Setelah ke-12 Portal Terbuka

Oleh SKTP

image

Seluruhnya terkoneksitas dengan cahaya kosmik, maka perubahan yang sangat mendasar pada manusia, unsur elemen, dan semua mahkluk di bumi mulai diproses karena alat-alatnya sudah terpasang semua. Jadi frekwensi dan informasi matrik alam semesta ‘On’.

Setiap saat Energi keatif bekerja pada semua entitas fisik dan non fisik yang merupakan Satu kesatuan Tali Hidup ditingkat kosmik. Energi daya kreatif Mulai dibenahi krn spare partnya sudah tersedia. Alam semesta adalah Tekhnologi Hidup.

Naik meditasi kosmik, frekwensi Cahaya bisa diakses dengan Cahaya. Niat terhubung.

Kalau terus bertanya mesti ngapain dan mau diapain, kita hanya sebutir Debu di angkasa ini, maka dengan kerendahan hati kita mengakui Sang Gusti Maha Segalanya.

Kalau mau bertanya terus, pergi ke sumber pertanyaan, tapi lepaskan raga, berada di alam badan Rohani. Maka semua jelas.

Apapun Raga harus mengalami segala hal, agar jiwa mengalami Alam yang sesungguhnya pada saat ada raga ini.

Kalau tanya terus mesti ngapain, harus bagaimana, jawabannya ada dalam diri sendiri.

Saya aja capek, apalagi pembimbing=))

Kalau udah dikasih tahu tanya terus mesti apa, mau diapain, maka pikiranlah yang terus aktif dan pasti akibatnya ketakutan kekhawatiran mengambil alih rasa.

Jadi kalau tanya mau diapain, pergi dan jadilah badan rohani, asyiik juga he he he, maka latih terus diri raga untuk naik. Untuk kenal alam jiwa dan sukma di tingkat kosmik.

Tidak ada yang lebih asyyik selain jadi manusia apapun peranannya. Pahami dan hayati ini.

Manusia sudah lama hanya membaca pikirannya saja, seolah pikiran adalah panglima dalam dia mengusahakan kehidupan di alam dunia ini. Pada saat diberi bukti-bukti nyata, dan mujizat-mujizat maka mereka berpaling dan mengatakan, bahwa manusia yang bisa mengadakan mujizat adalah orang sakti, lalu berduyun-duyun mereka menghampiri nya.

Padahal jika mendengar suara hati dan merasakan alam jiwa dengan akal Budhi kemanusiaan maka manusia itu sadar bahwa ‘tidak ada yang lebih sakti dari HIDUP dan kehidupan kita sendiri’.

Kita belajar banyak dari kehidupan ini, dan Sang Gusti Yang Maha Agung Mengawasi CiptaanNYA.

Akan banyak orang yang akan menjawab pada saat kita bertanya ‘Saya harus berbuat apa?’. Mereka akan menjawab, ikut kami dan kami tahu kamu harus berbuat apa dan harus diapakan’.

Maka kita ikut dalam kebingungan karena ketidaktahuan.

Di situlah kita sebenarnya sudah memberikan hak kita, dan kita tidak lagi memiliki kehendak bebas, serta kesadaran.

Inilah perjalanan kita semua dulu. Tapi sekarang kita sudah kembali ke dalam diri kita, apakah kita tidak percaya dengan diri kita sendiri? Yang di dalamnya ada janji Primordial “Aku tiupkan RohKU”. Dan “Aku ciptakan manusia menurut rupaKU dan suatu saat kita akan kembali ke pada NYA”.

One response to this post.

  1. memang dan harusnya kita mengetahui hal itu agar kita juga tahu arti hidup kita,,🙂

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: