15 Sifat Kepemimpinan Mahapatih Gajah Mada Dalam Kitab Negara Kertagama oleh Mpu Prapanca


    • Ya Wijina

      Artinya bijaksana penuh hikmah dalam menghadapi berbagai macam kesukaran, sehingga akhirnya selalu berhasil menciptakan ketentraman.

        • Ya Matriwira

          Artinya pembela negara yang berani tiada tada (bela diri, bela bangsa, bela negara).

            • Wicaksareng karsa

              Artinya bijaksana dalam segala tindakan. Kebijaksanaannya senantiasa terpancar dalam setiap perhitungan dan tindakan, baik ketika menghadapi lawan maupun kawan, bangsawan maupun rakyat.

                • Natangwan

                  Artinya memperoleh kepercayaan karena rasa tanggung jawabnya yang besar dan selalu menjunjung tinggi kepercayaan yang dilimpahkan.

                    • Satya Bhakti Aprabhu

                      Artinya bersifat setia dengan hati tulus ikhlas kepada negara. Setia dan bakti telah mendarah daging dalam hidupnya, sehingga segenap pikiran dan tenaganya dilimpahkan unutk mewujudkan kebesaran negara.

                        • Wagni Wak

                          Artinya pandai berpidato dan berdiplomasi mempertahankan atau meyakinkan sesuatu.

                            • Sarjawopasama

                              Artinya murah hati, berbudi pekerti baik, berhati emas, bermuka manis dan penyabar. Sifat ini pada umumnya ditemukan pada ahli-ahli politik serta diplomat ulung.

                                • Tan Halana

                                  Artinya selalu tampak gembira walaupun dalam dirinya sedang gundah atau terluka.

                                    • Dhirotsaka

                                      Artinya terus-menerus bekerja rajin dan sungguh-sungguh.

                                        • Dwiyacitta

                                          Artinya mau mendengarkan pendapat orang lain dan mau bermusyawarah.

                                            • Tan Satrisna

                                              Artinya tidak mempunyai pamrih pribadi untuk menikmati kesenangan yang bersifat gairah dan birahi.

                                                • Sih Samstabhuana

                                                  Artinya menyayangi seluruh dunia serta alam semesta

                                                    • Ginong Praditira

                                                      Artinya selalu mengerjakan yang baik dan membuang yang buruk serta selaluu mawas diri.

                                                        • Sumantri

                                                          Artinya menjadi ksatri yang jujur, baik dan santun.

                                                            • Anarsaken Musuh

                                                              Artinya bertindak memusnahkan lawan, tetapi senantiasa manjalankan politik kasih sayang, namun tak gentar menghadapi musuh yang mengganggu kedaulatan dan integritas negara.

                                                              * * *

                                                              Artikel terkait :

                                                              Wejangan Leluhur

                                                              Manusia Seutuhnya

                                                              Manusia & Fitrahnya

                                                              Kehidupan

                                                              Peranan Perempuan dalam Skenario Blueprint Pancasila

                                                              Makna Ilmu & Pengetahuan (bagian I)

                                                              Jati Diri & Rasa (bagian I)

                                                              Sejarah Bangsa & Tanah Air Indonesia (Purbakala/The Last Continent)

                                                              Berkaca pada kepolosan anak-anak sebuah kerukuan hidup antar umat beragama

                                                              Kebijaksanaan Dari Visi Kepemimpinan

                                                              Garuda Pancasila

                                                              Bhinneka Tunggal Ika

                                                              Proklamasi Kemerdekaan RI

                                                              Kesadaran Kosmik & Zona Photon (Photon Belt)

                                                              Proyeksi Nusantara

                                                              19 Unsur Proses Perjalanan Rohani

                                                              The Gaia Project 2012 (English)

                                                              The Gaia Project 2012 (Indonesia)

                                                              Yoga Class

                                                              Pengertian Yoga

                                                              Kelas Yoga & Singing Bowl

                                                              Reiki di Pulau Dewata Bali

                                                              Nerang – Rain Stopper

                                                              Rain Stopper

                                                              Senam Sehat Seumur Hidup

                                                              Orbs at Costume Party

                                                              by : Shangkala Team

                                                              After we (Shangkala Team) publish our articles about orbs (the understanding, the dialog with orbs & many orbs pictures), we meet some new people that also found orbs on their daily life, that they never expect before. We make some orbs discussion with them. So they have more understanding that orbs are guiding us. They are light creature from the universe that come to the people who have vision & mission related to the biggest earth changing, to the new purification of earth & universe. So, every man that have vision & mission in the world that related to these purification, will be guided by there light entities (orbs).

                                                              Here some orbs picture given by our friend. He had a costume party with his college at the Lembang Hotel in Bandung, West Java. Thanks dear friend for your interesting pictures. Ha ha ha so great!

                                                              orbs at costume party 00

                                                              orbs at costume party 01

                                                              orbs at costume party 02

                                                              *

                                                              With your simple digital camera, you can find the orbs. Find the positive moment, positive discussion, seminar, retreat, spiritual places, than follow your intuition to have the orbs. Have a great orbs hunting dear readers!

                                                              ; ) Light guide us

                                                              Shangkala

                                                              * * *

                                                              Related articles :
                                                              Orbs (English)
                                                              Orbs (Indonesia)
                                                              Dialog Dengan Orbs
                                                              Orbs at Wedding in Tangerang
                                                              Orbs in pencak silat community
                                                              Orbs at funeral
                                                              Orbs at K-Link seminar
                                                              Orbs at sky
                                                              Orbs at tour places & hotel
                                                              Orbs in spiritual community
                                                              Orbs at yoga class
                                                              Orbs at Bali party wedding
                                                              Orbs in Baduy Banten
                                                              Kelas Yoga & Singing Bowl (Genta Tibet)
                                                              Yoga Class
                                                              Pengertian Yoga
                                                              Asanas Yoga, Jiwa Gembira Melalui Gerakan-Gerakan Tubuh
                                                              Reiki di Pulau Dewata Bali
                                                              Nerang – Rain Stopper
                                                              Bali Classical Dance Course
                                                              Int’l Performance of I Putu Silaniyama
                                                              Pelatihan Perguruan Silat Tadjimalela
                                                              Prosesi ala PS Tadjimalela

                                                              Fly

                                                              by : A. Sari

                                                              From Her Book Poetry Collection :  “YOUTH SPIRIT”

                                                              * * *

                                                              Like a bird fly, in the blue of sky

                                                              Spread your wings friendly with the wings

                                                              Fly and reach the brighter star

                                                              Wipe out all of the doubtful

                                                              Bring your dreams at the galaxy

                                                              Don’t be afraid of the thunder

                                                              Don’t be damp cause of the rain

                                                              Don’t be broke cause of the storm

                                                              Their not gonna hurt you

                                                              Cause the sun shine your way

                                                              I’m not an angel but

                                                              Here I give my spirit

                                                              Here I always watch the sky

                                                              Here I’m your harmony

                                                              * * *

                                                              We have some poetry collections. If you’re able to draw or making music arrangement for our poetry collection, together we could make special art working performance. The performance could set for social or profitability aim.

                                                              Please contact us through email or facebook : artshangkala@gmail.com

                                                              Thanks !

                                                              * * *

                                                              Related articles :

                                                              Wake Up

                                                              Violin

                                                              Child

                                                              Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 1945

                                                              Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, diikrarkan pada tanggal 17 Agustus 1945 dan ditandatangani oleh Soekarno – Hatta selaku Proklamator yang mewakili seluruh bangsa Indonesia. Para Proklamator adalah Ketua dan Wakil Ketua, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Panitia Persiapan Kemerdekaan ini seluruhnya beranggotakan 27 orang terdiri dari tokoh – tokoh bangsa bangsa Indonesia, ialah :

                                                              1. Ir.Soekarno,

                                                              2. Drs. Mohamad Hatta,

                                                              3. Prof.Mr.Dr.Supomo,

                                                              4. Dr.K.R.T. Radjiman Wedioningrat,

                                                              5. R.P. Soeroso,

                                                              6. Mr. Soetardjo Kartohadikoesoemo.

                                                              7. K.H. Wahid Hasyim

                                                              8. Ki Bagoes Hadikoesoemo

                                                              9. Dr.Otto Iskandardinata

                                                              10. Abdul Kadir

                                                              11. Soeryohamidjojo

                                                              12. B.P.H. Poerobojo

                                                              13. Yap Tjwan Bing

                                                              14. Mr. J. Latuharhary

                                                              15. Dr. Amir

                                                              16. Abdul Abbas

                                                              17. Moch.Hasan

                                                              18. Hamdani

                                                              19. Ratulangi

                                                              20. Mr. Andi Pangeran

                                                              21. Mr. I. Gusti Pudja

                                                              22. R.A.A. Wiranatakoesoemah

                                                              23. Ki Hadjar Dewantara

                                                              24. Mr. Kasman

                                                              25. Sajuti

                                                              26. Mr. Iwa Koesoemah Soemantri

                                                              27. Mr. A.Subardjo Dokuritzu Zjumbi Tyoosakai

                                                              PPKI tersebut adalah kelanjutan dari Badan Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) atau Dokuritzu Zjumbi Tyoosakai yang dibentuk oleh Pemerintah Jepang. BPUPKI yang diketuai oleh Dr. K.R.T. Radjiman Wediodiningrat dan beranggotakan sebanya 62 orang tokoh perjuangan bangsa Indonesia, telah menyusun konsep-konsep yang menyangkut sendi-sendi kenegaraan dan pemerintahan antara lain: Rancangan Pembukaan Hukum Dasar, Rancangan Undang Undang Dasar, Rancangan Keuangan dan Perekonomian, Konsep Pembelaan Tanah Air dan Pembentukan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia.

                                                              Dokuritzu Zjumbi Tyoosakai, melangsungkan Sidang pertama dari tanggal 29 Mei sampai dengan 1 Juni 1945, yang antara lain menghasilkan Rancangan Undang Undang Dasar 1945 yang disetujui dengan suara bulat oleh para anggota. Dalam sidang-sidang ini, tidak ada seorang pun anggota yang menyangkal perlunya “pemerintahan daerah” dan tampaknya semua mengakui pentingnya pelaksanaan “desentralisasi” dalam negara Indonesia yang akan segera dibentuk. Kebulatan pendapat itu, menjelma dalam satu pasal Rancangan UUD-1945 tersebut yang bunyinya sama seperti pasal 18 UUD-1945 sekarang.

                                                              Kemerdekaan Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945, disaksikan juga oleh PPKI. Pada keesokan harinya tanggal 18 Agustus 1945, PPKI mengadakan Sidang dan menetapkan:

                                                              a)      Pembukaan Undang Undang Dasar 1945 ;

                                                              b)      Undang Undang Dasar 1945 ;

                                                              c)       Memilih Ir.Soekarno sebagai Presiden dan Drs.Mohamad Hatta sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia.

                                                              Pada sidang, tanggal 19 Agustus 1945 menetapkan :

                                                              a)      Pembentukan 12 Departemen Pemerintahan ;

                                                              b)      Pembagian Wilayah Indonesia dalam 8 Propinsi dan tiap Propinsi dibagi ke dalam Keresidenan-keresidenan, yang dalam hal ini diumumkan oleh Menteri Dalam Negeri R.I. (pertama) R.A.A. Wiranatakusumah.

                                                              Sumber hukum pemerintahan di daerah, terdapat di dalam batang tubuh UUD-1945 yang tercantum dalam Bab VI, Pemerintahan Daerah

                                                              Pasal 18 : “Pembagian daerah Indonesia atas daerah besar dan kecil, dengan bentuk susunan pemerintahannya ditetapkan dengan Undang-undang, dengan memandang dan mengingati dasar permusyawaratan dalam sistim pemerintahan negara, dan hak-hak asal-usul dalam daerah-daerah yang bersifat istimewa”.

                                                              Akan tetapi dalam teks penjelasan resmi yang dimuat dalam “Berita Republik Indonesia”, tahun II No.7, 15 Februari 1946 Bab VI, tidak disebut “Pemerintah Daerah” akan tetapi tertulis “Pemerintahan Daerah”, di mana untuk pasal 18 UUD-1945 tersebut dijelaskan sebagai berikut :

                                                              1. Oleh karena Negara Indonesia itu suatu “eenheidsstaat”, maka Indonesia ta ‘kan mempunyai daerah di dalam lingkungannya yang bersifat “Staat” juga. Daerah Indonesia akan dibagi dalam daerah propinsi, dan daerah propinsi akan dibagi pula dalam daerah yang lebih kecil. Daerah-daerah itu bersifat autonoom (streek dan local rechtgemeenschappen) atau bersifat daerah administrasi belaka semuanya menurut aturan yang akan ditetapkan dengan Undang – Undang. Di daerah-daerah yang bersifat autonoom akan diadakan badan perwakilan daerah oleh karena di daerahpun pemerintahan akan bersendi atas dasar permusyawaratan.
                                                              2. Dalam territoir Negara Indonesia, terdapat kurang lebih 250 “zelf besturende lanschappen” dan Volksgemeenschappen, seperti desa di Jawa dan Bali, nagari di Minangkabau, dusun dan marga di Palembang dan sebagainya. Daerah-daerah itu mempunyai susunan asli, dan oleh karenanya dianggap sebagai daerah yang bersifat istimewa. Negara Republik Indonesia menghormati kedudukan daerah-daerah istimewa tersebut dan segala peraturan negara yang mengenai daerah itu, akan mengingati hak-hak asal-usul daerah tersebut.

                                                              Setelah PPKI menetapkan Undang – Undang Dasar dan mengangkat Presiden dan Wakil Presiden, langkah selanjutnya adalah membentuk Komite Nasional sebagai pelaksanaan “Aturan Peralihan” Pasal 4 Undang-Undang Dasar 1945 yang berbunyi sebagai berikut:

                                                              “Sebelum majelis Permusyawaratan Rakyat, dan Dewan Pertimbangan Agung dibentuk menurut Undang – Undang Dasar ini, segala kekuasaannya dijalankan oleh Presiden dengan bantuan sebuah Komite Nasional”. Dengan demikian kekuasaan MPR,DPR dan DPA dalam masa peralihan tersebut dipegang oleh Presiden yang dibantu oleh Komite Nasional, sehingga Presiden bersama-sama Komite Nasional dapat membuat Undang-Undang”.

                                                              Dalam rapat PPKI tanggal 23 Agustus 1945, ditentukan secara jelas kedudukan dan tugas Komite Nasional sebagai berikut :

                                                              1. Komite Nasional dibentuk di seluruh Indonesia dengan pusatnya di Jakarta
                                                              2. Komite Nasional adalah penjelmaan kebulatan tujuan dan cita-cita bangsa Indonesia yang berdasarkan kedaulatan rakyat.
                                                              3. Komite Nasional di pusat memimpin dan memberi petunjuk kepada Komite-komite Nasional di daerah. Dimana perlu, di daerah didirikan pusat daerah, yaitu untuk Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera, Borneo, Sulawesi, Maluku, Sunda kecil.
                                                              4. Komite Nasional di pusat, dipusat daerah dan di daerah dipimpin oleh seorang Ketua dan beberapa anggota pengurus, yang bertanggung jawab kepada Komite Nasional. Buat pertama kali, untuk Ketua Pusat Daerah, ditetapkan oleh Pemimpin Besar Ir. Soekarno.
                                                              5. Usaha Komite Nasional ialah :
                                                              • menyatakan kemauan rakyat dari segala lapisan dan jabatan supaya terpadu pada segala tempat di seluruh Indonesia, persatuan kebangsaan yang bulat dan erat ;
                                                              • membantu menenteramkan rakyat dan turut menjaga keselamatan umum ;
                                                              • membantu pemimpin dalam penyelenggaraan cita – cita bangsa Indonesia, di daerah membantu Pemerintah Daerah untuk kesejahteraan umum.

                                                              Pada tingkat Pemerintah Pusat, Komite Nasional Pusat dilantik oleh Presiden Soekarno pada tanggal 29 Agustus 1945, Komite ini beranggotakan 150 orang. Sebagai intinya ialah anggota-anggota PPKI yang kemudian ditambah dengan pemimpin – pemimpin rakyat dari segala golongan/aliran/lapisan, pangreh praja, alim ulama, kaum perserikatan, pemuda, kaum dagang, dan lain – lain. Komite Nasional Pusat ini, semula merupakan pembantu Presiden untuk mengerjakan pelbagai hal. Garis Garis Besar Haluan Negara (GBHN) Kedudukan Komite Nasional Pusat (KNP) di atas berlangsung sampai tanggal 16 Oktober 1945. Pada hari itu juga keluarlah maklumat Wakil Presiden No.X yang menetapkan bahwa :

                                                              a)      Sebelum Majelis Permusyawaratan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat terbentuk, KNP diserahi kekuasaan legislatif dan ikut menetapkan Garis Garis Besar Haluan Negara (GBHN);

                                                              b)      Berhubung dengan gentingnya keadaan, pekerjaan KNP sehari-hari dijalankan oleh Badan Pekerja ( Working Commitee ) yang yang dipilih diantara anggota – anggota KNP dan bertanggung jawab kepada KNP.Merebut Kekuasaan Sipil Dari Tangan Jepang Setelah pada tanggal 30 Oktober 1945, Badan Pekerja KNP mengeluarkan Pengumuman No.2, mengenai RUU tentang kedudukan Komite Nasional Daerah (KND) yang disetujui oleh Presiden.

                                                              Maka pada tanggal 23 November 1945 ditetapkanlah Undang-Uandang 1945 Nomor 1 yang bertujuan untuk menarik kekuasaan pemerintah dari tangan Komite Nasional Daerah (KND). Penjelasan Undang-Undang No.1 Tahun 1945 tersebut, edaran tertulisnya disusun oleh Mr. Hermani dari Departemen Dalam Negeri yang juga menjadi Wakil Pemerintah dalam perundingan dengan Badan Pekerja KNP.

                                                              Tujuan pertama bagi diadakannya UU 1945/1, ialah untuk menarik kekuasaan pemerintahan dari tangan KND. Hal ini didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut :

                                                              a)      Semula KND dibentuk sebagai pembantu pemerintah daerah di masa kekuasaan sipil, pangrehpraja, polisi, dan alat-alat pemerintah lainnya masih di tangan Jepang ;

                                                              b)      Setelah kekuasaan sipil dapat direbut dari tangan Jepang, KND dalam prakteknya mengganti pangreh praja dan polisi disamping pangreh praja dan polisi sebenarnya yang menjadi pegawai RI;

                                                              c)       Dualisme yang demikian itu sangat melemahkan kedudukan dan kekuasaan pangrehpraja dan polisi sebagai alat – alat pemerintahan yang resmi.

                                                              Oleh karena itu tiba saatnya untuk mengembalikan tugas pekerjaan Komite Nasional Daerah (KND) kepada alat – alat pemerintah yang sebenarnya.

                                                              Selanjutnya, sesuai dengan semangat kedaulatan rakyat yang sedang berkobar dan selekas mungkin harus diberi tempat, maka KND yang terdiri dari wakil – wakil segenap rakyat dijelmakan menjadi Badan Perwakilan Rakyat Daerah (BPRD). Untuk perubahan sifatnya tidak perlu diadakan pemilihan baru, karena kedudukan yang ditetapkan sifatnya sementara, yaitu sampai terselenggaranya Pemilihan Umum. Dengan diubahnya KND menjadi badan legislatif, maka untuk selanjutnya badan tersebut hanya bertugas membuat peraturan-peraturan daerah dan tidak lagi mengurus bermacam-macam soal pemerintahan sehari-hari.

