Archive for November, 2012

Wejangan Leluhur Nusantara 03, Channeling November 2012

image

Oleh: SKTP

Binatang-binatang di Bumi adalah mahkluk yang sangat cerdas. Saat ini banyak dari mereka yang sudah pergi berpindah ke dunia cahaya, kita saja yang menyebutnya langka atau musnah.

Salah satu kecerdasan yang mrk miliki adalah: mahkluk binatang mengetahui bahwa kematian bukanlah akhir dari segalanya. Mereka tahu bahwa mereka akan melanjutkan perjalanan. Mereka tidak menyiapkan pemakaman dan tidak cemas dimana mereka akan mati dan dikubur. Mereka percaya bahwa mereka dijaga. Mereka memiliki kebijaksanaan dan kepercayaan Alamiah.

Mereka pergi ke alam cahaya lebih dulu, mereka sangat mengetahui bahwa kwalitas hidup yang mereka dambakan tidak lagi sesuai dengan kehidupan mereka.

Mereka sangat khawatir karena mahkluk manusia yang seharusnya menjaga mereka sekarang ini sudah lupa menjaga ekosistim dan keselarasan hidup di Bumi. Apalagi akhir-akhir ini, mahkluk binatang sangat tidak menaruh respek pada mahkluk manusia. Mereka merasakan diperlakukan seakan-akan mereka benda mati, dan menjadi budak dari manusia. Berhak dibunuh, dianiaya dan dipotong tanpa perasaan.

Padahal binatang sesungguhnya diciptakan sebagai teman manusia di Bumi ini. Untuk kelangsungan benih-benih kehidupan manusia di bumi ini.

Keberadaan mahkluk binatang adalah untuk mengajarkan manusia cara hidup yang selaras dan seimbang dan tidak melampaui batas-batas hukum kehidupan. Tanpa mereka kita akan kehilangan dan terputus rantai kehidupan di Bumi ini.

Terdahulu semua candi-candi tempat tinggal para leluhur Nusantara dipenuhi simbol-simbol binatang. Mulai dari gajah, monyet, sapi, ular, singa dll. Semua itu adalah bukan hanya sekedar makna saja atau simbol belaka. Tapi kenyataan bahwa binatang-binatang itu hidup berdampingan sebagai teman kehidupan di Bumi ini.
“Wahai manusia Di Bumi ini kamu Lahir, di Bumi ini kamu mati, dan Di Bumi ini juga kamu akan di bangkitkan”
“Maka janganlah menganiaya sesama manusia dan janganlah kamu merusak Bumi, dimana kamu hidup di dalamnya”.

Mahkluk manusia dimuliakan di muka Bumi sebagai Khalifah yang menjaga kehidupan ini. Jadi sungguh manusia itu benar terbukti bahwa suatu saat mereka akan menganiaya Bumi yang terdahulu mereka sanggupi untuk menerima amanahNYA. Semua ketidak seimbangan adalah faktor kesadaran manusia.

Bayangkan: kita ada dalam rumah bersama keluarga kita, rumah tempat kita berlindung. Kalau rumah kita kotor, penuh debu, dll, kita bersihkan dengan menata lagi agar rapi dan nyaman. Kita menata dengan akal sehat dan pikiran jernih. Sebab kalau kita tidak waras dan tidak sadar, maka rumah itu bukan ditata ulang tapi malah kita bakar hangus. Nah inilah gambaran dari manusia yg ada di alam kebodohan.

Bumipun sama, Bumi adalah rumah bagi semua mahkluk. Bumi juga mahkluk hidup ciptaanNya. Bumi pun memiliki energi kesadaran. Manusia hidup di dalam Bumi sama dengan hidup dalam Rahim sang ibu. Karena Bumi memiliki kesadaran maka Bumi juga tahu cara menata ulang dirinya, agar mahkluk yg hidup di dalamnya bisa kembali seimbang dan tertata.

Bumi adalah inti daya dari kehidupan. Daya adalah energi yang hidup. Hidup harus memiliki daya, jika tidak ada lagi daya maka tidak ada lagi hidup.

Manusia sangat bernilai dan berharga. Manusia selain berharga dia juga harus menghargai dirinya, menghargai kendaraan fisiknya, menghargai sesama mahkluk yang ada di dalam Rahim Bumi. Dan tugas manusia yg paling utama adalah Hargailah Bumi, seprti dirimu sendiri bagaikan permata yang tidak ternilai harganya.

image

Wejangan Leluhur Nusantara 02, Channeling November 2012

Oleh SKTP
image

Para Leluhur dari alam tertinggi sedang menatap dari kejauhan ke planet Bumi. “Kami akan mengakses informasi dan mendapatkan informasi dari Bumi”. Lalu para leluhur mulai mewujudkan frekwensi dan vibrasi energi Cinta kasih sayang. Mereka meminta ijin dulu pada manusia-manusia di Bumi. Manusia-manusia yang berkesadaran akan mengetahui dan merasakan getaran vibrasi itu. Lalu mereka segera menyiapkan diri untuk menerima informasi dan memberi informasi.

Manusia yang berkesadaran akhirnya mengadakan pertemuan dengan frekuensi Cinta dari alam kosmik itu. Dan energi alam kosmik yang dibawa oleh para leluhur itu memasuki ruang dan waktu dengan ijin manusia yang berkesadaran, melui tubuh, indera-indera, mata dan bagian lainnya dari manusia untuk mengakses informasi di Bumi.

Setelah kehadiran mereka disadari oleh manusia berkesadaran, maka mulailah mereka bekerja membuka data yang mereka bawa dari alam kosmik. Dan membaca data yang ada di dalam alam mikro yaitu tubuh manusia.

Data dari alam kosmik akan ditinggalkan dalam tubuh manusia berkesadaran. Data dari manusia berkesadaran  akan di save dan di bawa ke kosmik.

Hubungan seperti ini sebenarnya terjadi setiap saat. Dan keberhasilan manusia berkesadaran untuk bisa mengakses data dan mendownload data dari alam kosmik tersebut hanya berhasil jika berdasarkan dengan frekuensi Cinta kasih sayang tanpa syarat.

Karena frekuensi para leluhur yang datang adalah para mahluk Cahaya yang Mulia yang sudah berevolusi dalam kehidupan terdahulu sangat tinggi dan sangat, sangat penuh dengan cinta kasih sayang yang dalam untuk Bumi.

Dengan frekuensi Cinta Kasih maka kita dapat membuka data kosmik yang dinamakan Akasik Record. *kitab kehidupan alam semesta.

Cahaya kosmic merupakan kumpulan dari Cahaya kesadaran mahluk-mahluk mulia, saat ini memancarkan frekuensi dengan vibrasi yang sangat intens. Karena mereka mengetahui bahwa Bumi sedang mengalami  perubahan proses evolusi yang makin meningkat.

Bumi mengalami evolusi karena Bumi adalah mahluk CiptaanNya. Sama seperti manusia dan mahluk hidup lainnya. Namun manusia berpikir sebatas pikirannya yang mengira-ngira tentang Bumi. Manusia berkesadaran akan melihat Bumi seperti dirinya dan rumahnya yang dia bangun dan dia rawat dengan baik. Karena dia sadar bahwa “di Bumi ini dia di lahirkan, di Bumi ini dia Mati, di Bumi ini dia akan dibangkitkan kembali”.

Saat ini sangat sulit manusia memahami bahwa mereka hidup berkali-kali sebagai manusia. Karena mereka lebih mementingkan identitas-identitas lain selain dirinya di Bumi ini.

Jika di antara kita belum dapat merasakan kehadirannya maka berkatalah dalam bhatin masing-masing bahwa: “Saya bersedia menyediakan tempat dan meniatkan untuk menerima energi kosmik bagi perkembangan kesadaranku dan bimbing aku agar aku dapat berevolusi ke tingkat kesadaran yang lebih tinggi”. Data dari alam kosmik akan ditinggalkan dalam tubuh manusia berkesadaran.

Data dari manusia berkesadaran akan di save dan di bawa ke alam kosmik. Jika kita belum siap untk menerimanya katakan : “Aku bukan bagian dari perubahan ini, dan aku menutup pintu bagi energi kosmik krn aku percaya akan ada jalan lain untuk aku”. Apapun yang akan kita tolak, kita tidak percaya atau kita ragu-ragu, tetap semuanya ada di dalam satu kesadaran inti di kosmik ini. Cahaya diatas Cahaya adalah sumber segalanya, yang Maha Kuasa, yang Maha Mengatur semua perubahan ini. Mau atau tidak mau, terpaksa atau tidak terpaksa kita akan tunduk kepada Penguasa aHukum Yang Tertinggi Penguasa Alam Semesta dan semua isinya.

Berlatihlah terus menciptakan aliran energi spiral pada cakra ajna. Dan selalu tersenyum pada dirimu dan setiap hal, agar kamu merasakan kebebasan dan nyaman bersama tubuh saat ini. Tubuh akan menyatu dengan jiwa dan jiwa akan menlindungi tubuh dengan Cahaya Rohaninya yang terhubung setiap saat dengan Cahaya kosmik. Cahaya kosmik akan membawa dan menyatukan semua itu dalam matrik-matrik Cahaya.

Manusia berkesadaran akan bekerja setiap saat di alam Cahaya dengan matrik Cahaya. Dan matrik Cahaya itu adalah ikatan bhatin yang dipenuhi dengan Cinta kasih, rahman rahim pada sesama mahkluk, umat manusia dan Bumi yang merupakan bagian dari Alam semesta ini.

Berabad- abad yang lalu butuh pelatihan yang luar biasa membuat matriks Cahaya ini. Tapi sekarang kita sedang banjir Cahaya yang mengalir terus menerus. Semakin banyak Cahaya yang masuk kedalam tubuh, semakin kamu merasakan kesatuan itu, dan tubuh fisik yang semakin kuat dan kesadaran tubuh fisik kita terbangkitkan agar kita tdk goyah dengan apapun yang terjadi saat evolusi bumi semakin mendekati puncaknya.

Tubuh fisik adalah kendaraan yang harus kita persiapkan untuk bersama-sama tubuh Cahaya merengkuh rasa Cinta dan rasa damai sejahtera menyambut perubahan ini.

({})

Wejangan Leluhur Nusantara 01 – Channeling November 2012

Oleh: SKTP

image

Pada sakti presiden sekarang, bisa goncangkan lempengan, datangkan angin puyuh, topan badai, banjir. Oalaaaah piye iki ngger.. Aduh nasibmu nak Obama kok kayak nak SBY yaa.

Ternyata, pemimpin itu benar wakil Gusti di muka Bumi yaa. Sang Gusti Maha Adil yaa, pemimpin disesuaikan dengan kesadaran masyarakatnya.

Terus Obama berkata hatinya: mengko tak paringi pelajaran kabeh untuk rakyatku. Sing sadar yo’oke’ ngikut karo aturanku, nek sing ora yo’okeh’ tenan 🙂

Alam ning Amerika sak iki nyambut kemenangan Den Raden Obama, wah sampai sampai pantai ning Florida joged, ombake manut bablasss. California manut joged bareng, gonjang ganjing. Alaaah ngger! Bingung kabeh.

‘Rakyat Amerika memilih masa depan yang cerah’. Kita bangsa ini belum memilih. Kita belum sadari Hidup adalah Pilihan dan kita akan mengalami apa yg kita pilih. Kita belum memilih. Kita dalam persimpangan jalan, bingung, bingung, ahhh 😥

Rakyat Indonesia belum memilih tujuan hidup sebagai Bangsa. Karena bingung rakyat jalan tanpa tujuan, menganiaya sesama dan merusak tatanan peradaban sebagai bangsa yg terdahulu sangat sangat jaya adil dan makmur sejahtera.

Panca sila rohnya sudah berjalan ke AS, untuk diterapkan bagi rakyat AS melalui seorang anak kehidupan bernama Obama.

Tanah Air Nusantara adalah Rahim Ibu Pertiwi yang mengandung Panca sila selama 350 tahun , tapi sekarang tidak dipakai malah disia-siakan.

