintahan, dan ekonomi. Wuxing adalah Konsep Lima Unsur alam semesta, yang diwakili oleh logam, air, kayu, api, dan tanah.

Pengolahan spiritual dalam Tai Chi Chuan dan Taoisme dibagi menjadi tiga tahap: mengubah jing atau esensi menjadi Chi atau energi, mengubah energi menjadi shen atau spirit, dan mengembangkan spirit ke kehampaan besar. Dua tahap pertama diselesaikan melalui Chikung, dan tahap tertinggi melalui meditasi.

Seni paling penting dari penganut Tao Chi Kung untuk pengolahan spiritual adalah Alam Semesta Kecil dan Alam Semesta Besar. Alam Semesta Kecil disebut juga Aliran Mikrokosmis, mengedarkan energi vital ke seluruh tubuh, melalui ren atau meredien konseptual dan du atau meridian yang mengalir. Aliran energi yang konstan di sepanjang dua meridian yang mengalir. Aliran energi yang konstan di sepanjang dua meridian penting ini membawa banyak manfaat bagi kesehatan.

Dengan gerakan tertentu membuka 12 meridien utama dan 2 meridien istimewa. Chi selaras, seimbang menjadikan kesadaran fisik, mental, jiwa dan spiritual.

  ***

Untuk Workshop Chikung & Tao oleh Hendra Lawadi, silahkan kontak :

E-mail : artshangkala@gmail.com

Facebook : artshangkala

Twitter : ArtShangkala

***

Related Articles :

Prosedure Darurat Gempa Bumi
Krakatau (Indonesia)
Krakatau (English)
Earthquake Emergency Procedure
Earthquake Cloud
Awan Gempa
Tanda-Tanda Dari Hewan Terhadap Bencana Alam
Animal Signs of Natural Disaster
Orbs (English)
Orbs (Indonesia)
Dialog Dengan Orbs
Kelas Yoga & Singing Bowl (Genta Tibet)
Yoga Class
Pengertian Yoga
Asanas Yoga, Jiwa Gembira Melalui Gerakan-Gerakan Tubuh
Asanas Yoga. Healthy & Happy of Body & Soul
Prenatal Yoga
Yoga Ibu Hamil
Meditasi
Rileksasi Dalam
Meditation
Cakra & Kundalini
Awareness is Key to Evoke Healing Light
Kesadaran adalah Kunci Membangkitkan Cahaya Kesembuhan
‘Ancient Tantra Kriya Yoga’ & ‘Energy Transformation Micro – Macrocosm’ Workshop
Deep Inside ‘Nyepi’ – Silence Day (Hindu Lunar New Year)
Body Earth Healing
Aura Colors Reading Workshop
Yin Yoga & Consciousness Meditation at the STONES, Kuta, Bali
The Studio Wellness Program at the STONES, Kuta, Bali
Chi dan Energi Penyembuhan
Teri Fish & Honey Fried Rice
Heart, Hands & Orbs at Merapi Volcano, Central Java
Surya Candra Bhuana
Reiki di Pulau Dewata Bali
Nerang – Rain Stopper
Bali Classical Dance Course 
Int’l Performance of I Putu Silaniyama
Pelatihan Perguruan Silat Tadjimalela
Prosesi ala PS Tadjimalela
Seruling Dewata
Thanks for What We Have – Music Performance at the Orphanage
Berkaca pada Anak-Anak sebuah Kerukunan Antar Umat Beragama
Reflectiong on Children Innocence of a Harmony Life among People Different Religious
Gurindam Dua Belas
Boats & Ships during Kingdoms Era in Nusantara Archipelago
Perahu-Perahu di Masa Kerajaan Nusantara
Asal-Usul Bahasa Nasional, Bahasa Indonesia
Lahirnya Pancasila 1 Juni 1945
Dialog Dengan Orbs
Kesadaran Kosmos & Zona Photon
Proyeksi Nusantara
The Gaia Project 2012 (Indonesia)
The Gaia Project 2012 (English)
Wejangan Leluhur
Jati Diri & Rasa
Sejarah Bangsa & Tanah Air Indonesia (Purbakala/The Last Continent)
Garuda Pancasila
Bhinneka Tunggal Ika
Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia
15 Sifat Kepemimpinan Mahapatih Gajah Mada dalam Negara Kertagama oleh Mpu Prapanca
Karya Nyata Gotong Royong
19 Unsur Proses Perjalanan Rohani
Metta Karuna Pray

Aura Colors Reading Workshop

by : Desie Arumsari

Aura is the colors surrounding body. The colors of aura come from our energy body which we recognize as chakra. Chakra is the center energy. Chakra can be open or closed. It is depend on our daily activities, characteristics, spiritual life & energy maintenance.

When the chakra open, they would show the energy color. The energy will influence the glands, internal body organs, meridian points. There are 7 main chakras with 7 colors.

The color of aura could tell the condition of a person. When the color of aura darker, could be there’s could be illness in body organ, mental, emotional problems or spiritual problems. If the aura is light bright show the condition of a person is very well, healthy condition, happy or wealthy.

For mostly persons, the aura color only show 2 – 3 colors. Which means the active chakra only 2-3 chakra. It could show the other chakras are not active. This is unbalance energy body conditions. We fell ok at this moment. But later if we do nothing with this, there could be problem with our body conditions, such as illness on the internal body organs.

So, how to create body energy & to balance the power of chakra :

Inner Self Maintenance

  • Yoga, Taichi, Chikung, Body Earth Healing
  • Consciousness Meditation to Connect Microcosm to Macrocosm
  • Cakra Attunements, Prana, Reiki

Outer Self Maintenance

  • Acupuncture, Reflexology, Spa – Massage
  • Crystal & Gem therapy
  • Sound therapy with Singing Bowl

Meaning of each AURA color which come from the Chakra :

Chakra Location Colour Associated with:
Crown Top of the head Purple, White Understanding
Cosmic Consciousness
Enlightenment
Third Eye Middle of Forehead Dark Blue, Indigo Clairvoyance
Intuition
Psychic Senses
Throat Throat Light Blue Communication
Creativity
Healing
Heart Centre of Chest Green, Pink Love
Hope
Compassion
Solar Plexus Solar Plexus Yellow Energy
Vitality
Desire & Power
Sacral Below the Belly Button Orange Emotions
Sexuality
Intimacy
Root Base of Spine Red Survival Instinct
Security
Grounding

***

Desie Arumsari share her knowledge in Aura Colors Reading Workshop. With her mentor Sang Kala Tenang Putri combining their method in solution of your aura related to live vision & mission with Crystals-Gems Healing Workshop.

For Aura Colors Reading Workshop & Crystals-Gems Healing Workshop  please contact Desie Arumsari at :

Web      : www.shangkala.com

Blog       : www.artshangkala.wordpress.com

E-mail   : desie79@yahoo.com

Fb           : artshangkala

Twitter : ArtShangkala

***

Related Articles :

Prosedure Darurat Gempa Bumi
Krakatau (Indonesia)
Krakatau (English)
Earthquake Emergency Procedure
Earthquake Cloud
Awan Gempa
Tanda-Tanda Dari Hewan Terhadap Bencana Alam
Animal Signs of Natural Disaster
Orbs (English)
Orbs (Indonesia)
Dialog Dengan Orbs
Kelas Yoga & Singing Bowl (Genta Tibet)
Yoga Class
Pengertian Yoga
Asanas Yoga, Jiwa Gembira Melalui Gerakan-Gerakan Tubuh
Asanas Yoga. Healthy & Happy of Body & Soul
Prenatal Yoga
Yoga Ibu Hamil
Meditasi
Rileksasi Dalam
Meditation
Cakra & Kundalini
Awareness is Key to Evoke Healing Light
Kesadaran adalah Kunci Membangkitkan Cahaya Kesembuhan
‘Ancient Tantra Kriya Yoga’ & ‘Energy Transformation Micro – Macrocosm’ Workshop
Deep Inside ‘Nyepi’ – Silence Day (Hindu Lunar New Year)
Body Earth Healing
Aura Colors Reading Workshop
Yin Yoga & Consciousness Meditation at the STONES, Kuta, Bali
The Studio Wellness Program at the STONES, Kuta, Bali
Teri Fish & Honey Fried Rice
Heart, Hands & Orbs at Merapi Volcano, Central Java
Surya Candra Bhuana
Reiki di Pulau Dewata Bali
Nerang – Rain Stopper
Bali Classical Dance Course 
Int’l Performance of I Putu Silaniyama
Pelatihan Perguruan Silat Tadjimalela
Prosesi ala PS Tadjimalela
Seruling Dewata
Thanks for What We Have – Music Performance at the Orphanage
Berkaca pada Anak-Anak sebuah Kerukunan Antar Umat Beragama
Reflectiong on Children Innocence of a Harmony Life among People Different Religious
Gurindam Dua Belas
Boats & Ships during Kingdoms Era in Nusantara Archipelago
Perahu-Perahu di Masa Kerajaan Nusantara
Asal-Usul Bahasa Nasional, Bahasa Indonesia
Lahirnya Pancasila 1 Juni 1945
Dialog Dengan Orbs
Kesadaran Kosmos & Zona Photon
Proyeksi Nusantara
The Gaia Project 2012 (Indonesia)
The Gaia Project 2012 (English)
Wejangan Leluhur
Jati Diri & Rasa
Sejarah Bangsa & Tanah Air Indonesia (Purbakala/The Last Continent)
Garuda Pancasila
Bhinneka Tunggal Ika
Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia
15 Sifat Kepemimpinan Mahapatih Gajah Mada dalam Negara Kertagama oleh Mpu Prapanca
Karya Nyata Gotong Royong
19 Unsur Proses Perjalanan Rohani
Metta Karuna Pray

Body Earth Healing

BODY EARTH HEALING

by : Desie Arumsari

BEH (Body & Earth Healing) inspired by Bali dance movements, basic martial art and the breathing technique.

The breathing techniques used are regular inhale – exhale. Also combination of inhale, exhale, hold and locking the energy in center of body energy.

Benefits of Body Earth Healing :

  • Practicing BEH  would flow the circulation of energy within our body include opening the blocking energy of meridians points.
  • Burning fat. This is suit for practicioners who want to have slimmer body and shape the body naturally & balance.
  • The breathing technique would create the life force energy which recharges bopdy energy and conecting practicioners with the earth.
  • As a mind exercise by focusing the energy while body move from one movement to another. It’s a good routine practice for a meditative life, full of consciousness.
  • The life force energy created would help purification of environment. A strong group practice would create healing energy for the earth. Practicioners becoming the source of healthy life force energy in daily life.

Explanation to participants about Body Earth Healing

*

Focus the energy in your hands

*

Let the energy flow naturally with your body movement

*

Lets collect the life force energy !

*

with Body Earth Healing, lets get Healthy-Happy-Wealthy !

*

TESTIMONY OF BODY EARTH HEALING WORKSHOP

  • Drg. Pool Sitompul, Mn

” Bagus. Luar biasa. Perlu rutin dilakukan “.

  • Eka W.

Sfaff Perawat RS Carolus

” Sangat bermanfaat dan menyenangkan “.

  • Dwi Z.

Staff Perawat RS Carolus

” Bagus, sangat bermanfaat. Tetap harus dilakukan terus menerus “.

  • Agus MP

Dokter Lingkungan Hidup RS Carolus

” Menarik.  Tenang jadinya.

Perlu rutin dilakukan. Ada kumpulan di sini “.

  • Florentina Setiati

” Bagus. Banyak gerakan yang membantu untuk menjadi bugar.

Dimana saya bisa ikut latihan ini? “

  • Sr. Theresina CB

” Menarik, menyehatkan, menyegarkan pikiran dan menyejukkan jiwa.

Terima kasih. Allah SWT memberkati “.

  • Bertha

MC

” Latihan dan penyiapan materi sangat menarik “.

  • Lastri

” Cukup mengesankan. Gerakan lambat tapi membuat badan sehat. Mohon dilanjutkan. Thanks “.

  • Eva

” Good…good…good “

  • Cece

” Suegere puooll muantabb..”

  • Dewa

” Bagus. Terutama untuk relaksasi. Sayang tidak siap dengan pakaian olahraga, gerakannya tidak bisa puas “.

  • Aniez

” OK banget. Bersemangat “.

  • Restu

” Baik dan bermanfaat “.

***

Contact for Body Earth Healing Workshop in Bali, Jakarta, Bandung… INDONESIA :

Desie Arumsari

Specialized teacher of Body Earth Healing & Chandra Yoga

Facebook : Artshangkala

Twitter     : ArtShangkala

E-mail      : desie79@yahoo.com

***

Artikel terkait :

Prosedure Darurat Gempa Bumi
Krakatau (Indonesia)
Krakatau (English)
Earthquake Emergency Procedure
Earthquake Cloud
Awan Gempa
Tanda-Tanda Dari Hewan Terhadap Bencana Alam
Animal Signs of Natural Disaster
Orbs (English)
Orbs (Indonesia)
Dialog Dengan Orbs
Kelas Yoga & Singing Bowl (Genta Tibet)
Yoga Class
Pengertian Yoga
Asanas Yoga, Jiwa Gembira Melalui Gerakan-Gerakan Tubuh
Asanas Yoga. Healthy & Happy of Body & Soul
Prenatal Yoga
Yoga Ibu Hamil
Meditasi
Rileksasi Dalam
Meditation
‘Ancient Tantra Kriya Yoga’ & ‘Energy Transformation Micro – Macrocosm’ Workshop
Deep Inside ‘Nyepi’ – Silence Day (Hindu Lunar New Year)
Cakra & Kundalini
Awareness is Key to Evoke Healing Light
Kesadaran adalah Kunci Membangkitkan Cahaya Kesembuhan
Body Earth Healing
Yin Yoga & Consciousness Meditation at the STONES, Kuta, Bali
The Studio Wellness Program at the STONES, Kuta, Bali
Teri Fish & Honey Fried Rice
Heart, Hands & Orbs at Merapi Volcano, Central Java
Surya Candra Bhuana
Reiki di Pulau Dewata Bali
Nerang – Rain Stopper
Bali Classical Dance Course
Int’l Performance of I Putu Silaniyama
Pelatihan Perguruan Silat Tadjimalela
Prosesi ala PS Tadjimalela
Seruling Dewata
Thanks for What We Have – Music Performance at the Orphanage
Berkaca pada Anak-Anak sebuah Kerukunan Antar Umat Beragama
Reflectiong on Children Innocence of a Harmony Life among People Different Religious
Gurindam Dua Belas
Boats & Ships during Kingdoms Era in Nusantara Archipelago
Perahu-Perahu di Masa Kerajaan Nusantara
Asal-Usul Bahasa Nasional, Bahasa Indonesia
Lahirnya Pancasila 1 Juni 1945
Dialog Dengan Orbs
Kesadaran Kosmos & Zona Photon
Proyeksi Nusantara
The Gaia Project 2012 (Indonesia)
The Gaia Project 2012 (English)
Wejangan Leluhur
Jati Diri & Rasa
Sejarah Bangsa & Tanah Air Indonesia (Purbakala/The Last Continent)
Garuda Pancasila
Bhinneka Tunggal Ika
Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia
15 Sifat Kepemimpinan Mahapatih Gajah Mada dalam Negara Kertagama oleh Mpu Prapanca
Karya Nyata Gotong Royong
19 Unsur Proses Perjalanan Rohani
Metta Karuna Pray

Seruling Dewata

Sumber :

Pasraman Serulung Dewata

www.serulingdewatabali.com

 

Pasraman Seruling Dewata didirikan pada tanggal 26 Nopember 2007 Beralamat di Br. Bunutpuhun-Desa Bantas-Kecamatan Selemadeg Timur – Kabupaten Tabanan-propinsi Bali. Merupakan wujud dari sebuah perjuangan panjang dari Ki Nantra Dewata Sesepuh Generasi IX Perguruan Seruling Dewata beserta para perintis lainnya yang bertekad melestarikan nilai-nilai luhur Bali Kuno peninggalan Pertapaan Candra Parwata di Gunung Watukaru (sakawarsa 463). Usaha ini dirintis mulai tahun 1985 dan tahun 1994 baru mendapat legalitas secara nasional di Indonesia. Pada tahun 2003 tanggal 26 November mendirikan Wisma Sesepuh di Br. Denbantas – Tabanan-Propinsi Bali sebagai pusat pelatihan ilmu-ilmu luhur Bali Kuno. Dan setelah berhasil membangun Pasraman Seruling Dewata tgl 26 Nopember 2007 maka pemusatan latihan di Pasraman Seruling Dewata sedangkan Wisma Sesepuh dijadikan sebagai tempat Sesepuh Ki Nantra Dewata Bermeditasi dan mengajarkan ilmu-ilmu penting dan rahasia pada siswa perintis.

Adapun beberapa ilmu Bali Kuno Peninggalan Pertapaan Candra parwata yang dilestarikan Dalam Perguruan Seruling Dewata antara lain :
1. Kanda Pat ilmu meditasi olah bathin dan jiwa tradisional Bali Kuno,
2. Walian Sakti mempelajari Ilmu Pengobatan Bali Kuno,
3. Ilmu Silat Bali Kuno mempelajari 72 ilmu silat Bali Kuno.
4. Yoga Tradisi Watukaru mempelajari himpunan yoga dari 13 garis perguruan Yoga dunia.
5. Tapak Suci Yoga Cara Bhumi Castra .
6. Agni Horta mempelajari Yajna tertua dalam agama Hindu pemujaan melalui pembakaran Api Suci .
7. Pengelukatan mempelajari 36 macam pengelukatan.

Paiketan Paguron Suling Dewata

Menurut Parampara Paiketan Paguron Suling Dewata, yang menuturkan jaman Bumi Lawas, yaitu jaman sebelum perhitungan Caka dikenal di Bali, dimana pulau Bali atau Bali Dwipa pada waktu itu masih merupakan hutan belantara yang teramat lebat bahkan sampai matahari tidak mampu menerobosnya walaupun disiang hari , sehingga hutan selalu dalam kegelapan. penduduk Bali sangat jarang dan mereka hidup di tengah tengah hutan belantara sebagai pertapa sepanjang hidupnya , untuk mencari suara dalam sepi dan mencari terang dalam kegelapan. mereka makan dari daun daunan, tidak memakan buah buahan yang manis, dan tidak juga makan mahluk hidup yang berjiwa. mereka semua tahu jenis pohon yang daunnya dapat dimakan , yang beracun, maupun yang memiliki khasiat obat obatan. tujuan hidupnya hanya satu yaitu melanjutkan tradisi leluhurnya ( Pustaka Parampara Seruling Dewata, sloka 4-6 ).

Pada masa Bumi Lawas ini di Bali Dwipa hanya ada sebuah Perguruan yang maha besar yang meliputi seluruh Bali Dwipa. keberadaan perguruan ini bebas, tanpa ikatan, tidak saling mengenal namun merasa diri satu. Perguruan tunggal ini diberi nama Paguron Sunia Nala Twara. dan sejalan dengan perkembangan waktu, timbul keinginan mereka untuk melestarikan dan mewariskan ilmu atau kepandaian yang dimilikinya . untuk itu mereka mulai menghimpun kepandaian masing masing dalam himpunan ilmu Kesakten. kelompok kelompok pertapa dengan ilmu yang aneh aneh dan teramat dahsyat mulai bermunculan . kelompok yang kecil membentuk kelompok yang lebih besar dan sampai akhirnya terbentuklah dua kelompok besar di Bali Dwipa , yaitu Paguron Surya dan Paguron Ardha Candra, Paguron Surya memiliki 11 cabang dan Paguron Ardha Candra memiliki 12 cabang dan salah satu cabang dari Paguron Ardha Candra adalah Paguron Suling Dewata yang meiliki 72 jenis ilmu silat ( Pustaka Parampara Seruling Dewata, sloka 14-18 )

Masyarakat Bali patut berbangga hati bahwasanya para leluhur Bali terdahulu telah mewariskan tradisi adi luhung, yang hingga kini tetap dilakukan secara turun temurun melalui parampara Paiketan Paguron Suling Dewata. Tradisi luhur ini pernah menjadikan Pulau Bali yang kita cintai sebagai Pancer Spiritual Dunia. Tidak itu saja, kehebatan Ilmu Silat Bali Kuno yang berasal dari pertapaan Chandra Parwata juga pernah menggegerkan dunia persilatan. Bukan di Nusantara saja, bahkan hingga ke manca negara seperti Langkapura, Jambu Dwipa, Tionggoan , Tibet , Butan, Kuroyewu, Jepun dan negeri-negeri lainnya pernah merasakan kehebatan Ilmu Silat Bali Kuno ini, bahkan ada suatu kesepakatan tidak tertulis diantara para pesilat terdahulu bahwa jangan pernah merasa hebat sebelum mencoba kehebatan pesilat-pesilat Gunung Watukaru. Namun seiring perkembangan jaman, keagungan tradisi Bali Kuno seolah tinggal kenangan. Bahkan masyarakat Bali sendiri menganggap semua itu sebagai cerita yang belum tentu kebenarannya. Sungguh sangat memprihatinkan. Tradisi yang begitu mulia sebagai cermin keagungan pulau Bali ternyata hampir punah dimakan jaman, namun keberuntungan para sesepuh Paiketan Paguron Suling Dewata tetap menjaga dan melestarikan tradisi luhur tersebut secara turun temurun melalui garis perguruan yang murni, sehingga tradisi luhur Bali Kuno tidak sampai hilang ditelan bumi.