                                                              Dalam menetapkan peraturan – peraturan daerah, BPRD dari pelbagai daerah mempergunakan bermacam-macam nama, misalnya dengan istilah : Maklumat, Peraturan, atau Aturan, bahkan ada daerah yang memberi judul kepada peraturan daerahnya dengan istilah Undang-Undang. Dalam mengatur dan mengurus rumah tangganya, tiada batas yang tegas antara wewenang daerah berdasarkan otonominya dan wewenang yang dijalankan oleh Kepala Daerah, dalam rangka dekonsentrasi.Hubungan kekuasaan antara Pemerintah Pusat dengan daerah-daerah otonom pada waktu itu juga belum tegas.

                                                              Mosi Dari Kabupaten Bandung Pelbagai Kementerian atau Jawatan Pemerintah Pusat sering membuat peraturan yang harus dijalankan oleh daerah. Bagi daerah ini merupakan “medebewind”. Tapi dalam membuat peraturan itu, daerah-daerah tidak diajak berunding, sehingga pelaksanaan pera turan itu terasa menyulitkan daerah.

                                                              Pernah terjadi adanya peraturan-peraturan atau keputusan-keputusan Pusat dalam bidang kepegawaian yang menimbulkan reaksi daerah. Dengan mosinya tertanggal 30 Januari 1947, Badan Eksekutif KND Kabupaten Bandung, mendesak kepada kementerian-kementerian dan jawatan – jawatan pemerintah, agar apabila membuat peraturan – peraturan yang harus dijalankan daerah otonom, pemerintah daerah bersangkutan supaya diajak berunding sebagaimana mestinya berdasarkan atas hak otonominya dan juga mengingat dasar demokrasi Negara Republik Indonesia.

                                                              Mosi ini, kemudian, didukung sepenuhnya oleh Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Garut. Banyak hal mengenai pemerintahan daerah tidak diatur dalam UU tersebut, sehingga pada umumnya peraturan-peraturan dari masa lampau, masih dijadikan pegangan.

                                                              Disamping banyak pula DPRD tidak mengetahui tugas kewajiban dan batas – batas wewenangnya, hingga sering lebih memperhatikan masalah – masalah politik yang termasuk bidang kerja Pemerintah Pusat. Termasuk, kedudukan daerah istimewa hingga saat itu juga belum diatur dengan tegas. Oleh karena itu terasa, waktu itu, sangat perlunya dibuat peraturan yang baru sebagai pelaksanaan yang sesungguhnya daripada pasal 18 Undang Undang Dasar.

                                                              * * *

                                                              Artikel terkait :

                                                              Wejangan Leluhur

                                                              Manusia Seutuhnya

                                                              Manusia & Fitrahnya

                                                              Kehidupan

                                                              Peranan Perempuan dalam Skenario Blueprint Pancasila

                                                              Makna Ilmu & Pengetahuan (bagian I)

                                                              Jati Diri & Rasa (bagian I)

                                                              Sejarah Bangsa & Tanah Air Indonesia (Purbakala/The Last Continent)

                                                              Berkaca pada kepolosan anak-anak sebuah kerukuan hidup antar umat beragama

                                                              Kebijaksanaan Dari Visi Kepemimpinan

                                                              Garuda Pancasila

                                                              Bhinneka Tunggal Ika

                                                              15 Sifat Kepemimpinan Mahapatih Gajah Mada dalam Negara Kertagama oleh Mpu Prapanca

                                                              Kesadaran Kosmik & Zona Photon (Photon Belt)

                                                              Proyeksi Nusantara

                                                              19 Unsur Proses Perjalanan Rohani

                                                              The Gaia Project 2012 (English)

                                                              The Gaia Project 2012 (Indonesia)

                                                              Yoga Class

                                                              Pengertian Yoga

                                                              Kelas Yoga & Singing Bowl

                                                              Reiki di Pulau Dewata Bali

                                                              Nerang – Rain Stopper

                                                              Rain Stopper

                                                              Senam Sehat Seumur Hidup

                                                              Asanas Yoga, Jiwa Gembira Melalui Gerakan-Gerakan Tubuh

                                                              Oleh : A. Sari


                                                              Asal Gerakan Asanas

                                                              Pengertian asanas dalam Yoga secara umum adalah postur-postur tubuh atau gerakan-gerakan tubuh tertentu. Gerakan-gerakan ini dulunya diilhami dari berbagai macam hal yang tersedia di alam, seperti gerakan kucing yang menggeliat, kodok loncat, anjing berdiri tegak, bunga yang mekar, kokohnya pohon besar di hutan, teratai di atas kolam, angin bertiup sepoi, ombak di lautan, matahari bersinar, bulan yang tenang, bintang berkelap-kelip, dan semua hal yang disediakan alam pada manusia.

                                                              Karenanya gerakan-gerakan asanas yang kita lakukan dalam Yoga terasa sangat alamiah, nyaman, dan tidak menyakitkan, karena tidak dipaksakan. Sehingga Yoga sebenarnya dapat dilakukan sejak bayi, kanak-kanak, remaja, dewasa sampai manula. Gerakan-gerakan tersebut disesuaikan dengan setiap usia yang melakukannya.

                                                              Selain Tubuh & Otak, Manusia Punya Jiwa

                                                              Dalam aktivitas sehari-hari kita sangat melupakan jiwa. Rutinitas adalah kerjaan fisik rutin yang sudah sangat diingat otak kita. Kita menjadi seperti robot yang memiliki programnya masing-masing dan melakukan itu-itu saja. Roboticman. Itukah kita manusia?

                                                              Dalam diri manusia terdapat tubuh, pikiran dan jiwa. Bagaimana kita mengetahui kita memiliki jiwa? Yoga adalah salah satunya. Melakukan Yoga secara rutin, seperti keluar sejenak dalam kehidupan sehari-hari kita (urusan pekerjaan, urusan sekolah dan pendidikan, urusan rumah tangga), sebenarnya “sangat dibutuhkan jiwa”. Jiwapun mau merasakan. Perangkat jiwa yaitu tubuh & otak kita perlu hening sejenak. Jiwa mau diingat oleh tubuh dan otak.

                                                              Rasakan Jiwa pada Gerakan-Gerakan Tubuh

                                                              Di setiap kelas saya, saya memberikan contoh-contoh asanas. Para peserta mengikutinya secara teknis gerakan tersebut. Memang tahap ini dilakukan pada awal-awal pertemuan. Setelah kita dapat melakukan gerakan tersebut baik secara teknis, saya mengajak peserta tuk melakukan dengan jiwa. Untuk merasakan gerakan-gerakan tersebut.

                                                              Nafas yang kita hirup. Mengambil nafas dan keluar nafas. Rasakan nafas kita. Kemudian kita kombinasikan nafas kita dan gerakan-gerakan tubuh kita. Paduan dua hal itu bila kita lakukan dan hayati maka kita kan merasakan bahwa kita tak sekedar tubuh. Ada yang bergerak, menggerakkan tubuh kita secara alami dan nyaman. Itulah jiwa kita.

                                                              Setiap peserta dapat mencapai keadaan dan kesadaran ini berbeda-beda. Ada yang dapat merasakan gerakan tubuh dan nafasnya langsung dengan nyaman. Ada yang merasakan seperti tubuhnya bergerak dengan alamiah saja dengan cepat. Ada yang kesulitan melakukan gerakan karena tubuh kaku akibat selalu berjam-jam di kantor berada di depan komputer. Ada yang kesulitan dalam mengkoordinasikan antara gerakan dan nafas. Ada yang dengan ceria ketawa ha ha hi hi melihat kekonyolan gerakan-gerakan dirinya sendiri. Ada yang tubuhnya sangat sulit bergerak karena penyakit-penyakit yang dideritanya.

                                                              Yang diperlukan adalah keterbukaan diri kita dalam melakukan gerakan-gerakan ini. Tak peduli tubuh kita gemuk, kurus, usia remaja, manula, apapun keadaan diri sekarang, lenyapkan perasaan-perasaan tersebut. Bebaslah, bergembiralah! Karena Jiwa mau gembira, jiwa adalah bahagia. Ini kan membuka kesulitan-kesulitan pada tubuh yang kaku, pikiran yang tertutup, dan perasaan yang buruk. Sel-sel dalam tubuh kita kan gembira sehingga semua menjadi sehat.

                                                              Pada akhirnya para peserta yang dengan rutin melakukan Yoga, memiliki perkembangan baik. Dilihat dari keseimbangan tubuhnya, lebih lenturnya tubuh, lebih besarnya daya imun, dan keselarasan antara nafas dan gerakan-gerakan. Sehingga keadaan sehat & bahagia dapat dicapai tubuh dan jiwa.

                                                              Indoor & Outdoor Yoga

                                                              Dalam bulan-bulan awal, saya membawa peserta Yoga tuk beryoga indoor. Di dalam ruangan yang nyaman. Ini diperlukan agar fokus pada materi dan dapat menghayati dirinya dan kemudian dapat keselarasan pada seluruh peserta. Ini diperlukan untuk membentuk fondasi diri yang baik dan membentuk kekuatan kelompok yang mantap.

                                                              Bila hal tersebut sudah dicapai, saya mengajak kelas saya Yoga ke luar, outdoor di alam. Yoga outdoor akan membawa kita lebih bebas, lebih berenergi, dan melatih kita tuk menyatu dengan alam.

                                                              Kami bisa saja ke tempat yang terdekat seperti di taman kota. Bila dalam taman kota terdapat banyak pohon besar, udara bersih dan nyaman, tidak begitu ramai, rasanya cukup memenuhi syarat untuk Yoga ourdoor.

                                                              Kami dapat pula pergi ke pemandian air mineral panas (Hot spring mineral water) di pegunungan. Untuk merasakan kealamiahan lebih dalam. Atau kami dapat melakukannya di pantai! Materi outdoor Yoga adalah seperti biasa melakukan Yoga sekitar satu jam. Kemudian masing-masing dapat mandi berendam.

                                                              Kelompok peserta Yoga senior yang dapat saya lihat perkembangannya. Saat melakukan gerakan-gerakan asanas dengan nafas yang sudah selaras, kami merasakan pohon-pohon sekitar kami juga ikut bergerak. Bunga-bunga mengeluarkan harumnya. Serangga tanah berderik-derik. Angin bertiup-tiup pada kami dan sekeliling kami. Ini keadaan selaras antara kami para peserta yoga dan alam sekitar kami yang ikut bergerak, ceria, mengalun. Bambu, pepohonan, daun-daun, air kolam pemandian, bunga, dan diri kami adalah sama. Inilah salah satu makna Yoga, yaitu penyatuan, dalam hal ini menyatu dengan alam.

                                                              Salam Sehat Bahagia.

                                                              * * *

                                                              Lebih lanjut mengenai kelas Yoga, silahkan buka link ini :

                                                              Yoga Class

                                                              Kelas Yoga & Singing Bowl

                                                              Pengertian Yoga

                                                              Artikel Terkait :

                                                              Orbs at Yoga Class

                                                              Manusia & Fitrahnya

                                                              Yoga & Book Discussion

                                                              Reiki di Pulau Dewata Bali

                                                              Senam Sehat Seumur Hidup

                                                              Bali Classical Dance Course

                                                              Int’l Performance of I Putu Silaniyama

                                                              Badung Market, Bali

                                                              Nerang

                                                              Rain Stopper

                                                              Seniman Pelukis Tokoh-Tokoh Besar Dunia

                                                              Perguruan Silat Tadjimalela

                                                              Pelatihan PS Tadjimalela

                                                              Prosesi Ala PS Tadjimalela

                                                              Pengalaman Pelatih Silat Lokal di Kancah Global

                                                              Momen Pelatihan dan Kejuaraan Timnas Indonesia

                                                              PS Tadjimalela – Konsolidasi Batin dalam Halal bi Halal

                                                              Pasar Badung, Bali

                                                              Badung Market, Bali

                                                              Wejangan Leluhur

                                                              Manusia Seutuhnya

                                                              Makna dari ‘Ilmu’ & ‘Pengetahuan’ (Bagian I)

                                                              Proyeksi Nusantara

                                                              Kehidupan

                                                              Manusia dan Fitrahnya

                                                              Peranan Perempuan dalam Skenario Blueprint Pancasila

                                                              Kebijaksanaan dari Visi Kepemimpinan

                                                              Jati Diri & Rasa

                                                              Berkaca pada Kepolosan Anak-Anak Sebuah Kerukunan Antar Umat Beragama

                                                              Kesadaran Kosmos & Zona Photon

                                                              19 Unsur Proses Perjalanan Rohani

                                                              The Gaia Project 2012 (Indonesia)

                                                              The Gaia Project 2012 (English)

                                                              Sejarah Bangsa & Tanah Air Indonesia (Purbakala/The Last Continent)

                                                              Garuda Pancasila

                                                              Bhinneka Tunggal Ika

                                                              Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia

                                                              Taize Glass Harp

                                                              Spa&Massage Therapy

                                                              Charlie Eagle – Native Spirit

                                                              Prehistoric Remains From Noelitic Stage

                                                              Data taken from Jakarta Historical Museum (Batavia Museum)

                                                              The main occupation of Neolitic society was farming, although hunting still continued. An arrowhead made of stone was found in an archeological excavation in Condet-Balekambang site.

                                                              The Neolitic stage in geater Jakarta, dates back to 3000 – 1000 B.C. During this period, men had already settled down and started farming. New tools were invented, such as stones adzes that carefully polished. It’s also called “tooth lightening” by the local people. A huge number of stone adzes in various sizes has been found in greater Jakarta (Jabotabek).

                                                              arrow head from excavation in Condet-Balekambang site

                                                              *

                                                              arrow head 00

                                                              *

                                                              arrow head 01

                                                              *

                                                              ‘Tooth-Lightening’ from Jabotabek sites

                                                              * * *

                                                              Related articles :

                                                              Peninggalan Prasejarah Zaman Bercocok Tanam

                                                              Peta Lokasi Situs Prasejarah di Daerah Aliran Sungai Ciliwung

                                                              Prehistoric Sites Along the Banks of Ciliwung River

                                                              Peninggalan Prasejarah Masa Perundagian

                                                              Prehistoric Remains from the Bronze-Iron Age

                                                              Peninggalan Prasejarah Zaman Bercocok Tanam

                                                              Menapaki Perjalanan Sunda

                                                              Ki Sunda di Tatar Sunda – Indonesia

                                                              Ki Sunda di Tatar Sunda

                                                              Kalender Sunda & Revisi Sejarah

                                                              Dalam Kenangan, Abah Ali Sastramidjaja

                                                              Ras Nusantara

                                                              Sejarah Bangsa & Tanah Air Indonesia (Purbakala/The Lost Continent)

                                                              Makanan Sunda

                                                              Susunan Warna Kasundaan

                                                              Amanat Galunggung Prabu Darmasiksa Leluhur Sunda

                                                              Ketika Jawa Bertemu Belanda

                                                              Prasasti Batu Tulis Bogor

                                                              Prasasti Ciarunteun Peninggalan Kerajaan Tarumanegara

                                                              Perbedaan Batu Tulis, Petilasan & Makam

                                                              Kebon Raya Bogor

                                                              Tokoh-Tokoh Galuh Menurut Wangsakerta

                                                              Galuh Berarti Putri Bangsawan atau Sejenis Batu Permata

                                                              Keberadaan Galuh Sepanjang Sejarahnya, Sang Manarah

                                                              Kerajaan Salakanagara

                                                              Kerajaan Tarumanagara

                                                              Kerajaaan Indraprahasta

                                                              Kerajaan Kendan

                                                              Kerajaan Galuh

                                                              Kerajaan Sunda

                                                              Wangsa Sanjaya

                                                              Kerajaan Saunggalah

                                                              Kerajaan Sunda-Galuh

                                                              Kerajaan Kuningan

                                                              Kerajaan Cirebon

                                                              Perang (Pasundan) Bubat

                                                              Kerajaan Sumedang Larang

                                                              Kerajaan Pajajaran

                                                              Kerajaan Sunda Kelapa – Jayakarta – Batavia

                                                              Kerajaan Banten

                                                              Kerajaan Talaga

                                                              Tabel Pemimpin Kerajaan Sunda, Galuh

                                                              Musik/Music

                                                              Musik Etnik Nusantara/Nusantara Ethnic Music

                                                              Musik Yoga, Meditasi & Terapi / Yoga, Meditation & Therapy Music

                                                              Peninggalan Prasejarah Zaman Bercocok Tanam

                                                              Data diambil dari Museum Sejarah Jakarta (Museum Batavia)
                                                              Pada masa bercocok tanam kegiatan utama masyarakat adalah bertani. Namun kegiatan lain seperti berburu masih dilakukan. Sebuah mata panah terbuat dari batu ditemukan dalam penggalian arkeologi di situs Condet-Balekambang.
                                                              Masa bercocok tanam di wilayah yang sekarang DKI Jakarta & Sekitarnya, dulu berkembang dari sekitar 3000 – 1000 SM. Masyarakatnya bercocok tanam dan menetap di perkampungan. Masa ini menghasilkan tradisi baru dalam pembuatan alat-alat yaitu, alat-alat batu berupa beliung persegi yang dihaluskan. Oleh penduduk setempat disebut “gigi geledek”. Berbagai bentuk dan ukuran beliung persegi ini telah ditemukan dan tersebar di banyak wilayah Jabotabek dalam jumlah yang sangat banyak.

                                                              alat-alat batu ditemukan di situs-situs Jabotabek

                                                              *

                                                              ‘gigi geledek’ yang ditemukan di situs-situs Jabotabek

                                                              *

                                                              gb.mata panah 00

                                                              *

                                                              gb : mata panah 01

                                                              *

                                                              mata panah dari situs Condet-Balekambang

                                                              * * *

                                                              Artikel terkait :

                                                              Peta Lokasi Situs Prasejarah di Daerah Aliran Sungai Ciliwung

                                                              Prehistoric Sites Along the Banks of Ciliwung River

                                                              Peninggalan Prasejarah Masa Perundagian

                                                              Prehistoric Remains from the Bronze-Iron Age

                                                              Prehistoric Remains from Neolitic Stage

                                                              Menapaki Perjalanan Sunda

                                                              Ki Sunda di Tatar Sunda – Indonesia

                                                              Ki Sunda di Tatar Sunda

                                                              Kalender Sunda & Revisi Sejarah

                                                              Dalam Kenangan, Abah Ali Sastramidjaja

                                                              Ras Nusantara

                                                              Sejarah Bangsa & Tanah Air Indonesia (Purbakala/The Lost Continent)

                                                              Makanan Sunda

                                                              Susunan Warna Kasundaan

                                                              Amanat Galunggung Prabu Darmasiksa Leluhur Sunda

                                                              Ketika Jawa Bertemu Belanda

                                                              Prasasti Batu Tulis Bogor

                                                              Prasasti Ciarunteun Peninggalan Kerajaan Tarumanegara

                                                              Perbedaan Batu Tulis, Petilasan & Makam

                                                              Kebon Raya Bogor

                                                              Tokoh-Tokoh Galuh Menurut Wangsakerta

                                                              Galuh Berarti Putri Bangsawan atau Sejenis Batu Permata

                                                              Keberadaan Galuh Sepanjang Sejarahnya, Sang Manarah

                                                              Kerajaan Salakanagara

                                                              Kerajaan Tarumanagara

                                                              Kerajaaan Indraprahasta

                                                              Kerajaan Kendan

                                                              Kerajaan Galuh

                                                              Kerajaan Sunda

                                                              Wangsa Sanjaya

                                                              Kerajaan Saunggalah

                                                              Kerajaan Sunda-Galuh

                                                              Kerajaan Kuningan

                                                              Kerajaan Cirebon

                                                              Perang (Pasundan) Bubat

                                                              Kerajaan Sumedang Larang

                                                              Kerajaan Pajajaran

                                                              Kerajaan Sunda Kelapa – Jayakarta – Batavia

                                                              Kerajaan Banten

                                                              Kerajaan Talaga

                                                              Tabel Pemimpin Kerajaan Sunda, Galuh