Archive for June, 2009

Kebijaksanaan Dari Visi Kepemimpinan

Oleh : SKTP

Dari semua kebenaran Indah yang berhubungan dengan jiwa yang telah dipulihkan dan dicerahkan, tidak ada yang lebih menyenangkan atau menghasilkan dari janji agung ‘keyakinan’ ini : Bahwa kamu adalah penguasa pikiranmu, pembentuk karaktermu, serta pembuat dan penentu kondisi, lingkungan, dan takdir. (James Allen)

Saat orang mendengar kata  ‘kepemimpinan’ mereka hanya membayangkan pemimpin perusahaan yang memberi inspirasi kepada bawahannya untuk menjadi lebih produktif dan mendedikasikan diri pada sebuah visi masa depan yang terus maju untuk mencapai tujuan. Tetapi para bijak mengajarkan bahwa kepemimpinan sebenarnya jauh lebih luas dari itu.

‘Kepemimpinan sebenarnya adalah sebuah filosofi kehidupan’. Para manager dapat menjadi pemimpin yang hebat, begitu juga guru-guru yang peduli, ahli ilmu alam yang berdedikasi, dan juga para ibu yang penuh kasih sayang, pelatih tim olah raga dan politikus pemimpin masyarakat, kamupun juga demikian !

Semua itu bermula dari dalam diri, dengan memiliki disiplin diri untuk memimpin dan mengenal diri kamu sendiri, memahami bahwa inti kehidupan kamu terletak dalam kepemimpinan.

‘Menjadi diri kita sendiri, dan untuk menjadi seseorang yang sesuai dengan potensi kita, adalah satu-satunya akhir dari kehidupan’ (Robert Louis).

Ghandi dan Soekarno adalah merupakan pemimpin-pemimpin terhebat yang aku dan juga kamu kagumi yang serba bisa yang pernah ada di muka bumi. Mereka memiliki kebijaksanaan untuk memimpin kaumnya menuju visi masa depan, tetapi juga memiliki keberanian untuk memimpin dirinya sendiri dan hidup dengan karakter yang agung. Mereka adalah contoh dari pemimpin yang sudah ‘mengalami’ pencerahan dan manusia yang efektif serta paripurna.

‘Organisasi yang hebat dimulai dari pemimpin yang hebat, dan setiap pemimpin yang hebat mempunyai impian yang berani’.

Pemimpin yang efektif adalah orang-orang yang dengan visinya mampu untuk mengukir gambaran yang jelas tentang masa depan dan menghubungkannya dengan kegiatan orang sekitar yang dipimpinnya.

“Kamu berada di dunia ini bukan hanya untuk bertahan hidup. Kamu ada untuk memungkinkan hidup lebih sejahtera, dengan visi yang lebih hebat, dengan semangat harapan dan pencapaian yang lebih baik. Kamu ada untuk memperkaya dunia, dan kamu akan merendahkan kwalitas dirimu sendiri bila melupakan tugas itu”.

Dan Ingatlah sekali saja kamu berserah diri pada visimu maka kesuksesan akan mengejarmu, karena kesuksesan merupakan hasil.

Kesuksesan mengalir sebagai produk sampingan yang tidak diinginkan dari usaha efektif yang difokuskan ke arah tujuan yang berharga; jadi biarkan Kesuksesan itu mengalir,…dan mengalir !! tanpa pamrih akan hasil tapi FOKUS akan TUJUAN.

‘Pemimpin bukanlah tentang mengatur sesuatu tetapi tentang bagaimana memberdayakan dan mengembangkan manusia’. Secara sederhana kepemimpinan adalah mengenai membantu orang untuk membebaskan keseluruhan bakat mereka, sementara mereka ingin meraih visi yang mereka pahami sebagai potensi untuk meraih tujuan yang bernilai dan berharga berkat bantuan kamu.

Pemimpin yang terbaik mengakui bahwa kepemimpinan adalah sebuah keterampilan bukan karunia. Mereka akan terus-menerus berlatih mengasah keterampilan mereka.

Kemampuan yang dikembangkan dengan usaha yang keras adalah kemampuan untuk berpijak pada masa kini tetapi fokus dirinya pada masa depan. Pemimpin yang hebat mampu menguasai kemampuan ganda yaitu: mengelola masa kini, sementara pada saat yang sama menciptakan masa depan.

‘Pemimpin yang memiliki visi adalah seseorang yang telah mempelajari cara berkonsentrasi pada tujuan puncak sambil mempersiapkan jalan’. Contoh sebuah perusahaan tanpa komitmen yang fanatik untuk memperbaiki operasionalnya akan dikalahkan oleh kompetitornya, tapi sebuah perusahaan tanpa tujuan yang jelas untuk diraih akan pasti segera bangkrut.

Kamu harus belajar berkonsentrasi pada kontribusi karena memberi adalah proses menerima, Seringlah bertanya pada diri sendiri ‘Bagaimana aku bisa melayani ?’.

Melayani adalah salah satu tugas utama seorang pemimpin yang melibatkan hatinya dan sekali kamu melakukannya, segala hal yang lain akan mengikuti karena dengan melibatkan hati maka kamu sudah menyentuh kehidupan banyak orang.

Tunjukkan pada mereka yang bekerja bersama kamu bahwa mereka diperlukan dan penting serta puaskan dambaan mereka untuk merasa berbeda. Inilah bagian dari ritual utama pemimpin yang memiliki visi.

‘Berhentilah untuk menyalahkan orang lain atas kegagalan kepemimpinanmu, berhentilah menyalahkan keadaan keuangan yang berubah, berhentilah untuk menyalahkan dirimu sendiri atas kesempatan yang bukan untuk kamu. Bila orang tidak percaya akan visimu itu karena mereka tidak percaya kepemimpinanmu. Bila mereka tidak loyal pada kamu itu karena kamu tidak memberi alasan yang cukup pada mereka untuk loyal pada kamu. Bila mereka tidak bergairah bekerja bersama kamu itu karena kamu telah gagal memberi pada mereka hal yang membuat mereka bergairah. Begitu juga sebaliknya.

Ambillah tanggung jawab penuh dengan tidak menyalahkan keluar diri. Pahami bahwa:  ‘Kepemimpinan yang luar biasa mendahului keikutsertaan yang luar biasa’.

Rasa keikutsertaan mereka bersamamu jika kamu sungguh-sungguh memikirkan hal yang terbaik bagi mereka. Hanya pada saat mereka tahu bahwa kamu memperdulikan mereka sebagai manusia yang sama seperti kamu, maka mereka akan bersedia berjuang bersama kamu. Saat kamu lebih memprioritaskan mereka lebih daripada kepentinganmu sendiri maka kamu akan mencapai sesuatu yang bahkan lebih kuat daripada melibatkan hati mereka. Kamu akan mendapatkan kepercayaan mereka.

Jangan pernah melupakan bahwa rahasia sebenarnya sebagai seseorang yang dapat dipercaya adalah menjadi cukup berharga untuk dipercaya.

‘Pemimpin yang memiliki visi lebih peduli untuk melakukan hal yang benar daripada terlihat pandai. Kepemimpinan bukanlah tentang popularitas, tetapi tentang integritas. Bukan tentang kekuasaan tetapi tentang tujuan dan bukan tentang gelar tetapi bakat’

Pemimpin yang memiliki visi memandang diri mereka sebagai pembebas bukan pembatas bakat manusia. Pemimpin yang memiliki visi mengerti bahwa usaha bersama adalah segalanya. Memiliki kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa kamu wajib menyediakan kesempatan dan memberikan pada mereka kapasitas yang sejati.

Dengan begitu kamu telah menawarkan kesempatan pada mereka untuk bertumbuh sebagai manusia melalui potensi mereka.

Jadikan tempat kamu berorganisasi menjadi suatu tempat untuk pengembangan diri serta pencapaian prestasi pribadi.

Berbahagialah mereka karena dihargai dan kebahagiaan mereka adalah kebahagiaan kamu.

Setiap manusia di planet bumi ini memiliki hasrat yang mendalam untuk memperkaya dan meningkatkan diri sebagai seorang manusia. Saat kamu mendedikasikan dirimu untuk membebaskan hal itu dan bukan mematikan bakat-bakat mereka yang dibawah kepemimpinanmu maka kamu akan menuai hasil yang berlipat ganda dalam bentuk loyalitas, produktifitas, kreatifitas, dan pengabdian serta motivasi yang merupakan daya kekuatan pendorong untuk mencapai visi kamu.

‘Jika kamu merasa orang yang luar biasa dengan melahirkan ide dan pemikiranmu maka uji dan buktikan juga dengan hasil yang luar biasa’.

Kebenaran dalam kepimpinan telah melewati  ujian dari waktu ke waktu. Jangan pernah mengabaikannya !.

‘Ada dua hal yang buruk bagi kesehatan jantung yaitu: berlari mendaki bukit dan merendahkan orang lain’.

Beri kesempatan dan semangat pada mereka yang gagal, karena kegagalan adalah jalan bebas hambatan menuju kemenangan dan kesuksesan. Jangan menganggap rendah pada orang yang melakukan kesalahan. Pemimipin visioner yang memiliki kebijaksanaan akan selalu memberi semangat untuk bangkit dan bukan merendahkan.

Kehormatan terbesar dari kepemimpinan adalah kesempatan untuk mengangkat dan meningkatkan kehidupan.

Kesuksesan, keuntungan, keberlimpahan, pasti akan datang pada kamu ! Pemimpin yang memiliki visi mengukur kesuksesannya melalui berapa banyak kehidupan yang dia sentuh dan berapa banyak orang yang dia ubah. Melihat kesuksesan bukan dari jangkauan kekuasaannya tetapi dengan jumlah orang yang dia beri kekuatan.

‘Salah satu kwalitas dari pemimpin yang memiliki visi terletak pada menterjemahkan niat positif menjadi kenyataan’. Kamu haruslah menyukai tindakan dan terus menemukan cara untuk lebih baik menyatukan masa kini dengan masa depan untuk mewujudkan visi itu.

Ada satu hukum kuno yaitu tentang ; ‘Hukum Niat yang menurun’ dan pastikan ini tidak terjadi pada kamu dan juga pada mereka yang bersama kamu. Hukum Niat yang menurun mengatakan bahwa semangkin lama kamu menunggu untuk menerapkan ide atau strategi baru, maka kekuatan antusiasme yang kamu miliki atas ide-ide itu akan semangkin berkurang seiring waktu dan usia.

Jangan menunda sesuatu yang merupakan ide-ide hebat yang dapat mengubah segala aspek kehidupan kamu dan jangan biarkan ide-ide hebat tersingkirkan oleh karena takut dan khawatir akan tuntutan kebutuhan untuk bertahan hidup esok hari.

Apa dan Siapa kamu adalah ‘Disini Saat ini’; itulah masa depan kamu. Yakinlah ! Keberanian yang ada dalam diri kamu mengandung kekuatan dan keajaiban.

‘Setiap kali kamu menghindar melakukan hal yang kamu yakini benar maka kamu sebenarnya telah memberi bahan bakar bagi kebiasaan melakukan hal yang salah’.

Mulailah…! pada apa yang dapat kamu mulai dan lakukanlah ! Jadikan visi kamu nyata untuk semua aspek kehidupan. Tujuan kelahiran dan kematian bukan sebatas keluarga dan anak-anak atau lingkungan kamu tapi untuk HIDUP yang abadi.

Untuk semua keabadian adalah menyelesaikan visi Hidup itu sendiri. Bangunlah !! dari tidur yang panjang karena kamu sudah ‘mengalami’ pencerahan jiwa dan sudah semestinya memberi sisa waktu dan usia untuk memberi makanan yang terang dan tenang pada jiwa kamu !.

Bebas,…Lepas, gembira dan sehat bersama Diri Pribadimu, terbanglah yang tinggi dengan kepak sayap burung Garuda yang perkasa.

Jadilah Manusia yang memiliki kekuatan bijaksana, welas asih asah asuh pada semua. Jadilah teladan dan orang tua yang baik bagi anak-anak, kekasih yang sabar dan tegas penuh kasih sayang, jadilah sahabat bagi teman dalam pergaulan. Dalam kehidupan kamu SEKARANG Jadilah Manusia Luhung Terang benderang seperti Bintang Bima Sakti.

Terima kasihku juga pada semua leluhur suci yang telah membimbing aku dan Rasa Cinta dan Syukurku tanpa syarat pada Tuhanku Yang Maha Cemerlang yang selalu memberi karunia ilmu dan hikmat kebijaksanaan dalam menyikapi keadaan dan kenyataanku. Cintaku akan mengiringi perjalanan kamu, selalu ada dan abadi dalam Terang Cahaya Rasa, Pikiran, dan Jiwa kamu.

universe2_milky_way_1024

* * *

Artikel Terkait :

Wejangan Leluhur

Manusia Seutuhnya

Manusia dan Fitrahnya

Kehidupan

Peranan Perempuan dalam Skenario Blueprint Pancasila

Kebijaksanaan dari Visi Kepemimpinan

Makna dari Ilmu & Pengetahuan (Bagian I)

Berkaca pada kepolosan anak-anak sebuah kerukuan hidup antar umat beragama

Reflectiong on Children Innocence of a Harmony Life among People Different Religious

Garuda Pancasila

Bhinneka Tunggal Ika

Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia

15 Sifat Kepemimpinan Mahapatih Gajah Mada dalam Negara Kertagama oleh Mpu Prapanca

Kesadaran Kosmos & Zona Photon

Proyeksi Nusantara

19 Unsur Proses Perjalanan Rohani

The Gaia Project 2012 (Indonesia)

The Gaia Project 2012 (English)

Yoga Class

Pengertian Yoga

Kelas Yoga & Singing Bowl (Genta Tibet)

Asanas Yoga, Jiwa Gembira Melalui Gerakan-Gerakan Tubuh

Asanas Yoga. Healthy & Happy of Body & Soul

Orbs at Yoga Class

Conversation with the ORBS

Advertisements

Peranan Perempuan dalam Skenario “ Blue Print “ Panca Sila.

Oleh : SKTP

hs-2004-33-c-full_jpg

SOAL PEREMPUAN

Nabi Muhamad s.a.w. pernah bersabda, bahwa: “Perempuan itu tiang negeri. Manakala baik perempuan, baiklah negeri. Manakala rusak perempuan, maka rusaklah negeri“.

Wahai kaum laki-laki, marilah kita ikut memikirkan soal perempuan ini! Dan marilah kita memikirkan soal perempuan ini bersama-sama dengan kaum perempuan. Sebab di dalam masyarakat sekarang ini kadang laki-laki terlalu main yang dipertuan diatas soal-soal mengenai perempuan. Dia, kaum laki-laki kadang-kadang merasa dirinya diserahi memikirkan serta memecahkan masalah, dan yang merasa paling bijaksana untuk mengambil keputusan. Sedangkan kaum perempuan tidak diajak berbicara dan disuruh terima saja apa yang telah diputuskan oleh kaum laki-laki itu.

Sesungguhnya kita harus belajar insyaf, bahwa soal masyarakat dan negara adalah soal laki-laki dan perempuan. Soal perempuan bukanlah buat kaum perempuan saja tapi soal masyarakat dan negara yang amat penting. Karena soal perempuan adalah soal masyarakat maka soal perempuan sama tuanya dengan masyarakat, juga sama tuanya dengan kemanusiaan. Lebih tegasnya, soal laki-laki dan perempuan sama tuanya dengan kemanusiaan.

Sejak manusia hidup di dalam gua-gua dan rimba-rimba belum mengenal rumah, sejak zaman Adam dan Hawa kemanusiaan itu pincang karena terganggu soal ini. Sekarang kaum perempuan duduk ditingkatan bawah, di zaman purbakala kaum laki-laki duduk ditingkat bawah. Sekarang kaum laki-laki yang berkuasa, zaman purbakala kaum perempuanlah yang berkuasa. Kemanusiaan; diatas lapangan soal perempuan dan laki-laki selalu pincang. Dan kemanusiaan akan terus pincang, selama yang satu akan menindas yang lain.

Harmoni hanya akan dapat dicapai kalau tidak ada yang satu diatas yang lain atau yang satu menindas yang lain. Tetapi harus sejajar, yang satu ada di sebelah yang lain, yang satu memperkuat kedudukan yang lain. Tetapi masing-masing dengan kodratnya sendiri. Sebab siapa melanggar kodrat alam ini, akhirnya niscaya akan remuk redam oleh alam itu sendiri. Alam benar adalah alam “sabar“. Alam benar tampaknya diam tetapi dia tidak dapat diperkosa, ia tidak mau diperkosa. Alam benar tidak mau ditundukkan.

LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN

Allah telah berfirman, bahwa Ia membuat segala hal berpasangan:

Yassin ayat 36 “Maha mulialah Dia, yang menjadikan segala sesuatu berpasang-pasangan“.

“Dan Dia yang menciptakan semua berpasang-pasangan, dan Dia yang menjadikan kamu bahtera dan binatang-binatang ternak yang kamu kendarai“ (S43:12).

“Dan kami cipatakan segala sesuatu berpasangan supaya kamu mendapat pengajaran“ (S51:49).

Perhatikan ayat itu! Semua, segala hal! Jadi bukan hanya manusia saja berpasang-pasangan. Bukan hanya kita manusia yang ada laki dan perempuannya. Binatangpun ada betina dan jantan, bunga-bunga pun ada jantan dan betinanya, alam ada malam dan siangnya, tenaga-tenaga ada aksi dan reaksinya, elektron-elektron ada positif dan negatifnya, segala kedudukan ada tesis dan antitesisnya. Ilmu yang Maha hebat ini, yang mengagumkan ini telah keluar dari mulutnya Nabi Muhammad s.a.w ditengah padang pasir beratus-ratus tahun yang lalu. Maha bijaksanalah mulut yang mengikrarkan perkataan itu! Sebab didalamnya tergambarkan segala sifat dan hakekat alam.

Alam membuat manusia berpasang-pasangan. Laki-laki tidak bisa jika tidak ada perempuan, perempuan juga tidak bisa jika tidak ada laki-laki. Laki-laki tidak dapat hidup normal dan subur tanpa perempuan, demikian juga perempuan tidak dapat normal dan subur tanpa laki-laki. Laki-laki dan perempuan adalah dua mahkluk hidup yang terikat dalam satu tali gaib, satu “tali hidup”. Sebegitu terikatnya sehingga satu sama lain tidak dapat mendahului yang lainnya, maka tidak dapat melangkah setapakpun tanpa mengajak atau membawa yang lain. Bukan hanya laki-laki dan perempuan saja yang tak dapat berpisah satu sama lain tapi intinya masyarakat manusia tidak dapat maju tanpa mengajak atau membawa perempuan atau laki-laki yang lain. Karena itu janganlah masyarakat laki-laki mengira, bahwa ia dapat maju jika tidak dibarengi oleh kemajuan masyarakat perempuan pula.

Janganlah laki-laki mengira, bahwa bisa ditanam suatu kultur yang sebenar-benarnya kultur, kalau perempuan dihinakan dalam kultur itu. Setengah ahli tarekat menetapkan, bawa kultur Yunani jatuh karena perempuannya dihinakan dalam kultur Yunani itu dan semenjak kultur masyarakat Islam (bukan agama islam) kurang menetapkan kaum perempuan pula ditempat yang seharusnya, maka matahari kultur Islam lambat laun terbenam, sedikit-dikitnya suram.

Dalam masyarakat laki-laki di negara kita ini kebanyakan orang laki-laki memandang perempuan sebagai “suatu blasteran antara seorang dewi dan seorang tolol“. Dipuja-puja sebagai seorang dewi tapi di sisi lain dianggap sebagai si tolol. Contoh yang jelas dalam rumah tangga, tidakkah masih banyak laki-laki yang mendewi tololkan istrinya itu? Malahan sekarang dalam peradaban dunia modern ini berdiri diatas kenyataan “dewi-tolol” itu? Sebab, tidakkah seluruh hukum sipil dan adat istiadat dinegeri ini sebenarnya masih mendewi-tololkan perempuan ?

Kaum laki-laki memuliakan isteri mereka, mereka cintai seperti barang yang berharga, mereka simpan dalam pundi atau kotak seperti mutiara. Tetapi justru sebagaimana orang menyimpan mutiara dalam kotak, demikian pula mereka mereka menyimpan isterinya itu dalam kurungan atau  pingitan. Mereka kaum laki-laki bilang bukan untuk memperbudak, atau merendahkannya melainkan untuk menjaganya, untuk menghormati dan memuliakan isterinya itu. Perempuan mereka hargai sebagai dewi, perempuan mereka pundi-pundikan sebagai dewi, tetapi mereka jaga dan awas-awaskan dan pada akhirnya perempuan menjadi suatu mahkluk yang selalu butuh pertolongan dan tidak akan pernah sampai mati menjadi mahluk yang akil-balig untuk menjadi dirinya sendiri.

Tidakkah masih banyak perempuan kita yang bernasib seperti ini? Merdeka, tapi melihat dunia tidak boleh, dikurungpun di tempat yang tidak selayaknya. Ternak saja masih melihat dunia luaran, tapi beberapa daerah di Indonesia masih banyak ‘Zubaida-Zubaida dan Saleha-Saleha yang yang dikurung diantara dinding-dinding yang tinggi, yang mereka lihat sehari-hari hanyalah suami dan anak, periuk nasi dan batu ulekan saja. Cahaya mata yang dulu semasa kanak-kanak begitu hidup dan bersinar tapi setelah setengah tua cahaya itu mata itu redup seperti menyimpan cerita yang tiada akhirnya, yaitu ketertindasan jiwa perempuan

Bagaimanakah pendapat Islam tentang soal kaum perempuan ini? Tentunya agama Islam punya hukum-hukum tersendiri tentang perempuan. Kenyataannya dalam masyarakat Islam sendiri ada beberapa aliran tentang posisi perempuan. Ada hukum yang modern, kolot dan juga sedang. Semuanya membawa dalil sendiri-sendiri. Mana yang benar? Mana yang salah? Cobalah kita dengan pikiran terbuka mempelajari posisi perempuan dalam Islam, ada kesan bahwa soal perempuan justru merupakan bagian yang paling menimbulkan pertikaian. Karena soal perempuan dalam masyarakat Islam sendiri masih mengandung dilema, pelik dan masih merupakan teka-teki sampai sekarang.

Sebelumnya telah disinggung bahwa laki-laki dan perempuan adalah dua mahkluk hidup yang terikat dengan tali gaib atau “tali hidup”. Walaupun laki-laki dan perempuan itu menetapkan sifat dan hakekatnya masing-masing. Tali hidup yang dimaksud bukan hanya tali hidup sosial saja, bukan karena karena bersatu rumah atau bersatu piring nasi saja. Lebih dari pada semua itu adalah tali hidup kodrat alam itu sendiri. Tali hidup “seks”! Laki-laki tidak dapat hidup subur tanpa adanya tali seks ini, juga perempuan tidak dapat hidup tanpa tali seks ini. Bukan hanya tali seks yang fungsinya biologis saja, tapi yang lebih penting tali seksnya jiwa.

Tiap-tiap pelacur saja yang mungkin setiap hari harus melayani beberapa laki-laki  mengetahui bahwa,”tubuh” masih lain daripada “jiwa” . Pelacurpun masih dahaga akan cinta. Tali seks jasmani dan tali seks rohani inilah bagian dari “tali hidup“ yang mempertalikan laki-laki dan perempuan itu. Tali seks jasmani dan rohani inilah kodrat alam dan kodrat manusia. Manakala tali seks rohani diputuskan dan yang ada hanya tali seks jasmani saja, maka tidak puaslah kodrat alam itu. Kodrat alam minta pula minuman jiwa, kodrat alam minta “cinta” yang lebih memuaskan cita. “Cinta yang lebih suci”.

Pada saat kita bicara tentang kodrat alam, kita tidak membawa moral. Alam tidak mengenal moral. Martin Luther pernah berkata: “Siapa yang hendak menghalangi perkawinan sebagai yang dikehendaki dan dimestikan oleh alam, maka ia sama saja dengan menghendaki yang alam jangan alam, yang api jangan menyala, yang air jangan basah, yang manusia jangan makan, jangan minum, jangan tidur!” ”Tali seks ini memang bukan perkara moril, ia tidak pula immoral. Tali seks adalah kodrat alam.

Mengapa kita harus menyinggung tentang tali seks ini? Karena ada sisi ketidakadilan bagi kaum perempuan. Masyarakat kapitalis zaman sekarang ini adalah masyarakat yang membuat pernikahan suatu hal yang sukar, ada juga timbul undang-undang sehingga perkawinan adalah suatu yang tidak mungkin terutama menyangkut keyakinan dalam agama. Sehingga banyak pemuda dan pemudi menempuh jalan singkat alias bunuh diri disebabkan karena umur yang seharusnya memang sudah waktunya untuk menikah karena dorongan tali seks itu terhambat oleh peraturan-peraturan yang mempersulit terjadinya pernikahan itu. Sehingga banyak yang hamil diluar pernikahan dan umumnya perempuanlah yang lebih menanggung penderitaan itu dari pada laki-laki.

Tetapi, api seks yang menyala dalam jiwa laki-laki dapat mencari jalan keluar dengan melewati “pintu belakang” dengan pergi ketempat-tempat hiburan yang dapat menyalurkan hasrat seks dan perbuatan – perbuatan lain yang untuk memuaskan dahaga seksnya. Dunia biasanya tidak akan menunjuk laki-laki seperti itu dengan jari telunjuknya dan berkata “cih.., engkau telah berbuat dosa yang besar! ”Dunia seolah menganggap itu hal biasa yang ‘boleh diampuni”. Tapi bagaimana dengan perempuan? tidak ada pintu belakang dan jari tunjuk masyarakat hanya menuding pada perempuan saja, tidak menunjuk pada pihak laki-laki, tidak menunjuk secara adil. Ke-seks-an laki-laki setiap waktu dapat merebut haknya dengan leluasa, kendati masyarakat tak memudahkan perkawinan, ke-seks-an perempuan terpaksa tertutup dan terbakar menghanguskan kalbu perempuan.

Pada hakekat yang sedalam-dalamnya tentang perhubungan laki-laki dan perempuan adalah kodrat alam yang tidak dapat ditentang dan dikurangi haknya. Kita semua menghormati dan menghargai ketertiban dan peraturan yang mengatur laki-laki dan perempuan dalam pernikahan menjadi suatu yang luhur dan suci Tapi apakah kita sudah adil dalam menetapkan hukum-hukum tersebut?

Alangkah baiknya masyarakat juga sama adilnya dalam ini. Kita akui ada perbedaan yang sangat fundamental antara laki-laki dan perempuan. Laki-laki tidak sama dengan perempuan. Tiap-tiap mata mengetahuinya. Perbedaan dari bentuk tubuh dan fungsi, serta susunannya. Alam memberikan fungsi alat-alat ke”laki-lakian” kepada laki-laki dan fungsi alat “keperempuanan” pada perempuan. Buat laki-laki memberi dzat anak, buat perempuan menerima dzat anak,  mengandung anak dan melahirkan anak, menyusui anak, memelihara anak. Tetapi tidaklah perbedaan-perbedaan ini harus membawa perbedaan pula dalam peri kehidupan perempuan dan laki-laki sebagai mahluk masyarakat.

Perbedaan bentuk tubuh dan susunan tubuh ini hanyalah untuk kesempurnaan tercapainya tujuan dari kodrat alam, yaitu tujuan mengadakan keturunan, memelihara keturunan “Hanyalah“ untuk tujuan kodrat alam itu sendiri.

Sesungguhnya! Alangkah munafiknya pembela-pembela sistim masyarakat yang sekarang. Mereka membiarkan istilah “house wife“ seolah dikeramatkan oleh kaum laki-laki dan kaum perempuan bangga dengan kecukupan atas istilah keramat ini. itu. Karena dengan adanya istilah “house wife” perempuan seakan mendapatkan status dalam rumah tangga. Sementara dari pekerjaaan yang dilakukannya tak terhindar dari gerutu dan ketidakpuasan dalam hati yang juga lelah karena harus mengurus mulai dari keperluan anak hingga keperluan suaminya.

Maka kadang tidak disadari itu menjadi pemicu dalam renggangnya tali seks jasmani dan rohani. Karena kaum perempuan hanya menyerah pada soal status dalam perhubungan laki-laki dan perempuan sebagai suami isteri. Seperti itulah gambaran masyarakat kapitalis sekarang ini. Yang penting perempuan tercukupi lalu uruslah rumah tangga dan jadilah isteri yang baik-baik di rumah. Karena kaum perempuan masih dianggap tidak cukup kuat memikul pekerjaan di masyarakat, dianggap tidak cerdas dan pandai dan mahkluk yang tidak mampu berdiri sendiri. Sepanjang sejarah kaum perempuan terombang-ambing karena proses sejarah evolusi dari tingkat cara hidup manusia.  Sampai kapankah kaum perempuan ini mau diperlakukan seperti blasteran si dewi dan si tolol?

Ada tiga tingkatan pergerakan yang diperjuangkan oleh kaum perempuan. Artinya zaman sebelum revolusi Amerika dan Perancis sampai kezaman yang sekarang ini.

Tingkat kesatu: Pergerakan menyempurnakan “keperempuanan”, yang lapangan usahanya misalnya: memasak, menjahit, berhias, memelihara anak dan sebagainya.

Tingkat kedua: Pergerakan feminisme yang wujudnya adalah perjuangan persamaan hak dengan kaum laki-laki. Programnya adalah hak untuk melakukan pekerjaan dalam masyarakat dan hak pemilihan, dipandang dan diperlakukan sebagai manusia yang utuh di atas lapangan hukuk-hukum negara dan adat istiadat. Pergerakan feminis ini sering dinamakan “emansipasi wanita” dan aksinya bersifat menentang kaum laki-laki.

Tingkat ketiga; Pergerakan sosialisme, dimana laki-laki dan perempuan bersama –sama berjuang bahu-membahu, untuk mendatangkan masyarakat sosialistis dimana kaum laki-laki dan perempuan saling sejahtera dan bebas merdeka.

Demikian perjuangan yang selama ini dilakukan oleh kaum perempuan. Tetapi dalam perjalanan sejarah sekarang ini dan evolusi dari tingkat hidup manusia maka dengan itu berkembanglah perjuangan perempuan pada “tingkat ketiga” yaitu pergerakan perempuan dalam aksi sosialis hendak mendatangkan dunia baru yang di dalamnya perempuan dan laki-laki sama-sama mendapat kepuasan, kebahagiaan. Satu dunia baru yang disana bukan saja perempuan sama haknya dengan laki-laki tapi juga tidak menderita karena penindasan dan pemerasan dalam arti jasmani maupun rohani. Didalam dunia baru itu perempuan ada peranan dan juga ada pertemuan serta pertunggalan antara “pekerjaan masyarakat” dengan “pekerjaan rumah tangga”.

Aksi perempuan feminis berjalan “melawan” laki-laki. Aksi perempuan sosialis berjalan “bersama-sama” dengan laki-laki. Maka dengan tercapainya ”tingkat ketiga” ini, tercapai juga tingkat yang tertinggi dalam pergerakan perempuan mengejar nasib yang lebih layak. Dan tingkat yang tertinggi itu sampai saat ini masih menggelora, dan akan terus menggelombang tak akan lenyap, sebelum mencapai masyarakat yang adil makmur sejahtera, pengganti masyarakat kapitalis yang di dalamnya penindasan kelas bagi kaum perempuan.

Perempuan dilahirkan dalam kemerdekaan, dan sederajat dengan laki-laki. Tujuan tiap-tiap masyarakat hukum ialah: kemerdekaan, kemajuan, keamanan, menentang penindasan. Tetapi sampai sekarang, perempuan dipersempit jalannya untuk mengerjakan hal-hal yang karena semata-mata kodrat saja yang merupakan haknya.

Kebangsaan yang menjadi sendi dasar negara ini, terdiri dari orang laki-laki dan perempuan. Hukum-hukum negara haruslah gambaran kehendak yang timbul dari persatuan kaum tanpa perbedaan. Oleh karena itu, maka semua warga negara baik laki-laki maupun perempuan yang masing-masing dengan kemampuannya harus diperbolehkan masuk dalam jabatan-jabatan umum, pekerjaan-pekerjaan umum. Hanya kemampuan dan kepandaianlah yang boleh dipakai sebagai tolak ukur tersebut, “bukan karena dia adalah perempuan”! Suatu peraturan dalam negara tidak akan sah kalau tidak dibuat oleh jumlah terbanyak daripada semua orang yang duduk dalam perwakilan yang merupakan bagian dari bangsa dan kaum ini. Perempuan harus mempunyai hak suara dalam menentukan undang-undang dan peraturan negara, juga dalam pihak yang sama dengan laki-laki untuk mengurus kekayaan negara juga hak yang sama untuk meminta perhitungan akan cara memakai kekayaan negara ini.

“Perempuan berhak naik ketiang gantungan tetapi juga harus berhak pula menaiki mimbar“! Hak-hak kaum perempuan inipun harus dipergunakan untuk kepentingan umum, tidak untuk kepentingan kaum perempuan saja.

“Bangunlah, hai kaum perempuan! Obornya kebenaran sudah memecah awan-awannya kebutaan dan kezaliman! Kapankah kamu sadar? Bersatulah! Letakkan dihadapan kekuatan kezaliman kekuatan kecerdasan dan keadilan yang ada dalam genggamanmu! Dan akan segera kamu lihat, bahwa laki-laki itu tidak lagi akan duduk disamping kakimu sebagai penyembah asmara dan dunia tidak lagi menganggap dirimu blasteran si dewi dan si tolol tetapi dengan berbesar hati membagi hak-hak perikemanusiaan abadi yang sama denganmu. Berjalan bersama denganmu selangkah dan bergandengan tangan untuk segera mewujudkan masyarakat adil makmur dan sejahtera. Mainkan musik orkestra yang harmoni dan indah dalam peran skenario Blue Print Panca Sila.

Jayalah bangsa Indonesia! Jayalah seluruh Nusantara! Maka Teranglah dunia!

* * *

Artikel Terkait :

Wejangan Leluhur

Manusia Seutuhnya

Manusia dan Fitrahnya

Kehidupan

Makna dari Ilmu & Pengetahuan (Bagian I)

Kebijaksanaan dari Visi Kepemimpinan

Jati Diri & Rasa

Berkaca pada kepolosan anak-anak sebuah kerukuan hidup antar umat beragama

Reflectiong on Children Innocence of a Harmony Life among People Different Religious

Garuda Pancasila

Bhinneka Tunggal Ika

Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia

15 Sifat Kepemimpinan Mahapatih Gajah Mada dalam Negara Kertagama oleh Mpu Prapanca

Kesadaran Kosmos & Zona Photon

Proyeksi Nusantara

19 Unsur Proses Perjalanan Rohani

The Gaia Project 2012 (Indonesia)

The Gaia Project 2012 (English)

Yoga Class

Pengertian Yoga

Kelas Yoga & Singing Bowl (Genta Tibet)

Asanas Yoga, Jiwa Gembira Melalui Gerakan-Gerakan Tubuh

Asanas Yoga. Healthy & Happy of Body & Soul

Orbs at Yoga Class

Conversation with the ORBS

Makna Dari “Ilmu” dan “Pengetahuan” (Bagian I)

Oleh : SKTP

NGC 8626

Dengan adanya zaman yang semakin berubah dan ilmu pengetahuan juga berkembang maka sudah saatnya kita coba menggali kedalam diri kita sendiri lalu berani untuk bertanya apa yang sudah kita berikan pada kehidupan ini dari ilmu pengetahuan yang sudah dipelajari. Apakah benar kita sudah belajar? Ataukah kita sebenarnya dibelajarkan? Proses perjalanan waktu dan usia pada diri manusia akan dapat menjawab pertanyaan tersebut. Tanpa kita sadari apapun yang kita peroleh dari kehidupan ini adalah pengalaman yang berarti jika disadari sepenuhnya. Tetapi kadang kita lupa bahwa apa yang kita peroleh itu kita anggap sebagai usaha sendiri, dalam arti tidak ada campur tangan sesuatu yang lain dari diri ini. Maka manusia dengan ketidaktahuannya atau dengan kesombongannya tidak menelusuri asal usul dan arti ilmu pengetahuan itu sendiri. Akibat dari semua ini kita menjadi korban  ketidaktahuan dan kesombongan diri sendiri.

Dalam bahasa Jawa terdapat kata Kawruh dan Ngelmu.  Kawruh dalam hal ini dapat diartikan sebagai ilmunya pengetahuan, sedangkan Ngelmu adalah pengetahuannya ilmu. Kedua hal ini saling berkaitan satu sama lain, yang berbeda adalah ciri dan caranya. Tetapi mari kita mencoba bersama menggali ciri dan cara dari proses “adanya” sehingga “menjadi” yang dinamakan Ilmu pengetahuan tadi. Dengan pemikiran yang jernih tanpa adanya penolakan ataupun penerimaan yang dapat menimbulkan selisih pendapat atau persamaan pendapat, kita terlebih dulu menyatukan pikiran dan sikap yang sama bahwa kita saat ini sedang “dibelajarkan“. Dengan kerendahan hati kita siap menerima untuk dibelajarkan yang asalnya adalah dari diri kita sendiri. Jika ada penolakan berarti menolak diri kita sendiri. Jika ada penerimaan maka kita menerima diri kita sendiri. Segala sesuatu biarlah terjadi apa adanya. Wallahualam.

Dalam beberapa tahun belakangan ini kita melihat adanya perubahan yang mendasar dari evolusi kesadaran manusia yaitu mencari indentitas dirinya. Maka dimana-mana muncul berbagai macam cara untuk memperoleh apa yang dinamakan ilmu pengetahuan tentang jati diri dan cara memperolehnya. Orang yang membawa ilmu pengetahuan inipun berbeda dalam ciri dan caranya sehingga muncul juga penafsiran yang berbeda tergantung sejauh mana pengertian yang ia diperoleh. Ilmu pengetahuan adalah pengumpulan pengertian tentang suatu hal yang kita dapat karena “tahu”.

Tahu berarti :

–          menyerap perangsang indera

–          berkesan, dan

–          mengerti kesan itu.

Proses dari menerima perangsang indera bisa kita alami melalui :

–          Melihat        – indera penglihat.

–          Mendengar   – indera pendengar.

–          Mencium      – indera pencium.

–          Meraba        – indera perasa dan.

–          Merasa         – indera pengecap.

Jadi untuk mengerti adalah suatu peristiwa pikiran, tetapi dasar dari timbulnya pengertian bisa merupakan :

A. Daya kodrat manusia yaitu :

  • mengerti karena memikir
  • mengerti karena merasa

B. Daya kegaiban Gusti, yaitu :

  • mengerti karena terbuka hati.

Indera adalah penerima perangsang, sedangkan pernyataan adalah karya pikiran dan kehendak. Semua pengumpulan pengertian tentang setiap hal yang ada di dunia ini dan pengertian tersebut merupakan hasil dari tahu , maka itu dinamakan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan dibagi menjadi 2 macam :

–          Ilmu pengetahuan exacta (nyata)

–          Ilmu pengetahuan abstrak (tanpa wujud)

Kedua ilmu pengetahuan ini berasal dari penerapan indera. Semua ilmu pengetahuan baik exacta atau yang abstrak ada jalan untuk mempelajarinya  yaitu:

–           langsung atau tidak dibutuhkan guru,

–           banyak atau sedikit dipergunakan buku,

–           dasar pelajaran diletakkan pada kecerdasan otak.

Hasil pelajaran dari ilmu pengetahuan exacta atau nyata yaitu pengertian nyata, sedangkan hasil pelajaran dari ilmu pengetahuan abstrak yaitu pengertian rohani. Pengertian nyata tentang hukum-hukum alam dapat menuntun kita menyingkap rahasia alam misalkan tentang bulan, bintang, matahari, planet, atau air, tumbuhan, dll. Tetapi pengertian rohani tidak mampu menuntun kita untuk mengungkap rahasia rohani atau rahasia ketuhanan. Pengertian rohani sifatnya adalah mati sedangkan rahasia ketuhanan adalah rahasia yang sifatnya hidup atau disebut juga “Daya Hidup”. Mengapa kita katakan bahwa pengertian rohani bersifat mati, artinya ilmu pengetahuan abstrak sebatas pengertian rohani dalam diri kita itu tidak bisa tumbuh dan tidak bisa bertambah dengan sendirinya, selain dari diri kita yang berusaha untuk menambahnya dengan :

–          banyak membaca

–          menambah pelajaran

–          mengadakan diskusi dan lain sebagainya.

Semua hasil dari penambahan pengertian rohani berasal dari pemikiran dan semua karya pikiran ialah ilmu pengetahuan yang sifatnya mati, karena itu untuk mempelajari ilmu pengetahuan dibutuhkan guru dan buku. Mempelajari daya hidup dengan ilmu pengetahuan abstrak berarti kita mempergunakan pengertian yang mati untuk mempelajari daya yang hidup. Dalam mempelajari ilmu pengetahuan yang nyata, kita juga mempergunakan pengertian yang mati tetapi untuk hal yang sifatnya juga mati, dan merupakan fakta nyata yang bisa diserap, dipikir, dan dikongklusi. Dengan cara berpikir demikian dapat membawa kita maju dalam ilmu pengetahuan yang dipelajari. Dalam mempergunakan pengertian mati untuk mempelajari daya hidup yang tanpa wujud kita tidak menemukan fakta nyata lahiriyah guna bahan pencerapan, perbandingan dan pemikiran. Tiap kongklusi yang diambil dengan kecerdasan otak tentu hanya dikira-kira, dan tidak berdasarkan fakta nyata. Maka sebab itulah pengertian rohani terhadap daya hidup sifatnya adalah mati. Dengan kecerdasan otak saja, kita tidak bisa mempelajari daya hidup apalagi tanpa guru atau tanpa buku. Jika kita melihat ilmu ketuhanan sebagai ilmu pengetahuan berpijak dari percaya akan adanya Tuhan. Seandainya kepercayaan akan adanya Tuhan itu tidak ada, maka ilmu pengetahuan dengan sendirinya tidak ada juga. Maka untuk mempelajari ilmu pengetahuan tentang ketuhanan kita tidak diharuskan untuk percaya bahwa Tuhan itu ada. Misalkan seorang atheis juga bisa mempelajari ilmu pengetahuan ketuhanan karena ilmu pengetahuan seperti yang telah kita bahas sebelumnya berproses dari panca indera sampai pada otak hingga timbul pengertian-pengertian hasil dari ilmu pengetahuan yang kita pelajari.

Demikian sedikit ringkasan dari apa yang kita sebut “Ilmu Pengetahuan“ agar kita juga mengerti dan merobah sejenak pola pikir tentang arti dari ilmu pengetahuan itu sendiri. Inilah yang disebut dalam bahasa jawa, Kawruh yaitu “Tuman duking weruh” atau penerapan indera dan kecerdasan otak. Setelah kita mengerti tentang Ilmu pengetahuan atau kawruh itu tadi maka kita akan beranjak pada proses yang selanjutnya yang dinamakan Ngelmu atau bisa diartikan Pengetahuannya Ilmu agar mudah diserap oleh panca indera kita. Marilah kita persiapkan diri kita untuk “dibelajarkan” tentang proses dari apa yang disebut Ngelmu itu. Pengetahuannya ilmu disini adalah mengenai apa yang disebut “Daya hidup”.  Ngelmu dalam arti suatu cara untuk mendalami ilmu pengetahuan tentang daya hidup. Dari daya hidup inilah adanya tuntunan dan pengertian dimana daya hidup itu sendiri ingin dimengerti dan tetap dibiarkan hidup. Daya hidup yang ingin dimengerti itulah yang akan jadi guru dan buku yang dapat terjamin keabsahannya. Kalau daya yang kita hidupi itu memang bersumber dari daya hidup, sudah selayaknya kalau dapat menghidupi kita dengan pengertian-pengertian tentang kehidupan.

Seperti awalnya mari kita samakan pikiran dan sikap kita untuk “dibelajarkan” tentang cara mendalami ilmu pengetahuan dari daya hidup. Dalam bahasa jawa adalah ngelmu atau bahasa Indonesia umumnya ada istilah menuntut ilmu. Begitu banyak hal yang kita dengar tentang orang yang menuntut ilmu ini dan itu yang pada akhirnya bagaimana manusia itu sendiri berpijak pada apa yang menjadi pilihan dan keyakinannya dan tanggung jawab apa yang telah dia lakukan setelah dia mendapatkan hasil dari ngelmu itu. Apakah manusia itu sendiri menyadari daya hidup yang dipakainya menghasilkan suatu daya kerja yang bermanfaat untuk dirinya? Atau hanya sekedar ikut-ikutan tanpa mengerti terlebih dahulu? kembali lagi pada diri manusianya.

Untuk lebih jelasnya ngelmu adalah cara untuk mendalami pengetahuan tentang daya hidup. Karena daya hidup akan bekerja sesuai dengan fungsinya yang disebut daya kerja  yang dihidupkan oleh manusia sendiri. Sumber asalnya dari daya hidup di dalam diri manusia. Ngelmu dibedakan dalam 3 macam menurut daya kerja yang dipakai, yaitu :

– Mengikuti daya kerja : Setan atau roh.

Tujuan                             : Kepuasan hidup semata.

Umpama                         : Tenung, Santet, prewangan dll.

– Mengikuti daya kerja : Sukma manusia

Tujuan                               : Keutamaan hidup.

Umpama                           : Pencak silat, Sedulur papat lima pancer dll.

– Mengikuti daya kerja : Daya asal.

Tujuan                             : Kesempurnaan jiwa.

Umpama                         :  – Ilmu kesukmaan

:  – Ilmu kamoksaan.

Maka disini kita akan ikuti adalah daya kerja yang bersumber dari daya asal serta tujuannya adalah kesempurnaan jiwa. Seperti seorang anak yang ingin mengerti ilmu pasti, tidak bisa seketika belajar aljabar atau ilmu ukur, tetapi harus mulai dengan sendi hitungan. Demikian pula pandangan rohani kita dalam hidup berngelmu. Pengertian rohani mengada dalam diri kita karena terbukanya hati tehadap kekekalan. Pengertian ini kita terima bertahap sesuai dengan hidup berngelmu yang kita tekadkan. Tidak ada insan  yang mampu menerima pengertian tentang kekekalan dengan sekaligus. Karena kemampuan berpikir dan kemampuan merasa manusia itu ada batasnya.

Manusia itu pada dasarnya tidak bisa memikirkan tentang sesuatu yang di dunia ini tidak ada. Maka dengan sendirinya hidup berngelmu tidak akan mempunyai pengertian tentang soal rohani kalau belum di beri karunia pengertian, karena dalam hidup berngelmu tidak dikenal guru dan buku. Selama kita masih menghayati hidup berngelmu maka kita berarti masih ada dalam sendi hitungan rohani. Umpama sebatang pohon tidak akan langsung menjadi besar dan menghasilkan buah, karena segala sesuatu minta waktu untuk pertumbuhannya. Begitu juga dengan manusia yang minta waktu sesuai dengan kedewasaan pikirnya. Dengan cara belajar yang demikian itu, maka sebagian besar dari pengertian rohani yang kita dapatkan tidak berasal dari pemikiran kita tapi dari daya hidup itu sendiri. Karenanya pengertian yang diperoleh dari hidup berngelmu datang dengan sendirinya tanpa adanya usaha pemikiran tidak dinamakan pengertian rohani tapi terang rohani.

Terang rohani berasal dari daya hidup, bukan dari pikiran manusia. Terang rohani ialah pengertian hidup, pengertian yang mampu membimbing semua peminatnya. Jadi dapat disimpulkan bahwa dari ilmu pengetahuan didapat pengertian rohani yang sifatnya mati sedangkan dari ngelmu didapat terang rohani yang sifatnya hidup. Karena terang rohani itu hidup, artinya dengan sendirinya akan tumbuh sesuai dengan tekad hidup kita. Untuk mempelajari daya hidup dengan berngelmu kita tidak perlu banyak membaca, mencari pelajaran atau mengadakan diskusi dll, karena daya hidup yang kita ikuti daya kerjaNya ialah tuntunan kita, pelajaran kita, nasehat kita dll.  Didalam hidup berngelmu daya hidup yang diikuti daya kerjaNya tidak dimatikan, supaya senantiasa menjadi pengganti guru dan buku yang selama ini kita pelajari, contohnya buku filsafat atau buku tentang pengalaman rohani orang lain. Ngelmu kesempurnaan berpijak dari kenyataan adanya daya gaib didalam kehidupan yang gumelar, tanpa adanya daya gaib ini, maka ngelmu kasempurnaan tidak akan ada. Seorang yang atheis bisa mempelajari ilmu ketuhanan melalui pengetahuan atau kawruh tapi dia tidak bisa mempelajari dengan ngelmu, karena kita akan mengikuti daya kerjaNya. Ngelmu bukan merupakan soal yang dapat dicapai dengan kecerdasan otak, tetapi dengan penyerahan diri total.

Dasar dari ilmu pengetahuan atau kawruh dan ngelmu adalah sama yaitu :

–          kebutuhan manusiawi

–          keinginan untuk tahu

Sedangkan perbedaannya adalah :

–          demi pengetahuan

–          demi perlunya

Tetapi dengan berngelmu kita cuma bisa bertujuan demi perlunya. Ilmu filsafat tidak sama dengan ngelmu. Filsafat adalah pikiran yang mendalam tentang jiwa. Ilmu jiwa dan filsafat merup akan pengeterapan indera digolongkan dalam kawruh.

* * *

Artikel terkait :

Wejangan Leluhur

Manusia Seutuhnya

Kehidupan

Manusia dan Fitrahnya

Peranan Perempuan dalam ‘Blueprint’ Panca Sila

Kebijaksanaan dari Visi Kepemimpinan

Jati Diri & Rasa

Berkaca pada kepolosan anak-anak sebuah kerukuan hidup antar umat beragama

Reflectiong on Children Innocence of a Harmony Life among People Different Religious

Garuda Pancasila

Bhinneka Tunggal Ika

Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia

15 Sifat Kepemimpinan Mahapatih Gajah Mada dalam Negara Kertagama oleh Mpu Prapanca

Kesadaran Kosmos & Zona Photon

Proyeksi Nusantara

19 Unsur Proses Perjalanan Rohani

Yoga Class

Pengertian Yoga

Kelas Yoga & Singing Bowl (Genta Tibet)

Asanas Yoga, Jiwa Gembira Melalui Gerakan-Gerakan Tubuh

Asanas Yoga. Healthy & Happy of Body & Soul

Orbs at Yoga Class

Conversation with the ORBS

YOGA Classes

 

healthy – happy – wealthy

*

yoga all asanas

the asanas

* *yoga for children

Yoga for Fun – Children Yoga

* *

meditation at sea shore

Meditation in Zen Yoga

* *

Prenatal Yoga

* *

Yoga for Couple

* * *

* *

*

SHANGKALA

* YOGA, CULTURE & HOLISTIC CENTRE*

Shangkala serve you a delicate of holistic yoga therapy authentic from Indonesian archipelago and Asia. These therapis method share you kinds of yoga – culture class and healthy therapy to mantain and also improving your healthy of holistic body, mind & spirit. Lets HEALTHY – HAPPY – WEALTHY ! !

* *

Our YOGA classes are :

  • Basic Yoga : Yoga for beginner. Lessons include of warming up, basic asanas (postures) with flow of breathing.
  • Intermediate Yoga: Deeper yoga lessons. Include of warming up, intermediate asanas (postures), intermediate pranayama (breathing technique).
  • Zen Yoga : Share you relaxation & meditation methods. Get healthy, calm the mind, feeling & consciousness.
  • Prenatal Yoga : Yoga for prenatal mommy. Here mommy have asanas (postures), pranayama (breathing technique) dan deep relaxation to create early communication between mommy & baby.
  • Yoga for Fun : Children yoga. Let your children enjoy yoga in healthy & fun way !
  • Yoga For Couple : Yoga together with couple, best friends, sisters or brothers. Doing asanas,  breathing technique & energy session in togetherness would build trust,  fun & healthy.

* *

Our CULTURE Class are :

  • Balinese/ Bayu Suci : An outhentic body movement & flow of breathing created from Baliness dance & martial art. Most people feel fun in doing this. Suitable for family.
  • Senam Silat Sunda / Sundanese Martial Art Exercise : An authentic exercise which inspired from Sundanese martial art & traditional Sundanese music. Get healthy & fun here !