Pada tahun 1985, Paiketan Paguron Suling Dewata bergabung dalam IPSI dan berubah nama menjadi Perguruan Seruling Dewata . Walaupun dengan tertatih, namun perguruan ini tetap melanjutkan misinya memperkenalkan kembali tradisi luhur peninggalan para leluhur terdahulu kepada masyarakat. Saat ini Ki Nantra ( Drs I Ketut Nantra ) yang merupakan sesepuh Generasi IX Paiketan Paguron Suling Dewata, merupakan pewaris dari tradisi luhur Bali Kuno tersebut, diipundak beliau tergantung tugas dan tanggung jawab yang sangat berat agar tradisi luhur tersebut tidak sampai punah.

kini sebuah Pesraman kecil nan sederhana yang berlokasi di Desa Bantas Bunut Puhun yang asri dan sepi , terletak di Kecamatan Selemadeg timur, Kabupaten Tabanan propinsi Bali , telah di bangun atas sumbangan para siswa perguruan yang semakin hari semakin banyak berdatangan dari segala penjuru Bali Dwipa maupun dari luar Bali untuk belajar serta ikut melestarikan warisan adi luhung yang telah diwariskan oleh leluhur Bali Dwipa dari Paiketan Paguron Suling Dewata.

Silat Tapak Suci Sembilan Dewa di Ulang Tahun Seruling Dewata

*

Latihan di Pasraman Seruling Dewata

*

Ki Nantra beserta para Pendeta & Pedanda di Ulang Tahun Seruling Dewata

*

Gunung Watukaru. Sumber Pengetahuan Lahir Batin Bali.

***

Artikel terkait :

Prosedure Darurat Gempa Bumi
Krakatau (Indonesia)
Krakatau (English)
Earthquake Emergency Procedure
Earthquake Cloud
Awan Gempa
Tanda-Tanda Dari Hewan Terhadap Bencana Alam
Animal Signs of Natural Disaster
Orbs (English)
Orbs (Indonesia)
Dialog Dengan Orbs
Kelas Yoga & Singing Bowl (Genta Tibet)
Yoga Class
Pengertian Yoga
Asanas Yoga, Jiwa Gembira Melalui Gerakan-Gerakan Tubuh
Asanas Yoga. Healthy & Happy of Body & Soul
Prenatal Yoga
Yoga Ibu Hamil
Meditasi
Rileksasi Dalam
Meditation
‘Ancient Tantra Kriya Yoga’ & ‘Energy Transformation Micro – Macrocosm’ Workshop
Deep Inside ‘Nyepi’ – Silence Day (Hindu Lunar New Year)
Yin Yoga & Consciousness Meditation at the STONES, Kuta, Bali
The Studio Wellness Program at the STONES, Kuta, Bali
Teri Fish & Honey Fried Rice
Heart, Hands & Orbs at Merapi Volcano, Central Java
Surya Candra Bhuana
Reiki di Pulau Dewata Bali
Nerang – Rain Stopper
Bali Classical Dance Course
Int’l Performance of I Putu Silaniyama
Pelatihan Perguruan Silat Tadjimalela
Prosesi ala PS Tadjimalela
Thanks for What We Have – Music Performance at the Orphanage
Berkaca pada Anak-Anak sebuah Kerukunan Antar Umat Beragama
Reflectiong on Children Innocence of a Harmony Life among People Different Religious
Gurindam Dua Belas
Boats & Ships during Kingdoms Era in Nusantara Archipelago
Perahu-Perahu di Masa Kerajaan Nusantara
Asal-Usul Bahasa Nasional, Bahasa Indonesia
Lahirnya Pancasila 1 Juni 1945
Dialog Dengan Orbs
Kesadaran Kosmos & Zona Photon
Proyeksi Nusantara
The Gaia Project 2012 (Indonesia)
The Gaia Project 2012 (English)
Wejangan Leluhur
Jati Diri & Rasa
Sejarah Bangsa & Tanah Air Indonesia (Purbakala/The Last Continent)
Garuda Pancasila
Bhinneka Tunggal Ika
Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia
15 Sifat Kepemimpinan Mahapatih Gajah Mada dalam Negara Kertagama oleh Mpu Prapanca
Karya Nyata Gotong Royong
19 Unsur Proses Perjalanan Rohani
Metta Karuna Pray

 

 

 

Karya Nyata Gotong-Royong

Oleh : SKTP

“Sudah saatnya orang bersih untuk berbaris,  karena hanya Tuhan yang bisa berdiri sendiri” !

Ini bukan sekedar kata-kata yang puitis tapi memang sesuatu yang harus diwujudkan bersama.

Sudah begitu banyak kita menyia-nyiakan waktu dan energi alam semesta yang memberi kita kehidupan, tapi kita isi dengan ide-ide atau gagasan yang hanya sampai pada alam pikir saja.

Padahal begitu banyak konsep gagasan yang baik dan bermanfaat bagi Bangsa dan Negara ini.

Mengapa ide atau gagasan itu hanya sampai pada alam pikir saja ? Mungkin perlu kita renungkan bersama agar para penggagas termotivasi dan tidak perlu menganggap diri mereka sebagai korban dari keadaan. Namun awalnya harus sepakat dulu bahwa keadaan itu untuk disikapi, sedangkan kenyataan itu untuk disiasati, disertai kesadaran bahwa kita tidak bisa melakukan sesuatu apapun tanpa orang lain atau dengan cara jalan sendiri-sendiri.

Para penggagas sama dengan alam semesta ini yang selalu memberi dan tidak pernah memiliki.

Jadi apapun yang timbul dari alam pikir seorang penggagas termasuk bagian dari pemikiran alam semesta ini. Tinggal bagaimana orang-orang yang diberi gagasan dalam alam pikirnya itu mampu memberi kembali dan tidak hanya menggenggam gagasan tersebut dalam tangannya sendiri.

Mengapa demikian ? Saat ini banyak gagasan yang tidak diwujudkan menjadi kenyataan karena adanya kepentingan bertentangan dari berbagai pihak. Maka sebagus atau sebaik apapun gagasan tersebut seolah-olah hanya angan-angan kosong belaka. Hal ini jelas mengakibatkan kekecewaan, kemarahan bahkan frustasi bagi orang-orang yang memang diberi bakat alam sebagai penerima ide dan gagasan dalam misi hidupnya. Dalam arti bukan ‘gagasan palsu’ ataupun ‘meniru berpikir’.

Setiap ide atau gagasan akan membawa perubahan-perubahan atau menciptakan paradigma atau pola pikir baru. Memang pada kenyataannya sulit untuk merubah paradigma atau cara berpikir orang lain karena sudah menjadi kebiasaan yang baku, sehingga mempengaruhi karakter mereka dalam melakukan pekerjaan atau tindakan. Hal ini semakin terlihat dalam tatanan kehidupan kita terutama di kalangan instansi dan lembaga pemerintah.

Kenyataan ini dilihat oleh para penggagas yang ingin menyumbangkan gagasannya pada Bangsa dan Negara ini. Tapi kekuatan dalam sistem yang ada sangat sulit ditembus untuk meloloskan gagasan tersebut. Mengapa ? Sebab mereka yang berada dalam sistem telah berbaris bersama membentuk kekuatan dalam cara pikir yang sangat baku dan sudah menjadi kebiasaan; sehingga “paradogma alam pikir” berkembang bagaikan virus untuk hanya mempertahankan kepentingan kelompoknya. Bagaimana mungkin orang-orang yang berpola pikir seperti itu dapat menjadikan negara ini maju dan membawa bangsa ini sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia ?

Apakah kita mampu bersaing dalam perang moneter yang masih terus berlangsung selama ini ? Tanpa bermaksud menghakimi tapi kenyataan itu memang apa adanya !

Namun apapun yang kita katakan tentang hal ini, mereka tetap saja bercokol dan seperti lingkaran setan membentuk kekuatan yang selalu berjaga-jaga agar sistem yang telah dibangun dengan akal-akalan itu tetap langgeng demi kepentingan kelompok atau golongannya.

Jadi jangan heran jika ada orang yang berseberangan dengan “cara mereka” pasti akan terlempar keluar dari arena permainan. Ini sudah berlaku umum dalam arena pemainan akal-akalan itu dan bukan rahasia lagi di dalam instansi-instansi pemerintah dan lembaga-lembaga Negara saat ini.

Kelebihan mereka adalah kekuatan akal-akalan, tapi kita tidak usah putus harapan karena tujuan para penggagas sesungguhnya adalah komitmen untuk berbuat yang bermanfaat bagi bangsa dan negaranya. Namun sayangnya, para  penggagas yang sesungguhnya masih belum mampu melihat kelemahan yang dimiliki dalam diri mereka sendiri, sehingga kelemahan inilah yang membuat orang-orang yang ada dalam kekuatan akal-akalan itu mampu menolak konsep atau gagasan baru untuk diwujudkan. Kalaupun ada yang diterima harus disesuaikan dengan “cara mereka”, sehingga hasilnya tidak dinikmati oleh umum tapi hanya untuk kepentingan kelompok mereka juga.

Bagaimana cara mengatasi kelemahan para penggagas ini ? Sederhana tapi agak sulit dilakukan.

Usaha yang sederhana ini perlu mendapat tempat istimewa di hati para dan penggagas ini, yaitu : keikhlasan berkorban untuk membentuk kekuatan atas kehendak dan tujuan yang sama; bukan hanya dari segi material dan pemikiran saja, tapi juga waktu dan tenaga; dengan cara berkumpul dan bergandengan tangan membentuk formasi yang kuat untuk mewujudkan gagasan-gagasan yang timbul dari masing-masing diri itu.

Mari kita duduk bersama dan kesampingkan dulu ego masing-masing untuk bisa saling mengisi kelemahan gagasan setiap individu agar menjadi kekuatan yang mampu membawa perubahan-perubahan yang sangat mendasar untuk kepentingan bersama.

Perlu disadari bahwa masing-masing manusia mempunyai kelebihan dan kelemahannya, tapi jika diisi dan diimbangi dengan paham “sepengertian walaupun tidak sepengakuan” dalam mengolahnya untuk menjadi wujud, maka dengan sendirinya akan tercipta Karya Nyata bagi kehidupan.

