Berkaca Pada Kepolosan Anak-Anak Sebuah Kerukunan Hidup Antar Umat Beragama

Oleh : Desie Arumsari

Puja Mandala sebuah kawasan rumah ibadah terpadu (berjajar dengan manis Masjid Ibnu Batutah, Gereja Katolik Maria Bunda Segala Bangsa, Wihara Budhina Guna, Gereja Kristen Protestan Bukit Doa, serta Pura Jagat Natha) menggambarkan suatu kerukunan hidup antar umat beragama.

Puja berarti memuja, doa. Mandala adalah area atau wilayah. Puja mandala adalah tempat pemujaan, tempat sembahyang umat pada Tuhan. Puja mandala berada di kawasan Nusa Dua, Bali.

puja mandala

Puja Mandala di Nusa Dua Bali

Semangat kerukunan hidup antar umat beragama benar-benar ada. Pada sebuah perayaaan Natal, umat Kristen membuat berbagai perhiasan untuk gereja. Umat lain membantu agar penyelenggaraan parkir rapi dan teratur. Ada juga sahabat Muslim yang menyumbangkan memimpin bermain angklung. Pada perayaan Nyepi, umat muslim shalat tanpa mengumandangkan adzan dan melenggang damai ke Masjid. Pada perayaan Ekaristi terdengar alunan adzan magrib.

Kerukunan antar umat beragama yang seperti ini sudah sangat jarang. Adanya perjalanan saya ke Puja Mandala di Nusa Dua Bali mengingatkan masa kecil saya di sebuah pulau eksotik lain yaitu : Sumba. Pulau berisi padang rumput, steppa, kuda, bukit, gempa, tanah subuh yang berbatu-batu, pemujaan leluhur, sirih-pinang, laut biru, keong dan terakhir semangat Lebaran & Natal!

Tepatnya di Waingapu, Sumba Timur. Setelah shalat Ied, semua anak-anak kompleks berkumpul, baik yang muslim dan non muslim, lalu bersama-sama berjalan mengunjungi rumah-rumah yang merayakan Lebaran atau Idul Fitri. Kami semua berjalan riang gembira bahkan melanjutkan perjalanan ke luar kompleks. Cukup jauh juga untuk ukuran anak kecil perjalanan kami, hingga ke kampung Jawa, kampung Melayu, kampung Arab. Kami tetap ceria sepanjang perjalanan. Bahkan tak jarang kami mengunjungi rumah yang tak kami kenal untuk mengucapkan selamat lebaran. Kami tak peduli dijamu banyak makanan atau diberi uang atau tidak saat itu. Yang ada dalam pikiran kami sebanyak mungkin kami bisa memberi ucapan selamat lebaran dan jalan-jalannya itu loh…senang sekali rasanya bagi kami dapat menatap wajah-wajah ceria banyak orang. Kala sore mulai berganti, kamipun kembali pulang ke rumah dan merasa senang karena perut sudah sangat kenyang berisi makanan dari hasil kunjungan-kunjungan. Dan juga anak kecil mana yang tak senang bila sudah mengantongi banyak uang dan kacang ha ha ha.

Berbeda dengan saat Natal. Karena sebagian besar murid sekolah kami pemeluk Kristen (Katolik & Protestan), maka natal dirayakan di sekolah dalam bentuk drama. Semua murid ingin berpartisipasi. Ada yang menjadi para pemain, ada yang dalam kelompok vocal grup, ada yang sebagai panitia acara. Dan sisanya penonton! Termasuk para guru. Semua saling dilibatkan, membantu satu-sama lain. Kala pementasanpun sering kali penonton geer..karena adegan salah atau ucapan salah oleh murid-murid pelakon. Ada suatu semangat keceriaan dari kami para murid. Tak ada kami diajarkan saling mengejek, menghina. Dengan kepolosan jiwa anak-anak, saat itu secara alamiah kami diajarkan untuk saling menghormati, mencintai, menolong satu sama-lain.

Memetik pelajaran perjalanan kali ini, dapatkah kita menjadi jiwa anak-anak yang polos? Kita dapat berkaca pada kepolosan anak-anak kita. Kepolosan tanpa menilai dan menghakimi. Hidup saling menghormati dan menghargai. Menolong satu-sama lain. Berjalan bersama-sama menggenggam erat satu-sama lain. Tertawa dan gembira bersama. Mencintai dan dicintai.

semua ceria

Sampurasun. Salam Sejahtera. Shalom. Om Swastiastu. Kulonuwun. Wassalam.

* * *

Artikel Terkait :

Wejangan Leluhur

Manusia Seutuhnya

Manusia dan Fitrahnya

Kehidupan

Peranan Perempuan dalam Skenario Blueprint Pancasila

Makna dari Ilmu & Pengetahuan (Bagian I)

Kebijaksanaan dari Visi Kepemimpinan

Jati Diri & Rasa

Reflectiong on Children Innocence of a Harmony Life among People Different Religious

Garuda Pancasila

Bhinneka Tunggal Ika

Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia

15 Sifat Kepemimpinan Mahapatih Gajah Mada dalam Negara Kertagama oleh Mpu Prapanca

Kesadaran Kosmos & Zona Photon

Proyeksi Nusantara

19 Unsur Proses Perjalanan Rohani

The Gaia Project 2012 (Indonesia)

The Gaia Project 2012 (English)

Serat Jayabaya (Jawa)

Ramalan Jayabaya (Indonesia)

Jayabaya Prophecy (English)

Thanks for What We Have – Music Performance at the Orphanage

Yoga Class

Pengertian Yoga

Kelas Yoga & Singing Bowl

Asanas Yoga, Jiwa Gembira Melalui Gerakan-Gerakan Tubuh

Asanas Yoga. Healthy & Happy of Body & Soul

Yoga Ibu Hamil

Prenatal Yoga

Meditasi

Rileksasi Dalam

Meditation

Cakra & Kundalini

‘Ancient Tantra Kriya Yoga’ & ‘Energy Transformation Micro – Macrocosm’ Workshop

Deep Inside ‘Nyepi’ – Silence Day (Hindu Lunar New Year)

Yin Yoga & Consciousness Meditation at the STONES, Kuta, Bali

Teri Fish & Honey Fried Rice

Heart, Hands & Orbs at Merapi Volcano, Central Java

The Studio Wellness Program at The Stones, Kuta, Bali

Surya Candra Bhuana

Orbs at Yoga Class

Orbs & Light Beings in Ancient Tribe, Java-Indonesia

Conversation with the ORBS

Perguruan Silat Tadjimalela

Prosesi Ala PS Tadjimalela

Pelatihan Perguruan SIlat Tadjimalela

Pengalaman Pelatih Silat Lokal di Kancah Global

Momen Pelatihan dan Kejuaraan Timnas Indonesia

PS Tadjimalela – Konsolidasi Batin dalam Halal bi Halal

Kerajaan Sumedang Larang

Prosedure Darurat Gempa Bumi

Krakatau (Indonesia)

Krakatau (English)

Earthquake Emergency Procedure

Earthquake Cloud

Awan Gempa

Tanda-Tanda Dari Hewan Terhadap Bencana Alam

Animal Signs of Natural Disaster

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: