Archive for December, 2009

15 Sifat Kepemimpinan Mahapatih Gajah Mada Dalam Kitab Negara Kertagama oleh Mpu Prapanca


  • Ya Wijina

Artinya bijaksana penuh hikmah dalam menghadapi berbagai macam kesukaran, sehingga akhirnya selalu berhasil menciptakan ketentraman.

  • Ya Matriwira

Artinya pembela negara yang berani tiada tada (bela diri, bela bangsa, bela negara).

  • Wicaksareng karsa

Artinya bijaksana dalam segala tindakan. Kebijaksanaannya senantiasa terpancar dalam setiap perhitungan dan tindakan, baik ketika menghadapi lawan maupun kawan, bangsawan maupun rakyat.

  • Natangwan

Artinya memperoleh kepercayaan karena rasa tanggung jawabnya yang besar dan selalu menjunjung tinggi kepercayaan yang dilimpahkan.

  • Satya Bhakti Aprabhu

Artinya bersifat setia dengan hati tulus ikhlas kepada negara. Setia dan bakti telah mendarah daging dalam hidupnya, sehingga segenap pikiran dan tenaganya dilimpahkan unutk mewujudkan kebesaran negara.

  • Wagni Wak

Artinya pandai berpidato dan berdiplomasi mempertahankan atau meyakinkan sesuatu.

  • Sarjawopasama

Artinya murah hati, berbudi pekerti baik, berhati emas, bermuka manis dan penyabar. Sifat ini pada umumnya ditemukan pada ahli-ahli politik serta diplomat ulung.

  • Tan Halana

Artinya selalu tampak gembira walaupun dalam dirinya sedang gundah atau terluka.

  • Dhirotsaka

Artinya terus-menerus bekerja rajin dan sungguh-sungguh.

  • Dwiyacitta

Artinya mau mendengarkan pendapat orang lain dan mau bermusyawarah.

  • Tan Satrisna

Artinya tidak mempunyai pamrih pribadi untuk menikmati kesenangan yang bersifat gairah dan birahi.

  • Sih Samstabhuana

Artinya menyayangi seluruh dunia serta alam semesta

  • Ginong Praditira

Artinya selalu mengerjakan yang baik dan membuang yang buruk serta selaluu mawas diri.

  • Sumantri

Artinya menjadi ksatri yang jujur, baik dan santun.

  • Anarsaken Musuh

Artinya bertindak memusnahkan lawan, tetapi senantiasa manjalankan politik kasih sayang, namun tak gentar menghadapi musuh yang mengganggu kedaulatan dan integritas negara.

* * *

Artikel terkait :

Wejangan Leluhur
Manusia Seutuhnya
Manusia dan Fitrahnya
Kehidupan
Peranan Perempuan dalam Skenario Blueprint Pancasila
Makna dari Ilmu & Pengetahuan (Bagian I)
Kebijaksanaan dari Visi Kepemimpinan
Jati Diri & Rasa
Reflectiong on Children Innocence of a Harmony Life among People Different Religious
Garuda Pancasila
Bhinneka Tunggal Ika
Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia
15 Sifat Kepemimpinan Mahapatih Gajah Mada dalam Negara Kertagama oleh Mpu Prapanca
Kesadaran Kosmos & Zona Photon
Proyeksi Nusantara
19 Unsur Proses Perjalanan Rohani
The Gaia Project 2012 (Indonesia)
The Gaia Project 2012 (English)
Serat Jayabaya (Jawa)
Ramalan Jayabaya (Indonesia)
Jayabaya Prophecy (English)
Thanks for What We Have – Music Performance at the Orphanage
Yoga Class
Pengertian Yoga
Kelas Yoga & Singing Bowl
Asanas Yoga, Jiwa Gembira Melalui Gerakan-Gerakan Tubuh
Asanas Yoga. Healthy & Happy of Body & Soul
Yoga Ibu Hamil
Prenatal Yoga
Meditasi
Rileksasi Dalam
Meditation
Cakra & Kundalini
Heart, Hands & Orbs at Merapi Volcano, Central Java
The Studio Wellness Program at The Stones, Kuta, Bali
Surya Candra Bhuana
Orbs at Yoga Class
Orbs & Light Beings in Ancient Tribe, Java-Indonesia
Conversation with the ORBS
Perguruan Silat Tadjimalela
Prosesi Ala PS Tadjimalela
Pelatihan Perguruan SIlat Tadjimalela
Pengalaman Pelatih Silat Lokal di Kancah Global
Momen Pelatihan dan Kejuaraan Timnas Indonesia
PS Tadjimalela – Konsolidasi Batin dalam Halal bi Halal
Kerajaan Sumedang Larang
Pangeran Wangsakerta Sang Sejarawan
Prosedure Darurat Gempa Bumi
Krakatau (Indonesia)
Krakatau (English)
Earthquake Emergency Procedure
Earthquake Cloud
Awan Gempa
Tanda-Tanda Dari Hewan Terhadap Bencana Alam
Animal Signs of Natural Disaster
Kerajaan Pajajaran
Menapaki Perjalanan Sunda
Ki Sunda di Tatar Sunda
Ki Sunda di Tatar Sunda-Indonesia
Kalender Sunda & Revisi Sejarah
Prasasti Batu Tulis Bogor
Prasasti Ciarunteun Peninggalan Kerajaan Tarumanegara
Perbedaan Batu Tulis, Petilasan & Makam
The Differences between Written-Stone, Petilasan Site & Tomb
Baduy-Sebuah Perjalanan Batin ke Suku Kuno tahun 1959
Makanan Sunda
Susunan Warna Kasundaan
Makanan Sunda
Susunan Warna Kasundaan
Sejarah Bangsa & Tanah Air Indonesia (Purbakala/The Last Continent)
Peninggalan Prasejarah Masa Perundagian
Prehistoric Remains from the Bronze-Iron Age
Prehistoric Remains from Neolitic Stage
Peninggalan Prasejarah Zaman Bercocok Tanam
Prehistoric Sites Along the Banks of Ciliwung River
Peta Lokasi Situs Prasejarah di Daerah Aliran Sungai Ciliwung
Amanat Galunggung Prabu Darmasiksa Leluhur Sunda
Dalam Kenangan, Abah Ali Sastramidjaja
Tabel Pemimpin Kerajaan Sunda, Galuh
Kebon Raya Bogor
Gurindam Dua Belas
Boats & Ships during Kingdoms Era in Nusantara Archipelago
Perahu-Perahu di Masa Kerajaan Nusantara
Asal-Usul Bahasa Nasional, Bahasa Indonesia

Advertisements

Orbs at Costume Party

by : Shangkala Team

After we (Shangkala Team) talked i an ORBS seminar in Metafisika Study Club, Jakarta – Indonesia. We also publish our articles about orbs (the Conversation with the ORBS & so many orbs pictures taken from our journeys), we meet some new people that also found orbs on their daily life, that they never expect before.

We make some orbs discussion with them. So they have more understanding that orbs are guiding us. They are light creature from the universe that come to the people who have vision & mission related to the biggest earth changing, to the new purification of earth & universe. So, every man that have vision & mission in the world that related to these purification, will be guided by there light entities (orbs). Orbs and our ancestors also will meet the persons who related to the vision & mission from every corner of the earth.

Here some orbs picture given by our friend, Mr. Bambang.  He had a costume party with his college at the Lembang Hotel in Bandung, West Java. Thanks dear friend for your interesting pictures. Ha ha ha so great!

orbs at costume party 00

orbs at costume party 01

orbs at costume party 02

*

With your simple digital camera, you can find the orbs. Find the positive moment, positive discussion, seminar, retreat, spiritual places, than follow your intuition to have the orbs. Have a great orbs hunting dear readers!

* * *

You or your community could invite us to share our Shangkala team experience of ORBS! We’d love to share to you.

Please contact us on :

E-mail : artshangkala@gmail.com

Facebook : shangkala.orbs

Phone : +6221-68570729

* * *

Related articles :
Orbs (English)
Orbs (Indonesia)
Dialog Dengan Orbs
Conversation with the Orbs
Orbs at Wedding in Tangerang
Orbs in pencak silat community
Orbs at funeral
Orbs at K-Link seminar
Orbs at sky
Orbs at tour places & hotel
Orbs in spiritual community
Orbs at yoga class
Orbs at Bali party wedding
Orbs in Baduy Banten
Kelas Yoga & Singing Bowl (Genta Tibet)
Yoga Class
Pengertian Yoga
Asanas Yoga, Jiwa Gembira Melalui Gerakan-Gerakan Tubuh
Reiki di Pulau Dewata Bali
Nerang – Rain Stopper
Bali Classical Dance Course
Int’l Performance of I Putu Silaniyama
Pelatihan Perguruan Silat Tadjimalela
Prosesi ala PS Tadjimalela

Fly

by : A. Sari

From Her Book Poetry Collection :  “YOUTH SPIRIT”

* * *

Like a bird fly, in the blue of sky

Spread your wings friendly with the wings

Fly and reach the brighter star

Wipe out all of the doubtful

Bring your dreams at the galaxy

Don’t be afraid of the thunder

Don’t be damp cause of the rain

Don’t be broke cause of the storm

Their not gonna hurt you

Cause the sun shine your way

I’m not an angel but

Here I give my spirit

Here I always watch the sky

Here I’m your harmony

* * *

We have some poetry collections. If you’re able to draw or making music arrangement for our poetry collection, together we could make special art working performance. The performance could set for social or profitability aim.

Please contact us through email or facebook : artshangkala@gmail.com

Thanks !

* * *

Related poems :
Wake Up
Violin
Child
Kala – Waktu
Aku – Dia
Beri Aku Penerang
Sentuhan Kalbu
Sang Waktu
Harapan Selamat
Tak Tercela
Cinta
Dulu

Related articles :
Kelas Yoga & Singing Bowl (Genta Tibet)
Asanas Yoga, Jiwa Gembira Melalui Gerakan-Gerakan Tubuh
Orbs at Yoga Class
Orbs & Light Beings in Ancient Tribe, Java-Indonesia
Conversation with the ORBS
Thanks for What We Have – Music Performance at the Orphanage

Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 1945

 

 

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, diikrarkan pada tanggal 17 Agustus 1945 dan ditandatangani oleh Soekarno – Hatta selaku Proklamator yang mewakili seluruh bangsa Indonesia. Para Proklamator adalah Ketua dan Wakil Ketua, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Panitia Persiapan Kemerdekaan ini seluruhnya beranggotakan 27 orang terdiri dari tokoh – tokoh bangsa bangsa Indonesia, ialah :

1. Ir.Soekarno,

2. Drs. Mohamad Hatta,

3. Prof.Mr.Dr.Supomo,

4. Dr.K.R.T. Radjiman Wedioningrat,

5. R.P. Soeroso,

6. Mr. Soetardjo Kartohadikoesoemo.

7. K.H. Wahid Hasyim

8. Ki Bagoes Hadikoesoemo

9. Dr.Otto Iskandardinata

10. Abdul Kadir

11. Soeryohamidjojo

12. B.P.H. Poerobojo

13. Yap Tjwan Bing

14. Mr. J. Latuharhary

15. Dr. Amir

16. Abdul Abbas

17. Moch.Hasan

18. Hamdani

19. Ratulangi

20. Mr. Andi Pangeran

21. Mr. I. Gusti Pudja

22. R.A.A. Wiranatakoesoemah

23. Ki Hadjar Dewantara

24. Mr. Kasman

25. Sajuti

26. Mr. Iwa Koesoemah Soemantri

27. Mr. A.Subardjo Dokuritzu Zjumbi Tyoosakai

PPKI tersebut adalah kelanjutan dari Badan Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) atau Dokuritzu Zjumbi Tyoosakai yang dibentuk oleh Pemerintah Jepang. BPUPKI yang diketuai oleh Dr. K.R.T. Radjiman Wediodiningrat dan beranggotakan sebanya 62 orang tokoh perjuangan bangsa Indonesia, telah menyusun konsep-konsep yang menyangkut sendi-sendi kenegaraan dan pemerintahan antara lain: Rancangan Pembukaan Hukum Dasar, Rancangan Undang Undang Dasar, Rancangan Keuangan dan Perekonomian, Konsep Pembelaan Tanah Air dan Pembentukan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia.

Dokuritzu Zjumbi Tyoosakai, melangsungkan Sidang pertama dari tanggal 29 Mei sampai dengan 1 Juni 1945, yang antara lain menghasilkan Rancangan Undang Undang Dasar 1945 yang disetujui dengan suara bulat oleh para anggota. Dalam sidang-sidang ini, tidak ada seorang pun anggota yang menyangkal perlunya “pemerintahan daerah” dan tampaknya semua mengakui pentingnya pelaksanaan “desentralisasi” dalam negara Indonesia yang akan segera dibentuk. Kebulatan pendapat itu, menjelma dalam satu pasal Rancangan UUD-1945 tersebut yang bunyinya sama seperti pasal 18 UUD-1945 sekarang.

Kemerdekaan Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945, disaksikan juga oleh PPKI. Pada keesokan harinya tanggal 18 Agustus 1945, PPKI mengadakan Sidang dan menetapkan:

a)      Pembukaan Undang Undang Dasar 1945 ;

b)      Undang Undang Dasar 1945 ;

c)       Memilih Ir.Soekarno sebagai Presiden dan Drs.Mohamad Hatta sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia.

Pada sidang, tanggal 19 Agustus 1945 menetapkan :

a)      Pembentukan 12 Departemen Pemerintahan ;

b)      Pembagian Wilayah Indonesia dalam 8 Propinsi dan tiap Propinsi dibagi ke dalam Keresidenan-keresidenan, yang dalam hal ini diumumkan oleh Menteri Dalam Negeri R.I. (pertama) R.A.A. Wiranatakusumah.

Sumber hukum pemerintahan di daerah, terdapat di dalam batang tubuh UUD-1945 yang tercantum dalam Bab VI, Pemerintahan Daerah

Pasal 18 : “Pembagian daerah Indonesia atas daerah besar dan kecil, dengan bentuk susunan pemerintahannya ditetapkan dengan Undang-undang, dengan memandang dan mengingati dasar permusyawaratan dalam sistim pemerintahan negara, dan hak-hak asal-usul dalam daerah-daerah yang bersifat istimewa”.

Akan tetapi dalam teks penjelasan resmi yang dimuat dalam “Berita Republik Indonesia”, tahun II No.7, 15 Februari 1946 Bab VI, tidak disebut “Pemerintah Daerah” akan tetapi tertulis “Pemerintahan Daerah”, di mana untuk pasal 18 UUD-1945 tersebut dijelaskan sebagai berikut :

  1. Oleh karena Negara Indonesia itu suatu “eenheidsstaat”, maka Indonesia ta ‘kan mempunyai daerah di dalam lingkungannya yang bersifat “Staat” juga. Daerah Indonesia akan dibagi dalam daerah propinsi, dan daerah propinsi akan dibagi pula dalam daerah yang lebih kecil. Daerah-daerah itu bersifat autonoom (streek dan local rechtgemeenschappen) atau bersifat daerah administrasi belaka semuanya menurut aturan yang akan ditetapkan dengan Undang – Undang. Di daerah-daerah yang bersifat autonoom akan diadakan badan perwakilan daerah oleh karena di daerahpun pemerintahan akan bersendi atas dasar permusyawaratan.
  2. Dalam territoir Negara Indonesia, terdapat kurang lebih 250 “zelf besturende lanschappen” dan Volksgemeenschappen, seperti desa di Jawa dan Bali, nagari di Minangkabau, dusun dan marga di Palembang dan sebagainya. Daerah-daerah itu mempunyai susunan asli, dan oleh karenanya dianggap sebagai daerah yang bersifat istimewa. Negara Republik Indonesia menghormati kedudukan daerah-daerah istimewa tersebut dan segala peraturan negara yang mengenai daerah itu, akan mengingati hak-hak asal-usul daerah tersebut.

Setelah PPKI menetapkan Undang – Undang Dasar dan mengangkat Presiden dan Wakil Presiden, langkah selanjutnya adalah membentuk Komite Nasional sebagai pelaksanaan “Aturan Peralihan” Pasal 4 Undang-Undang Dasar 1945 yang berbunyi sebagai berikut:

“Sebelum majelis Permusyawaratan Rakyat, dan Dewan Pertimbangan Agung dibentuk menurut Undang – Undang Dasar ini, segala kekuasaannya dijalankan oleh Presiden dengan bantuan sebuah Komite Nasional”. Dengan demikian kekuasaan MPR,DPR dan DPA dalam masa peralihan tersebut dipegang oleh Presiden yang dibantu oleh Komite Nasional, sehingga Presiden bersama-sama Komite Nasional dapat membuat Undang-Undang”.

Dalam rapat PPKI tanggal 23 Agustus 1945, ditentukan secara jelas kedudukan dan tugas Komite Nasional sebagai berikut :

  1. Komite Nasional dibentuk di seluruh Indonesia dengan pusatnya di Jakarta
  2. Komite Nasional adalah penjelmaan kebulatan tujuan dan cita-cita bangsa Indonesia yang berdasarkan kedaulatan rakyat.
  3. Komite Nasional di pusat memimpin dan memberi petunjuk kepada Komite-komite Nasional di daerah. Dimana perlu, di daerah didirikan pusat daerah, yaitu untuk Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera, Borneo, Sulawesi, Maluku, Sunda kecil.
  4. Komite Nasional di pusat, dipusat daerah dan di daerah dipimpin oleh seorang Ketua dan beberapa anggota pengurus, yang bertanggung jawab kepada Komite Nasional. Buat pertama kali, untuk Ketua Pusat Daerah, ditetapkan oleh Pemimpin Besar Ir. Soekarno.
  5. Usaha Komite Nasional ialah :
  • menyatakan kemauan rakyat dari segala lapisan dan jabatan supaya terpadu pada segala tempat di seluruh Indonesia, persatuan kebangsaan yang bulat dan erat ;
  • membantu menenteramkan rakyat dan turut menjaga keselamatan umum ;
  • membantu pemimpin dalam penyelenggaraan cita – cita bangsa Indonesia, di daerah membantu Pemerintah Daerah untuk kesejahteraan umum.

Pada tingkat Pemerintah Pusat, Komite Nasional Pusat dilantik oleh Presiden Soekarno pada tanggal 29 Agustus 1945, Komite ini beranggotakan 150 orang. Sebagai intinya ialah anggota-anggota PPKI yang kemudian ditambah dengan pemimpin – pemimpin rakyat dari segala golongan/aliran/lapisan, pangreh praja, alim ulama, kaum perserikatan, pemuda, kaum dagang, dan lain – lain. Komite Nasional Pusat ini, semula merupakan pembantu Presiden untuk mengerjakan pelbagai hal. Garis Garis Besar Haluan Negara (GBHN) Kedudukan Komite Nasional Pusat (KNP) di atas berlangsung sampai tanggal 16 Oktober 1945. Pada hari itu juga keluarlah maklumat Wakil Presiden No.X yang menetapkan bahwa :

a)      Sebelum Majelis Permusyawaratan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat terbentuk, KNP diserahi kekuasaan legislatif dan ikut menetapkan Garis Garis Besar Haluan Negara (GBHN);

b)      Berhubung dengan gentingnya keadaan, pekerjaan KNP sehari-hari dijalankan oleh Badan Pekerja ( Working Commitee ) yang yang dipilih diantara anggota – anggota KNP dan bertanggung jawab kepada KNP.Merebut Kekuasaan Sipil Dari Tangan Jepang Setelah pada tanggal 30 Oktober 1945, Badan Pekerja KNP mengeluarkan Pengumuman No.2, mengenai RUU tentang kedudukan Komite Nasional Daerah (KND) yang disetujui oleh Presiden.

Maka pada tanggal 23 November 1945 ditetapkanlah Undang-Uandang 1945 Nomor 1 yang bertujuan untuk menarik kekuasaan pemerintah dari tangan Komite Nasional Daerah (KND). Penjelasan Undang-Undang No.1 Tahun 1945 tersebut, edaran tertulisnya disusun oleh Mr. Hermani dari Departemen Dalam Negeri yang juga menjadi Wakil Pemerintah dalam perundingan dengan Badan Pekerja KNP.

Tujuan pertama bagi diadakannya UU 1945/1, ialah untuk menarik kekuasaan pemerintahan dari tangan KND. Hal ini didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut :

a)      Semula KND dibentuk sebagai pembantu pemerintah daerah di masa kekuasaan sipil, pangrehpraja, polisi, dan alat-alat pemerintah lainnya masih di tangan Jepang ;

b)      Setelah kekuasaan sipil dapat direbut dari tangan Jepang, KND dalam prakteknya mengganti pangreh praja dan polisi disamping pangreh praja dan polisi sebenarnya yang menjadi pegawai RI;

c)       Dualisme yang demikian itu sangat melemahkan kedudukan dan kekuasaan pangrehpraja dan polisi sebagai alat – alat pemerintahan yang resmi.

Oleh karena itu tiba saatnya untuk mengembalikan tugas pekerjaan Komite Nasional Daerah (KND) kepada alat – alat pemerintah yang sebenarnya.

Selanjutnya, sesuai dengan semangat kedaulatan rakyat yang sedang berkobar dan selekas mungkin harus diberi tempat, maka KND yang terdiri dari wakil – wakil segenap rakyat dijelmakan menjadi Badan Perwakilan Rakyat Daerah (BPRD). Untuk perubahan sifatnya tidak perlu diadakan pemilihan baru, karena kedudukan yang ditetapkan sifatnya sementara, yaitu sampai terselenggaranya Pemilihan Umum. Dengan diubahnya KND menjadi badan legislatif, maka untuk selanjutnya badan tersebut hanya bertugas membuat peraturan-peraturan daerah dan tidak lagi mengurus bermacam-macam soal pemerintahan sehari-hari.

Dalam menetapkan peraturan – peraturan daerah, BPRD dari pelbagai daerah mempergunakan bermacam-macam nama, misalnya dengan istilah : Maklumat, Peraturan, atau Aturan, bahkan ada daerah yang memberi judul kepada peraturan daerahnya dengan istilah Undang-Undang. Dalam mengatur dan mengurus rumah tangganya, tiada batas yang tegas antara wewenang daerah berdasarkan otonominya dan wewenang yang dijalankan oleh Kepala Daerah, dalam rangka dekonsentrasi.Hubungan kekuasaan antara Pemerintah Pusat dengan daerah-daerah otonom pada waktu itu juga belum tegas.

Mosi Dari Kabupaten Bandung Pelbagai Kementerian atau Jawatan Pemerintah Pusat sering membuat peraturan yang harus dijalankan oleh daerah. Bagi daerah ini merupakan “medebewind”. Tapi dalam membuat peraturan itu, daerah-daerah tidak diajak berunding, sehingga pelaksanaan pera turan itu terasa menyulitkan daerah.

Pernah terjadi adanya peraturan-peraturan atau keputusan-keputusan Pusat dalam bidang kepegawaian yang menimbulkan reaksi daerah. Dengan mosinya tertanggal 30 Januari 1947, Badan Eksekutif KND Kabupaten Bandung, mendesak kepada kementerian-kementerian dan jawatan – jawatan pemerintah, agar apabila membuat peraturan – peraturan yang harus dijalankan daerah otonom, pemerintah daerah bersangkutan supaya diajak berunding sebagaimana mestinya berdasarkan atas hak otonominya dan juga mengingat dasar demokrasi Negara Republik Indonesia.

Mosi ini, kemudian, didukung sepenuhnya oleh Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Garut. Banyak hal mengenai pemerintahan daerah tidak diatur dalam UU tersebut, sehingga pada umumnya peraturan-peraturan dari masa lampau, masih dijadikan pegangan.

Disamping banyak pula DPRD tidak mengetahui tugas kewajiban dan batas – batas wewenangnya, hingga sering lebih memperhatikan masalah – masalah politik yang termasuk bidang kerja Pemerintah Pusat. Termasuk, kedudukan daerah istimewa hingga saat itu juga belum diatur dengan tegas. Oleh karena itu terasa, waktu itu, sangat perlunya dibuat peraturan yang baru sebagai pelaksanaan yang sesungguhnya daripada pasal 18 Undang Undang Dasar.

* * *

Artikel terkait :
Wejangan Leluhur
Manusia Seutuhnya
Manusia dan Fitrahnya
Kehidupan
Peranan Perempuan dalam Skenario Blueprint Pancasila
Makna dari Ilmu & Pengetahuan (Bagian I)
Kebijaksanaan dari Visi Kepemimpinan
Jati Diri & Rasa
Reflectiong on Children Innocence of a Harmony Life among People Different Religious
Garuda Pancasila
Bhinneka Tunggal Ika
Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia
15 Sifat Kepemimpinan Mahapatih Gajah Mada dalam Negara Kertagama oleh Mpu Prapanca
Kesadaran Kosmos & Zona Photon
Proyeksi Nusantara
19 Unsur Proses Perjalanan Rohani
The Gaia Project 2012 (Indonesia)
The Gaia Project 2012 (English)
Serat Jayabaya (Jawa)
Ramalan Jayabaya (Indonesia)
Jayabaya Prophecy (English)
Thanks for What We Have – Music Performance at the Orphanage
Yoga Class
Pengertian Yoga
Kelas Yoga & Singing Bowl
Asanas Yoga, Jiwa Gembira Melalui Gerakan-Gerakan Tubuh
Asanas Yoga. Healthy & Happy of Body & Soul
Yoga Ibu Hamil
Prenatal Yoga
Meditasi
Rileksasi Dalam
Meditation
Cakra & Kundalini
Heart, Hands & Orbs at Merapi Volcano, Central Java
The Studio Wellness Program at The Stones, Kuta, Bali
Surya Candra Bhuana
Orbs at Yoga Class
Orbs & Light Beings in Ancient Tribe, Java-Indonesia
Conversation with the ORBS
Perguruan Silat Tadjimalela
Prosesi Ala PS Tadjimalela
Pelatihan Perguruan SIlat Tadjimalela
Pengalaman Pelatih Silat Lokal di Kancah Global
Momen Pelatihan dan Kejuaraan Timnas Indonesia
PS Tadjimalela – Konsolidasi Batin dalam Halal bi Halal
Kerajaan Sumedang Larang
Pangeran Wangsakerta Sang Sejarawan
Prosedure Darurat Gempa Bumi
Krakatau (Indonesia)
Krakatau (English)
Earthquake Emergency Procedure
Earthquake Cloud
Awan Gempa
Tanda-Tanda Dari Hewan Terhadap Bencana Alam
Animal Signs of Natural Disaster
Kerajaan Pajajaran
Menapaki Perjalanan Sunda
Ki Sunda di Tatar Sunda
Ki Sunda di Tatar Sunda-Indonesia
Kalender Sunda & Revisi Sejarah
Prasasti Batu Tulis Bogor
Prasasti Ciarunteun Peninggalan Kerajaan Tarumanegara
Perbedaan Batu Tulis, Petilasan & Makam
The Differences between Written-Stone, Petilasan Site & Tomb
Baduy-Sebuah Perjalanan Batin ke Suku Kuno tahun 1959
Makanan Sunda
Susunan Warna Kasundaan
Makanan Sunda
Susunan Warna Kasundaan
Sejarah Bangsa & Tanah Air Indonesia (Purbakala/The Last Continent)
Peninggalan Prasejarah Masa Perundagian
Prehistoric Remains from the Bronze-Iron Age
Prehistoric Remains from Neolitic Stage
Peninggalan Prasejarah Zaman Bercocok Tanam
Prehistoric Sites Along the Banks of Ciliwung River
Peta Lokasi Situs Prasejarah di Daerah Aliran Sungai Ciliwung
Amanat Galunggung Prabu Darmasiksa Leluhur Sunda
Dalam Kenangan, Abah Ali Sastramidjaja
Tabel Pemimpin Kerajaan Sunda, Galuh
Kebon Raya Bogor
Gurindam Dua Belas
Boats & Ships during Kingdoms Era in Nusantara Archipelago
Perahu-Perahu di Masa Kerajaan Nusantara
Asal-Usul Bahasa Nasional, Bahasa Indonesia

Asanas Yoga, Jiwa Gembira Melalui Gerakan-Gerakan Tubuh

Oleh : Desie Arumsari

(Proffesional Yoga Teacher, Body Earth Healing Teacher & Acupuncture Therapist)

baby yoga

Asal Gerakan Asanas

Pengertian asanas dalam Yoga secara umum adalah postur-postur tubuh atau gerakan-gerakan tubuh tertentu. Gerakan-gerakan ini dulunya diilhami dari berbagai macam hal yang tersedia di alam, seperti gerakan kucing yang menggeliat, kodok loncat, anjing berdiri tegak, bunga yang mekar, kokohnya pohon besar di hutan, teratai di atas kolam, angin bertiup sepoi, ombak di lautan, matahari bersinar, bulan yang tenang, bintang berkelap-kelip, dan semua hal yang disediakan alam pada manusia.

Karenanya gerakan-gerakan asanas yang kita lakukan dalam Yoga terasa sangat alamiah, nyaman, dan tidak menyakitkan, karena tidak dipaksakan. Sehingga Yoga sebenarnya dapat dilakukan sejak bayi, kanak-kanak, remaja, dewasa sampai manula. Gerakan-gerakan tersebut disesuaikan dengan setiap usia yang melakukannya.

yoga for children workshop

happy in Yoga for Children workshop

Selain Tubuh & Otak, Manusia Punya Jiwa

Dalam aktivitas sehari-hari kita sangat melupakan jiwa. Rutinitas adalah kerjaan fisik rutin yang sudah sangat diingat otak kita. Kita menjadi seperti robot yang memiliki programnya masing-masing dan melakukan itu-itu saja. Roboticman. Itukah kita manusia?

Dalam diri manusia terdapat tubuh, pikiran dan jiwa. Bagaimana kita mengetahui kita memiliki jiwa? Yoga adalah salah satunya. Melakukan Yoga secara rutin, seperti keluar sejenak dalam kehidupan sehari-hari kita (urusan pekerjaan, urusan sekolah dan pendidikan, urusan rumah tangga), sebenarnya “sangat dibutuhkan jiwa”. Jiwapun mau merasakan. Perangkat jiwa yaitu tubuh & otak kita perlu hening sejenak. Jiwa mau diingat oleh tubuh dan otak.

yoga with your child

Rasakan Jiwa pada Gerakan-Gerakan Tubuh

Di setiap kelas saya, saya memberikan contoh-contoh asanas. Para peserta mengikutinya secara teknis gerakan tersebut. Memang tahap ini dilakukan pada awal-awal pertemuan. Setelah kita dapat melakukan gerakan tersebut baik secara teknis, saya mengajak peserta tuk melakukan dengan jiwa. Untuk merasakan gerakan-gerakan tersebut.

