19 Unsur Proses Perjalanan Rohani

30 Maret 2001

Oleh : SKTP

centre crab nebula

1. Rendah Hati

Seharusnya orang jangan berhasrat supaya hati puas dengan dihormati orang lain.Paham hidup yang duniawi menyebabkan kita ingin sekali dihormati orang. Tapi bagi orang yang memiliki pengetahuan sempurna, dan orang yang mengetahui dirinya bukan raga atau badan ini, maka apapun yang berhubungan dengan badan ini tidak berguna. Baik ia dihormati atau tidak dihormati, hendaknya jangan berhasrat oleh penipuan material.

2. Kebebasan dari Rasa Bangga

Karena merupakan alam material

3. Tidak Melakukan Kekerasan

Berarti tidak menyebabkan mahluk lain berduka cita. Pada umumnya orang terperangkap oleh paham hidup yang duniawi, sehingga menderita kesengsaraan material untuk selamanya.

4. Toleransi

Hendaknya orang dilatih untuk tahan penghinaan dan ejekan orang lain. Kalau seseorang dalam proses perjalanan rohani, maka dia akan mengalami begitu banyak penghinaan dan sikap kurang dihormati dari orang lain. Ini memang semestinya karena alam material disusun sedemikian rupa. Jadi ada banyak halangan dalam perjalanan rohani, hendaknya kita toleransi dan melanjutkan dengan ketabahan hati.

5. Kesederhanaan

Hendaknya orang bebas dari siasat licik dsb. Sehingga kebenaran sejati akan muncul dengan sendirinya, bahkan kepada musuh sekalipun.

6. Mencari Seorang Guru Rohani

Hendaknya orang mendekati seorang guru kerohanian dengan rendah hati agar beliau berkenan menganugrahkan berkat karunianya kepada sang murid.

7. Kebersihan

Merupakan syarat mutlak untuk mencapai kemajuan rohani. Kebersihan lahiriah dan batiniah. Kebersihan lahiriah yaitu orang harus berpikir dan mengingat Allah. Proses ini menghilangkan debu yang tertumpuk dari karma yang dahulu.

8. Sikap Mantap

Hendaknya orang bertabah hati untuk mencapai kemajuan rohani, teguh dalam pendirian.

9. Pengendalian Diri

Hendaknya orang jangan menerima sesuatu yang dapat menghalangi kemajuan rohani. Inilah ketidakterikatan yang sebenarnya.

10. Melepaskan Ikatan Terhadap Obyej Kepuasan Indria-Indria (Nafsu)

Betapa kuatnya nafsu sehingga selalu ingin dipuaskan. Sebaiknya orang jangan mengikuti indria yang selalu ingin dipuaskan, yang sebenarnya tidak diperlukan. Indria yang paling penting untuk dikendalikan adalah lidah.

11. Kebebasan dari Keakuan Palsu

Jangan menganggap badan ini adalah diri kita. Orang yang mengerti bahwa dirinya bukan badan, melainkan dirinya adalah Roh. Roh ini adalah keakuan yang sebenarnya.

12. Mengerti Tentang Buruknya Kelahiran-Kematian

Orang harus mengerti secara mendalam tentang kelahiran itu penuh kesengsaraan, begitu juga dengan kematian. Sehingga apabila kita mau mengerti tentang hal ini, maka kita akan berusaha mencari penyelesaian kelahiran & kematian yang berulang-kali ini.

13. Usia Tua & Penyakit

Tak ada seorangpun yang ingin jatuh sakit dn tidak ada seorangpun yang ingin jadi tua. Tetapi hal itu tak dapat dihindari. Jadi kita harus bersikap pesimistis terhadap kehidupan alam material ini. Maka akan ada dorongan untuk kemajuan dalam kehidupan rohani.

14. Ketidakterikatan

Adalah kehendak Bebas Positif.