* *

Our HEALTHY THERAPY Menu :

  • Hypnotherapy : Help you to reveal past traumatic life, erase from consciousness & create new consciousness. Hypnotheraphy could bring you deep to your own consciousness where you never expected before.
  • Singing Bowl therapy : Singing bowl is a bowl which come from Asian country. It is a healthy therapy from the real sound of singing bowl. You’ll not only feel relax and calm, but also purify your mind & spirit.
  • Reiki or Prana : Special energy therapy from Asia. Our therapist connected with the life force energy & share this energy to you. This therapy will improve healthy body condition & comfortable feeling.

* *

Balinese Taichi – Bayu Suci

* *

Senam Silat Sunda – Sundanese Martial Art Exercise

* *

hypnotherapy

* *


singing bowl

* *

reiki – prana

* *

NOW OPEN :

NEW YOGA CLASSES OPEN IN OCTOBER – NOVEMBER 2010 ! !

Class held for private (1-2 persons) or small group class (4-8 persons).

Class held for 2 – 4 times meeting.

The class available in Jakarta & Bali – Indonesia

Further information, please contact :

  • E-mail  & Facebook :

artshangkala@gmail.com

  • Twitter : ArtShangkala

* * *

Related articles :

Kelas Yoga & Singing Bowl (Genta Tibet)

Pengertian Yoga

Asanas Yoga, Jiwa Gembira Melalui Gerakan-Gerakan Tubuh

Asanas Yoga. Healthy & Happy of Body & Soul

Prenatal Yoga

Yoga Ibu Hamil

Meditasi

Rileksasi Dalam

Meditation

Orbs at Yoga Class

Orbs & Light Beings in Ancient Tribe, Java-Indonesia

Conversation with the ORBS

Manusia & Fitrahnya

Yoga & Book Discussion

Cakra & Kundalini

Reiki di Pulau Dewata Bali

Senam Sehat Seumur Hidup

Bali Classical Dance Course

Int’l Performance of I Putu Silaniyama

Nerang

Rain Stopper

Seniman Pelukis Tokoh-Tokoh Besar Dunia

Junko Children Painting Course

Perguruan Silat Tadjimalela

Pelatihan PS Tadjimalela

Prosesi Ala PS Tadjimalela

Pengalaman Pelatih Silat Lokal di Kancah Global

Momen Pelatihan dan Kejuaraan Timnas Indonesia

PS Tadjimalela – Konsolidasi Batin dalam Halal bi Halal

‘Ancient Tantra Kriya Yoga’ & ‘Energy Transformation Micro – Macrocosm’ Workshop

Deep Inside ‘Nyepi’ – Silence Day (Hindu Lunar New Year)

Yin Yoga & Consciousness Meditation at the STONES, Kuta, Bali

The Studio Wellness Program at the STONES, Kuta, Bali

Chi dan Energi Penyembuhan

Natural Healing with Acupuncture

Acupuncture for Slimming

Acupuncture for Beauty

Teri Fish & Honey Fried Rice

Heart, Hands & Orbs at Merapi Volcano, Central Java

Surya Candra Bhuana

Pasar Badung, Bali

Badung Market, Bali

Thanks for What We Have – Music Performance at the Orphanage

Wejangan Leluhur

Manusia Seutuhnya

Makna dari Ilmu dan Pengetahuan (Bagian I)

Proyeksi Nusantara

Kehidupan

Peranan Perempuan dalam Skenario Blueprint Pancasila

Kebijaksanaan dari Visi Kepemimpinan

Jati Diri & Rasa

Berkaca pada Kepolosan Anak-Anak Sebuah Kerukunan Antar Umat Beragama

Reflectiong on Children Innocence of a Harmony Life among People Different Religious

Gurindam Dua Belas

Boats & Ships during Kingdoms Era in Nusantara Archipelago

Perahu-Perahu di Masa Kerajaan Nusantara

Asal-Usul Bahasa Nasional, Bahasa Indonesia

Kesadaran Kosmos & Zona Photon

19 Unsur Proses Perjalanan Rohani

The Gaia Project 2012 (Indonesia)

The Gaia Project 2012 (English)

Serat Jayabaya (Jawa)

Ramalan Jayabaya (Indonesia)

Jayabaya Prophecy (English)

Sejarah Bangsa & Tanah Air Indonesia (Purbakala/The Last Continent)

Garuda Pancasila

Bhinneka Tunggal Ika

Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia

15 Sifat Kepemimpinan Mahapatih Gajah Mada dalam Negara Kertagama oleh Mpu Prapanca

Prosedure Darurat Gempa Bumi

Krakatau (Indonesia)

Krakatau (English)

Earthquake Emergency Procedure

Earthquake Cloud

Awan Gempa

Tanda-Tanda Dari Hewan Terhadap Bencana Alam

Animal Signs of Natural Disaster

Bali Classical Dance – Course

Bali Clasical Dance-Pendet

Pendet is a traditional Balinese dance, in which offerings are made to purify the temple or theater as a prelude to ceremonies or other dances. Pendet is typically performed by young girls, carrying bowls of flower petals, handfuls of which are cast into the air at various times in the dance. Pendet can be thought of as a dance of greeting, to welcome the audience and invite spirits to enjoy a performance.

Bali Clasical Dance-Gopala

Gopala (Sanskrit language) means the shepherd. Gopala dance performed by 4-8 boys in a group. They as shepherds in a field and  dance very humorous.

Bali Clasical Dance-Burung Cangak

Cangak Dance.  This dance inspired by the white heron bird.

The movement is so energetic and  elegant.

* * *

You can learn these Bali Classical Dance at :

“Sanggar Dewi Tari” by I Putu Silaniama

Whenever you visit Bali, Join in our Bali Classical Dance.

 

The course simply adjust with your days visit in Bali.

The class could be held in private class or group class and offered for children, teenager & adult.

Please contact Shangkala representative in Bali :

* * *

Related article :

Perguruan Silat Tadjimalela

Prosesi Ala PS Tadjimalela

Pelatihan Perguruan SIlat Tadjimalela

Pengalaman Pelatih Silat Lokal di Kancah Global

Momen Pelatihan dan Kejuaraan Timnas Indonesia

PS Tadjimalela – Konsolidasi Batin dalam Halal bi Halal

Kerajaan Sumedang Larang

Pencak Silat, Warisan Budaya Bangsa

Reiki di Pulau Dewata Bali

Yoga Class

Pengertian Yoga

Kelas Yoga & Singing Bowl

Asanas Yoga, Jiwa Gembira Melalui Gerakan-Gerakan Tubuh

Asanas Yoga. Healthy & Happy of Body & Soul

Yoga Ibu Hamil

Prenatal Yoga

Meditasi

Rileksasi Dalam

Meditation

Cakra & Kundalini

‘Ancient Tantra Kriya Yoga’ & ‘Energy Transformation Micro – Macrocosm’ Workshop

Deep Inside ‘Nyepi’ – Silence Day (Hindu Lunar New Year)

Yin Yoga & Consciousness Meditation at the STONES, Kuta, Bali

The Studio Wellness Program at the STONES, Kuta, Bali

Teri Fish & Honey Fried Rice

Heart, Hands & Orbs at Merapi Volcano, Central Java

The Studio Wellness Program at The Stones, Kuta, Bali

Surya Candra Bhuana

Bali Classical Dance Course

Int’l Performance of I Putu Silaniyama

Nerang

Rain Stopper

Senam Sehat Seumur Hidup

Seniman Pelukis Tokoh-Tokoh Besar Dunia

Junko Children Painting Course

Thanks for What We Have – Music Performance at the Orphanage

Menapaki Perjalanan Sunda

Ki Sunda di Tatar Sunda – Indonesia

Ki Sunda di Tatar Sunda

Kalender Sunda & Revisi Sejarah

Makanan Sunda

Susunan Warna Kasundaan

Orbs & Light Beings in Ancient Tribe, Java-Indonesia

Conversation With the Orbs

Prosedure Darurat Gempa Bumi

Krakatau (Indonesia)

Krakatau (English)

Earthquake Emergency Procedure

Earthquake Cloud

Awan Gempa

Tanda-Tanda Dari Hewan Terhadap Bencana Alam

Animal Signs of Natural Disaster

Kesadaran Kosmos & Zona Photon

Proyeksi Nusantara

The Gaia Project 2012 (Indonesia)

The Gaia Project 2012 (English)

Serat Jayabaya (Jawa)

Ramalan Jayabaya (Indonesia)

Jayabaya Prophecy (English)

Wejangan Leluhur

Jati Diri & Rasa

Sejarah Bangsa & Tanah Air Indonesia (Purbakala/The Last Continent)

Garuda Pancasila

Bhinneka Tunggal Ika

Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia

15 Sifat Kepemimpinan Mahapatih Gajah Mada dalam Negara Kertagama oleh Mpu Prapanca

19 Unsur Proses Perjalanan Rohani

Pengalaman Pelatih Silat Lokal di Kancah Global

Oleh A. Sari

Beberapa tahun belakangan ini, Indonesia menjuarai kejuaraan-kejuaraan pencak silat internasional.  Hal mengagumkan ini tak lepas dari peran banyak orang yang terlibat di dalamnya dalam mendongkrak pencak silat nasional. Salah satunya adalah peran pelatih yang merupakan guru PS Tadjimalela yang diutus untuk melatih timnas Pencak Silat Indonesia, yaitu Bapak Sutarna S.Pd atau yang lebih akrab dipanggil Kang Tarna.

Berikut ini adalah pengalaman Kang Tarna yang dapat kita petik sebagai pengajaran kepada kita anak-anak bangsa :

Tahun 2006 Kang Tarna pertama ditugaskan melatih timnas Pencak Silat Indonesia. Merupakan gambaran yang cukup berat bagi timnas kita, karena sudah 10 tahun berturut-turut, Indonesia yang mengklaim silat sebagai asalnya dari negeri ini, ternyata tak sekalipun juara umum, bahkan sempat amblas juara 5 dunia. Selalu tim yang juara umum pada saat itu adalah Vietnam.

Pelatih timnas yang ditugaskan ada 2 pelatih. Satu pelatih tanding dan satu pelatih seni. Kang Tarna adalah pelatih tanding. Karena simbol burung gagak sebagai lambang PS Tadjimalela adalah maju terus pantang mundur. Kang Tarna tak pernah berpikir kalah. Saat itu ia ditanya para pengurus besar PB IPSI, ia  menjawab, “Saya tidak akan kalah, timnas Indonesia juara umum”.  Hal ini disepakati bersama oleh para pelatih dan timnas. Mereka menggunakan jurus dan teknik PS Tadjimalela. Mereka sudah bertekat sebagai satu kesatuan dan berpikiran positif atas apapun yang dialami dan yang dilakukan.

Pada saat itu adalah masa peralihan kepengurusan IPSI lama ke pengurusan yang baru. Maka pelatihan timnas pun mengalami beberapa kali perubahan. Dari yang latihan militer bersama Kopasus (latihan menembak, lari) kemudian pindah lokasi latihan dan berlatih menangkap ular, menyembelihnya juga berendam di kali. Kemudian terakhir timnas dikirim untuk latihan di Cina (yang bukan negeri silat, tapi negeri kungfu dan taichi) dengan program latihan yang berbeda juga, dengan waktu yang sudah mendekati kejuaraan.

Walau bagaimanapun bentuk latihan yang diberikan, pelatih dan atlet timnas tetap berusaha untuk kompak dan menjaga keutuhan dan semangat. Mereka berusaha tetap menerima. Kebulatan tekat mereka sangat nampak. Kang Tarna menyemangati seluruh anggota timnas: Apapun yang terjadi kita harus tetap bersama, kita tetap bersatu. Kita semua adalah juara. Saya yakin. Kamu juga harus yakin. Kita semua yakin.

Perlahan tapi pasti, terbuktilah keyakinan mereka dalam kenyataan. Satu persatu kejuaraan pencak silat dunia dicapai. Kejuaraan silat internasional Inggris ke-2  (Internatonal United Kingdom Championship II 2006), Singapore International Open (Senior) Pencak Silat Championship 2007, SEA Games XXIV Nakhon Ratchasima-Thailand 2007, Bali Asean Beach Games 2008, semuanya disabet Indonesia sebagai Juara Umum. Rekor yang patut dibanggakan sebagai negeri asal pencak silat.

Hanya satu kejuaraan yang lepas dari juara umum yaitu Belgian Open Championships 2007. Karena pada saat itu yang maju bukan tim lapis pertama, tapi lapis kedua. Indonesia meraih juara ke-5. Ini wajar karena tim lapis kedua baru berlatih sebulan. Berbeda dengan tim lapis pertama yang berlatih berbulan-bulan sehingga sudah membina kekuatan dan kekompakan. Tim lapis pertama sengaja tidak diturunkan karena berdasarkan prinsip pelatihan, tim hanya bertanding dalam 2 bln. Lewat dari itu waktu istirahat agar kondisi tetap prima.

Prestasi-prestasi ini hasil dari perjuangan yang berat. Pada kenyataannya memang sulit untuk menciptakan atlet silat dan juga pelatih timnas. Dibutuhkan waktu belasan tahun untuk menciptakan seorang atlet silat. Dengan proses yang lama dan diiringi ketekunan tinggi. Dibutuhkan daya hidup yang tinggi untuk bertahan dalam profesionalisme sebagai pelatih sehingga dapat menjadi pelatih silat nasional yang dapat membawa peran ke kancah global. Semuanya membutuhkan regenerasi yang baik. Bibit-bibit tak hanya dari PS Tadjimalela, tapi juga dari perguruan-perguruan pencak silat Nusantara lainnya. Bibit-bibit yang yakin, rajin dan disiplin terhadap pencak silat negeri ini. Pencak silat yang merupakan salah satu jati diri bangsa ini, yang lahir dari para leluhur, para ksatria yang menjaga negeri, tetap harus terjaga dan berkembang lewat seni, kreasi dan prestasi di muka bumi dengan peran aktif para pesilat dan pecinta silat negeri ini.

Salam Seni Budaya.

di belgia

Di Belgia

* * *

Bagi anda yang tertarik mengenai pelatihan & pengajaran Perguruan Silat Tadjimalela, silahkan lihat link berikutnya :

Perguruan Silat Tadjimalela

Pelatihan PS Tadjimalela

Prosesi Ala PS Tadjimalela

Pengalaman Pelatih Silat Lokal di Kancah Global

Momen Pelatihan dan Kejuaraan Timnas Indonesia

PS Tadjimalela – Konsolidasi Batin dalam Halal bi Halal

Artikel terkait :

Kerajaan Sumedang Larang

Pencak Silat, Warisan Budaya Bangsa

Yoga Class

Yoga & Book Discussion

Kelas Yoga & Singing Bowl (Genta Tibet)

Pengertian Yoga

Asanas Yoga, Jiwa Gembira Melalui Gerakan-Gerakan Tubuh

Asanas Yoga. Healthy & Happy of Body & Soul

Prenatal Yoga

Yoga Ibu Hamil

Meditasi

Rileksasi Dalam

Meditation

Orbs at Yoga Class

Reiki di Pulau Dewata Bali

Senam Sehat Seumur Hidup

Bali Classical Dance Course

Int;l Performance of I Putu Silaniyama

Nerang

Rain Stopper

Pasar Badung, Bali

Badung Market, Bali

Seniman Pelukis Tokoh-Tokoh Besar Dunia

Thanks for What We Have – Music Performance at the Orphanage

Ki Sunda di Tatar Sunda – Indonesia

Ki Sunda di Tatar Sunda – Sunda

Menapaki Perjalanan Sunda

Kalender Sunda & Revisi Sejarah

Makanan Sunda

Susunan Warna Kasundaan

Surya Candra Bhuana

Momen-momen dalam pelatihan & kejuaraan timnas Indonesia

Koleksi Kang Tarna (Sutarna S.Pd) pelatih timnas Silat Indonesia 2006-2007 :

di belgia

Di Belgia

di belgia1

Di Belgia 1

di paris

Di Paris

di cina

Di Cina

di thailand

Di Thailand

di thailand1

Di Thailand 1

* * *

Lebih lanjut mengenai Perguruan Silat Tadjimalela :

Perguruan Silat Tadjimalela

Pelatihan PS Tadjimalela

Prosesi Ala PS Tadjimalela

Pengalaman Pelatih Silat Lokal di Kancah Global

PS Tadjimalela – Konsolidasi Batin dalam Halal bi Halal

Artikel terkait :

Kerajaan Sumedang Larang

Pencak Silat, Warisan Budaya Bangsa

Ki Sunda di Tatar Sunda – Indonesia

Ki Sunda di Tatar Sunda – Sunda

Menapaki Perjalanan Sunda

Kalender Sunda & Revisi Sejarah

Makanan Sunda

Susunan Warna Kasundaan

Yoga Class

Yoga & Book Discussion

Kelas Yoga & Singing Bowl (Genta Tibet)

Pengertian Yoga

Asanas Yoga, Jiwa Gembira Melalui Gerakan-Gerakan Tubuh

Asanas Yoga. Healthy & Happy of Body & Soul

Prenatal Yoga

Yoga Ibu Hamil

Meditasi

Rileksasi Dalam

Meditation

Orbs at Yoga Class

Reiki di Pulau Dewata Bali

Senam Sehat Seumur Hidup

Bali Classical Dance Course

Int’l Performance of i Putu Silaniyama

Seniman Pelukis Tokoh-Tokoh Besar Dunia

Nerang

Rain Stopper

Badung Market, Bali

Pasar Badung, Bali

Thanks for What We Have – Music Performance at the Orphanage

Surya Candra Bhuana