Nafas yang kita hirup. Mengambil nafas dan keluar nafas. Rasakan nafas kita. Kemudian kita kombinasikan nafas kita dan gerakan-gerakan tubuh kita. Paduan dua hal itu bila kita lakukan dan hayati maka kita kan merasakan bahwa kita tak sekedar tubuh. Ada yang bergerak, menggerakkan tubuh kita secara alami dan nyaman. Itulah jiwa kita.

Setiap peserta dapat mencapai keadaan dan kesadaran ini berbeda-beda. Ada yang dapat merasakan gerakan tubuh dan nafasnya langsung dengan nyaman. Ada yang merasakan seperti tubuhnya bergerak dengan alamiah saja dengan cepat. Ada yang kesulitan melakukan gerakan karena tubuh kaku akibat selalu berjam-jam di kantor berada di depan komputer. Ada yang kesulitan dalam mengkoordinasikan antara gerakan dan nafas. Ada yang dengan ceria ketawa ha ha hi hi melihat kekonyolan gerakan-gerakan dirinya sendiri. Ada yang tubuhnya sangat sulit bergerak karena penyakit-penyakit yang dideritanya.

Yang diperlukan adalah keterbukaan diri kita dalam melakukan gerakan-gerakan ini. Tak peduli tubuh kita gemuk, kurus, usia remaja, manula, apapun keadaan diri sekarang, lenyapkan perasaan-perasaan tersebut. Bebaslah, bergembiralah! Karena Jiwa mau gembira, jiwa adalah bahagia. Ini kan membuka kesulitan-kesulitan pada tubuh yang kaku, pikiran yang tertutup, dan perasaan yang buruk. Sel-sel dalam tubuh kita kan gembira sehingga semua menjadi sehat.

Pada akhirnya para peserta yang dengan rutin melakukan Yoga, memiliki perkembangan baik. Dilihat dari keseimbangan tubuhnya, lebih lenturnya tubuh, lebih besarnya daya imun, dan keselarasan antara nafas dan gerakan-gerakan. Sehingga keadaan sehat & bahagia dapat dicapai tubuh dan jiwa.

yoga at the beach


yoga di tepi kolam renang

Indoor & Outdoor Yoga

Dalam bulan-bulan awal, saya membawa peserta Yoga tuk beryoga indoor. Di dalam ruangan yang nyaman. Ini diperlukan agar fokus pada materi dan dapat menghayati dirinya dan kemudian dapat keselarasan pada seluruh peserta. Ini diperlukan untuk membentuk fondasi diri yang baik dan membentuk kekuatan kelompok yang mantap.

Bila hal tersebut sudah dicapai, saya mengajak kelas saya Yoga ke luar, outdoor di alam. Yoga outdoor akan membawa kita lebih bebas, lebih berenergi, dan melatih kita tuk menyatu dengan alam.

Kami bisa saja ke tempat yang terdekat seperti di taman kota. Bila dalam taman kota terdapat banyak pohon besar, udara bersih dan nyaman, tidak begitu ramai, rasanya cukup memenuhi syarat untuk Yoga ourdoor.

Kami dapat pula pergi ke pemandian air mineral panas (Hot spring mineral water) di pegunungan. Untuk merasakan kealamiahan lebih dalam. Atau kami dapat melakukannya di pantai! Materi outdoor Yoga adalah seperti biasa melakukan Yoga sekitar satu jam. Kemudian masing-masing dapat mandi berendam.

Kelompok peserta Yoga senior yang dapat saya lihat perkembangannya. Saat melakukan gerakan-gerakan asanas dengan nafas yang sudah selaras, kami merasakan pohon-pohon sekitar kami juga ikut bergerak. Bunga-bunga mengeluarkan harumnya. Serangga tanah berderik-derik. Angin bertiup-tiup pada kami dan sekeliling kami. Ini keadaan selaras antara kami para peserta yoga dan alam sekitar kami yang ikut bergerak, ceria, mengalun. Bambu, pepohonan, daun-daun, air kolam pemandian, bunga, dan diri kami adalah sama. Inilah salah satu makna Yoga, yaitu penyatuan, dalam hal ini menyatu dengan alam.

Salam Sehat Bahagia.

yoga di persawahan

* * *

Lebih lanjut mengenai Workshop / Retreat Yoga, silahkan hubungi

Email / Facebook : artshangkala@gmail.com

HP/ Whats app:  +6289637274100

***

Artikel terkait :

Yoga Class

Kelas Yoga & Singing Bowl

Pengertian Yoga

Asanas Yoga. Healthy & Happy of Body & Soul

Prenatal Yoga

Yoga Ibu Hamil

Meditasi

Rileksasi Dalam

‘Ancient Tantra Kriya Yoga’ & ‘Energy Transformation Micro – Macrocosm’ Workshop

Deep Inside ‘Nyepi’ – Silence Day (Hindu Lunar New Year)

Yin Yoga & Consciousness Meditation at the STONES, Kuta, Bali

The Studio Wellness Program at the STONES, Kuta, Bali

Chi dan Energi Penyembuhan

Natural Healing with Acupuncture

Acupuncture for Slimming

Acupuncture for Beauty

Teri Fish & Honey Fried Rice

Meditation

Heart, Hands & Orbs at Merapi Volcano, Central Java

Orbs at Yoga Class

Orbs & Light Beings in Ancient Tribe, Java-Indonesia

Conversation With the Orbs

Manusia & Fitrahnya

Yoga & Book Discussion

Reiki di Pulau Dewata Bali

Senam Sehat Seumur Hidup

Bali Classical Dance Course

Int’l Performance of I Putu Silaniyama

Badung Market, Bali

Nerang

Rain Stopper

Seniman Pelukis Tokoh-Tokoh Besar Dunia

Perguruan Silat Tadjimalela

Pelatihan PS Tadjimalela

Prosesi Ala PS Tadjimalela

Pengalaman Pelatih Silat Lokal di Kancah Global

Momen Pelatihan dan Kejuaraan Timnas Indonesia

PS Tadjimalela – Konsolidasi Batin dalam Halal bi Halal

Pasar Badung, Bali

Badung Market, Bali

Thanks for What We Have – Music Performance at the Orphanage

Wejangan Leluhur

Manusia Seutuhnya

Makna dari ‘Ilmu’ & ‘Pengetahuan’ (Bagian I)

Proyeksi Nusantara

Kehidupan

Manusia dan Fitrahnya

Peranan Perempuan dalam Skenario Blueprint Pancasila

Kebijaksanaan dari Visi Kepemimpinan

Jati Diri & Rasa

Berkaca pada Kepolosan Anak-Anak Sebuah Kerukunan Antar Umat Beragama

Reflectiong on Children Innocence of a Harmony Life among People Different Religious

Gurindam Dua Belas

Boats & Ships during Kingdoms Era in Nusantara Archipelago

Perahu-Perahu di Masa Kerajaan Nusantara

Asal-Usul Bahasa Nasional, Bahasa Indonesia

Kesadaran Kosmos & Zona Photon

19 Unsur Proses Perjalanan Rohani

The Gaia Project 2012 (Indonesia)

The Gaia Project 2012 (English)

Sejarah Bangsa & Tanah Air Indonesia (Purbakala/The Last Continent)

Garuda Pancasila

Bhinneka Tunggal Ika

Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia

yoga taman kanak-kanak

Dibuka kelas baru 2013 : Yoga Nusantara di Puri Bintaro

Yoga Anak pada Namaste Festival 2012

Shangkala Team in Wellbeing Sanctuary at Namaste Festival 2012

Namaste Night Celebration, guided by Shangkala 24 November 2012

Workshops Cosnciousness Microcosm Energy by Shangkala-Desie-Hendra in Namaste Festival 2012

Bedah Buku: Sang Pembawa Cahaya (Bringers of the Dawn) Pengajaran dari Pleiadian – Barbara Marciniack oleh Shangkala

Fullmoon Meditation, June 2012, Jakarta

Tranquility Weekends Workshop with Sang Kala Tenang Putri

Chikung 1 (Basic Qigong) Class

Holistic Healing Workshop

Yoga Nusantara : Body Earth Healing

‘Ancient Tantra Kriya Yoga’ & ‘Energy Transformation of Micro-Macrocosm’ Workshop

Yin Yoga & Consciousness Meditation at the STONES, Kuta, Bali.

Asanas Yoga, Jiwa Gembira Melalui Gerakan-Gerakan Tubuh

Kelas Yoga & Singing Bowl (Genta Tibet)

Taize Glass Harp

Very soft & smooth music. Nice to be use at your yoga session or enjoying your time.

Taize Glass Harp 00 (download)

Taize Glass Harp 01 (download)

Taize Glass Harp 02 (download)

Taize Glass Harp 03 (download)

*

Related Articles :

Musik/Music

Musik Etnik Nusantara/Nusantara Ethnic Music

Musik Yoga, Meditasi & Terapi / Yoga, Meditation & Therapy Music

Pengertian Yoga

Yoga Class

Kelas Yoga & Singing Bowl

Reiki di Pulau Dewata Bali

Nerang – Rain Stopper

Rain Stopper

Senam Sehat Seumur Hidup

Manusia & Fitrahnya

Spa&Massage Therapy

00 Retreat to Calm (download)

01 Realism of Peace (download)

02 A State of Bliss (download)

03 Inner Peace (download)

*

Related articles :

Musik/Music

Musik Etnik Nusantara/Nusantara Ethnic Music

Musik Yoga, Meditasi & Terapi / Yoga, Meditation & Therapy Music

Pengertian Yoga

Yoga Class

Kelas Yoga & Singing Bowl

Reiki di Pulau Dewata Bali

Nerang – Rain Stopper

Rain Stopper

Senam Sehat Seumur Hidup

Manusia & Fitrahnya