15. Kebebasan dari Ikatan Terhadap Anak-Anak, Istri & Rumah dsb

Mengenai hal satu ini bukan dimaksud agar orang tidak punya perasaan sama sekali terhadap hal-hal itu. Hal-hal di atas adalah merupakan objek dari kasih saying. Tetapi apabila hal-hal keterikatan tersebut tidak menguntungkan dalam kemajuan rohani, maka sebaiknya orang jangan terikat kepadanya. Cara terbaik agar rumah tangga menyenangkan ialah kesadaran akan adanya Allah. Sebaiknya kita melatih anggota keluarga dalam kesadaran Allah. Apabila seseorang dapat membentuk kehidupan keluarga dengan cara demikian, maka dia tidak perlu berubah dari hidup berkeluarga sampai kehidupan menginggalkan duniawi.

16. Keseimbangn Pikiran di Tengah Kejadian Suka & Duka

Suka dan duka adalah hal yang selalu berjalan berdampingan dalam kehidupan material. Seseorang tidak akan pernah bias membatasi dating dan perginya suka dan duka. Karena itu sebaiknya ia lepas dari ikatan terhadap cara hidup yang duniawi dan dengan sendirinya akan seimbang dalam dua keadaan tersebut. Pada umumnya apabila kita mendapatkan yang tidak diinginkan bersedih hati. Tapi apabila kita telah ada ditingkat rohani, maka hal-hal seperti itu tidak akan menggoyahkan diri kita.

17. Keinsyafan Diri

Mengakui bahwa keinsyafan diri adalah hal yang sangat penting.

18. Ketidakterikatan Terhadap Khalayak Ramai

19. Berbakti Kepada Allah (Tauhid) dan Tidak Pernah Menyimpang

“ Aku menyatakan bahwa segala sifat tersebut adalah pengetahuan. Dan apapun yang ada diluar dari itu adalah kebodohan”

* * *

Artikel Terkait :

Wejangan Leluhur

Manusia Seutuhnya

Manusia dan Fitrahnya

Kehidupan

Peranan Perempuan dalam Skenario Blueprint Pancasila

Makna dari Ilmu & Pengetahuan (Bagian I)

Berkaca pada kepolosan anak-anak sebuah kerukuan hidup antar umat beragama

Reflectiong on Children Innocence of a Harmony Life among People Different Religious

Kebijaksanaan dari Visi Kepemimpinan

Jati Diri & Rasa

Kesadaran Kosmos & Zona Photon

Proyeksi Nusantara

The Gaia Project 2012 (Indonesia)

The Gaia Project 2012 (English)

Garuda Pancasila

Bhinneka Tunggal Ika

Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia

15 Sifat Kepemimpinan Mahapatih Gajah Mada dalam Negara Kertagama oleh Mpu Prapanca

Yoga Class

Pengertian Yoga

Kelas Yoga & Singing Bowl (Genta Tibet)

Asanas Yoga, Jiwa Gembira Melalui Gerakan-Gerakan Tubuh

Asanas Yoga. Healthy & Happy of Body & Soul

Heart, Hands & Orbs at Merapi Volcano, Central Java

The Studio Wellness Program at The Stones, Kuta, Bali

Orbs at Yoga Class

Conversation with the ORBS

Gurindam Dua Belas

Boats & Ships during Kingdoms Era in Nusantara Archipelago

Perahu-Perahu di Masa Kerajaan Nusantara

Asal-Usul Bahasa Nasional, Bahasa Indonesia

5 responses to this post.

  1. Posted by wulan on September 25, 2009 at 10:56 am

    subhanallah.. trims u penulisny y.. bolehkah aq upload d FB ku?

    Reply

  2. …berusaha mencari penyelesaian kelahiran dan kematian yang berulang-kali ini.

    Seperti ajaran Guru Sakyamuni Buddha. Nice post. Sangat bermanfaat!

    Reply

  3. […] Berbakti Kepada Allah (Tauhid) dan Tidak Pernah Menyimpang Spoiler for sumber:  sumber Sekian sedikit ulasan tentang Proses Perjalanan Rohani. semoga dapat memotivasi pribadi […]

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: