Archive for January, 2010

Harapan Selamat

Oleh : Prof. DR. SISWADI

(Lukisan ‘Bunga Sang Hidup’ oleh Ciptaning)

Terbentang kelok jalan surga dan neraka
Berhimpit dalam batas yang kabur dan nyata
Banyak penuntun buta lerlagak tahu arah
Para arif menyapa kepada siapa yang patut
Tatanan iman dan kehidupan kehidupan punya kekuatan
Allah memberikan kesaksian wujud keseimbangan

Berlomba manusia ingin menguasai dunia
Bertipu daya dengan segala wajah pura-pura
Tak tahu dia, dunia main-main dan senda gurau
Banyak manusia tertipu sebelum dirinya menipu
Allah Maha Segalanya, jangan ditipu dalam waktu
Dia terang dalam bacaan bagi yang kenal hidup

Tertinggal semua harta dan jasad diakhir hayat
Manusia menghadap Allah dengan roh dan amalan
Hamba yang benar, ilmu yang benar dan amal saleh
Sebagai bukti pengabdian dimasa kehidupan
Hidup berharga sekaligus meniti jalan ke sorga
Selamat dunia dan akhirat, itulah cita-cita

* * *

Puisi terkait :
Violin
Child
Fly
Wake Up
Kala – Waktu
Aku – Dia
Beri Aku Penerang
Sentuhan Kalbu
Sang Waktu
Tak Tercela
Cinta
Dulu

Artikel terkait :
Kelas Yoga & Singing Bowl (Genta Tibet)
Asanas Yoga, Jiwa Gembira Melalui Gerakan-Gerakan Tubuh
Orbs at Yoga Class
Orbs & Light Beings in Ancient Tribe, Java-Indonesia
Conversation with the ORBS
Thanks for What We Have – Music Performance at the Orphanage

Advertisements

Child

by : A. Sari

From Her Book Poetry Collection :  “YOUTH SPIRIT”

CHILD

Do you remember the time when U’re child

When your mother told U some stories to bring U sleep

When your daddy brought U a cute Teddy Bear

When your grandma gave U a big sweet lollypop

Where U can play with friends & games that make U happy

The best thing to remember

that always inside your mind

The best thing that U

can’t rewind in your life time

Those beautiful things has gone

Those beautiful things couldn’t be reply

child+

(Pic by A. Sari : Children at Pakem Village, Kaliurang)

* * *

Get A. Sari Book Poetry Collection “YOUTH SPIRIT” by contact

E-mail or Facebook : artshangkala@gmail.com

* * *

We have some poetry collections. If you’re able to draw or making music arrangement for our poetry collection, together we could make special art working performance. The performance could set for social or profitability aim.

Please contact us through email or facebook : artshangkala@gmail.com

Thanks !

* * *

Related Poems :
Wake Up
Violin
Fly
Kala – Waktu
Aku – Dia
Beri Aku Penerang
Sentuhan Kalbu
Sang Waktu
Harapan Selamat

Related articles :
Kelas Yoga & Singing Bowl (Genta Tibet)
Asanas Yoga, Jiwa Gembira Melalui Gerakan-Gerakan Tubuh
Orbs at Yoga Class
Orbs & Light Beings in Ancient Tribe, Java-Indonesia
Conversation with the ORBS
Thanks for What We Have – Music Performance at the Orphanage

Sang Waktu

Oleh : Siswadi

(Lukisan Sang Waktu oleh Ciptaning)

*

Sekejap lewat dia tak menoleh
Dia hadir memberi kesempatan
Kepada mereka yang mau menyapa
Tiada mau dirayu bila sudah terjadi
Namun memberi nikmat Ilahi
Inilah Sang Waktu

*

Kadang indah, kadang menakutkan
Kadang mencekam
Manusia banyak bertindak kejam
Senang mengulang kejadian
Menyakitkan dan mencemaskan
Hancur kehidupan karena tak hiraukan sang waktu

*

Dia hadir tak pernah terlambat
Sikapnya hormat, tingkahnya sopan
Penampilannya anggun dan berwibawa
Jangan coba menipu sang waktu
Apalagi dimadu dalam angan
Senyuman, ancaman akan memberikan
Tanda-tanda perpecahan dan perpisahan

***

Puisi terkait :
Wake Up
Violin
Child
Fly
Kala – Waktu
Aku – Dia
Beri Aku Penerang
Sentuhan Kalbu
Harapan Selamat
Tak Tercela
Cinta
Dulu

Artikel terkait :
Kelas Yoga & Singing Bowl (Genta Tibet)
Asanas Yoga, Jiwa Gembira Melalui Gerakan-Gerakan Tubuh
Orbs at Yoga Class
Orbs & Light Beings in Ancient Tribe, Java-Indonesia
Conversation with the ORBS
Thanks for What We Have – Music Performance at the Orphanage

Sentuhan Kalbu

Oleh : Siswadi

(Desa adat Tenganan, Bali. Oleh : A. Sari)

*

Menggelora swara hatiku

Ingin bebas dari penindasan

Terbang aku bersama Merpati Putih

Membahana menyebar bunga kasih

*

Cemburu penduduk bumi

Belum tahu dan mengerti misiku

Sentuhan kalbu perdamaian

Membakar semangat manusia baru

*

Mendesing peluru saat itu

Menyambut suasana keheningan

Beribu peluru beradu

Dalam lintasan menakjubkan

“bunga api indah menambah semarak perjalananku”

*

Kabar kemenangan ku dengarkan

Lewat swara sentuhan kalbu

Sorak ramai pejuang bumi

Bercampur haru kesudahan

*

Terakhir generasi merdeka

Menggenggam bunga Wijaya Kusuma

Damai, sejahtera dalam harapan

Menyambut manusia arif bijaksana

***

Puisi terkait :
Wake Up
Violin
Child
Fly
Kala – Waktu
Aku – Dia
Beri Aku Penerang
Sang Waktu
Harapan Selamat
Tak Tercela
Cinta
Dulu

Artikel terkait :
Asanas Yoga, Jiwa Gembira Melalui Gerakan-Gerakan Tubuh
Orbs at Yoga Class
Orbs & Light Beings in Ancient Tribe, Java-Indonesia
Conversation with the ORBS
Thanks for What We Have – Music Performance at the Orphanage

Beri Aku Penerang

Oleh : Ki Ageng Nitiprana

(The Prophet Painting by Krishna in Bali)

*

Bapak Biksu, Bapak Pastor . . . . Aku beri penerangan,

Karena . . . . . Sungguh aku tidak tahu!

Apakah itu yang disebut Sorga, dimanakah letaknya?

Bapak Pendeta, Bapak Kyai . . . . . . Segera aku beri penerang!

Apa bekalnya untuk menuju ke Sorga?

Apakah . . . . . . segala insan bisa mendatangi Sorga?

Bapak Cendekiawan . . . . . . berilah aku penerang!

Apakah maknanya pengalamanku ini :

Nun di sana, dimulai angin kencang bergemuruh, gelap pekat.

Namun setelah mereda, berdatangan putri-putri . . . . .

Ayu jelita, cantik tiada tara, pakaiannya beraneka warna,

Wajahnya riang gembira . . . . . meriah bermandikan cahaya.

Satu dua tiga . . . . . delapan semuanya.

Yang lima memegang karangan puspita . . . . . Ronce melati,

Dua lainnya . . . . . . memegang dian kencana.

Adapun yang akhirlambat menampakkannya,

Bagai pemimpinnya.

Alangkah megahnya bak matahari, cemerlang bercahaya terik,

Lembut gemulai, sungguh berkesan . . . . .

Bagai mengajak :

“Datanglah kemari menghadap . . . . . Yang dekat,

Dari tiada menjadi . . . . . Ada!”

Tiba-tiba . . . . . Rebahlah aku, habislah sudah . . . . . menyerah!

Demikianlah, telah tersaksi pada malam tiada berpurnama-sidi,

Agaknya hanya sejenak, namun cukup jelas . . . . .

Nyata! Aduhai para Cendekiawan, tolonglah aku cepat beri Penerang!

Memang kesaksianku sangat mengandung syakwasangka . . . . .

Curiga, seperti sandi upaya . . . . . sembunyi

Di tempat terang benderang!

Tolonglah aku, aku turut mohon penerang!

Di manakah letaknya surga? Bagaimana ujud nyatanya?

Apakah bekalnya . . . . . harta benda . . . . . berapakah biayanya?

Jika karya . . . . . bagaimanakah gerak tingkahnya?

Jika laku . . . . . bagaimanakah silanya?

Jika darma . . . . . bagaimanakah penindaknya?

Sungguh aku butuh, semua insanpun butuh,

Para Cendekiawan . . . . . cepatlah aku beri jawab!

Apakah surga itu . . . . . . cepatlah aku beri jawab!

Apakah surga itu . . . . . bagaimanakah kenyataannya?

Untuk menujju ke sana . . . . . apakah bekalnya?

* * *

Puisi terkait :
Wake Up
Violin
Child
Fly
Kala – Waktu
Aku – Dia
Sentuhan Kalbu
Sang Waktu
Harapan Selamat
Tak Tercela
Cinta
Dulu

Artikel terkait :
Asanas Yoga, Jiwa Gembira Melalui Gerakan-Gerakan Tubuh
Orbs at Yoga Class
Orbs & Light Beings in Ancient Tribe, Java-Indonesia
Conversation with the ORBS
Thanks for What We Have – Music Performance at the Orphanage

AKU – DIA

Oleh : SKTP

(Lukisan oleh Ibu Ciptaning Siswadi)

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

Bertahun aku lewati malam bersama nafas Tuhan.

DIA mengatur aku dengan baik

dan mengukir sejarah hidupku.

Saatnya akan tiba,

aku bicara atas nama CintaNYA.

*

DIA ada dalam diriku,

dengan kekuatan yang melihat,

mendengar,

dan mengetahui.

*

DIAlah yang memberi aku

segala suka,

duka,

derita.

*

Aku tahu DIA mengajarkan aku

untuk diam tanpa melawan,

patuh tanpa terpaksa,

mengalah tanpa menang,

bahagia tanpa hak,

senang tanpa tertawa.

Marah tanpa suara,

hujatan tanpa balas,

hinaan tanpa sakit,

DIA ajarkan aku

tentang cintaNYA yang tanpa batas.

* * *

Puisi terkait :
Wake Up
Violin
Child
Fly
Kala – Waktu
Beri Aku Penerang
Sentuhan Kalbu
Sang Waktu
Harapan Selamat
Tak Tercela
Cinta
Dulu

Artikel terkait :
Kelas Yoga & Singing Bowl (Genta Tibet)
Asanas Yoga, Jiwa Gembira Melalui Gerakan-Gerakan Tubuh
Orbs at Yoga Class
Orbs & Light Beings in Ancient Tribe, Java-Indonesia
Conversation with the ORBS
Thanks for What We Have – Music Performance at the Orphanage

KALA – WAKTU

Oleh : SKTP


Langit berkelap-kelip

Bumi gonjang-ganjing

Di saat jiwa-jiwa tertidur

Lelah..lengah dan lupa

*

Ssss…t bangunlah jiwa-jiwa

Dengarlah suara itu

Suara isak tangis yang nyeri

Dalam…mengoyak perut bumi

*

Isak tangis itu…aku mengenalnya

Engkau mengenalnya…kita semua mengenalnya

Isak tangis Ibu kita…Ibu Pertiwi

*

Ssss…t diamlah…diamlah

Dia ingin berkata-kata…

Anakku ! Belahan jiwaku

Engkau ada dalam rahimku

Akulah Ibu Pertiwi

Yang selalu memberi dan memberi

Sekalipun engkau koyak-koyak perutku, dadaku

*

Pusaka itu ada padamu

Semua…untuk semua

Tanah yang subur, samudra yang luas

Berikut segala isinya..bagimu pusaka itu

Tempat hidupmu dan keturunanmu !

*

Kemana hamparan sawahku ?

Dimanakah hijau ladangku ?

Petaniku ? Peladangku ?

Engkau adalah jiwaku !

Satu dalam rasaku

Tangisanmu, jeritan pilu itu aku dengar !

*

Bagunlah..bangkitlah !

Petaniku peladangku !

Ditanganmulah segala pangan terpenuhi !

Subur makmur terwujud !

Kembalikanlah hamparan sawahku !

Suburkanlah ladang-ladangku !

Hijaukanlah tanahku dengan segenap kekuatan jiwa ragamu

Sayangilah aku ibumu…tanahmu…pusakamu..

*

Jangan lagi engkau merasa lelah, lengah dan lupa

Keadilan akan ditegakkan dan datang untukmu !

Haturkan terima kasih atas baktimu padaku selama ini

Aku Ibumu…Ibu Pertiwi tanah airmu, anak-anakku !

Jangan buang waktumu

Karena waktu adalah dirimu sendiri

***

Related poems :
Wake Up
Violin
Child
Fly
Aku – Dia
Beri Aku Penerang
Sentuhan Kalbu
Sang Waktu
Harapan Selamat
Tak Tercela
Cinta
Dulu

Related articles :
Kelas Yoga & Singing Bowl (Genta Tibet)
Asanas Yoga, Jiwa Gembira Melalui Gerakan-Gerakan Tubuh
Orbs at Yoga Class
Orbs & Light Beings in Ancient Tribe, Java-Indonesia
Conversation with the ORBS
Thanks for What We Have – Music Performance at the Orphanage