Wejangan Leluhur Nusantara 01 – Channeling November 2012

Oleh: SKTP

image

Pada sakti presiden sekarang, bisa goncangkan lempengan, datangkan angin puyuh, topan badai, banjir. Oalaaaah piye iki ngger.. Aduh nasibmu nak Obama kok kayak nak SBY yaa.

Ternyata, pemimpin itu benar wakil Gusti di muka Bumi yaa. Sang Gusti Maha Adil yaa, pemimpin disesuaikan dengan kesadaran masyarakatnya.

Terus Obama berkata hatinya: mengko tak paringi pelajaran kabeh untuk rakyatku. Sing sadar yo’oke’ ngikut karo aturanku, nek sing ora yo’okeh’ tenan🙂

Alam ning Amerika sak iki nyambut kemenangan Den Raden Obama, wah sampai sampai pantai ning Florida joged, ombake manut bablasss. California manut joged bareng, gonjang ganjing. Alaaah ngger! Bingung kabeh.

‘Rakyat Amerika memilih masa depan yang cerah’. Kita bangsa ini belum memilih. Kita belum sadari Hidup adalah Pilihan dan kita akan mengalami apa yg kita pilih. Kita belum memilih. Kita dalam persimpangan jalan, bingung, bingung, ahhh😥

Rakyat Indonesia belum memilih tujuan hidup sebagai Bangsa. Karena bingung rakyat jalan tanpa tujuan, menganiaya sesama dan merusak tatanan peradaban sebagai bangsa yg terdahulu sangat sangat jaya adil dan makmur sejahtera.

Panca sila rohnya sudah berjalan ke AS, untuk diterapkan bagi rakyat AS melalui seorang anak kehidupan bernama Obama.

Tanah Air Nusantara adalah Rahim Ibu Pertiwi yang mengandung Panca sila selama 350 tahun , tapi sekarang tidak dipakai malah disia-siakan.

Kita hanya slogan dan umbar nafsu kekuasaan semaya dan rakyat dalam ketidaktahuan berjalan dalam gelap, obor pemimpin hanyadinyalakan u.tuk kelompoknya, partainya, dan saudara serta anak keturunannya. Memperkaya diri sendiri dan terus makan dengan rakus, bahkan di saat kenyang mereka muntahkan, dan mereka tanpa jijik memakan muntahan-muntahannya sendiri, hanya karena takut orang lain akan memiliki apa yg mereka kuasai.

Tunggu saatnya!! Mereka yang angkara murka pada dirinya, sekalipun mereka kaya dan pintar tapi alam dengan kekuatannya lebih cerdas menyikapi kenyataan dan keadaan suatu kaum.

Agar kaum itu bangkit dan bangun dengan kesadaran baru, maka satu-satunya jalan pola lama, cara hidup lamaharusdibongkar bahkan dibersihkan.

Alam dengan hukum abadi, hukum sebab akibat tidak akan berdusta akan janjinya. Hukum sebab akibat tidak dapat ditawar dengan kekayaan dan kekuasaan. Sadarilah!!

Hayati dan pahami ini. Berapa kali kita diberi peringatan oleh kekuatan alam dengan berbagai peristiwa untuk keseimbangan, agar kita bangkit bersatu, tapi kita tidak menoleh sedikitpun akan peringatan itu.

Maka akhirnya peranan berganti, alam jadi saksi bagi manusia sesama manusia, yang saling membunuh sesama saudara sendiri, disebabkan kita tidak mengindahkan keseimbangan dan peringatan alam.

Leluhur pembimbing akan membimbing siapapun yang akan mau dibimbing. Para leluhur Nusantara ini adalah Maestro-Maestro Kehidupan yang menciptakan bangsa-bangsa besar di dunia, hingga adanya bangsa-bangsa lain saat ini.

Jika kita tidak mau dibimbing maka para Leluhur Nusantara akan membimbing pemimpin bangsa lain, karena Roh pembimbing tidak ada lagi pilih memilih, semua bergerak kemana Roh pembimbing bebas tidak terikat oleh ruang waktu, sifat dan bentuk dualisme seperti di dunia ini.

Semua Roh Pembimbing, Roh Pendamping dan Roh Pelindung, merupakan kreator alam semesta. Dan mereka sangat paham akan skenario Ilahi dalam tujuan penciptaan langit, bumi dan seluruh isinya.

Roh semesta menghargai HIDUP, tapi kita manusia Nusantara terus tertidur, dan terbangun hanya disaat lapar perut yang hanya sejengkal. Kuatir melarat, kuatir miskin, takut tidak kebagian, takut hidup, takut bencana, takut perubahan, takut…takut…dan selalu takut.

Kita akan terpuruk dan hancur dalam ketakutan. Bawah sadar kita menyimpan ketakutan, ketertindasan yang sangat dalam.

Kita memerlukan seseorang yang memiliki energi kekuatan dalam sabda perkataan yang membangunkan, membangkitkan jiwa-jiwa gelap menuju terang.

Peluk cinta kasih sayang untuk saudara-saudaraku semua. Bangkit Bangun dalam kesadaran baru, yang lebih baik dari kemarin.

Satu-satunya jalan kita ikuti dengan energi alam semesta dalam kesatuan untuk menyeimbangkan dan menyelaraskan. Kita memilih dan pilihlah untuk perubahan membangun dan memelihara kembali kehidupan ini.

Rendah hatilah, jangan merasa lebih dari yang lain, karena yg lain itu juga bagian dari kehidupan ini. Jika merasa lebih, memberilah, apapun memberilah. Karena Hidup bukan untuk mendapatkan sesuatu tapi memberikan sesuatu. Dan buahnya akan kita nikmati bersama-sama.

Dari Ilahi kita kembangkan kesadarannya agar dapat menjangkau kehidupan yang luas, karena jika kita memikirkan hanya sejengkal perut, maka Diri Ilahi kita juga akan memberi hanya untuk sejengkal perut keluarga kita.

Berbagilah ilmu dan pengetahuan, terutama pengalaman hidup ini. Pengalaman Hidup adalah nilai yang luhur jika kita berikan untuk kehidupan yang lebih baik, perilaku yang tertata dan teratur dalam sikap sebagai  anak-anak leluhur yang memiliki dasar Ageman yang kuat, berbudaya dan beradap.

Salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: