Archive for July, 2009

Kerajaan Sunda-Galuh

Oleh : Ali Sastramidjaja

SUNDA-GALUH

Tahun 0774 – 1397 Caka (0873 – 1477 Masehi) = 623 tahun Candra  (604 tahun Surya);

Jumlah Maharaja 26 orang

Kala 0774 – 0813 Caka (0873 – 0910 Masehi) = 39 tahun
Kerajaan SUNDA-GALUH – I – ,  ibukota di Pakuan.
Nama Rakeyan Wuwus
Nama gelar Prabu Gajah Kulwan
Istri Déwi Kirana, putri Prabu Welengan, Galuh 11
Anak 1 Batara Danghyang Guru Wisuda2 Déwi Sawitr, isteri Rakeyan Windusakti.
Istri 2 Nonon, Enon (Ratu Palabuan Ratu)Nama Nonon atau Enon ini terdapat dalam “sejarah Plabuan Ratu di Sukabumi selatan” sebagai Ratu yang bersuami Wuwus
Peristiwa Pada tahun 774 Caka, Ratu Galuh, ialah Prabu Linggabumi wafat, tanpa keturunan. Adiknya ialah istri Rakean Wuwus, ratu Sunda ke 8. Lalu tahta diwariskan kepadanya.Jadi mulai tahun 744 Rakeyan Wuwus atau Sang Prabu Gajahkulwan menjadi Maharaja SUNDA-GALUH 1
Penjelasan Jadi dalam tahun 0774 C (0872 M) terjadi perobahan besar di tatar Sunda ialah dengan terjadinya penggabungan kerajaan Sunda dan Galuh karena dibawah seorang raja, ialah Rakean WuwusKarena dalam data sejarah tidak ditemukan data nama untuk kerajaan yang tergabung ini, maka dalam buku ini akan dinyatakan dengan nama SUNDA-GALUH.Kerajaan SUNDA-GALUH ini dimulai dari Rakean Wuwus, tahun  0774 C (0872 M) sampai dengan kerajaan Wastukencana tahun 1397 C (1477 M), jadi selama 623 tahun Candra (605 tahun Surya); ialah selama lebih dari 6 abad.
Catatan 0741 – 0774 Caka selaku raja Sunda 80774 – 0813 Caka selaku maharaja SUNDA-GALUH – I -Penguasa wilayah diangkat anak dan menantunya.
Peristiwa Setelah Rakeyan Wuwus meninggal, kekuasaannya direbut oleh Sang Arya Kedaton
Galuh 14 0774 – 0817 Caka, Batara Danghyang Guru Wisuda, putra Wuwus, Sunda
Sunda 9 0774 – 0817 Caka, Rakeyan Windusakti, suami Dewi Sawitri, putri Wuwus, Sunda
Kala 0813 – 0817 Caka (0910 – 0914 Masehi) = 4 tahun
Kerajaan SUNDA-GALUH – II – , ibukota di Pakuan.
Nama Sang Arya Kedaton
Nama gelar Prabu Darmaraksa Cakalabuwana
Istri Déwi Widyasari, adik Rakeyan Wuwus
Anak Rakeyan Windusakti, suami Dewi Sawitri, putri Wuwus, Sunda 8
Peristiwa Setelah Wuwus meninggal (0813 Caka), tahta kerajaan direbut oleh Arya Kadaton, putra Galuh 11, adik dari istri Wuwus tapi lain ibu.
Wafat Sang Arya Kedaton dibunuh oleh seorang mentri Sunda
Galuh 14 0774 – 0817 Caka, Batara Danghyang Guru Wisuda (putra Wuwus, Sunda)
Sunda 9 0774 – 0817 Caka, Rakyan Windusakti, suami Dewi Sawitri, putri Wuwus, Sunda 8
Kala 0817 – 0835 Caka (0914 – 0932 Masehi) = 18  tahun
Kerajaan SUNDA-GALUH – III – , ibukota di Pakuan.
Nama Rakeyan Windusakti, putra Arya Kadaton, SUNDA-GALUH – I I  –
Nama gelar Prabu Déwageung Jayeng Buwana.
Istri Déwi Sawitri, adik Batara Danghyang Guru Wisuda, putra Wuwus, Sunda
Anak 1 Rakeyan Kamuning Gading2 Rakeyan Jaya Giri
Galuh 15 0817 – 0835 Caka = 18 tahun, Kamuning Gading
Sunda 10 0817 – 0838 Caka = 21 tahun, Rakeyan Jayagiri
Kala 0835 – 0838 Caka (0932 – 0935 Masehi) = 3  tahun
Kerajaan SUNDA-GALUH – IV – , ibukota di Pakuan.
Nama Rakeyan Kemuning Gading
Nama gelar Prabu Pucuk Wesi, Sang mokteng (yang meninggal di) Hujung Cariang
Istri
Anak Rakeyan Limbur Kencana
Peristiwa Takhta kerajaan direbut oleh adiknya, ialah Rakeyan Jayagiri.
Galuh 16 0835 – 0842 Caka =   7 tahun, Rakeyan Jayadrata0842 – 0871 Caka = 29 tahun, Rakeyan Jayadrata, Galuh berontak, merdeka
Sunda 10 0817 – 0838 Caka = 21 tahun, Rakeyan Jayagiri
Kala 0835 – 0871 Caka = 36 tahun
Kerajaan Galuh 16
Nama Jayadrata
Gelar Prabu Jayadrata BimaparakramaSang Lumahing . Wanawasa (yang meninggal di dalam hutan).
Istri
Anak Prabu Harimurtti
Berontak Sejak memerintah kerajaan, Prabu Jayadrata dengan bala tentaranya, diam-diam menyerang bala tentara Sunda dan pejabat Kerajaan Sunda yang ada di wilayah Galuh, sebab Prabu Jayadrata keinginannya memisahkan kekuasaan negara Galuh dari kekuasaan Kerajaan Sunda. Semua bala tentara Sunda tertawan oleh bala tentara Galuh. Tak lama kemudian, bala tentara Sunda memerangi Kerajaan Galuh, dengan tujuannya ingin mengalahkan kerajaannya dengan rajanya, termasuk bala tentaranya, membebaskan semua balatentara Sunda dan pejabat yang telah tertangkap dan ditawan. Tetapi ketika mereka baru sampai di batas kerajaan wilayah Galuh, balatentara Sunda yang sedang berjalan diserang dari belakang oleh balatentara Galuh yang telah menyebar di hutan dengan diam-diam. Balatentara Sunda kacau-balau dan tidak lagi bersenjata. Banyak balatentara Sunda tewas dipanah, tertombak dan tertusuk oleh bala tentara Galuh dari belakang, bahkan mereka diserang dengan tiba-tiba. Kemudian semua balatentara Sunda yang ditawan, juga semua pejabat Kerajaan Sunda dibebaskan, dan disuruh kembali ke negaranya.
Membangkang Oleh sebab itu pada permulaan tahun 842 Caka kerajaan Galuh merdeka menjadi kerajaan yang berdiri sendiri, tidak ada di bawah kekuasaan kerajaan Sunda lagi.
Catatan 0835 – 0842 Caka =   7 tahun, Galuh bagian SUNDA-GALUH0842 – 0871 Caka = 29 tahun, Galuh memerdekakan diri / membangkang
Wafat Demikian juga, di kerajaan Galuh, peristiwa 15 tahun yang telah lampau, Senapati Surageni telah dijatuhi hukuman mati oleh Prabu Harimurti. Senapati Surageni adalah senapati Rahiyang Jayagiri, Senapati itu membalas dendam kepada Prabu Galuh, Jayadrata yang telah membunuh raja Sunda. Pada waktu itu tahun 871 Caka (949/50 Masehi). Prabu Jayadrata sedang berburu binatang di dalam hutan bersama pengiringnya Sang Prabu Jayadrata di­panah oleh Senapati Surageni. Sang Prabu Jayadrata tewas pada waktu itu, tetapi Senapati Surageni tertangkap oleh angkatan bersenjata Galuh. Kemudian Senapati Surageni dijatuhi hukuman mati oleh putera Prabu Jayadrata, yaitu Prabu Galuh Harimurtti. Oleh karena itu Prabu Jayadrata disebut Sang Lumahing . Wanawasa (yang meninggal di dalam hutan).
Kala 0838 – 0864 Caka (0934 – 0960 Masehi) = 26 th
Kerajaan SUNDA-GALUH – V –  , ibukota di Pakuan.
Nama Rakeyan Jayagiri.
Nama gelar Prabu Wanayasa Jayabuwana.
Istri
Anak Déwi Ambawati, bersuami Watuageng atau Watwagheng, Sunda 11
Catatan 0838 – 0864 Caka (0934 – 0960 Masehi) = 26 th, Sunda 180838 – 0842 Caka (0934 – 0938 Masehi) =   4 th, SUNDA-GALUH – V -0842 – 0864 Caka (0938 – 0960 Masehi) = 22 th, SUNDA-GALUH – V –  tanpa Galuh
Peristiwa 1 Tahta Prabu Kamuning Gading direbut oleh adiknya, ialah Rakeyan Jayagiri dalam tahun 0838 Caka (0934 Masehi).
Peristiwa 2 Kekuasaan Prabu Jaya Giri, yang ada di Galuh direbut oleh Prabu JayadrataPrabu Jayadrata, cucu Batara Danghyang Guru Wisuda.Selanjutnya Prabu Jayagiri, 0842-0864 C (0938-0960 M), hanya berkuasa di Sunda
Peristiwa 3 Melakukan pembalasan pemberontakan Galuh, dengan menyuruh dua orang, di antaranya, yaitu seorang penjahat dan seorang lagi pembunuh, disuruh untuk membunuh Prabu Jayadrata. Tetapi kedua orang itu tidak berhasil. Bahkan keduanya, yaitu seorang pembunuh dan se­orang penjahat tertangkap, selanjutnya dihukum bunuh.
Peristiwa 4 Pra­bu Jayadrata bermaksud membalas dengan pembunuhan. Dia menyuruh anak buahnya mem­bunuh Rahiyang Jaya Giri. Dan Prabu Jayadrata memperoleh bantuan dari adik iparnya, yaitu Rakeyan Limbur Kencana, yang berada di kerajaan Sun­da. Akhirnya Rakeyan Jaya Giri, berhasil dibunuhnya. Peristiwa itu terjadi pada tahun 864 Caka (=960   Masehi).
Mangkat Rakeyan Jaya Giri meninggal, karena dibunuh oleh Prabu Jayadrata dalam tahun  0864 Caka (0960 Masehi)
Galuh 16 0838 – 0842 Caka Sang Jayadrata0842 – 0871 Caka, Sang Jayadrata – Galuh berontak, memerdekakan diri.
Sunda 11 0838 – 0864 Caka, Watuageng, menantu Jayagiri
Kala 0774 – 0934 Caka (0873 – 1028 Masehi) = 160 tahun
Keterangan Setelah adanya yang disebut SUNDA-GALUH, atau jabatan Maharaja, maka nyata banyak terjadi perebutan kekuasaan, untuk menduduki jabatan itu.Karena sukar diterangkan hanya dengan kata-kata, maka dibantu dengan :1 Silsilah dan jabatan 

2 Kedudukan tiga (3)  jabatan dalam waktu yang bersamaan

silsilah 00

. . . . . . . . . untuk data sejarah & silsilah lengkapnya, anda dapat membeli buku ini pada kami.

Informasi lengkap pada :

Buku : Data Kala Sejarah Kerajaan – Kerajaan di Jawa Barat

* * *

Artikel terkait :

Kerajaan Salakanagara

Kerajaan Tarumanagara

Kerajaaan Indraprahasta

Kerajaan Kendan

Kerajaan Galuh

Kerajaan Sunda

Wangsa Sanjaya

Kerajaan Saunggalah

Kerajaan Sunda-Galuh

Kerajaan Kuningan

Kerajaan Cirebon

Perang (Pasundan) Bubat

Kerajaan Sumedang Larang

Kerajaan Pajajaran

Kerajaan Sunda Kelapa – Jayakarta – Batavia

Kerajaan Banten

Kerajaan Talaga

Tabel Pemimpin Kerajaan Sunda, Galuh

Ki Sunda di Tatar Sunda

Menapaki Perjalanan Sunda

Kalender Sunda & Revisi Sejarah

Makanan Sunda

Amanat Galunggung Prabu Darmasiksa Leluhur Sunda

Pangeran Wangsakerta Sang Sejarawan

Dalam Kenangan, Abah Ali Sastramidjaja

Ketika Jawa Bertemu Belanda

Ras Nusantara

Prasasti Batu Tulis Bogor

Prasasti Ciarunteun Peninggalan Kerajaan Tarumanegara

Perbedaan Batu Tulis, Petilasan & Makam

The Differences between Written-Stone, Petilasan Sites (Paths in the past) & Tomb

Baduy-Sebuah Perjalanan Batin ke Suku Kuno tahun 1959

Kebon Raya Bogor

Tokoh-Tokoh Galuh Menurut Wangsakerta

Galuh Berarti Putri Bangsawan atau Sejenis Batu Permata

Keberadaan Galuh Sepanjang Sejarahnya, Sang Manarah

Sejarah Bangsa & Tanah Air Indonesia (Purbakala/The Last Continent)

Peninggalan Prasejarah Masa Perundagian

Prehistoric Remains from the Bronze-Iron Age

Prehistoric Remains from Neolitic Stage

Peninggalan Prasejarah Zaman Bercocok Tanam

Prehistoric Sites Along the Banks of Ciliwung River

Peta Lokasi Situs Prasejarah di Daerah Aliran Sungai Ciliwung

Tokoh-Tokoh Galuh Menurut Wangsakerta

Galuh Berarti Putri Bangsawan atau Sejenis Batu Permata

Keberadaan Galuh Sepanjang Sejarahnya, Sang Manarah

Gurindam Dua Belas

Boats & Ships during Kingdoms Era in Nusantara Archipelago

Perahu-Perahu di Masa Kerajaan Nusantara

Asal-Usul Bahasa Nasional, Bahasa Indonesia

Musik/Music

Musik Etnik Nusantara/Nusantara Ethnic Music

Musik Yoga, Meditasi & Terapi / Yoga, Meditation & Therapy Music

 

Kerajaan Saunggalah

Oleh : Ali Sastramidjaja

Kerajaan Saunggalah

0645 – 1262 Caka = 617 tahun candra,  0748 – 1346 Masehi = 598  tahun surya

Kala 0645 – 0696 Caka (0748 – 0797 Masehi)  = 51 tahun.
Penobatan di Saunggalah 1
Nama Demunawan (77-128th)
Gelar Seuweukarma, Rahyangtang Kuku, Sang Resiguru Demunawan
Istri Dewi Sangkari, putri Sang Pandawa alias Wiragati, raja Kuningan.
Anak 1. Tambakwesi (0-51th).2. Tambakbaya, kelak menjadi ahli menulis pada lontar, diantarnya hal sejarah
Peristiwa Dalam tahun 645 C (748 M), Sang Pandawa alias Sang Wiragati, raja Kuningan, turun tahta dan menjadi resiguru di Layuwatang, mandala bekas pertapaan Rajaresi Dewaraja Sura Liman Sakti raja Kendan II.
Catatan Setelah Pandawa turun tahta, Sempakwaja mendirikan kerajaan Saunggalah, mendirikan istana di Saunggalah dan mengangkat putranya, Demunawan sebagai Prabunya di bekas kerajaan Kuningan.
Penjelasan Demunawan ialah putra ke 2 Rababu dan Sempakwaja
Wafat 0696 Caka (0797 Masehi) Demunawan wafat dalam usia 128 th; jadi lahir 0568 Caka
Kala 0696 – 0747 Caka (0797 – 0847 Masehi)  = 51 tahun.
Penobatan di Saunggalah 2
Nama Tambakwesi (51-102th).
Istri
Anak Sang Kretamanggala
Kala 0747 – 0000 Caka (0847 – 0000 Masehi)  =  tahun.
Penobatan di Saunggalah 3
Nama Sang Kretamanggala
Istri
Anak 1 Déwi Kencanawangi, bersuami Sang Manarah2 Déwi Kencanasari,      bersuami Sang Banga

silsilah 00

————————————————————————————————————

silsilah 01

————————————————————————————————————–

silsilah 02

. . . . . . . . . untuk data sejarah & silsilah lengkapnya, anda dapat membeli buku ini pada kami.

Informasi lengkap pada :

Buku : Data Kala Sejarah Kerajaan – Kerajaan di Jawa Barat

* * *

Artikel terkait :

Kerajaan Salakanagara

Kerajaan Tarumanagara

Kerajaaan Indraprahasta

Kerajaan Kendan

Kerajaan Galuh

Kerajaan Sunda

Wangsa Sanjaya

Kerajaan Sunda-Galuh

Kerajaan Kuningan

Kerajaan Cirebon

Perang (Pasundan) Bubat

Kerajaan Sumedang Larang

Kerajaan Pajajaran

Kerajaan Sunda Kelapa – Jayakarta – Batavia

Kerajaan Banten

Kerajaan Talaga

Tabel Pemimpin Kerajaan Sunda, Galuh

Ki Sunda di Tatar Sunda

Menapaki Perjalanan Sunda

Kalender Sunda & Revisi Sejarah

Makanan Sunda

Susunan Warna Kasundaan

Amanat Galunggung Prabu Darmasiksa Leluhur Sunda

Pangeran Wangsakerta Sang Sejarawan

Dalam Kenangan, Abah Ali Sastramidjaja

Ketika Jawa Bertemu Belanda

Ras Nusantara

Prasasti Batu Tulis Bogor

Prasasti Ciarunteun Peninggalan Kerajaan Tarumanegara

Perbedaan Batu Tulis, Petilasan & Makam

The Differences between Written-Stone, Petilasan Sites (Paths in the past) & Tomb

Baduy-Sebuah Perjalanan Batin ke Suku Kuno tahun 1959

Kebon Raya Bogor

Sejarah Bangsa & Tanah Air Indonesia (Purbakala/The Last Continent)

Peninggalan Prasejarah Masa Perundagian

Prehistoric Remains from the Bronze-Iron Age

Prehistoric Remains from Neolitic Stage

Peninggalan Prasejarah Zaman Bercocok Tanam

Prehistoric Sites Along the Banks of Ciliwung River

Peta Lokasi Situs Prasejarah di Daerah Aliran Sungai Ciliwung

Tokoh-Tokoh Galuh Menurut Wangsakerta

Galuh Berarti Putri Bangsawan atau Sejenis Batu Permata

Keberadaan Galuh Sepanjang Sejarahnya, Sang Manarah

Gurindam Dua Belas

Boats & Ships during Kingdoms Era in Nusantara Archipelago

Perahu-Perahu di Masa Kerajaan Nusantara

Asal-Usul Bahasa Nasional, Bahasa Indonesia

Musik/Music

Musik Etnik Nusantara/Nusantara Ethnic Music

Musik Yoga, Meditasi & Terapi / Yoga, Meditation & Therapy Music

Wangsa Sanjaya

Oleh : Ali Sastramidjaja

Kala 0605 Caka
Lahir Sang Jamri, Sanjaya
Ayah Sena, Prabu Bratasenawa (usia 22 th), Galuh
Ibu Dewi Sanaha, Kalingga
Tokoh 623 Caka, pergi ke kerajaan Sunda, menjadi ahli perang625 Caka , menikah dengan Sekar Kancana, putri Sunda645 Caka, Prabu di Sunda 2, penerus dari Tarusbawa 

645 Caka, Prabu di Galuh 5, merebut dari Purbasora

654 Caka, Prabu Medang 1 di bumi Mataram, (Kalingga diganti nama menjadi Medang di Mataram)

Wafat 676 Caka, Sanjaya wafat di Medang, dalam usia 71 tahun

Adapun Rakyan Sanjaya putera raja Bratasennawa namanya.

Raja Bratasennawa puteranya Sang Mandiminyak, raja kerajaan Galuh di bumi Jawa Barat. Demikianlah, asal riwayatnya menurut tulisannya sang mahakawi, mengenai pertaliannya raja-raja Medang di bumi Mataram di tengah Pulau Jawa, sebuah pulau yang sangat dikagumi oleh sekalian penduduk.

Segala pemujaan dewa ada di situ. Di tengah bumi Pulau Jawa ada dua wangsa besar, yaitu wangsa Sanjaya dan wangsa Sailendra. Adapun wangsa Keling dan sejumlah wangsa lain lagi ada juga di situ.

Begini asal mula riwayat nenek‑moyang wangsa Sanjaya.

Sang Resiguru Sempakwaja tinggal di Galunggung wilayahnya Ia beristerikan pohaci Rababu namanya, seorang wanita yang sangat mempesona rupanya, bagaikan bulan penuh tanggal 14 paruh bulan terang, demikian hal ihwal kecantikannya.

Adik Sempakwaja, ialah Prabhu Mandiminyak namanya, menjadi raja di Galuh di bumi Jawa Barat. Pada waktu Sang Mandiminyak usianya remaja dijadikan putera mahkota. Ia dengan pohaci Rababu saling jatuh cinta. Oleh karena itu, Sang Mandiminyak dengan pohaci Rababu bersetubuh, karena keduanya telah benar-benar cinta, dan tidak diketahui oleh suaminya.

Kemudian pohaci Rababu mengandung, lalu melahirkan seorang putera laki-laki yaitu Sang Senna namanya. Sesungguhnya dari perkawinan pohaci Rababu dengan Sang Sempakwaja telah lebih dahulu berputera dua orang laki-laki, di antaranya masing-masing ialah Sang Demunawan namanya dan Sang Purbasora namanya.

Selanjutnya, Sang Mandiminyak ialah Sang Kumara kerajaan Galuh menikah dengan Dewi Parwati namanya. Adapun Dewi Parwati Itu puteri Dewi Sima namanya, rajarani di kerajaan Keling di bumi tengah Pulau Jawa. Dewi Sima menjadi ratu pada tahun 596 Caka (700 Masehi), menggantikan suaminya ialah Prabhu Kartikeyasingha, atau yang wafat di Gunung Mahameru gelarnya yang lain. Kerajaan ini bersahabat akrab dengan Maharaja Cina. Duta kerajaan Keling ada di sana, duta kerajaan Cina.ada di sini. Prabhu Kartikeyasingha telah dua kali mengirimkan dutanya pembesar-pembesar kerajaan ke kerajaan Cina, pertama pada tahun 570 Caka (674 Masehi), kedua pada tahun 588 Caka (692 Masehi), yaitu pada permulaan Sang Prabhu memerintah kerajaan.

Adapun asal mula wangsanya Sang Prabhu ialah dari negeri Bharata bagian selatan. Ayahnya, Sang Prabhu Keling, pada waktu memerintah kerajaan 8 tahun yang lalu, yaitu pada tahun 562 Caka (667 Masehi) dan pada tahun 554 Caka (657 Masehi) mengirim dutanya ke kerajaan Cina, karena itu juga duta kerajaan Cina datang ke sini. Dari perkawinan Sang Prabhu Kartikeyasingha dengan Dewi Sima, berputera 2 orang wanita dan laki‑laki, masing-masing ialah yang wanita Dewi Parwati diperisteri oleh Sang Mandiminyak dari Galuh, yang laki‑laki Sang Narayan namanya.

Sesudahnya Dewi Sima wafat pada tahun 617 Caka (720 Masehi), kemudian kerajaan dibuat dua wilayah kerajaan, di antaranya ialah yang wanita, Dewi Parwati, di sebelah utara, yang laki-laki, Sang Narayan, di sebelah selatan. Sang Mandiminyak, suami Dewi Parwati, tidak menggantikan di situ, karena ia menjadi raja di kerajaan Galuh.

Dari pernikahan Prabhu Mandiminyak dengan Dewi Parwati berputeralah seorang wanita, Dewi Sannaha namanya. Kemudian Dewi Sannaha diperisteri oleh Sang Bratasennawa, putera Sang Mandiminyak dengan Pohaci Rababu, istri Sang Sempakwaja. Dari pernikahan Sang Bratasennawa dengan Dewi Sannaha berputeralah laki-laki ialah Sanjaya, yang memperoleh gelar penobatan Sang Prabhu Sanjaya Ksatra Bhamaprakramayuddhenipuna Bratasennawaputra. Sang Sanjaya pertama-tama menjadi raja di Jawa Barat lamanya 9 tahun. Kemudian pada tahun 654 Caka (756 Masehi) hingga tahun 697 Caka (798 Masehi) ia menjadi raja di Jawa Tengah bumi Pulau Jawa. Adik Dewi Parwati ialah Sang Narayan menjadi raja di wilayah selatan pada tahun 617 Caka (720 Masehi) hingga 664 Caka (766 Masehi). Setelah Prabhu Narayan wafat, selanjutnya digantikan oleh puteranya ialah Sang Prabhu Dewa Singha namanya.

Namun kedua kerajaan itu ada di bawah kekuasaan Prabhu Sanjaya. Adapun negara di bagian tengah Pulau Jawa itu, terkenal namanya dengan sebutan kerajaan Medang di bumi Mataram. Untuk pertama kalinya nama Medang berasal pada masa Sanjaya memerintah di bagian tengah bumi Pulau Jawa. Pada waktu itu Sang Prabhu Dewa Singha memerintah wilayah selatan yang tunduk di bawah kekuasaan Sanjaya. Di situ Sanjaya menjadi raja selaku mahaprabhu, karena sekalian raja‑raja tetangga di Jawa Tengah dan Jawa Timur di bawah perintah Sanjaya.

Beberapa tahun yang telah lalu, raja-raja Jawa Barat dikalahkan oleh Sanjaya, bahkan beberapa kerajaan di Swarnabhumi dan Sanghyang Hujung dan kerajaan lainnya lagi ditundukkan oleh Sanjaya. Banyaklah keturunannya di Pulau Jawa menjadi raja, ada yang menjadi rakyan mahamentri, ada yang menjadi pranarajya, pembesar kerajaan, begitulah ada yang berdiam di Swarnabhumi, di Sanghyang Hujung, Yawana, negri Bharata; negeri Cina, melahirkan keturunan di sana ia banyaklah memperoleh kemenangan pada waktu berperang.

Angkatan bersenjatanya terdiri dari orang Sunda dan orang Jawa, yang dibawa olehnya sepanjang mereka setia dengan bersenjata lengkap menyerang musuh dengan berani. Tetapi buruknya Sanjaya bertabiat angkuh, gemar merebut kekuasaan raja yang lain, kemudian ditundukkan olehnya, tetapi raja yang setia tunduk kepadanya, lalu diangkat menjadi raja kembali.

Sanjaya disebut raja Pulau Jawa.

Demikianlah, setelah ia membunuh Prabhu Galuh Sang Purbasora di medan perang. Sejak waktu itu ia menjadi raja di kerajaan Galuh. Sementara itu, lalu negara Galuh bertambah besar termasuk Sunda dan Jawa wilayahnya.

Adapun Prabhu Sanjaya nenek-moyangnya berasal dari Sunda‑Keling, karena moyang dari ibunya dari Keling, ialah wangsa Kalingga, sedangkan moyang dari ayahnya dari Sunda­ Galuh ialah wangsa Sunda. Pamannya, Prabhu Dewa Singha putera Sang Prabhu Narayana, menjadi raja wilayah selatan menggantikan ayahnya.

. . . . . . . . . untuk data sejarah & silsilah lengkapnya, anda dapat membeli buku ini pada kami.

Informasi lengkap pada :

Buku : Data Kala Sejarah Kerajaan – Kerajaan di Jawa Barat

* * *

Artikel terkait :

Kerajaan Salakanagara

Kerajaan Tarumanagara

Kerajaaan Indraprahasta

Kerajaan Kendan

Kerajaan Galuh

Kerajaan Sunda

Kerajaan Saunggalah

Kerajaan Sunda-Galuh

Kerajaan Kuningan

Kerajaan Cirebon

Perang (Pasundan) Bubat

Kerajaan Sumedang Larang

Kerajaan Pajajaran

Kerajaan Sunda Kelapa – Jayakarta – Batavia

Kerajaan Banten

Kerajaan Talaga

Tabel Pemimpin Kerajaan Sunda, Galuh

Ki Sunda di Tatar Sunda

Menapaki Perjalanan Sunda

Kalender Sunda & Revisi Sejarah

Makanan Sunda

Susunan Warna Kasundaan

Amanat Galunggung Prabu Darmasiksa Leluhur Sunda

Pangeran Wangsakerta Sang Sejarawan

Dalam Kenangan, Abah Ali Sastramidjaja

Ketika Jawa Bertemu Belanda

Ras Nusantara

Prasasti Batu Tulis Bogor

Prasasti Ciarunteun Peninggalan Kerajaan Tarumanegara

Perbedaan Batu Tulis, Petilasan & Makam

The Differences between Written-Stone, Petilasan Sites (Paths in the past) & Tomb

Baduy-Sebuah Perjalanan Batin ke Suku Kuno tahun 1959

Kebon Raya Bogor

Sejarah Bangsa & Tanah Air Indonesia (Purbakala/The Last Continent)

Peninggalan Prasejarah Masa Perundagian

Prehistoric Remains from the Bronze-Iron Age

Peninggalan Prasejarah Masa Perundagian

Prehistoric Remains from Neolitic Stage

Prehistoric Sites Along the Banks of Ciliwung River

Peta Lokasi Situs Prasejarah di Daerah Aliran Sungai Ciliwung

Tokoh-Tokoh Galuh Menurut Wangsakerta

Galuh Berarti Putri Bangsawan atau Sejenis Batu Permata

Keberadaan Galuh Sepanjang Sejarahnya, Sang Manarah

Gurindam Dua Belas

Boats & Ships during Kingdoms Era in Nusantara Archipelago

Perahu-Perahu di Masa Kerajaan Nusantara

Asal-Usul Bahasa Nasional, Bahasa Indonesia

Musik/Music

Musik Etnik Nusantara/Nusantara Ethnic Music

Musik Yoga, Meditasi & Terapi / Yoga, Meditation & Therapy Music

Kerajaan Sunda

Oleh : Ali Sastramidjaja

KERAJAAN   SUNDA

Tahun 0591 – 1404 Caka (0695 – 1484 Masehi) = 813 tahun Candra  (789 tahun Surya);

Jumlah Prabu 35 orang

silsilah 00

Kala 0591 – 0645 Caka (0695 – 0748 Masehi)  = 54 tahun
Penobatan Ahad Pon/manis, 09s Yesta (8), 0591 Caka (31 Okt 0695 Masehi)
Kerajaan Sunda 1 (setelah Tarumanagara 12 diganti nama menjadi Sunda)
Nama Sang Tarusbawa
Gelar Sri Maharaja Tarusbawa Darmawaskita Manunggaljaya Sunda Sembawa
Istri Déwi Manasih atau Dewi Minawati; putri Linggawarman, cucu NagayawarmanDewi Manasih Rajaputri, Widari Mayang Kancana
Anak Rakeyan Sunda Sembawa. Ia Meninggal muda, meninggalkan istri dan putri bernama Sekar Kancana atau Teja Kancana, ialah cucu Tarusbawa, yang bersuami Sanjaya
Penjelasan Sang Tarusbawa adalah prabu kerajaan Sunda Sembawa, bawahan Tarumanagara. Sang Prabu beristri Déwi Manasih atau Dewi Minawati, putri prabu Linggawarman, raja Tarumanagara. Karena tak punya anak lelaki, maka setelah meninggal, kerajaan dilanjutkan oleh menantu ialah Tarusbawa.Setelah Tarusbawa menjadi raja Tarumanagara ke 13, nama kerajaan Tarumanagara diganti dengan nama Kerajaan Sunda.Dan pusat pemerintahan, disebut Pakuwan, dipindahkan ke pedalaman (di Bogor kini sekitar situs Batu-tulis), pada lemah-duwur ialah lahan datar di atas bukit yang diapit oleh sungai berlereng curam yaitu Cisadane, Ciliwung dan Cipaku (anak sungai Disadane). Sebagai berkah, di tengan-tengah mengalir Dipakancilan yang kebagian hulunya bernama Ciawi. Pakuwan terlindung oleh lereng terjal pada ketiga sisinya. Hanya di bagian tenggara kota yang tanahnya datar. karena inilah di bagian ini didirikan benteng (kuta) selebar 7 m serta tinggi 4 m, yang di bagianatasnya diperkuat dengan batu (balay). Pada tepi luar kuta berbentuk parit (susukan), ialah galian tanah yang dipakai untuk pembuatan kuta. Selain itu juga mendirikan keraton yang diberi nama Sri Bima Punta Narayana Madura Suradipati
Peristiwa Mula-mula kerajaan Galuh ada dalam lingkungan Tarumanagara. Setelah diganti nama menjadi Sunda, setahun kemudian Galuh memisahkan diri dengan menetapkan batas pemisah ialah sungai Citarum. Galuh mendapat dukungan dari kerajaan Kalingga.Peristiwa itu pada hari Rabu Pon (Legi), 14 suklapaksa, Caitramasa (6), tahun 0592 Caka (26 Agustus 0696 Masehi)
Catatan 0591 – 0592 Caka (0695 – 0696 Masehi)  =   1 tahun, Sunda & Galuh (ex Tarumanagara)0592 – 0645 Caka (0695 – 0748 Masehi)  = 53 tahun, Sunda tanpa Galuh
Kala 0645 – 0654 Caka (0748 – 0756 Masehi) = 9 tahun
Penobatan Jumat Manis/Wage, 04 suklapaksa, Caitra (6), 0645 Caka (12 Juli 0748 Masehi)
Kerajaan Sunda 2
Nama Rahyang Sanjaya atau Sang Jamri (usia 40 – 49 t), lahir 605 Caka
Nama gelar Maharaja Harisdarma Bimaparakrama Prabu Maheswa­ra Sarwwajitasatru Yudanipurnnajaya.
Istri Déwi Tejakencana atau Déwi Sekarkencana, putri Sunda Sembada, cucu Tarusbawa
Anak Tamperan (usia 21 – 30 t), lahir tahun 624 Caka.
Penjelasan Mengenai Sanjaya, dapat dibaca juga dalam Sejarah Galuh (Indungpoe 6, tahun 601 – 720 Caka, atau abad 8-9 Masehi, tahun 700 – 899 Masehi)Sanjaya, lahir tahun 0605 Caka (0708 Masehi), putra Sena (Galuh) dan Sanaha (Kalingga)Dalam tahun 0623, Sanjaya yang berusia 18 tahun pergi ke Pakuan Sunda. Ia diterima dan dikawinkan dengan cucun Tarusbawa, ialah putri Sunda Sembada yang bernama Déwi Tejakencana atau Déwi Sekarkencana.
Menumpas bajak laut Prabu Tarusbawa sering menugaskan Sanjaya untuk menumpas perompak dan bajak laut yang berkeliaran di laut. Maka Sanjaya benar-benar menjadi ahli perang. Seluruh perombak dan pembajak ditaklukkan. Kerajaan-kerajaan pantai yang dikuasai oleh perompak, ditundukkan atau dibunuh bagi yang membangkang. Lalu putri raja diperistri, agar anaknya kelak menjadi penerus kerajaan. Mungkin semua kerajaan pantai laut Jawa bagian utara telah tunduk kepada Sanjaya.
Sanjaya jadi raja lalu menyerbu Galuh Setelah Prabu Tarusbawa meninggal, kerajaan dilanjutkan oleh Prabu Sanjaya. Sanjaya menaruh dendam kepada Prabu Purbasora, yang telah merebut dan mengusir Sang Sena dari tahta kerajaan Galuh. Tak lama setelah Sanjaya menjadi raja Sunda, Tamperan diangkat jadi mangkubumi Sunda, sedangkan Sanjaya melakukan penyerbuan ke Galuh, untuk membunuh Purbasora. Peristiwa ini terjadi dalam tahun 0645. Di waktu tengah malam, sergapan ke istana Galuh dilakukan serentak, untuk tidak terjadi perang besar, karena tujuannya hanya membunuh Prabu Purbasora. Sergapan ini berhasil membunuh Prabu Purbasora dan terbunuh pula para perjaga istana dan penghuni istana lainnya yang menghalangi. Maka sejak itu, kerajaan Galuh direbut oleh Sanjaya, dan pada hari Sabtu Manis, tanggal 04 kresnapaksa, Caitra 0645 Caka (27 Juli 0748 Masehi), Sanjaya menjadi Raja Galuh.
Saunggalah berdiri Tapi beberapa kerajaan yang tadinya menjadi bawahan Galuh, memisahkan diri dan bergabung dalam kerajaan baru yang diberi nama kerajaan Saunggalah, dipimpin oleh Resi Demunawan, adik  Prabu Purbasora.
Indraprahasta hancur Selanjutnya Sanjaya menyerbu kerajaan Indraprahasta, karena pada waktu mengusir Sena, Indraprahasta membantu Purbasora. Indraptahasta yang didirikan tahun 0285 Caka (0398 M), pada jaman Salakanagara, oleh Sanjaya dirata-bumikan dalam tahun 0645 Caka (0747 Masehi)
di Kuningan kalah Kemudian menyerbu Kuningan. Tapi pihak Kuningan sudah mempersipkan dengan bergabungnya tiga kerajaan, Sang Wulan, Sang Tumanggal dan Sang Pandawa Wiraga di dekat sungai Kuningan. Pasukan Sanjaya menderita kekalahan, lalu kembali ke Galuh.
Perundingan Selanjutnya dalam tahun 0645 Caka (0748 Masehi) diadakan perundingan. Sanjaya menemui Sempakwaja di Galunggung. Sanjaya minta agar ratu Galuh dipegang oleh Demunawan, adik Purbasora. Tapi permintaan itu ditolak. Mungkin karena menaruh curiga. Sanjaya dalam menghadapi pihak Galunggung, mendapat tekanan dari Sena, Sang Ayah, agar Sanjaya tetap bersikap hormat kepada Sempakwaja dan Demunawan. Ahirnya diputuskan, Sanjaya mengakui hak Demunawan menjadi Prabu Saunggalah, terlepas dari kerajaan Sunda. Galuh tetap dibawah Sunda.
Galuh bawahan Sunda Selanjutnya diangkat Permanadikusuma, cucu Purbasora, menjadi raja Galuh, bawahan Sunda, serta dijodohkan dengan Pangrenyep, putra Patih Sunda, Anggada. Patih Anggada diangkat menjadi pimpinan angkatan bersenjata di Galuh.
Penundukkan Sanjaya melanjutkan menundukkan kerajaan-kerajaan di Jawa, Swarnabumi dan yang lainnya hingga ke batas negri Cina, ialah kerajaan Kmer.
Perundingan baru Setelah Resiguru Sempakwaja meninggal (0651 Caka = 753 M), diadakan perundingan baru di Galuh dalam tahun 0653 Caka (0746 Masehi). Perundingan dihadiri oleh : Prabu Sanjaya, Prabu Demunawan, Sang Iswara, para pembesar kerajaan, para pemuka agama, duta Prabu Sena, para duta dari Swarnabumi.
Keputusan Hasil perundingan menetapkan, bahwa pulau Jawa dibagi dalam 4 wilayah, yaitu1 Medang di Mataram, diserahkan oleh orang tuanya kepada Sanjaya2 Sunda dan Galuh diserahkan kepada Tamperan 

3 Galunggung dan Saunggalah diserahkan kepada Demunawan

4 Daerah sebelah timur Paralor Progo dan Cilotiran diserahkan kepada Iswara.

Catatan 0645 – 0654 Caka, (0747 – 0756   Masehi) = 9 tahun, Sunda (2)0645 – 0654 Caka, (0747 – 0756   Masehi) = 9 tahun, Sunda (2) & Galuh (5)0654 – 0676 Caka, 22 tahun, raja Medang di bumi Mataram
Galuh 6 0645 – 0654 Caka (0747 – 0756 Masehi) =   9 tahun, Prabu Permanadikusuma
Sunda 3 0645 – 0661 Caka (0747 – 0756 Masehi) = 16 tahun, Tamperan
Kala 0645 – 0654 Caka (0748 – 0756 Masehi) = 9 tahun
Kerajaan Sunda 3
Nama Tamperan (usia 21 – 30 t)
Nama gelar Bramawijaya
Catatan Sang Sanjaya melakukan perang untuk menundukkan lawannya terutama perompak dan bajak laut di laut Jawa sampai laut Cina.
Kala 0654 Caka (0756 Masehi)
Peristiwa Maharaja Sanjaya menugaskan Tamperan mendampingi prabu Galuh.Kedatangan Tamperan ke Galuh ternyata tak disukai oleh warga Galuh. Malah Prabu Permanadikusuma pun memilih bertapa. Istana ditinggalkannya. Di Istana antara Tamperan dan Pangrenyep sering berduaan, karena dijauhi oleh warga Galuh. Ahirnya melahirkan bayi yang diberi nama Banga. Untuk menutupi aib ini, Tamperan menyuruh membunuh resi Permanadikusuma di pertamaan. Setelah dibunuh, sipembunuh dibunuh oleh Tamperan. Lalu Tamperan menjadi Raja Galuh. Maka sejak itu ia menjadi raja Sunda (3) dan Galuh (7)
Kala 0654 – 0661 Caka (0756 – 0763 Masehi) = 7 tahun
Kerajaan Sunda 3 & Galuh 7
Nama Tamperan (usia 30 – 37 t)
Nama gelar Bramawijaya
Istri 1 Pangrenyep (usia 28 – 35 t)
Anak Banga (usia 0-6 t), lahir tahun 0655 Caka
Istri 2 Naganingrum (usia 34 – 41 t)
Anak tiri Manarah (Ciung Wanara), (usia 14 – 21 t). Ia sering tinggal di baonya, Balangantrang
Peristiwa Lama-kelamaan ketahuan juga bahwa Banga adalah anak Tamperan. Maka warga Galuh makin marah dan dendam, ingin membalas kejahatan pembunuhan Permanadikusuma.Ciung Wanara dipersiapkan oleh Demunawan untuk menggantikan kerajaan Galuh. Ia dilatih dan diceritai kejadian-kejadian di Galuh. Setelah dianggap cukup waktunya, suatu saat, waktu diadakan pesta sabung ayam, suasana dijadikan kesempatan untuk  menyergap kekuatan Sunda yang ada di Galuh. Semua tempat penting secara sembunyi telah dikepung. Pada saat puncak keramaian, penyergapan serentak dilakukan, ialah di istana, di pusat perayaan, dan tenpat-penting lainnya, sehingga dalam seketika, Prabu Tamperan dan Pangrenyep dapat ditangkap. Lalu dimasukkan ke dalam penjara besi.Rakyan Banga yang waktu itu dianggap masih kecil, tidak diperhatikan. Mula-mula Rakyan Banga bersembunyi di hutan, lalu bertemu dengan orang-orang Sunda lainnya di hutan yang juga melarikan diri. Banga menyuruh orang-orang untuk membawa surat ke Kerajaan Sunda, dan ke Prabu Sanjaya untuk minta bantuan.
Demunawan telah memperhitungkan akan datangnya bantuan dari kerajaan Sunda dan Medang. Maka di perbatasan dipersiapkan tentara yang cukup kuat untuk menghadang bantuan itu. Ketika bantuan datang di perbatasan, tanpa diduga telah disergap oleh tentara Galuh. Datang lagi yang dari Medang. Juga disergap di perbatasan.
Sementara pertempuran berlangsung, secara diam-diam Rakeyan Banga melepaskan Tamperan dan Pangrenyep dari penjara besi. Lalu berusaha lari ke hutan. Peristiwa itu tak lama ketahuan oleh Rakyan Manarah. Dengan mengerahkan tentaranya Rakyan Manarah mengejar yang lari ke hutan. Karena kemalaman, maka hutan dihujani panah. Baru keesokan harinya pengejaran dilanjutkan. Tapi yang diburu telah meninggal terkena hujan panah.
Pertempuran di perbatasan makin seru. Tapi tanpa diduga, Sang Resiguru Demunawan langsung turun tangan menghentikan peperangan dengan bijaknya. Pertempuran berhenti. lalu disusul dengan diadakan perundingan
Catatan 0645 – 0654 Caka (0747 – 0756 Masehi) = 9 tahun, Sunda0654 – 0661 Caka (0756 – 0763 Masehi) = 7 tahun, Sunda & Galuh
Meninggal Tamperan dan Pangrenyep meninggal terbunuh dalam pemburuan di hutan Galuh.
Kala 0661 Caka (0763 Masehi)
Perundingan Kesepakatan dalam perundingan itu ialah bahwa bekas wilayah Tamperan dibagi dua. Kerajaan Sunda diserahkan kepada Rakeyan Banga, Kerajaan Galuh diserahkan kepada Rakeyan Manarah. Selain itu untuk mempererat persaudaraan, Manarah dan Banga dikawinkan kepada putri bersaudara keturunan Demunawan. Kakaknya bernama Dewi Kencanawangi dijodohkan dengan Rakeyan Manarah, adiknya yang bernama Dewi Kencanasari dijodohkan (kawin gantung, karena masih kecil) dengan Rakeyan Banga.

silsilah 01

. . . . . . . . . untuk data sejarah & silsilah lengkapnya, anda dapat membeli buku ini pada kami.

Informasi lengkap pada :

Buku : Data Kala Sejarah Kerajaan – Kerajaan di Jawa Barat

* * *

Artikel terkait :

Kerajaan Salakanagara

Kerajaan Tarumanagara

Kerajaaan Indraprahasta

Kerajaan Kendan

Kerajaan Galuh

Wangsa Sanjaya

Kerajaan Saunggalah

Kerajaan Sunda-Galuh

Kerajaan Kuningan

Kerajaan Cirebon

Perang (Pasundan) Bubat

Kerajaan Sumedang Larang

Kerajaan Pajajaran

Kerajaan Sunda Kelapa – Jayakarta – Batavia

Kerajaan Banten

Kerajaan Talaga

Tabel Pemimpin Kerajaan Sunda, Galuh

Ki Sunda di Tatar Sunda

Menapaki Perjalanan Sunda

Kalender Sunda & Revisi Sejarah

Makanan Sunda

Susunan Warna Kasundaan

Amanat Galunggung Prabu Darmasiksa Leluhur Sunda

Pangeran Wangsakerta Sang Sejarawan

Dalam Kenangan, Abah Ali Sastramidjaja

Ketika Jawa Bertemu Belanda

Ras Nusantara

Prasasti Batu Tulis Bogor

Prasasti Ciarunteun Peninggalan Kerajaan Tarumanegara

Perbedaan Batu Tulis, Petilasan & Makam

The Differences between Written-Stone, Petilasan Sites (Paths in the past) & Tomb

Baduy-Sebuah Perjalanan Batin ke Suku Kuno tahun 1959

Kebon Raya Bogor

Sejarah Bangsa & Tanah Air Indonesia (Purbakala/The Last Continent)

Peninggalan Prasejarah Masa Perundagian

Prehistoric Remains from the Bronze-Iron Age

Prehistoric Remains from Neolitic Stage

Peninggalan Prasejarah Zaman Bercocok Tanam

Prehistoric Sites Along the Banks of Ciliwung River

Peta Lokasi Situs Prasejarah di Daerah Aliran Sungai Ciliwung

Tokoh-Tokoh Galuh Menurut Wangsakerta

Galuh Berarti Putri Bangsawan atau Sejenis Batu Permata

Keberadaan Galuh Sepanjang Sejarahnya, Sang Manarah

Gurindam Dua Belas

Boats & Ships during Kingdoms Era in Nusantara Archipelago

Perahu-Perahu di Masa Kerajaan Nusantara

Asal-Usul Bahasa Nasional, Bahasa Indonesia

Musik/Music

Musik Etnik Nusantara/Nusantara Ethnic Music

Musik Yoga, Meditasi & Terapi / Yoga, Meditation & Therapy Music

Kerajaaan Galuh

Oleh : Ali Sastramidjaja

KERAJAAN   GALUH

Tahun 0534 – 1404 Caka (0640 – 1484 Masehi) = 870 tahun Candra  (844 tahun Surya);

Jumlah Prabu 35 orang

Kala 0534 – 0624 Caka (0640- 0727 Masehi) = 90 tahun
Kerajaan Galuh 1
Nama Wretikandayun (nama masih kanak-kanak sang Amara), Raden Daniswara (dani = kerbau); ; lahir 0513 Caka (0619 Masehi), usia 21 – 111 tahun
Gelar Maharaja Suradarma Jayaprakosa
Istri nama kanak Manawati,  Manakasih, putri Resi Makandria;nama remaja Pwahaci Bungatak Mangale‑ngale,  Pwahaci Manawatinama gelar Permeswari Déwi Candrarasmi.
Anak 1 Sang Jatmika, Rahyang Sempakwaja, resiguru Galunggung, lahir 542 C (639 M)2 Sang Jantaka, Rahyang Kidul, Rahyang Wanayasa, resiguru Denuh, lahir 544 C (641 M)3 Sang Jalantara, Rahyang Mandiminyak, putra mahkota Galuh, lahir 546 C (643 M)
Peristiwa Pada tanggal 14  suklapaksa Caitra (6) 0534 Caka, (19 Mei 0640 Masehi), Galuh mulai didirikan oleh Wretikandayun, di dalam wilayah kerajaan Tarumanagara.Dalam tahun 0591 Caka, Tarumanagara diganti namanya menjadi Kerajaan Sunda. Setahun kemudian,  tepatnya mulai tanggal 5 paro gelap bulan Asadha tahun 592 Caka; (05k, 09, 0592 Caka = 28 Nopember 0696 Masehi, Selasa Pahing/Kaliwon), Galuh memisahkan diri dari Kerajaan Sunda dan memerdekakan diri
Catatan 0534 – 0591 Caka (0640 – 0695 Masehi) = 57 tahun, usia 21 – 78, bawahan Tarumanagara0591 – 0592 Caka (0695 – 0696 Masehi) =   1 tahun, usia 78 – 79, Galuh bawahan Sunda0592 – 0624 Caka (0696 – 0727 Masehi) = 32 tahun, usia 79 – 111, Galuh mandiri, merdeka
Mangkat Selaku rajaresi di Menir, mangkat dalam usia 111 tahun pada taun 0624 Caka (0727    Masehi); berarti dilahirkan tahun 0513 Caka (0619 Masehi)
Nama Sang Surawana,  Surawulan
Istri Sri Naragati
Anak Resi Makandriya atau Rahiyang Kebo­ Wulan
Nama Resi Makandriya atau Rahiyang Kebo­ Wulan
Istri Déwi Akasari Jabung atau Pwahaci Manjangandara
Anak nama kanak Manawati,  Manakasihnama remaja Pwahaci Bungatak Mangale‑ngale,  Pwahaci Manawatinama gelar Permeswari Déwi Candrarasmi.
Kala 0542 – 0651 Caka (0647 – 0753 Masehi) ,lahir 0542 C, usia 109 tahun, wafat 0651 C
Wilayah Galuh di Galunggung
Nama Sang Jatmika, Rahi­yang Sempakwaja
Gelar Resiguru Galunggung, Batara Dangiang Guru
Istri Pwahaci Rababu, Déwi Wulansari
Anak 1 Rahiyang Purbasura, lahir 0565 Caka (0670 M)2 Rahiyang Demunawan, Sang Seuweukarma, lahir 0568 C (0673 M).
Skandal Mandiminyak dengan Rababu, dalam tahun 0583 Caka (0687 Masehi) melahirkan anak yang diberi nama Sang Sena atau Sang Bratasenawa
Catatan Karena giginya patah (semplak), maka ia tidak jadi raja, meski anak sulung
Kala 0544 Caka (0641 Masehi)
Wilayah Galuh di Denuh
Nama Sang Jantaka, lahir 0544 Caka (0641 Masehi)
Gelar Resiguru Wanayasa, Resiguru di Denuh, disebut Rahiyang Kidul
Istri
Anak Balangantrang
Kala 0624 – 0631 Caka ( 0727 – 0734 Masehi) = 7 tahun
Kerajaan Galuh 2
Nama Mandiminyak atau Sang Jalantara, lahir 0546 Caka (0643 Maehi), usia 78 – 85 tahun
Gelar Prabu Suraghana, disebut juga Prabu Suradharmaputra
Istri Dewi Parwati, Dewi Pragawati , putri Ratu Dewi Sima, kerajaan KalinggaDewi Parwati tetap di Kalingga karena menjabat ratu Kalingga
Anak 1 dari Rababu bernama Sena atau Batarasena (usia 41 – 48 tahun)2 dari Parwati bernama Sanaha (usia 36 – 43 tahun)
Peristiwa Adik kakak lain ibu ini dikawinkan dalam  tahun 604 Caka (0707 Masehi)Sena 21 th, Sanaha 16 th. Pasangan ini beranak Sanjaya (19 – 26 tahun)
Kala 0631- 0638 Caka (0734- 0741 Masehi) = 7 tahun
Kerajaan Galuh 3
Nama Sena, (usia 48 – 55 th)
Nama gelar Prabu Bratasenawa
Istri Dewi Sanaha
Anak Sang Jamri, Sanjaya,  lahir  0605 Caka (0708 Masehi). usia 26 – 33 th
Peristiwa 0638 Caka, tahta kerajaan direbut oleh Sang Purbasura, putera Sempakwaja dan  Pwaha­ci Rababu. Sena sekeluarga dan kerabatnya terusir dan pergi ke ibunya di Medang
Kala 0638 – 0645 Caka (0741 – 0747 Masehi) = 7 tahun
Kerajaan Galuh 4
Nama Sang Purbasura, lahir 0565 Caka (0670 Masehi), usia 73 – 80 th, putra sulung Sempakwaja
Nama gelar Prabu Purbasura Jayasakti Mandraguna
Istri 1 putri Ki Balangantrang. Sang istri meninggal muda tanpa anak
Istri 2 Citrakirana, putri sulung Padmahariwangsa, prabu Indraprahasta 13, kakak Wiratara
Anak Wijayakusuma
Peristiwa Karena Purbasura merasa lebih berhak menjadi Prabu Galuh, maka tahta kerajaan direbut dari Sena. Sang Purbasura mendapat bantuan bala tentara dan senjata dari Kerajaan Indraprahasta, juga bala tentara Sriwijaya dari Pulau Sumatra. Oleh karena itu Sang Sena bersama pelayannya, keluarganya, dan beberapa raja wilayah dengan bala tentaranya mengungsi ke Jawa Tengah di Medang Mataram bersama istrinya Dewi Sannaha
Gugur tahun 0645 Caka (0747 Masehi) , Purbasura gugur waktu Galuh diserang dan tahta kerajaan direbut oleh Sanjaya (Sunda) karena ayahnya diusir dan kerajaan direbut.
Kala 0645 Caka (0747 Masehi)
Perisriwa Sunda menyerang GaluhSetelah Prabu Tarusbawa wafat, diganti oleh Sanjaya menjadi raja Sunda. Sanjaya menaruh dendam kepada Purbasora, karena dulu telah merebut tahta Galuh dan mengusir Sena, ayahnya Sanjaya. Dendam ini diwujudkan dengan merencanakan perebut Galuh kembali dengan membunuh Purbasora.Mla-mula Sanjaya pergi ke Denuh (sekarang di Tasikmalaya selatan) untuk menemui Rajaresi Wanayasa Rahyang Kidul. Maksudnya ialah agar Wanayasa bersedia membantu menggulingkan Purbasora dan diganti oleh Bimaraksa atau Balangantrang, putra sulung Resiguru Wanayasa. Tapi ia menolak. Ia memilih bersikap netral. Lalu Sanjaya berangkat ke Rabuyut Sawal dengan maksud yang sama.Setelah mendapat ijin, maka gunung Sawal dijadikan markas tentara untuk menyerang Galuh. Dengan angkatan bersenjata yang terlatih, maka pada tengah malam, angkatan bersenjata Sanjaya berhasil masuk ke keraton Galuh dan membunuh Prabu Purbasora. Dalam penyerbuan itu seluruh penghuni keraton gugur. Balangantrang yang juga menyaksikan kejadian ini dibiarkan lolos. Ia kemudian bermukim di Geger Sunten. 

Kelak dari tempat ini menjadi bencana yang menimpa keluarga Sanjaya.

Selanjutnya Rahiyang Sanjaya menjadi raja Galuh pada tahun 0645 Caka, bulan Caitra, tanggal 14 paro‑gelap (14k-06-0645 Caka = 11 Feb.0748 Masehi).Semenjak waktu itulah Rahiyang Sanjaya atau Maharaja Harisdharma menjadi raja Sunda dan Galuh.
Kala 0645 – 0654 Caka (0748 – 0756 Masehi) = 9 tahun
Penobatan tanggal: 14k Caitra (6) 0645 Caka (11 Feb 0748   Masehi) menjadi raja Galuh 5
Kerajaan Sunda (2) – Galuh (5), tanpa Saunggalah
Nama Rahiyang Sanjaya (usia 42 – 49 th)
Gelar Maharaja Harisdharma
Istri Sekar Kancana atau Teja Kancana, putri Sunda Sembada, Cucu Tarusbawa
Gelar istri Dewi Tejakencana Hayupurnawangi
Anak Tamperan
Catatan Sejak itu Rahiyang Sanjaya menjadi raja Sunda dan Galuh.Setelah peristiwa itu, Rahiyang Sanjaya tinggal di ibu kota kerajaan Sunda. Sedangkan kerajaan Galuh dikuasakan kepada Prabu Permanadikusuma, cucu Prabu Purbasura, sebagai raja bawahan kerajaan SundaSang Patih Anggada sebagai duta patih atau wakil raja, ialah penguasa yang memberi perintah kepada ratu‑ratu taklukan, wakil pejabat kerajaan kepada ratu‑ratu wilayah 

Kemudian wakil Rahiyang Sanjaya ialah puteranya sendiri dari isterinya, puteri Sunda, wakil penguasa itu ialah Raden Anom Barmawijaya atau Rahiyang Tamperan

654 Caka (756 Masehi), kekuasaan Sanjaya di Jawa Barat dibaginya dua kawasan, antaranya sebagian kepada uwanya ialah wilayah Saunggalah, sebagian lagi diberikan kepada puteranya, Rakeyan Tamperan, yang memerintah Sunda dan Galuh wilayahnya

sisilah 00

———————————————————————————————————-

sisilah 01

. . . . . . . . . untuk data sejarah & silsilah lengkapnya, anda dapat membeli buku ini pada kami.

Informasi lengkap pada :

Buku : Data Kala Sejarah Kerajaan – Kerajaan di Jawa Barat

* * *

Artikel terkait :

Kerajaan Salakanagara

Kerajaan Tarumanagara

Kerajaaan Indraprahasta

Kerajaan Kendan

Kerajaan Sunda

Wangsa Sanjaya

Kerajaan Saunggalah

Kerajaan Sumedang Larang

Kerajaan Pajajaran

Kerajaan Sunda Kelapa – Jayakarta – Batavia

Kerajaan Banten

Kerajaan Talaga

Tabel Pemimpin Kerajaan Sunda, Galuh

Menapaki Perjalanan Sunda

Ki Sunda di Tatar Sunda

Ki Sunda di Tatar Sunda-Indonesia

Kalender Sunda & Revisi Sejarah

Makanan Sunda

Susunan Warna Kasundaan

Ketika Jawa Bertemu Belanda

Ras Nusantara

Amanat Galunggung Prabu Darmasiksa Leluhur Sunda

Pangeran Wangsakerta Sang Sejarawan

Dalam Kenangan, Abah Ali Sastramidjaja

Prasasti Batu Tulis Bogor

Prasasti Ciarunteun Peninggalan Kerajaan Tarumanegara

Perbedaan Batu Tulis, Petilasan & Makam

The Differences between Written-Stone, Petilasan Sites (Paths in the past) & Tomb

Baduy-Sebuah Perjalanan Batin ke Suku Kuno tahun 1959

Kebon Raya Bogor

Sejarah Bangsa & Tanah Air Indonesia (Purbakala/The Last Continent)

Peninggalan Prasejarah Masa Perundagian

Prehistoric Remains from Neolitic Stage

Peninggalan Prasejarah Zaman Bercocok Tanam

Prehistoric Remains from the Bronze-Iron Age

Prehistoric Sites Along the Banks of Ciliwung River

Peta Lokasi Situs Prasejarah di Daerah Aliran Sungai Ciliwung

Tokoh-Tokoh Galuh Menurut Wangsakerta

Galuh Berarti Putri Bangsawan atau Sejenis Batu Permata

Keberadaan Galuh Sepanjang Sejarahnya, Sang Manarah

Gurindam Dua Belas

Boats & Ships during Kingdoms Era in Nusantara Archipelago

Perahu-Perahu di Masa Kerajaan Nusantara

Asal-Usul Bahasa Nasional, Bahasa Indonesia

Musik/Music

Musik Etnik Nusantara/Nusantara Ethnic Music

Musik Yoga, Meditasi & Terapi / Yoga, Meditation & Therapy Music

Kerajaan Kendan & Medangjati

Oleh : Ali Sastramidjaja

Kendan & Medangjati

0448 – 0534 Caka = 86 tahun candra ; 0556 – 0639 Masehi = 83 tahun surya

Kala 0448 – 0490 Caka (0556 – 0597  Masehi)42 tahun
Kerajaan Kendan 1, bawahan Tarumanagara
Nama Resiguru Manikmaya
Gelar Sang Maharsiguru Manikmaya, Sang Resiguru
Asal-usul Negeri asalnya, ialah Bharatawarsa (India) sebagai tanah airnya, tempat ia dilahirkanIa berkelana yang ahirnya sampai ke Jayasinghapura, ibukota Tarumanagara (6).
Istri 1 Déwi Tirthakancana, puteri Sri Maharaja Suryawarman, raja Tarumanagara 7
Anak Rajaputra Suraliman, panglima besar angkatan bersenjata Tarumanagara.
Istri 2 Déwi Sanwara
Anak Sri Naragati atau Sri Narawati diperisteri oleh Sang Surawana atau Si Uwur­-uwur
Catatan Sang Surawana adalah siswa Sang Resiguru Manikmaya. Kemudian diambil menjadi menantu Sang Resiguru. Disebabkan Sri Naragati menanggung derita dan sangat cinta kepada sang teruna SurawulanSri Naragati, Sri Narawati bersuami Surawana, Sang Sudhira, Si Uwur-uwur (pekerjaan Sang Surawana, yaitu tiap hari mencari ikan (di) batas hutan atau rawa. Setelah itu, dia menjadi nelayan di laut dan sungai bersama-sama ayahnya dan saudaranya. Sang Surawana yang semula disebut Si Uwur-uwur Sagara, karena ganti pekerjaan (menjadi) pencari burung, kemudian disebut Manuk Si Uwur-uwur )
Keterangan Adapun Resiguru Manikmaya asal mulanya dari negeri Bharata. Sudah beberapa negeri dan wilayah didatangi olehnya, serta tinggal di sana, kemudian berangkat lagi pindah ke negeri lain. Negeri itu di antaranya Pulau Simhala, negeri Gauda, Hujungmendini, Pulau Sumatra, Pulau Bali, Jawa Timur. Akhirnya tiba di Jawa Barat dan tinggal di situ, di ibukota Kerajaan Taruma ialah Jayasinghapura.Sang Resiguru Manikimaya ahli agama, pandai bicara, serta sifatnya sangat (baik), beliau dijadikan kepala pendeta di ibukota Tarumanagara. Tidak lama antaranya, resiguru Manikmaya oleh Sri Maharaja Suryawarman diberi hadiah daerah, yaitu wilayah Kendan namanya, lengkap dengan pembantunya, wadwamawastra. Sang Resiguru dijadikan raja Kendan, sebagai raja wilayah Kerajaan Tarumanagara. Kepada menantunya Sri Maharaja juga memberikan berbagai perlengkapan raja yang baik. Begitu juga sejumlah pakaian, mahkota raja dan permaisuri, serta senjata pembesar, pegawai-pegawai raja, pejabat raja. Bahkan seluruh barang dan bermacam-macam makanan, bermacam-macam kendaraan yaitu kereta gajah, kuda, ternak sapi, kambing, anjing, juga burung, ayam, dan macam‑macam yang lainnya lagi. Seluruh raja wi­layah di Jawa Barat semuanya (diberi) tahu dengan Surat oleh Sri Maharaja Tarumanagara bahwa Raja resiguru Kendan adalah menantuku, lindungilah olehmu semua, janganlah ditolak menantuku olehmu; dan lagi Resiguru Manikmaya merupakan Brahmana (yang) sempurna mantranya dan beliau telah ternama dalam keagamaan. Siapa yang menolak, memukul kepada Raja resiguru Kendan dibunuh, dan kerajaannya dihancurkan. sedangkan keturunan, sanak saudara serta keluarga raja resiguru Kendan dijadikan pembesar kerajaan, dan jabatan pejabat kerajaan, hulubalang, mantri, dan lainnya lagi di Kerajaan Kendan; juga ada yang dijadikan duta di kerajaan sahabat, bahkan ada juga yang dijadikan duta Kerajaan Tarumanagara di Kerajaan Cina dan salah satu kerajaan di negeri Bharata.
Catatan Raja resiguru Kendan Sang Manikmaya menjadi raja wilayah Kendan lamanya 42 tahun, ialah dari tahun 448 sampai dengan tahun 490 Saka.Permulaan berdiri(nya) kerajaan wilayah Kendan ditulis dalam prasasti. Begini: Tanggal empatbelas paro terang bulan Magha tahun esthi wisikya truthi 453 Caka.[14s, 04, 0453 Caka = 19 Agustus 0561]
Resiguru Manikmaya di Kendan adalah nenek moyang raja Galuh

silsilah 00

Kala 0490 – 0519 Caka (0597 – 0625 Masehi) = 29 tahun12k-12-0490 Caka (18 Maret 0598  Masehi)
Kerajaan Kendan 2, bawahan Tarumanagara
Nama Suraliman, Sang Suraliman Sakti
Gelar Karmadharaja Bhimaparakrama
Istri Déwi Mutyasari, puteri Bakulapura, keturunan wangsa Kudungga
Anak 1 Sang Kandihawan, raja di Medangjati2 Dewi Kandyawati, dijadikan isteri oleh saudagar, orang Kotyewara dari Sumatera dan ia tinggal di tanah air suaminya
Ketika beliau berusia 20 tahun makin terlihat kegagahan badannya, dan pandai berperang. Oleh karena itu beliau dijadikan senapati pe­rang, kemudian menjadi panglima di Kerajaan Tarumanagara.
Resi Mandra dari Jawa Timur, yang berdiam di wilayah Kendan
Anak 1 Déwi Mayangsari atau Komalasari2 Prabhaya, ia menjadi Patih di Medang­jati di bawah kekuasaan Ratu Sang Kandihawan
Kala 0519 – 0534 Caka (0625 – 0640 Masehi) = 15 tahun
Kerajaan Me­dangjati atau Medanggana.
Nama Sang Kandihawan
Gelar Sang Bhatara Wishnu, Rahiyang Dewaraja, rajarsi di Medanjati
Istri Déwi Mayangsari atau Komalasari
Anak 1 Sang Mangukuhan atau Rahiyang Kuli-kuli2 Sang Karungkalah atau Rahiyang Surawulan3 Sang Katungmaralah atau Rahiyang Pelesawi 

4 Sang Sandanggerba atau Rahiyang Rawunglangit

5 Sang Wretikandayun atau Sang Suradharmma

Kala 80 tahun
Kerajaan ratu wilayah
Nama Sang Mangukuhan atau Rahiyang Kuli-kuli, lahir 0501 Caka (0608 Masehi)
Istri
Anak
Wafat meninggal pada usia 105 tahun, pada tahun 606 Caka (=710   Masehi)Selanjutnya digantikan oleh puteranya, sebagai raja wilayah.
Kala 6 tahun
Kerajaan ratu wilayah
Nama Sang Karungkalah, lahir 0504 Caka (0611 Masehi)
Gelar Rahiyang Surawulan
Istri
Anak banyaknya 3 orang. Yang bungsu masih bayi.
meninggal pada usia 30 tahun, ialah pada tahun 538 Caka (=644   Masehi)Selanjutnya ia digantikan oleh isterinya, karena putera‑puterinya masih kecil‑kecil
Kala 97 tahun
Kerajaan ratu wilayah
Nama Sang Katungmaralah, lahir 0507 Caka (0614 Masehi)
Gelar Rahiyang Pelesawi
Istri
Anak
meninggal pada usia 122 tahun Caka; dia digantikan oleh cucunya.
Kala 60 tahun
Kerajaan ratu wilayah
Nama Sang Sandanggerba, lahir 0510 Caka (0616 Masehi)
Gelar Rahiyang Rawunglangit
Istri
Anak
Wafat meninggal pada usia 83 tahun; Ia digantikan oleh menantunya, karena puteranya yang tertua wanita.
Kala 534 – 624 Saka (612/13 – 702/03 Masehi), 90 tahun
Kerajaan istananya pindah ke wilayah Galuh.
Nama Sang Wretikandayun atau Sang Suradharmma, lahir  0513 Caka (0619 Masehi)
Istri
Anak
Setelah ayahnya meninggal, selanjutnya digantikan oleh Sang Wretikandayun

. . . . . . . . . untuk data sejarah & silsilah lengkapnya, anda dapat membeli buku ini pada kami.

Informasi lengkap pada :

Buku : Data Kala Sejarah Kerajaan – Kerajaan di Jawa Barat


* * *

Artikel terkait :

Kerajaan Salakanagara

Kerajaan Tarumanagara

Kerajaaan Indraprahasta

Kerajaan Galuh

Kerajaan Sunda

Wangsa Sanjaya

Kerajaan Saunggalah

Kerajaan Sunda-Galuh

Kerajaan Kuningan

Kerajaan Cirebon

Perang (Pasundan) Bubat

Kerajaan Sumedang Larang

Kerajaan Pajajaran

Kerajaan Sunda Kelapa – Jayakarta – Batavia

Kerajaan Banten

Kerajaan Talaga

Tabel Pemimpin Kerajaan Sunda, Galuh

Menapaki Perjalanan Sunda

Ki Sunda di Tatar Sunda

Ki Sunda di Tatar Sunda-Indonesia

Kalender Sunda & Revisi Sejarah

Makanan Sunda

Susunan Warna Kasundaan

Amanat Galunggung Prabu Darmasiksa Leluhur Sunda

Pangeran Wangsakerta Sang Sejarawan

Dalam Kenangan, Abah Ali Sastramidjaja

Ketika Jawa Bertemu Belanda

Ras Nusantara

Prasasti Batu Tulis Bogor

Prasasti Ciarunteun Peninggalan Kerajaan Tarumanegara

Perbedaan Batu Tulis, Petilasan & Makam

The Differences between Written-Stone, Petilasan Sites (Paths in the past) & Tomb

Baduy-Sebuah Perjalanan Batin ke Suku Kuno tahun 1959

Kebon Raya Bogor

Prasasti Ciarunteun Peninggalan Kerajaan Tarumanegara

Perbedaan Batu Tulis, Petilasan dan Makam

The Differences between Written-Stone, Petilasan Site & Tomb

Kebon Raya Bogor

Sejarah Bangsa & Tanah Air Indonesia (Purbakala/The Last Continent)

Peninggalan Prasejarah Masa Perundagian

Prehistoric Remains from the Bronze-Iron Age

Prehistoric Remains from Neolitic Stage

Peninggalan Prasejarah Zaman Bercocok Tanam

Prehistoric Sites Along the Banks of Ciliwung River

Peta Lokasi Situs Prasejarah di Daerah Aliran Sungai Ciliwung

Tokoh-Tokoh Galuh Menurut Wangsakerta

Galuh Berarti Putri Bangsawan atau Sejenis Batu Permata

Keberadaan Galuh Sepanjang Sejarahnya, Sang Manarah

Gurindam Dua Belas

Boats & Ships during Kingdoms Era in Nusantara Archipelago

Perahu-Perahu di Masa Kerajaan Nusantara

Asal-Usul Bahasa Nasional, Bahasa Indonesia

Musik/Music

Musik Etnik Nusantara/Nusantara Ethnic Music

Musik Yoga, Meditasi & Terapi / Yoga, Meditation & Therapy Music

Kerajaan Indraprahasta

Oleh : Ali Sastramidjaja

Indraprahasta

0285 – 0645 Caka = 360 tahun candra; 0398 – 0747 Masehi = 349 tahun surya

Kala 0285 – 0320 Caka (0398 – 0432 Masehi) : 15 tahun.
Penobatan di Indraprahasta ke 1 [bawahan Salakanagara]
Nama Maharesi Santanu.
Gelar Prabursi Indraswara Salakakretabuwana
Permesuri Indari, putri Dewawarman VIII.
Anak Jayasatyanagara.
Lokasi di lereng gunung Cereme (gunung Indrakila)
Penjelasan Tiba dari daerah  Gangga India, dan ada pertalian keluarga dengan Dewawarman VIII
Kala 0320 – 0343 Caka (0432 – 0454 Masehi) : 23 tahun.
Penobatan di Indraprahasta ke 2. [bawahan Tarumanagara]
Nama Jayasatyanagara.
Permesuri Ratna Manik, putri Wisnubumi, raja Malabar.
Anak Wiryabanyu
Kala 0343 – 0366 Caka (0454 – 0476 M) : 23 tahun.
Penobatan di Indraprahasta ke 3
Nama Wiryabanyu.
Permesuri Nilem Sari, putri kerajaan Manukrawa
Anak 1. Suklawati, diperistri oleh Wisnuwarman, putra Purnawarman.2. Warna Dewaji
Catatan Indraprahasta menjadi bawahan Tarumanagara.
Kala 0366 – 0393 Caka (0476 – 0503 Masehi)  : 27 tahun.
Penobatan di Indraprahasta ke 4
Nama Warna Dewaji.
Anak Raksahariwangsa.
Kala 0393 – 0429 Caka (0503 – 0538 Masehi)  : 36 tahun.
Penobatan di Indraprahasta ke 5
Nama asal Raksahariwangsa.
Nama nobat Prabu Raksahariwangsa Jayabhuwana.
Permesuri putri raja Sanggarung.
Anak Dewi Rasmi, bersuami Tirtamanggala, putra kedua raja Agrabinta.
Kala 0429 – 0448 Caka (0538 – 0556 Masehi)  : 19 tahun.
Penobatan di Indraprahasta ke 6
Nama Dewi Rasmi
Suami Tirtamanggala, putra kedua raja Agrabinta.
Gelar Prabu Tirtamanggala Darmagiriswara.
Anak 1.Astadewa2.Jayagranagara
Kala 0448 – 0462 Caka (0556 – 0570 Masehi)  : 14 tahun.
Penobatan di Indraprahasta ke 7
Nama Astadewa.
Anak Rajaresi Padmayasa (penerus pamannya)
Catatan Jayagranagara adalah adik Astadewa, penerus raja.
Kala 0462 – 0468 Caka (0570 – 0575 Masehi)  :  6 tahun.
Penobatan di Indraprahasta ke 8
Nama Jayagranagara.
Catatan Ia adalah  adik Astadewa, raja Indraprahasta 7.
Kala 0468 – 0512 Caka (0575 – 0618 Masehi)  : 44 tahun.
Penobatan di Indraprahasta ke 9
Nama Rajaresi Padmayasa.
Anak Andabuwana
Catatan Raja adalah  putra Astadewa, raja Indraprahasta ke 7. Ia menggan-tikan kedudukan pamannya.
Kala 0512 – 0558 Caka (0618 – 0663 Masehi)  : 46 tahun.
Penobatan di Indraprahasta ke 10
Nama Andabuana.
Anak Wisnumurti.
Kala 0558 – 0583 Caka (0663 – 0688 Masehi)  : 25 tahun.
Penobatan di Indraprahasta ke 11
Nama Wisnumurti.
Anak 1 Dewi Ganggasari, diperistri oleh Linggawarman,  yang kelak men-jadi raja Tarumanagara ke 12.2 Tunggulnagara, melanjutkan warisan ayahnya.
Kala 0583 – 0629 Caka (0688 – 0732 Masehi)  : 46 tahun.
Penobatan di Indraprahasta ke 12
Nama Tunggalnagara, ialah adiknya Ganggasari.
Anak Padmahariwangsa
Penjelasan Gangasari ialah putri sulung Prabu Indraprahasta ke 11 yang di-peristri oleh Prabu Tarumanagara 12.
Kala 0629 – 0641 Caka (0732 – 0744 Masehi) :  12 tahun.
Penobatan di Indraprahasta ke 13
Nama nobat Resiguru Padmahariwangsa
Anak 1 Citrakirana, yang diperistri oleh Purbasora.2 Wiratara, yang menjadi penerus ayahnya.3 Ganggakirana, yang menjadi Adipati Kusala dari kerajaan Wana-giri, bawahan Indraprahasta.
Kala 0641 – 0645 Caka (0743 – 0747 Masehi)  :  4 tahun.
Penobatan di Indraprahasta  ke 14
Nama nobat Prabu Wiratara.
Anak Raksadewa
Peristiwa Prabu Wiratara yang membantu Purbasora merebut kekuasaan Galuh dari Prabu Sena, lalu kakak Wiratara, yang bernama Citrakirana, diperistri oleh Purbasora.
Kala 0645 Caka (0748 Masehi).
Peristiwa Sunda menyerbu Indraprahasta.
Catatan Setelah Galuh ditaklukkan, Sanjaya menumpas pendukung Purbasora. Terutama kerajaan Indraprahasta, yang turut membantu Purbasora waktu merebut kekuasaan Galuh dari Sena.Indraprahasta yang didirikan sejak jaman Tarumanagara, ahirnya diratakan dengan tanah oleh Sanjaya, seolah tidak pernah ada kerajaan disitu.”Indraprahasta sirna ing bhumi”.
Kala 0645 – 0649 Caka (0748 – 0751 Masehi)  :  4 tahun
Penobatan di Indraprahasta digabungkan dengan Wanagiri
Nama nobat Adipati Kulasa
Anak Raksadewa.
Peristiwa Bekas kawasan Indraprahasta digabungkan dengan Wanagiri oleh Adipati Kulasa sebagai negara baru bawahan Galuh. Kulasa menjadi ratunya

silsilah 00

. . . . . . . . . untuk data sejarah dan silsilah lengkapnya,  anda dapat membeli buku ini pada kami.

Informasi lengkap pada :

Buku : Data Kala Sejarah Kerajaan – Kerajaan di Jawa Barat

* * *

Artikel terkait :

Kerajaan Salakanagara

Kerajaan Tarumanagara

Kerajaan Kendan

Kerajaan Galuh

Kerajaan Sunda

Wangsa Sanjaya

Kerajaan Saunggalah

Kerajaan Sunda-Galuh

Kerajaan Kuningan

Kerajaan Cirebon

Perang (Pasundan) Bubat

Kerajaan Sumedang Larang

Kerajaan Pajajaran

Kerajaan Sunda Kelapa – Jayakarta – Batavia

Kerajaan Banten

Kerajaan Talaga

Tabel Pemimpin Kerajaan Sunda, Galuh

Menapaki Perjalanan Sunda

Ki Sunda di Tatar Sunda

Ki Sunda di Tatar Sunda-Indonesia

Kalender Sunda & Revisi Sejarah

Makanan Sunda

Susunan Warna Kasundaan

Amanat Galunggung Prabu Darmasiksa Leluhur Sunda

Pangeran Wangsakerta Sang Sejarawan

Dalam Kenangan, Abah Ali Sastramidjaja

Ketika Jawa Bertemu Belanda

Ras Nusantara

Prasasti Batu Tulis Bogor

Prasasti Ciarunteun Peninggalan Kerajaan Tarumanegara

Perbedaan Batu Tulis, Petilasan & Makam

The Differences between Written-Stone, Petilasan Sites (Paths in the past) & Tomb

Baduy-Sebuah Perjalanan Batin ke Suku Kuno tahun 1959

Kebon Raya Bogor

Sejarah Bangsa & Tanah Air Indonesia (Purbakala/The Last Continent)

Peninggalan Prasejarah Masa Perundagian

Prehistoric Remains from the Bronze-Iron Age

Prehistoric Remains from Neolitic Stage

Peninggalan Prasejarah Zaman Bercocok Tanam

Prehistoric Sites Along the Banks of Ciliwung River

Peta Lokasi Situs Prasejarah di Daerah Aliran Sungai Ciliwung

Tokoh-Tokoh Galuh Menurut Wangsakerta

Galuh Berarti Putri Bangsawan atau Sejenis Batu Permata

Keberadaan Galuh Sepanjang Sejarahnya, Sang Manarah

Gurindam Dua Belas

Boats & Ships during Kingdoms Era in Nusantara Archipelago

Perahu-Perahu di Masa Kerajaan Nusantara

Asal-Usul Bahasa Nasional, Bahasa Indonesia

Musik/Music

Musik Etnik Nusantara/Nusantara Ethnic Music

Musik Yoga, Meditasi & Terapi / Yoga, Meditation & Therapy Music

Kerajaaan Tarumanagara

Oleh : Ali Sastramidjaja

Tarumanagara

0280 – 0591 Caka = 311 tahun candra, 0393 – 0695 Masehi = 302 tahun surya

Kala 0200 Caka (0316 Masehi)
maharesi dinasti Pallawa dan maharesi dinasti Salankayana ber­sama kelompok­nya sebagai bawanannya mengungsi, berla­yar di samudra menuju pulau‑pulau di Bhumi Dwipantara. diantaranya ada yang tinggal di pulau Simhala, Marutma, Dharmma nagari, Negeri Syangka, Kamboja, negeri Yawana, negeri Gauda, wilayah Pulau Bali ada yang tinggal di Pulau Simhala sebelah selatan, kemudian di Pulau Sumatra.Ada juga yang tinggal di negeri Cungko. Bakulapura. Ada juga yang tinggal di Narikeladwipa, negeri Karpura, Sangyang Hujung, dan Pulau Jawa, serta negeri asing, karena balatentara penguasa dari negeri Bharata senantiasa ber­usaha menangkap mereka.
Adapun Maharesi Jayasinghawarman dengan kelom­poknya dan seluruh pengiring serta hambanya selama sepuluh (10) tahun tidak tinggal di satu tempat. (Mereka tinggal) di antaranya yaitu di Pulau Sumatra dua tahun lamanya, kemudian pindah la­gi (dan) tinggal di Bakulapura tiga tahun lamanya, dan di wilayah Pulau Bali dua tahun lama­nya.
Kemudian tahun 267 Caka (345 M). Sang Maharesi Jayasinghawarman dengan seluruh pengiring­nya tinggal di Jawa Barat, tetapi tetap tinggal di Pulau Sumatra, Sang Maha­resi juga menetap di Pulau Simpala sebelah selatan. Begitu juga keturunan serta keluar­ga Raja Hastiwarman yaitu Raja Dinasti Salankayana dari daerah Bharata, me­netap di Bumi Jawa Barat. Di sini mereka dengan orang dari Dinasti Palawa mendirikan de­sa tidak jauh dari Sungai Taruma. Wilayah tersebut ya­itu termasuk wilayah kerajaan Salakanagara. Sang Maharesi Jayasingha­warman mendirikan asrama, Sang Maharesi merupakan guru besar agama atau guru agama.
Banyaklah muridnya, bahkan putra mahkota Bakulapurapun, Sang As­wawarman namanya, sebagai murid Sang Maharesi Jayasingha­warman, begitu juga murid‑murid dari negara‑negara seberang, serta dari berbagai wilayah Pulau Jawa. Lama‑kelamaan asrama Jayasinghawarman menjadi desa besar dari desa‑desa di Bumi Jawa Barat.
Pada mulanya Dinasti Mawi­ya, dengan rajanya Sri Maharaja Bhrihadrata namanya, yang memerintah di Maghada, di Bumi Bharata, terdesak perangnya melawan mahasenapati (perwira tinggi) Dinas­ti Mauriya juga, yaitu Pushwamitra nama­nya, yang kemudian men­dirikan Dinasti Sung­ga, dan menetap di Pura­bha Pataliputra.
Masyarakat Dinasti Mauriya dan pejabat‑pejabat negara, banyak yang mengungsi di berbagai wilayah dan berbagai negara, termasuk di Jawadwipa. Kemudian Mahara­ja Pushwamitra diganti­kan oleh putra­nya; yaitu Mahara­ja Agnimitra namanya, dan bertempat tinggal di ibu ko­ta Wisida.
Kala 0244 Caka (0358 Masehi).
Lahir Jayasinghawarman
Tokoh Maharesi dari wangsa Salankayana di Bharata, yang kelak menjadi pendiri dan raja Tarumanagara (280 – 304 Caka).
Penjelasan Maharesi dari wangsa Salankayana di Bharata, yang kelak menjadi pendiri dan raja Tarumanagara (280 – 304 Caka).Wafat tahun 304 dalam usia 60 tahun, jadi dilahirkan pada tahun (304 – 60) = 244 C.Kelak beristri pada Dewi Minawati (lahir th.271 C) ialah Iswari Tunggal Pertiwi Warmandewi, putri raja Dewawarman VIII, raja Salakanagara ke 9.
Kala 0280 – 0304 Caka (0393 – 0416 M) : 24 tahun.
Penobatan di Tarumanagara ke 1.
Nama Jayasinghawarman, lahir 0244 Caka (0358 M), usia 36 – 60 th Caka
Gelar Maharesi Rajadhirajaguru Jayasinghawarman Gurudharmapurusa.
Istri Dewi Iswari,  Sri Iswari Tunggalprethiwi Warmandewi, putri Dewawarman yang ke 8
Anak 1 Dharmaya, kelak jadi Resi Dharmaya Warman Guru, lahir 264 C; usia 16-40 tahun.
Permesuri Dewi Minawati putri Dewawarman VIII (lahir 271 C), usia 9 – 33 tahun
Gelar Sri Iswari Tunggalprethiwi Warmandewi.
Anak 2 Nagawarman, Nagayawarman3 Dewi Am­rawati, bersuami raja Medangpurwa ialah Prabhu Yudhadana.
Ibukota Jayasinghapura, kemudian membuat yang baru ialah Sundapura (Kota Sunda).
Catatan Tarumanagara tumbuh menjadi negara yang besar dan kuat sehingga Salakanagara pun menjadi bawahannya.ibukota Jayasinghapura, kemudian membuat yang baru lagi SundapuraSejaman dengan Tarumanagara ini kerajaan Sang Aswawarman di Bakulapura (Kalimantan) pun menjadi besar dan kuat, kemudian dilanjutkan oleh putranya yang bernama Mulawarman di Kutai.
Data Ia wafat tahun 0304 Caka, dalam usia 60 tahun, berarti lahirnya tahun 0244 CakaBeranak pertama waktu berusia 20 tahun, jadi kira-kira beristri pada usia 19 tahun, artinya nikah tahun 263 C.
Wafat Ia wafat pada usia 60 tahun dan dipusarakan di tepi kali Gomati, Lumah ing Gomati
Kala 0294 Caka (0407 Masehi)hari : Ahad Manis/Wagetanggal : 8 k, Palguna 294 Caka (23 Juni 0407 Masehi).
Lahir Purnawarman
Ayahnya Darmawarman, prabu Tarumanagara ke 2 (30th)
Tokoh kelak menjadi Prabu Tarumanagara
Kala 0300 Caka (0413 Masehi).
Catatan Seorang pendeta Buda bernama Fa-hien (Cina) pulang dari India ke negrinya. Kapal berangkat dari Sri Langka. Tiga hari kemudian datang badai selama 13 hari. Setelah 90 hari terkatung-katung, kapal tersebut tiba di Ya-va-di (Jawadwipa, pada saat itu jaman kerajaan Tarumanagara). Dalam catatannya diterangkan, bahwa di tempat ini banyak kaum brahmana, tapi tak ada pendeta Buda.
Kala 0301 Caka (0414 Masehi).hari : Kamis Kaliwon/Pontanggal : 2 s, Cetramasa 0301 Caka (16 April 0414 Masehi).
Catatan Dalam catatan Fa-hien, pada tanggal 16 April 0414 Masehi, setelah 5 bulan tinggal di Ya-va-di, baru ia melanjutkan perjalanannya ke Cina dengan kapal dagang India. Arahnya ke timurlaut. Karena terserang badai, kapal kehilangan arah. Dua bulan lebih di laut, belum juga mencapai kota Kanton, padahal biasanya hanya dalam 50 hari. Lalu kapal dibelokkan ke baratlaut. Baru setelah berlayar 12 hari, pada tanggal 14 Juni 0414 Masehi, hari Ahad Wage / Pahing), tibalah di pantai Lushan, ibukota Propinsi Chang-kwang, sebelah utara kota Kanton.
Pertanyaan tiba di Lushan tgl.      14-06-0414 Mdikurangi 12 hari    – 12 jadi    =  02-06-0414 M2 bulan di laut,               – 02  

jadi     02-04-0414 M

tiba di Ya-va-di tgl.    16-04-0414 M

selisih waktu               14 hari hilang

Jadi data ini ada kesalahan tanggal, yang berakibat kehilangan waktu 14 hari

Kala 0304 – 0317 Caka (0416 – 0429 Masehi) : 13 tahun.
Penobatan di Tarumanagara ke 2
Nama asal Prabu Dharmawarman (40 – 53 th Caka).
Gelar Rajarsi Dharma­ya Warman Guru
Permesuri
Anak 1 Purnawarman (10 – 23 th Caka).2 Harinawarmandewi, bersuami pedagang kaya dari daerah Bharata3 Candrawarman.4 men­jadi duta kerajaan Taruma di Kerajaan Cina 

5 Sang Aswawarman beristerikan puteri penghulu Bakulapura, Sang Kundungga

Istri
Anak 1 Sang Gajahwarman, duta Kerajaan Tarumanagara di Pulau Sumatra2 Sang Padmawar­man, duta Tarumanagara di negeri Syangka3 Sang Barunawarman, panglima angkatan laut kemudian menjadi menteri kelautan4 Sang Sukretawarman, sebagai hakim
Peristiwa Ia menyerahkan kekuasaan kepada putranya, Purnawarman, karena ia menjadi penyebar agama, dengan gelar Rajaresi Darmayawarman.Waktu itu kehidupan masyarakat pribumi menjadi empat kelompok, yaitu kelompok brahmana, ksatriya, waisya, dan sudra.
Catatan Selama Maharsi Rajadhirajaguru berkuasa di Tarumanagara, beliau pun telah membu­at jasa dengan membe­ri teladan, memperkuat, dan memperdalam Sungai Candrabhoga. Muara sungai itu di­buat pelabuhan perahu. Di sepanjang tepi sungai dibuat beberapa tempat arca, bangunan suci dan biara, bahkan candi. Pekerjaan itu dimulainya pada tanggal empat belas paro terang bulan Bhadra, sampai dengan tanggal lima paro ge­lap bulan Asyuji, tahun dua ratus sembilan pu­luh lima Caka (0295 Caka = 0408 Masehi).
Wafat Sang Prabu wafat tahun 0319 Caka (0431 Masehi), di Candrabhaga dalam usia 55 tahun Caka. disebut Sang Lumah ri Candrabhaga, candinya di tepi sungai Candrabhaga
Data Ia wafat dalam usia 55 tahun di tahun 319 C; jadi dilahirkan tahun (319 – 55) = 264 C.Dinobatkan tahun 304, ialah pada usia 40 tahun.Ayahnya raja Tarumanagara dari tahun 280-304 C, yang wafat dalam usia 60 tahun, jadi ia lahir dalam tahun 304-60 = 244 C. Maka ia berputra sulung pada usia 264-244 = 20 tahun. Mungkin ia beristri tahun 263 C. Tapi Permesurinya, ialah Dewi Minati, baru lahir tahun 271. Dengan demikian maka Dharmawarman bukan putra Dewi Minati.
Kala
Wilayah Medangpurwa 1, di Bumi Jawa Tengah
Nama Maharaja Malladewa
Anak Yudhadana, beristri Dewi Amrawati, putri raja Ta­rumanagara 1
Kala
Wilayah Medangpurwa 2, Me­danggiri, di Bumi Jawa Tengah
Nama Yudhadana
Istri Dewi Amrawati, putri raja Ta­rumanagara 1
Anak 1 Maharaja Bhairawa2 Prabhu Srim­hakara3 Dewi Candika, bersuami Wirawarman, adik Sri Mahara­ja Mulawarman, raja Ku­tai
Adapun, putriMaharaja Yudhada­na, yaitu Dewi Candika, dijadikan istri oleh Wirawarman, adik kedua dari Sri Mahara­ja Mulawarman, raja Ku­tai Purwa di Bhumi Ba­kulapura (Kalimantan Timur). Kemudian, Dewi Can­dika dengan Wira­warman beranak beberapa orang, dua di an­taranya, Amudrawarman dan Dewi Jwalita. Kemudian, Dewi Jwali­ta dijadikan istri oleh Sri Maharaja Purnawar­aman. Dengan demikian, penguasa di Kerajaan Taruma dengan Kerajaan Kutai Purwa ada­lah berkerabat juga.
Kala
Wilayah
Nama Simha­kara
Istri putri raja Jawa Timur Dewi Prabhawati
Anak tidak punya anak
Kala 0317 – 0356 Caka (0429 – 0467 M) : 39 tahun.hari : Senin Manis/Wagetanggal : 13 s, Cetramasa 0317 Caka (04 Nopember 0429 Masehi)(dua tahun sebelum ayahnya meninggal).
Penobatan di Tarumanagara ke 3
Nama asal Purnawarman, lahir 294 Caka, usia 23 – 62 th Caka
Gelar Sri Maharaja Purnawarman Iswaradigwijaya Bhimaparakrama Surya Maha Purusa Jagatpati Purandara Sakti Pura Wiryaajaya Lingga Triwikrama Bhuwanatala.Sri Purnawarman Bhimanarakrama Narendradhipa
Permesuri Sri Prameswari Indukirana namanya, putri Raja Agrabinta, keturunan Raja Salakanagaraputri dari raja bawahannya.
Anak 1. Wisnuwarman2. De­wi Tarumawati, bersuami Raja pulau Sumatra
Istri 2 Dewi Jwalita, putri dari Bakulapura
Anak Sang Karabhawarman, beristri putri pembesar kerajaan Pulau Sumatra
Istri putri raja pulau Sumatra, putri raja Jawa Tengah dan Jawa Timur, putri raja Pulau Bali.
turunan dinasti Warman ada di Dwipantara dan negeri Bharata, Kamboja, negeri Campa, Pulau Simhala dan lainnya lagi
Penjelasan Purnawarman  lahir  Ahad Manis/Wage, 8k-05-294 C, (23-06-407 M). Semasa berkuasa Ia dijuluki “wyaghra ning Tarumanagaraa” atau Harimau Tarumanagara.
Wafat Senin Kaliwon/Pon, 15s, Posyamasa 356 Caka, (12/06/0467 M), dalam usia 62 tahun.
Catatan Ada beberapa karya Purnawarman yang tercatat :
Lambang Lambang atau dhwaja (panji) berbentuk padma (bunga teratai) di atas kepala gajah Erawata, rajatanda daun bunga dari emas berbentuk lebah. Kemudian disebut sebagai dhwaja tanda, yang digunakan sebagai lambang kebesaran para pembesar kerajaan.
Baju perang Semua musuhnya dapat dikalahkan, karena Purnawarman orangnya pemberani, dan menguasai berbagai ilmu serta siasat perang, yang menjadikan dirinya menjadi raja yang perkasa dan dahsyat (bhimaparakramoraja). Waktu berperang selalu memakai baju besi dari kepala sampai ke kaki.
Bangunan suci Mendirikan beberapa bangunan suci pada tanggal 9 paro bulan terang bulan Posya, sampai dengan tanggal 2 paro bulan gelap bulan Magha tahun 319 Caka, [09s – 03 sampai dengan 02k – 04 – 0319 Caka = 13 Juli – 20 Agustus 0431 Masehi) = 38 hari
Pelabuhan Membuat pelabuhan perahu dan sebagainya itu selesai dikerjakan pada tanggal 7 paro bulan terang bulan Margasira sampai dengan tanggal 14 paro bulan terang bulan Posya tahun 320 Caka [07s – 02 – 0320 sampai 14s – 03 – 0320 Caka = 36 hari.Pelabuhan ini segera ramai oleh kapal- kapal perang kerajaan Taruma.
Memelihara Memperkokoh serta bekerja turut memperindah te­pian lembah Gangga yang terletak di wilayah Kerajaan Indrapra­hasta, yaitu pada (tanggal) 12 paro‑gelap, bulan Margasira, sampai dengan (tanggal) 15 paro‑terang bulan Posya, tahun tiga ratus tiga pu­luh dua Caka. (332 Caka = 0444 Masehi).
Kemudian dua tahun berikutnya, yaitu tanggal 4 paro‑terang, bulan Srawana sampai dengan tanggal 13 paro‑gelap bulan Srawana tahun 0334 Caka (0446 Masehi) Sri Maharaja Tarumanagara membuat pekerjaan lagi, yaitu memperkokoh dan bekerja memperindah sepanjang te­pi Sungai Cupu. Lembah itu terletak di negeri Cupu, dan airnya menggalir sampai di istana ke rajaan, bahkan tepi Sungai Cupu ini (berada) di dalam ibukota Kerajaan Cupunagara. Banyak tempat pemujaan terhadap segala dewa ada di situ untuk warga masyarakat pribumi, rakyat jelata dari berbagai golongan. Kemudian, Sri Maharaja Purnawarman mengerjakan upacara. Selamatan, berupa uang bagi para pendeta Brahmana dan bersama‑sama di sana dengan diberi sapi seratus ekor, pakaian, berbagai makanan. Seluruh warga masyarakat, pria, wanita, tua, muda semua di seluruh daerah yang sudah menyempurnakan pekerjaan mereka, di beri upah dari Sri Maharaja.
Kemudian tidak jauh dari tepian lembah Gangga di wilayah Indraprahasta, juga di tepi Sungai Cupu di wilayah Cupunagara, Sri Narendra-dhipa Purnawarman membuat prasasti, yaitu tulisan pada batu sebagai pertanda bahwa pada waktu itu ada pekerjaan di sana yang telah selesai dibuat oleh Sri Narpati. Demikian pula dicatat mengenai kesaktian Purnawarman yang sangat berwibawa, Sri Narendradhipa, seperti Batara Wisnu yang bersahabat dengan segala makhluk di dunia serta di akhirat kelak. Pada prasasti itu dibubuhi tanda dengan telapak kakinya. Maksudnya agar para petani senang hatinya.
Begitu juga, pada tanggal sebelas paro‑gelap bulan Karthika sampai dengan empat belas paro ­terang bulan Margasira, tahun tiga ratus tiga puluh lima Caka (0335 Caka = 0446 Masehi) , yaitu melakukan pekerjaan berupa perbaikan dengan memperkuat sepanjang tepi pada setiap sungai, atau lembah Manukrawa namanya sekarang. Pada waktu itu Sri Maha­raja sedang menderita, sakit.
Sejahtera Untuk kesejahteraan kehidupan rakyatnya, maka  banyak sungai yang diperkokoh tepiannya, juga sehubungan dengan keperluan agama.
Berbakti Tiap tahun semua raja bawahannya selalu datang di purasaba Sundapura untuk berbakti dan mempersembahkan upeti. Waktunya tiap bulan Caitra (Jumadilahir).
Bawahan Ada 48 kerajaan bawahan Tarumanagara ialah :1.Salakanagara (di Pandeglang)2.Cupunagara (di Subang)3.Nusa Sabey (di ?) 

4.Purwanagara (di ?)

5.Ujung Kulon (di Pandeglang)

6.Gunung Kidul (di ?)

7.Purbolinggi (di Probolinggo)

8.Agrabinta (di Cianjur)

9.Sabara (di ?)

10.Bumi Sagandu (di Majalengka)

11.Paladu (di ?)

12.Kosala (di ?)

13.Legon (di Serang)

14.Indraprahasta (di Cirebon)

15.Manukrawa (di Indramayu)

16.Malabar (di Kabupaten Bandung)

17.Sindangjero (di ?)

18.Purwakerta (di Purwokerto)

19.Wanagiri (di ?)

20.Purwagaluh (di Banyumas)

21.Cangkuwang (di Garut atau Ciamis)

22.Sagara (di ?)

23.Kubang Giri (di Tegal)

24.Cupugiri atau Gunung Cupu (di Sumedang)

25.Alengka (di Kabupaten Bandung)

26.Manik Parwata atau Gunung Manik (?)

27.Salaka Gadang (di ?)

28.Pasir Batang (di Banyumas)

29.Karang Sindulang (di Kab. Bandung)

30.Bitung Giri (di Majalengka)

31.Tanjung Kalapa (di ?)

32.Pakuwan Sumurwangi (di ?)

33.Kalapa Girang (di ?)

34.Tanjung Camara (di Kuningan)

35.Sagara Pasir (di ?)

36.Rangkas (di Pandeglang)

37.Pura Dalem (di Karawang)

38.Linggadewa (di ?)

39.Wanadatar (di ?)

40.Jati Ageung (di Kuningan)

41.Setyaraja (si ?)

42.Wanajati (di ?)

43.Sundapura (di Bekasi)

44.Rajatapura (di Pandeglang)

45.Dua Kalapa (di ?)

46.Pasir Muara (di Bogor)

47.Pasir Sanggarung (di Kab. Cirebon)

48.Indihiyang (di Tasikmalaya)

Perang di Tarumanagaraibukota kerajaan sudah dikuasai musuh yaitu, (oleh) keluarga pengkhianat ialah Prabhu SimhakaraSri Maharaja memerintah panglima, senapati dan semua bala tentara (diperintah) untuk menyerang musuh, yang sudah meluas ke ibukota Kerajaan Taruma.Maka berkatalah Sri Maharaja Purnawarman, berperanglah kamu semua! Rebutlah ibukota kerajaan kita, dan binasakan seluruh musuh kalian! janganlah ada yang bersisa, bunuh musuh itu! 

Tidak lama kemudian bala tentara Prabhu Simhakara kalah di di medan perang.

Banyak yang mati dari bala tentara Prabhu Simhakara. Bala tentara yang tersisa dari yang mati hanya beberapa puluh orang, sementara pemimpin mereka kemudian semua di jatuhi hukuman mati. Sedangkan Prabhu Simhakara mati dipukul dengan senjata oleh Sri Maharaja Purnawarman.

Karena peristiwa itu, Sri Maharaja mengadakan api kurban yang sempurna, yaitu selamatan atas keunggulan perang, dengan membuat Prasasti Jayastumba, yaitu tulisan pada batu, di ibu kota Taruma. Prasasti itu dijadikan sebagai tanda peringatan kemenangan perang. Pada Prasasti Jayastumba itu ditulis tahun Caka suddha (0) karna (2) swaha (73) Magha paro ‑terang selesai tanggal empat [tanggal 4s Magha (4) 320 Caka = 26 April 0432 M]

[keterangan : Purnawarman 0317 – 0356 Caka, jadi peristiwa itu harus dalam tahun itu, tidak mungkin arti swaha = 7 harusnya 3, jadi bukan tahun 720 tapi 320 Caka]

Sejak awal Purnawarman memerintah Kerajaan Taruma sebagai maharaja hingga meninggal dunia. Kemashurannya tidak ada duanya pada waktu itu. Beliau menguasai seluruh bhumi Jawa Barat.

Kerajaan Salakanagara, Kerajaan Cupunagara, Kerajaan Nusa Sabey, Kerajaan Purwanagara, Kerajaan Hujungkulon, Kerajaan Gunungkidul, Kerajaan Purwalingga, Kerajaan Agrabinta, ratu wilayah Sabara, Ratu Tirthaman-dhala, Kerajaan Bhumi Sagandhu, Rajadesa Paladu, Pinahakuwu, Kerajaan Kosala, Kerajaan Desa Legon, Kerajaan Indraprahasta, Ratu Candratudaga, (Raja Desa Jagapura), Rajadesa Jagapura, Prajadesa Surantaka Mandhala, Kerajaan Manukrawa, Kerajaan Malabar, Ratu Sindang Jero, akuwu Desa Purwakerta, Raja sewilayah Purwagalih, Ratu Wilayah Cangkuang, Ratu Wilayah Salaka Gading, Ratu Keraton Sagarakidul, Ratu Panghulu Kubanggiri, Ratu Sapugiri, Ratu Alengkha, Ratu Manik Parwatadesa, Ratu wilayah di Pasirbatang, Ratu wilayah Bibitung Giri Desa, Guru Panghulu Raja Patapan Desa, Ratu Wilayah Tanjungkalapa, penguasa di Su­murwangi, Ratu Kalapa Girang Desa, Kuwu (kepala daerah) Tanjung Cemara, Ratu Wilayah Sagara Pasir, Ratu Wilayah Rangkas Rajadesa Puradalem, Ratu Wilayah Linggadewa, Raja Wilayah Wanadatar, Ratu Jatyageung (Jatiageung), Ratu Wilayah Setyaraja, Ratu Wilayah Wanajati, Penguasa Rajatapura. Ratu Sundapura, Ratu Dwakalapa, Juru (penguasa) Pelabuan Muhara Suba, Juru Pelabuhan Muhara Candrabhaga, Ratu Wilayah Gomati Nadi (Sungai Gomati), Penguasa di Nusa Apuy (Pulau Api), penguasa pelabuhan (syahbandar) Wilayah Narikela, penguasa di Pelabuhan Manukrawa, Ratu Wilayah Pasir Muhara, Jurulabuhan Muhara Taruma, Kerajaan Purwasanggarung, dan banyak lagi daerah‑daerah dan wilayah‑wilayah yang mengabdi kepada Tarmanagara, tempat dan kerajaan sudah banyak yang berganti namanya, atau sudah tidak ada lagi. Bahkan, ada yang lebih dari sepuluh nama tempat wilayah yang tidak di tulis, karena beberapa aksara tidak tampak, termasuk nama kerajaan, rajanya, dan penguasanya.

Sahabat sejajar Adapun sahabat yang sejajar dengan negara-negara sebrang di antaranya yaitu negara yang kemudian namanya Kamboja di negeri Yawana, Syangkayodyapura, negeri Dharmma, Langkasuka, Marulma Rajapura di negeri Kalingga Mamalla Purani, Cagpa, Simhaladwipa, Sanghyang Hujung, Nacorpaka, dan beberapa kerajaan di bumi Bharata di Benua Jambhudwipa, Ayudhya, negeri Gauda, Amarawati, Parsi, Kerajaan Cungkwo, negeri Syam., Basar , negeri Abbasid. Demikian pula, beberapa kerajaan kecil di daerah Tamilakam, Kerajaan Magadha, daerah‑daerah di sebelah selatan, dan daerah Mathura, Kerajaan Karnnataka. dan Pataliputra pantaslah.
Bakulapura.(Kalimantan) Panadangan dengan Kerajaan Kutai atau Kutanagara di bumi Bakulapura (Kalimantan), karena Sri Maharaja Purnawarman menikah dengan Dewi Jwalita, putri dari Wirawarman, dan Wirawarman adalah adik dari Sri Maharaja Mulawarman, putra Aswawarman. Aswawarman putra Sang Kudungga, keturunan dari Wasuwamitra dari Dinasti‑Sungga. Beginilah singkatnya. Dinasti Sungga ada di Bakulapura.
Keterangan Sri Maharaja Purnawarnan atau Sri Narendradhina Tarumanagara, lahir di ibukota Jayasinghapura di keraton kerajaan Taruma pada tanggal 8 paro bulan gelap bulan Palguna tahun 294 Caka [Ahad Manis/Wage, 08 k – 05 – 294 Caka = 23 Juni 407 Masehi].Mulai menjadi raja ialah pada tanggal 13 paro bulan terang bulan Ceitra tahun 317 Caka  pada usia 23 tahun. [Senin Manis/Wage, 13 s – 06 – 317 Caka = 14 Nov. 0429 Masehi].Beliau wafat pada tanggal 5 paro bulan terang bulan Posya tahun 356 Caka, pada usia 62  tahun. [Senin Kaliwon/Pon, 05 (15) s – 03 – 0356 Caka = 12 Juni 0467 Masehi], sehari setelah penobatan putranya. Kemudian beliau disebut Sang Lumah ri Tarumanadi.
Catatan Menurut tulisan‑tulisan prasasti yang kemudian di tulis lagi serta disalin oleh Panembahan Losari pada naskah Dwipantara parwwa. Tetapi banyak berbagai rintangan pekerjaan yang dihadapi oleh Sang Panembahan, yaitu hurufnya tidak jelas dan ada juga yang hilang serta. hancur. Dengan demikian, aku menulis mengenai pekerjaan Sri Maharaja Purnawarman tidak semua lengkap, hanya inilah yang ada dan dapat ditulis dengan sempurna, dan disalin ke dalam bahasa dan aksara Jawa kuna
Kala 0356 – 0377 Caka (0467 – 0487 Masehi) = 21 tahun.
Penobatan di Tarumanagara ke 4hari : Ahad Wage/Pahing, tanggal : 14 s, Posyamasa, 0356 Caka (11 Juni 0467 Masehi).
Nama asal Wisnuwarman
Gelar Sri Maharaja Wisnuwarman Iswara Digwijaya Tunggal Jagatpati Sang Purandarasutah.
Permesuri 1 Suklawarmandewi, adik raja Bakulapura, wafat dalam usia muda tanpa anak.
Permesuri 2 Suklawatidewi, putri Wiryabanyu, (Indraprahasta 3)
Anak 1. Indrawarman.2. Widalawarman
Istri Dewi Subhawati, putri Sumatra, tidak berputra
Peristiwa Sang Senapati Cakrawarman ialah adik Sri Maharaja Purnawarman tidak senang hatinya karena keponakannya menjadi raja, dikarenakan ia ingin menjadi Raja Tarumanagara menggantikan kakaknya. Oleh karena itu Sang Senapati Cakrawarman melawan dengan melakukan penghianatan dan pemberontakan. Atas bantuan pasukan Prabu Wiryabanyu, dari kerajaan Indraprahasta, pemberontakan dapat ditumpas.Sejak itu sangat banyak bala tentara Indraprahasta diangkat menjadi bala tentara Tarumanagara, serta tinggal di ibukota (Tarumanagara)
Catatan Suklawarmandewi, adik raja Bakulapura. Tapi dari permaisuri tidak mendapat keturunan karena wafat dalam usia muda, karena sakit ulu hati. Kemudian beristri lagi dengan Suklawatidewi.  Dari perkawinan ini putra sulungnya bernama Indrawarman yang kelah menjadi penguasa Tarumanagara.
Penjelasan Penobatan terjadi sehari sebelum Purnawarman wafatAgama yang dianut ialah Siwa, Brahma, Bhuda juga berbakti kepada para leluhur.
Kala 0356 Caka (0467 Masehi).hari : Senin Kaliwon/Pontanggal : 15 s, Posyamasa 356 Caka (12/06/0467 Masehi).
Wafat Purnawarman wafat dalam usia 62 tahun, satu hari setelah putranya dinobatkan menjadi Raja Tarumana gara yang ke 4. Ia dipusarakan di tepi Citarum, sehingga disebut “sang lumah ing Tarumanadi” (yang dipusarakan di Citarum).
Kala 0356  Caka (0467 Masehi).hari : Kamis Pahing/Kaliwontanggal : 2 s, Maghamasa, 356 Caka (29-06-0467 Masehi).
Catatan Wisnuwarman, raja Tarumanagara ke 4, mengirim duta ke negara-negara tetangga untuk memberitahukan bahwa dia telah menjadi penguasa dan berharap memelihara persahabatan.
Kala 0357 Caka (0468 Masehi)hari : Rabu Wage/Pahingtanggal : 12 s, Yesta masa, 357 Caka (23-10-0468 Masehi).
Catatan Sang Nagawarman (Pamannya Purnawarman), panglima angkatan laut dan duta keliling Tarumanagara, berkunjung ke Cina. Setahun kemudian ke Sanghiang Hujung, dan 5 bulan berikutnya ke Swarnabhumi.
Kala 0358 Caka (0470 Masehi)
Peristiwa Terjadi pemberontakan di Tarumanagara.Paman Wisnuwarman, adik Purnawarman yang bernama Cakrawarman selaku panglima angkatan darat, pernah berontak hendak merebut kekuasaan. Tapi berkat dukungan Sang Wiryabanyu, raja Indrapra-hasta, pemberontakan itu dapat ditumpas. Pemberontakan itu ter-jadi dari hari  Rabu Wage tanggal 14 kresnapaksa, Asuji 358 Caka sampai hari Senin Kaliwon, 11 kresnapaksa, Kartikamasa 359 Caka.Pemberontakan itu diawali pada pergantian tahun Caka dan berlangsung selama 27 hari (25-02-0470 M sampai 23-03-0470 M). Semua pemberontak yang masih hidup dihukum mati. Setelah pemberontakan dapat ditumpas, Maharaja memberikan hadiah kepada semua yang ikut berjasa dan kepada Sang Wiryabanyu, karena permaisuri telah wafat maka putrinya yang bernama Suklawatidewi dijadikan permaisuri. Dari perkawinan ini putra sulungnya bernama Indrawarman yang kelah menjadi penguasa Tarumanagara.
Kala 0377 – 0437 Caka (0487 – 0545 Masehi)  : 60 tahun.
Penobatan di Tarumanagara ke 5
Nama asal Indrawarman, lahir 360 Caka, usia 17 – 77 tahun Caka.
Gelar Sri Maharaja Indrawarman Sang Paramarta Saktimaha Prabawa Lingga Triwikrama Buwanatala.
Istri
Anak 1 Candrawarman.2 Dewi Komalasari bersuami mentri kerajaan Kandari.3 Sang Santawarman yang menjadi brahmaresi.
Catatan Pamannya, adik Wisnuwarman yang bernama Karabawarman mendampinginya sebagai mentri.Adik kandungnya, Widalawarman, menjadi mentri angkatan perang.
Kala 0437 – 0457 Caka (0545 – 0565 Masehi)  : 20 tahun.
Penobatan di Tarumanagara ke 6
Nama asal Candrawarman
Gelar Sri Maharaja Candrawarman Hariwangsapurusasakti Mahasuralaghawa Paramartha.Maharaja Candrawarman Sang Hariwangsa Purusa Sakti Suralaga Wagengparamarta.
Anak 1 Suryawarman, putra mahkota.2 Mahisawarman, – petinggi Tarumanagara.3 Matsyawarman, – Panglima Angkatan Laut.4 Dewi Bayusaribhumi, diperistri oleh putra mahkota kerajaan Pali di Sumatra. 

5 Dewi Bayurasa, diperistri oleh Prabhu Samahawan dari Medang Jawa Tengah.

Peristiwa Candrawarman telah merubah politik dalam negrinya dengan mengangkat derajat keturunan yang berhak atas daerahnya masing-masing atas dasar kesetiaan kepada Tarumanagara, dijadikan penguasa daerahnya lagi. Kebijaksanaan ini  telah menjadikan Taruma nagara sangat stabil. Penyalahgunaan kekuasaan dapat diatasi.
Catatan Bersahabat, terutama kerajaan-kerajaan di tanah India dan negeri Cungkwo, Selain itu ialah, Kamboja di Yawana, Syangka, Ayodhyapura, Dharmanagari, Langkasuka, Marutmana, Rajapura di Kalingga, negeri Sopala, negeri Singha, Mallapuranu, Campa, Pulau Simhala, Sanghyanghujung, Nasorpaka, Ayudhya, negeri Gauda, Amarawati, Parsi, Sam, Basyra, negeri Abasid, dan kerajaan kecil di daerah Tamilakan, Magadha daerah Daksahinapatra dan daerah Mathura. Kerajaan Karunatakaka, Pataliputra, dan kerajaan-kerajaan di Bumi Dwipantara.
Wafat Ia wafat Sabtu Wage/Pah, 9k-05-0457 C (15 Agustus 0565 M)
Kala 0457 – 0483 Caka (0565 – 0590 Masehi)  : 26 tahun.
Penobatan di Tarumanagara ke 7
Nama asal Suryawarman
Gelar Sri Maharaja Suryawarman Sang Mahapurusa Bhimaparakrama Hariwangsadigwijaya Buwantala.
Istri
Anak 1 Kretawarman.2 Sudawarman, beristri putri raja Palawa3 Tirta Kancana, diperistri oleh Maharesi Manikmaya, raja Kendan.
Catatan Dia mengirim duta keliling :Ke bagian barat oleh Sang Santawarman, pamannya.Ke bagian timur oleh Sang Mahisawarman. Ke bagian timur dari Sanghyiang Hujung.Semasa Suryawarman, daerah-daerah pedalaman mulai berkembang dan kerajaan Tarumanagara mencapai puncaknya.
Pada waktu Kerajaan Tarumanagara berkuasa di Jawa sebelah barat, negara ini banyak mengikat persahabatan dengan negara-negara seberang; di antaranya kerajaan-kerajaan di Bhumi Bharata, nagara Gauda, negeri Syangka, negeri Marutma, negeri Singha, negeri Campa, negeri Kamboja, dengan negara Cungkwo, negara Pulau Simhala; negara- negara di Bhumi Sopala, negeri Parsi, negeri Abasid, Sanghyanghujung, negeri Langkasuka, serta beberapa negara lainnya lagi. Di antara mereka, masing-masing menyuruh dutanya bersama pelayannya tinggal di negara sahabatnya. Begitu juga dengan kerajaan-kerajaan di kepulauan di Bhumi Dwipantara.
Kala 0483 – 0550 Caka (0590 – 0655 Masehi)  : 67 tahun.
Penobatan di Tarumanagara ke 8
Nama asal Kertawarman
Gelar Sri Maharaja  Kretawarman Mahapurusa Hariwangsa Digwijaya Salaka Bumandala.
Permesuri putri dari keluarga Salankayana di bumi Bharata.
Anak tak berputra, karena Sang Raja ini mandul.
Istri ke 2 Pwahaci Satyawati,  anak rakyat biasa, tapi cantik. Ia mengaku hamil, lalu mengangkat anak, diberinama Bajragiri
Anak Bajragiri, anak angkat, diberi pangkat panglima.
Saudara/adik 1 Sudawarman, kelak menggantikan Kertawarman.2 Dewi Tirthakancana, bersuami Maharsiguru Manikmaya, raja Kendan ke 1.
Peristiwa Kejadiannya ialah ketika Prabu sedang berburu. ia bertemu dengan gadis cantik anak pencari kayu bakar di tepi sungai Candrabhaga. Ayah sigadis bernama Ki Parangdami dan  ibunya bernama pwahaci Sembada, tergolong dalam kasta Sudra. Gadis desa itu pwahaci Satyawati namanya. Dia mengangkat anak yang diberi nama Bajragiri. Bajragiri selalu dihina oleh saudara Raja dan tak dianggap ada tali persaudaraan serta dijauhi.
Kala 0550 – 0561 Caka (0655 – 0666 Masehi)  : 11 tahun.
Penobatan di Tarumanagara ke 9
Nama asal Sudawarman, Rajaresi Suddhawarman
Gelar Brahmanaraja Sudhawarman Mahapurusa Sang Paramartha Rsi HariwangsaSri Maharaja Sudawarman Mahapurusa sang Paramarta resi Hariwangsa.
Permesuri Déwi Sri Maya, putri Mahendrawarman, raja wangsa Palawa di negri Barata, India
Anak Dewimurti, lahir dan dibesarkan di India, bersuami raja Cupunagara ialah Sang Nagajaya.
Istri 2 Dewi Srimaya, dari pedukuhan Kendan
Anak Dewi Mayangwangi, bersuami Resi Mandra, dari Jawa Timur, tinggal di Kendan
Peristiwa Sudawarman menggantikan kakaknya, karena putranya yang bernama Bajragiri dianggap tidak berhak jadi raja, karena ibunya seorang dari golongan sudra dari warna keempat menurut Sangyang Agama.
Catatan Adik Sudawarman, bernama Dewi Tirthakancana, bersuami Maharsiguru Manikmaya, dari Kendan dan Dewimurti sangat benci kepada Bajragiri.

. . . . . . . . . sejarah & silsilahnya, anda dapat membeli buku ini pada kami.

Informasi lengkap pada :
Buku : Data Kala Sejarah Kerajaan – Kerajaan di Jawa Barat

* * *

Artikel terkait :

Kerajaan Salakanagara

Kerajaan Indraprahasta

Kerajaan Kendan

Kerajaan Galuh

Kerajaan Sunda

Wangsa Sanjaya

Kerajaan Saunggalah

Kerajaan Sunda-Galuh

Kerajaan Kuningan

Kerajaan Cirebon

Perang (Pasundan) Bubat

Kerajaan Sumedang Larang

Kerajaan Pajajaran

Kerajaan Sunda Kelapa – Jayakarta – Batavia

Kerajaan Banten

Kerajaan Talaga

Tabel Pemimpin Kerajaan Sunda, Galuh

Menapaki Perjalanan Sunda

Ki Sunda di Tatar Sunda

Ki Sunda di Tatar Sunda-Indonesia

Kalender Sunda & Revisi Sejarah

Makanan Sunda

Susunan Warna Kasundaan

Amanat Galunggung Prabu Darmasiksa Leluhur Sunda

Pangeran Wangsakerta Sang Sejarawan

Dalam Kenangan, Abah Ali Sastramidjaja

Ketika Jawa Bertemu Belanda

Ras Nusantara

Prasasti Ciarunteun Peninggalan Kerajaan Tarumanegara

Prasasti Batu Tulis Bogor

Prasasti Ciarunteun Peninggalan Kerajaan Tarumanegara

Perbedaan Batu Tulis, Petilasan & Makam

Baduy-Sebuah Perjalanan Batin ke Suku Kuno tahun 1959

Kebon Raya Bogor

Sejarah Bangsa & Tanah Air Indonesia (Purbakala/The Last Continent)

Peninggalan Prasejarah Masa Perundagian

Prehistoric Remains from the Bronze-Iron Age

Prehistoric Remains from Neolitic Stage

Peninggalan Prasejarah Zaman Bercocok Tanam

Prehistoric Sites Along the Banks of Ciliwung River

Peta Lokasi Situs Prasejarah di Daerah Aliran Sungai Ciliwung

Tokoh-Tokoh Galuh Menurut Wangsakerta

Galuh Berarti Putri Bangsawan atau Sejenis Batu Permata

Keberadaan Galuh Sepanjang Sejarahnya, Sang Manarah

Gurindam Dua Belas

Boats & Ships during Kingdoms Era in Nusantara Archipelago

Perahu-Perahu di Masa Kerajaan Nusantara

Asal-Usul Bahasa Nasional, Bahasa Indonesia

Musik/Music

Musik Etnik Nusantara/Nusantara Ethnic Music

Musik Yoga, Meditasi & Terapi / Yoga, Meditation & Therapy Music

Kerajaan Salakanagara

Oleh : Ali Sastraamidjaja

Salakanagara

0001 – 0285 Caka = 284 tahun candra, 0122 – 0398 Masehi = 276 tahun surya

K a l a 0001 Caka (0122 Masehi).
Catatan Aji  Saka  dianggap  telah  menetapkan penanggalan Kala Candra Caka Sunda  yang dipakai dalam penanggalan sejarah kita. Tetapi mengenai sejarah Aji Sakanya sendiri  belum jelas, selain dari ceritera yang berhubungan dengan tulisan hanacaraka.Konon dalam suatu perjalanan dikabarkan, bahwa Aji Saka menitipkan pusakanya kepada yang dipercayainya, seorang yang setia bernama Ki Dora. Aji Saka mengamanatkan kepada Ki Dora, bahwa pusaka itu tak boleh diserahkan kepada siapapun selain kepada diri Aji Saka sendiri. Ki Dora menyanggupinya dan menunggu di tempat itu, karena Sang Aji akan melanjutkan perjalannya. Sesampainya di suatu tempat yang dianggap baik oleh Sang Aji, ia dan rombongan menetap disana.Pada suatu hari Aji Saka teringat pada pusakanya yang dititipkan pada Ki Dora. Lalu ia mengutus Ki Sambada untuk mengambil pusaka tersebut. Berangkatlah Ki Sambada menemui Ki Dora. Setelah dijumpainya lalu Ki Sambada menyampaikan maksud kedatangnya. Tapi Ki Dora tak mau menyerahkan pusaka yang diminta oleh Ki Sambada karena telah berjanji tak akan menyerahkan pusaka itu kepada siapapun selain dari Aji Saka pribadi. Kedua orang ini setia kepada Sang Aji. Keduanya berusaha untuk melaksanakan tugasnya, sampai akhirnya mereka berkelahi.

Aji Saka merasa cemas, karena utusannya tak kembali setelah sekian lamanya. Ketika didatangi oleh Sang Aji, barulah ia sadar, bahwa ia telah berbuat salah. Lalu ia membuat peringatan dengan menulis (penulis sertakan arti tulisan) :

hana caraka  = ada utusan yang setia

da ta sawala = yang menolak sawala/rundingan

pada jayanya = kedua-duanya sama jayanya

maga batanga = telah gugur demi kebenaran

Kemudian aksara ini menjadi abjad aksara Sunda-kuno, yang dipakai dalam tulisan-tulisan sejarah berikutnya dari tulisan pada lontar, batu, tembaga, daluwang sampai tulisan dalam buku dengan kertas yang kita kenal sekarang.

Seorang Belanda yang mempelajari bentuk aksara ini bernama Holle. Khusus  aksara Sunda bernomor 77 sampai dengan 109  dalam catatannya. Jadi ia telah menemukan 32 bentuk aksara Sunda.

Perkembangan aksara ini terutama dalam berkomunikasi surat-menyurat dalam bidang niaga yang banyak terjadi di bagian utara pulau Jawa atau biasa disebut pesisir utara. Dengan demikian aksara itu berkembang pada bentuk-bentuk yang baku agar mudah dan lancar dalam berkomunikasi. Kemudian aksara yang sudah baku ini dipopulerkan sebagai aksara Jawa. Selanjutnya orang beranggapan bahwa aksara itu adalah aksara Jawa.

Penjelasan Mengenai penanggalan Sunda.
Kala Surya Saka Sunda telah dimulai lebih dahulu. Tahun 0001 Caka bersamaan dengan tahun 0037 Saka. Penanggalan Saka ini digunakan dalam urusan  pertanian dan pelayaran. Kala Surya Saka erat hubungannya dengan perhitungan musim yang berpedoman pada matahari melalui media lingga. Tarikh sejarah memakai Kala Candra Caka, sebab jaman dulu tidak ada kalender yang bergantung di dinding seperti sekarang. Jadi terpaksa harus memperhatikan dan melihat pada keadaan bulan yang melayang di langit.Aji Saka itu tidak membuat penanggalan. Aji Saka hanya menetapkan tahun awal pada satu almanak yang sedang berjalan, seperti halnya pada Kala Masehi dan Kala Hijrah. Atau mungkin nama “SAKA” itu dari singkatan “SAnghyang-KAla”. Dalam buku ini namanya menjadi  Saka  dan  Caka. Yang jelas, almanak Saka dan Caka ini adalah almanak pribumi, bukan impor, sebab di India almanaknya tidak sama dengan almanak Sunda. Almanak Cina juga tak sama dengan almanak Sunda.Demikianlah sedikit ulasan mengenai awal Caka.
Kala 0001 – 0052 Caka (0122 – 0172 M) : 52 tahun.
Catatan Ki Tirem  atau Ki Kolot Mulya, adalah penguasa di bagian barat pulau Jawa, yang tercatat sebagai awal sejarah masa kini di pulau Jawa. Ki Tirem ini ada juga yang mengaitkan dengan nama Aji Saka.
Kala 0010 Caka (0132 Masehi).
Catatan Ada berita dari Cina bahwa dalam tahun 132 M, raja “Ye-tiao” (=Pulau-Jawa) bernama “Tiao-pien” (=Ti-rem ?) mengirim utusan ke Cina, dan Maharaja Cina memberi hadiah kehormatan kepadanya.
Kala 0039 Caka (0160 Masehi).
Catatan Ahli Ilmu Bumi Iskandariyah, keturunan Yunani bernama Claudius Ptolemeus menulis sebuah karangan (160 M) yang bersumber dari pelaut Arab, bahwa  Iabadiou  adalahsebuah negeri yang subur, menghasilkan banyak emas dan mempunyai kota dagang Argyre yang terletak di ujung barat negri itu. Juga disebutkan beberapa tempat seperti : Sabara, Nusa Sabai dan Paladu.

. . . . . . . . . selengkapnya anda dapat membeli buku ini pada kami.

Informasi lengkap pada :

Buku : Data Kala Sejarah Kerajaan – Kerajaan di Jawa Barat

* * *

Artikel terkait :

Kerajaan Salakanagara

Kerajaan Tarumanagara

Kerajaaan Indraprahasta

Kerajaan Kendan

Kerajaan Galuh

Kerajaan Sunda

Wangsa Sanjaya

Kerajaan Saunggalah

Kerajaan Sunda-Galuh

Kerajaan Kuningan

Kerajaan Cirebon

Perang (Pasundan) Bubat

Kerajaan Sumedang Larang

Kerajaan Pajajaran

Kerajaan Sunda Kelapa – Jayakarta – Batavia

Kerajaan Banten

Kerajaan Talaga

Tabel Pemimpin Kerajaan Sunda, Galuh

Menapaki Perjalanan Sunda

Ki Sunda di Tatar Sunda

Ki Sunda di Tatar Sunda-Indonesia

Kalender Sunda & Revisi Sejarah

Makanan Sunda

Susunan Warna Kasundaan

Amanat Galunggung Prabu Darmasiksa Leluhur Sunda

Pangeran Wangsakerta Sang Sejarawan

Dalam Kenangan, Abah Ali Sastramidjaja

Ketika Jawa Bertemu Belanda

Ras Nusantara

Prasasti Batu Tulis Bogor

Prasasti Ciarunteun Peninggalan Kerajaan Tarumanegara

Perbedaan Batu Tulis, Petilasan & Makam

The Differences between Written-Stone, Petilasan Sites (Paths in the past) & Tomb

Baduy-Sebuah Perjalanan Batin ke Suku Kuno tahun 1959

Kebon Raya Bogor

Sejarah Bangsa & Tanah Air Indonesia (Purbakala/The Last Continent)

Peninggalan Prasejarah Masa Perundagian

Prehistoric Remains from the Bronze-Iron Age

Prehistoric Remains from Neolitic Stage

Peninggalan Prasejarah Zaman Bercocok Tanam

Prehistoric Sites Along the Banks of Ciliwung River

Peta Lokasi Situs Prasejarah di Daerah Aliran Sungai Ciliwung

Tokoh-Tokoh Galuh Menurut Wangsakerta

Galuh Berarti Putri Bangsawan atau Sejenis Batu Permata

Keberadaan Galuh Sepanjang Sejarahnya, Sang Manarah

Gurindam Dua Belas

Boats & Ships during Kingdoms Era in Nusantara Archipelago

Perahu-Perahu di Masa Kerajaan Nusantara

Asal-Usul Bahasa Nasional, Bahasa Indonesia

Musik/Music

Musik Etnik Nusantara/Nusantara Ethnic Music

Musik Yoga, Meditasi & Terapi / Yoga, Meditation & Therapy Music

 

Gubernur Jendral Nederlands Oost-Indië (Abad 20)

Oleh Ali Sastramidjaja

  • 1899 – 1904 : W. Rooseboom

W. Rooseboom

  • 1904 – 1909 : Johannes Benedictus van Heutz

Johannes Benedictus van Heutz

  • 1909 – 1916 : A.F.W.Idenberg

A.F.W.Idenberg

  • 1915 – 1918 : Perang Dunia Pertama

. . . . . . . . . . . . . . selengkapnya, hubungi :

E-mail atau Facebook : artshangkala@gmail.com

* * *

Related Articles :
15 Sifat Kepemimpinan Mahapatih Gajah Mada dalam Kitab Negara Kertagama oleh Mpu Prapanca
Pangeran Wangsakerta Sang Sejarawan
Dalam Kenangan, Abah Ali Sastramidjaja
Gubernur Jendral VOC Abad 17
Gubernur Jendral VOC Abad 18
Gubernur Jendral VOC terakhir (abad 19)
Gubernur DKI Jakarta
Musik
Musik Etnik Nusantara
Ketika Jawa Bertemu Belanda
Kerajaan Kalingga di India
Kerajaan Kalingga di Jawa Timur
Kerajaan Kalingga di Jawa Tengah
Medang di Bumi Mataram (sebelum Sailendra)
Kerajaan Panjalu & Jenggala
Kerajaan Kediri
Kerajaan Tumapel
Kerajaan Majapahit, Wilwatikta
Kerajaan Demak
Kerajaan Mataram