Dengan siapa para penggagas ini harus bekerja bersama ? Setiap gagasan yang timbul dari masing-masing orang harus ditampung sesuai dengan bidang keahliannya. Maka duduklah bersama para konseptor, agar gagasan itu bisa dituangkan dalam konsep yang tegas dan jelas untuk diwujudkan.

Para konseptor juga sangat penting peranannya untuk menjadi pemegang obor dan penunjuk arah dalam upaya mencapai tujuan. Para konseptor dan penggagas harus mempunyai wadah yang jelas sebagai alat untuk menampung orang-orang yang akan berjalan dengan tujuan yang sama itu.

Sudah, jangan terpisahkan lagi ! Kuasa dan Kehendak membangun serta memelihara harus benar-benar dihidupkan serta mengakar dalam karakter jiwa revolusioner patriotisme dan nasionalisme yang obyektif. Duduk bersama di satu meja yang sifatnya dinamis untuk maju ke depan dengan cara reformasi diri total : “tinggalkan kebiasaan buruk lama, pelihara kebiasaan baik lama dan ciptakan kebiasaan baik baru” ! Inilah sifat dari jiwa revolusioner sejati yang obyektif.

Sifat kuasa dan kehendak yang selalu ingin merusak dan bahkan membiarkan itu, jangan berjalan melenggang kangkung tanpa ada yang mengimbangi. Inilah tugas para konseptor dan penggagas untuk mengimbangi dengan sifat kuasa dan kehendak untuk membangun dan memelihara.

Caranya dengan sungguh-sungguh ber-Niat, ber-Tekad dan ber-Kehendak untuk Bersatu !

Ingat ! Dengan semangat seperti ini, dulu para leluhur kita membawa kita kepada kemerdekaan dan mampu menciptakan suatu bangsa yang mempunyai Negara lalu diakui oleh seluruh dunia.

Kita kurang berterima kasih pada leluhur bangsa ini untuk semua pengorbanan yang telah mereka berikan pada kita. Tidak salah jika kita selalu diberi cobaan melalui bencana-bencana alam saat ini.

Kita sudah terlanjur keenakan menerima kemerdekaan dan diakui sebagai bangsa yang mempunyai negara tapi lupa mengisi dengan perbuatan yang mengarah pada cita-cita yang sesungguhnya para Leluhur Pendiri Bangsa ini. Sepertinya dalam benak dan otak kita seakan kemerdekaan bangsa ini ada begitu saja. Dengarlah dengan suara hati jeritan para pendahulu kita yang telah berjuang untuk kita semua agar tidak menjadi manusia nomaden, manusia jajahan atau budak dari bangsa asing.

Demi semua itu para leluhur dan ksatria sejati rela mati memperjuangkan apa yang kita nikmati sekarang ini sebagai Bangsa Nusantara dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Konsep dan gagasan para pendahulu atau leluhur bangsa ini bukan hanya berhenti di alam pikir tapi diwujudkan guna mencapai tujuannya yaitu kemerdekaan dan menciptakan suatu bangsa yang mempunyai negara. Walaupun mereka berbeda dalam cara tapi menyatukan maksud dan tujuannya yang sama. Jangan lagi semua ini diremehkan karena kemerdekaan dan proses perjalanan bangsa dan negara ini bukan untuk kenikmatan sesaat. Maka semangat mempertahankan dan mengisinya dengan baik mutlak selalu diutamakan.

Perjalanan Bangsa ini masih panjang dan perjuangannya-pun tidak akan pernah berhenti.

Demikian juga hendaknya perjuangan para konseptor dan penggagas sebagai generasi penerus juga harus ikut bertanggung-jawab dalam proses perjalanan panjang ini yang nantinya akan diwariskan pada anak cucu dan generasi selanjutnya. Kita masih  diberi nafas dan waktu, berarti kesempatan untuk merubah sikap dan berpindah dari para-dogma alam pikir ke paradigma berpikir yang jernih, guna melalukan perbuatan yang benar dan wajar dengan menyatukan berbagai elemen masyarakat, baik dari segi multi-dimensi bidang akademis, bisnis dan politis, maupun dari sudut pluri-disiplin sektor primer (pertanian-peternakan, kehutanan & kelautan), sekunder (industri) dan tersier (jasa).

Para konseptor dan penggagas yang bukan akal-akalan harus mampu terus berjuang tanpa merasa lagi sebagai korban dari sistem dan keadaan. Kita harus sanggup keluar dari keadaan dan kondisi semacam apapun jika kenyataan itu pada dasarnya bisa disiasati.

Berjuanglah tanpa pamrih untuk kehidupan Bangsa dan Negara ini ! Jangan melayani mereka yang memang sifat dan tugasnya di dunia menebarkan kebencian serta menggoda agar sifat kebaikan tidak terwujud sementara kejahatan semakin kuat dipermukaan bumi demi kepentingan dari sifat kejahatan itu sendiri.

Buktikan dengan tindakan yang luhur dan nyata untuk menjadi teladan generasi di masa datang !

Orang bersih adalah yang memiliki akal sehat, hati nurani dan kehendak bebas sehingga mampu bersikap tegas, berpikir jelas dan bertindak lugas sebagai insan bebas, berbudaya dan beradab.

Orang bersih adalah yang mempunyai Rasa, Cipta dan Karsa yang serasi, selaras dan seimbang dalam etos pengabdian diri pribadi dengan etos pengabdiannya pada Bangsa dan Negaranya.

Intinya orang yang tidak bisa gembira dan tertawa serta menari-nari diatas penderitaan orang lain.

Jika para konseptor dan para penggagas ini sepakat untuk duduk bersama, berjalan bersama dalam satu payung yang sama guna menciptakan konsep yang jelas arah dan tujuannya, maka banyak hal yang dapat dilakukan dalam “kebersamaan” atas dasar kejujuran, keterbukaan dan keterusterangan.

Sifat “kebersamaan” yang identik dengan sifat “gotong-royong” semakin langka dan nyaris hilang.

Sifat kegotong-royongan dapat membawa kita pada nilai-nilai kehidupan yang lebih berbudaya dan beradab. Sejak zaman dahulu gotong royong tidak pernah digunakan untuk tujuan negatif. Gotong-royong dan kebersamaan adalah kebiasaan baik lama yang merupakan keunggulan daya saing kita serta mampu menciptakan nilai tambah.

Ciptakan kegiatan-kegiatan seperti sarasehan atau seminar sesuai dengan bidang keahliannya lalu bentuk unit-unit usaha untuk menunjang langkah bersama. Bentuk kebersamaan ini bisa dijadikan wadah atau lembaga studi yang kreatif, kooperatif dan kompetitif demi alokasi optimal sumber daya, dana dan data. Berikan yang bermanfaat bagi Bumi Ibu pertiwi, Bangsa dan Negara ini !

Tunggu apa lagi wahai saudaraku ? Berbarislah mulai saat ini, sekarang ini juga ! Perubahan akan selalu terjadi setiap saat dan membawa karakter berdasarkan : “waktu, bentuk, sifat dan tempat”.

Tidak ada apapun atau siapapun yang akan dikorbankan jikalau nilai-nilai luhur dalam kehidupan ditegakkan pada tempatnya. Bumi Ibu Pertiwi terus menangis, karena terus menerus menanggung perbuatan kita yang melampaui batas; sementara orang bersih yang ditunggu-tunggu masih saja berjalan sendiri-sendiri.

Percayalah dan Yakinlah bahwa perubahan yang terjadi akan berpihak pada mereka yang sungguh-sungguh mematuhi dan menjalankan perintah dan larangan sesuai dengan hukum tertinggi, yaitu Hukum Alam Semesta.

“Siapa yang menanam akan menuai dan perbuatan baik akan dibalas dengan kebaikan, serta perbuatan jahat akan dibalas juga dengan kejahatan sekalipun sebesar biji sawi”.

Selamat ber-Karya Nyata saudaraku ! Hukum Alam Semesta dan Bumi Ibu Pertiwi mendukung semua perubahan ini karena sudah lelah dianiaya. Alam Semesta akan serasi, selaras dan seimbang kembali menurut sifatnya bersama “orang bersih yang berbaris untuk bekerja dan berkarya” !

 

Artikel terkait :

Prosedure Darurat Gempa Bumi
Krakatau (Indonesia)
Krakatau (English)
Earthquake Emergency Procedure
Earthquake Cloud
Awan Gempa
Tanda-Tanda Dari Hewan Terhadap Bencana Alam
Animal Signs of Natural Disaster
Orbs (English)
Orbs (Indonesia)
Dialog Dengan Orbs
Kelas Yoga & Singing Bowl (Genta Tibet)
Yoga Class
Pengertian Yoga
Asanas Yoga, Jiwa Gembira Melalui Gerakan-Gerakan Tubuh
Asanas Yoga. Healthy & Happy of Body & Soul
Prenatal Yoga
Yoga Ibu Hamil
Meditasi
Rileksasi Dalam
Meditation
‘Ancient Tantra Kriya Yoga’ & ‘Energy Transformation Micro – Macrocosm’ Workshop
Deep Inside ‘Nyepi’ – Silence Day (Hindu Lunar New Year)
Yin Yoga & Consciousness Meditation at the STONES, Kuta, Bali
The Studio Wellness Program at the STONES, Kuta, Bali
Teri Fish & Honey Fried Rice
Heart, Hands & Orbs at Merapi Volcano, Central Java
Surya Candra Bhuana
Reiki di Pulau Dewata Bali
Nerang – Rain Stopper
Bali Classical Dance Course
Int’l Performance of I Putu Silaniyama
Pelatihan Perguruan Silat Tadjimalela
Prosesi ala PS Tadjimalela
Thanks for What We Have – Music Performance at the Orphanage
Berkaca pada Anak-Anak sebuah Kerukunan Antar Umat Beragama
Reflectiong on Children Innocence of a Harmony Life among People Different Religious
Gurindam Dua Belas
Boats & Ships during Kingdoms Era in Nusantara Archipelago
Perahu-Perahu di Masa Kerajaan Nusantara
Asal-Usul Bahasa Nasional, Bahasa Indonesia
Lahirnya Pancasila 1 Juni 1945
Dialog Dengan Orbs
Kesadaran Kosmos & Zona Photon
Proyeksi Nusantara
The Gaia Project 2012 (Indonesia)
The Gaia Project 2012 (English)
Wejangan Leluhur
Jati Diri & Rasa
Sejarah Bangsa & Tanah Air Indonesia (Purbakala/The Last Continent)
Garuda Pancasila
Bhinneka Tunggal Ika
Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia
15 Sifat Kepemimpinan Mahapatih Gajah Mada dalam Negara Kertagama oleh Mpu Prapanca
Karya Nyata Gotong Royong
19 Unsur Proses Perjalanan Rohani
Metta Karuna Pray

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.