Kita hanya slogan dan umbar nafsu kekuasaan semaya dan rakyat dalam ketidaktahuan berjalan dalam gelap, obor pemimpin hanyadinyalakan u.tuk kelompoknya, partainya, dan saudara serta anak keturunannya. Memperkaya diri sendiri dan terus makan dengan rakus, bahkan di saat kenyang mereka muntahkan, dan mereka tanpa jijik memakan muntahan-muntahannya sendiri, hanya karena takut orang lain akan memiliki apa yg mereka kuasai.

Tunggu saatnya!! Mereka yang angkara murka pada dirinya, sekalipun mereka kaya dan pintar tapi alam dengan kekuatannya lebih cerdas menyikapi kenyataan dan keadaan suatu kaum.

Agar kaum itu bangkit dan bangun dengan kesadaran baru, maka satu-satunya jalan pola lama, cara hidup lamaharusdibongkar bahkan dibersihkan.

Alam dengan hukum abadi, hukum sebab akibat tidak akan berdusta akan janjinya. Hukum sebab akibat tidak dapat ditawar dengan kekayaan dan kekuasaan. Sadarilah!!

Hayati dan pahami ini. Berapa kali kita diberi peringatan oleh kekuatan alam dengan berbagai peristiwa untuk keseimbangan, agar kita bangkit bersatu, tapi kita tidak menoleh sedikitpun akan peringatan itu.

Maka akhirnya peranan berganti, alam jadi saksi bagi manusia sesama manusia, yang saling membunuh sesama saudara sendiri, disebabkan kita tidak mengindahkan keseimbangan dan peringatan alam.

Leluhur pembimbing akan membimbing siapapun yang akan mau dibimbing. Para leluhur Nusantara ini adalah Maestro-Maestro Kehidupan yang menciptakan bangsa-bangsa besar di dunia, hingga adanya bangsa-bangsa lain saat ini.

Jika kita tidak mau dibimbing maka para Leluhur Nusantara akan membimbing pemimpin bangsa lain, karena Roh pembimbing tidak ada lagi pilih memilih, semua bergerak kemana Roh pembimbing bebas tidak terikat oleh ruang waktu, sifat dan bentuk dualisme seperti di dunia ini.

Semua Roh Pembimbing, Roh Pendamping dan Roh Pelindung, merupakan kreator alam semesta. Dan mereka sangat paham akan skenario Ilahi dalam tujuan penciptaan langit, bumi dan seluruh isinya.

Roh semesta menghargai HIDUP, tapi kita manusia Nusantara terus tertidur, dan terbangun hanya disaat lapar perut yang hanya sejengkal. Kuatir melarat, kuatir miskin, takut tidak kebagian, takut hidup, takut bencana, takut perubahan, takut…takut…dan selalu takut.

Kita akan terpuruk dan hancur dalam ketakutan. Bawah sadar kita menyimpan ketakutan, ketertindasan yang sangat dalam.

Kita memerlukan seseorang yang memiliki energi kekuatan dalam sabda perkataan yang membangunkan, membangkitkan jiwa-jiwa gelap menuju terang.

Peluk cinta kasih sayang untuk saudara-saudaraku semua. Bangkit Bangun dalam kesadaran baru, yang lebih baik dari kemarin.

Satu-satunya jalan kita ikuti dengan energi alam semesta dalam kesatuan untuk menyeimbangkan dan menyelaraskan. Kita memilih dan pilihlah untuk perubahan membangun dan memelihara kembali kehidupan ini.

Rendah hatilah, jangan merasa lebih dari yang lain, karena yg lain itu juga bagian dari kehidupan ini. Jika merasa lebih, memberilah, apapun memberilah. Karena Hidup bukan untuk mendapatkan sesuatu tapi memberikan sesuatu. Dan buahnya akan kita nikmati bersama-sama.

Dari Ilahi kita kembangkan kesadarannya agar dapat menjangkau kehidupan yang luas, karena jika kita memikirkan hanya sejengkal perut, maka Diri Ilahi kita juga akan memberi hanya untuk sejengkal perut keluarga kita.

Berbagilah ilmu dan pengetahuan, terutama pengalaman hidup ini. Pengalaman Hidup adalah nilai yang luhur jika kita berikan untuk kehidupan yang lebih baik, perilaku yang tertata dan teratur dalam sikap sebagai  anak-anak leluhur yang memiliki dasar Ageman yang kuat, berbudaya dan beradap.

Salam